JANGAN DI TUNGGU..
UPDATE TIDAK MENENTU KAPANNYA.. KARENA KESIBUKAN...
Saat SMA di pandang sebelah mata, di permalukan oleh orang yang disukai,di jadikan bahan tawaan karna penampilan yang culun dan di anggap miskin .
hingga memilih pergi, dan melupakan.
kembali dengan identitas asli, dan membuat banyak orang kagum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MCA Ep23
acara semakin meriah, membuat alena sangat bosan, dari dulu alena tidak terlalu menyukai pesta dan memilih pergi untuk menyendiri sebentar.
"kenapa disini?" tanya yudis
"tidak apa apa... lalu kau kenapa disini?" tanya balik alena
"aku tidak sengaja melihatmu disini, sebelumnya maaf sudah mengganggu"
"hmmm... oke" sahut alena
julian diam sedari tadi saat romi mengenalkan alena pada yudis, tapi kali ini tidak, alena hanya miliknya, hanya untuknya.
"sayang, ternyata aku disini, aku mencarimu sedari tadi" ucap julian duduk disamping alena
"sayang..?" ucap alena lagi.
"apa sayang, oh ya kau bukannya sahabat dari calon kakak iparku kan, kenalkan aku julian pacar alena" ucap julian mengulurkan tangannya pada yudis.
"tapi tadi romi mengatakan padaku jika alena tidak memiliki kekasih" kata yudis.
"hahahaha... kakak iparku itu memang suka bercanda, dia mengatakan padaku untuk menjaga alena dari buaya darat" ucap julian mengada mengada.
"sebenarnya ada apa ini, julian kau kenapa?" tanya alena yang merasa aneh dengan kedua pria di sampingnya
"aku merindukanmu" sahut julian memeluk pinggang alena dan memendam wajahnya di ceruk leher alena.
"dia ini apa apaan, kenapa jadi gila begini" batin alena
"ekhem... kalau begitu aku permisi dulu, alena senang berkenalan denganmu. tuan julian aku permisi" ucap yudis tidak tahan melihat kemesraan 2 sejoli itu.
sepergian yudis barulah alena angkat bicara, apa maksud ucapan julian.
"sebelum kau bertanya aku kenapa, aku ingin mengatakan sesuatu padamu"
alena menghela nafasnya begitu berat " hmmm.. katakan" sahut alena.
"alen, aku tau kau masih membenci sikapku di masa lalu, tapi itu semua aku lakukan untuk kebaikanmu, aku tidak akan menyuruhmu untuk percaya padaku. saat kau pergi aku menyesal alen, aku selalu mencari keberadaanmu, aku selalu ingin mengatakan kalau aku mencintaimu, hahaha... mungkin terlihat aneh bukan? tapi apa yang aku ucapkan adalah perasaanku yang sesungguhnya, aku tidak ingin kau di miliki oleh siapapun kecuali aku. alen! mungkin kau belum mengetahui jika penyebeb kecelakaanmu adalah yona sepupuku, kakakmu melarangku mendekatimu, aku tidak tau harus seperti apa mengungkapkan perasaanku, apapun yang terjadi, siapapun yang mengahalangiku, aku tidak peduli, aku akan mempertahankan cintaku, alena maukah kau menjadi kekasihku?"
julian berbicara panjang lebar, dan kata kata terakhirnya sangat membuat hati alena bergetar, semua ucapan julian mampu meluluhkan hatinya dalam sekejap.
awalnya alena merasa marah karna penyebab ia celaka adalah yona, tapi ia yakin keluarga julian tidak tau apapun.
bibir alena terasa kelu untuk berucap, perasaannya pada julian memanglah masih ada, bahkan julian adalah cinta pertamanya.
sosok julian yang dulu sangat berbeda dengan saat ini, apa benar julian mencintainya dengan tulus? apa benar seorang julian akan memperjuangakannya ,semua kata kata julian berputar di pikiran alena .
"alen, kenapa kau diam. jawablah.. aku sangat butuh jawabanmu" ucap julian
"apa yang harus aku katakan..?" tanya alena
julian merasa bingung dengan ucapan alena, apa sedari tadi alena tidak mendengarnya ,itulah isi pikirannya saat ini.
"apa kau mau menjadi kekasihku?" tanya julian lagi.
"IYA" spontan alena menjawab, dia tersadar akan ucapannya.
"mak..maksudku bukan begitu" gugup alena.
"tidak bisa, kau sudah bilang iya padaku, mulai sekarang kau adalah kekasihku, terimakasih sayang," julian langsung memeluk alena dengan erat.
"kau salah paham, aku belum menerimamu" sanggah alena.
"aku tidak tuli alen, aku mendengarnya. kau bilang iya dengan sangat jelas," ucap julian
"julian lepaskan aku, dadaku sesak" kata alena.
"maafkan aku," julian tersenyum dan mencium kening alena.
"kenapa jadi begini, dan kenapa aku harus langsung jawab iya astaga" batin alena.
"kau ini salah paham, a....aku harus pergi" alena ingin segera pergi dari hadapan julian, tapi belum iya beranjak julian justru ikut berdiri dan menarik tangan alena.
tanpa di duga, julian langsung mencium bibir ranum milik alena, tidak ada perlawanan dari alena, karna merasa syok dan merasa tubuhnya lemas seketika.
julian memperdalam ciumannya pada alena, dan hingga akhirnya mereka saling menikmati cumbuan di malam hari dengan cahaya bintang dan hembusan angin malam.
alena sadar dengan apa yang dilakukannya, dengan kesadaran yang sudah kembali, ia mendorong julian dan lari begitu saja.
malu dan bahagia jadi satu, entah kenapa prasaanya yang ingin hilang hadir kembali seperti dulu.
begitu pun julian, ia tersenyum bahagia melihat alena menerima ciumannya tanpa menolak, bahkan terlihat jelas rona merah di wajahnya.
"next... kebahagiaan kita akan tiba secepatnya sayang" batin julian.
alena pergi ke toilet umum untuk menenangkan dirinya sebentar.
"astaga kenapa aku bisa jadi seperti ini, kenapa aku tidak bisa menolaknya" batin alena sambil menyentuh kedua pipinya.
"apa yang harus aku lakukan sekarang, aku pasti malu sekali bertemu denganya" gumam alena.
alena melihat dirinya di cermin, menyentuh bibirnya yang baru saja di cumbu oleh cinta pertamanya.
tanpa sadar ia tersenyum, lagi lagi rona merah terlihat di wajahnya.
julian sudah kembali ke dalam pesta, mencari ray yang sedang berbincang dengan tia.
"sepertinya kalian sangat dekat" ucap julian yang datang tiba tiba.
ray dan tia merasa terkejut dengan kehadiran julian, mereka yang awalnya asik mengobrol jadi terdiam.
"kau dari mana saja, aku menunggumu" kata ray dengan gugup.
"menunggu apanya, aku liat kau tertawa senang berbicara dengan asisten tia" ucap julian tersenyum jahil.
"kau jangan salah paham ,kami hanya bicara soal pekerjaan saja" sangkal ray
"iya benar tuan julian, kamu hanya membahas pekerjaan saja" sahut tia dengan wajah menahan malu.
"kenapa kalian terlihat gugup seperti itu, tenang saja, aku tidak masalah jika kalian memiliki hubungan" sahut julian
"benarkah?" tanya ray dengan raut wajah senang.
"hmmm.. tapi kalian kan bilang tidak ada apa apa, ya sudah"
"kami baru memulai lian," kata ray malu.
"wah... semoga kalian selalu bahagia, aku akan mendukung kalian hingga menikah nanti" kata julian menepuk bahu ray keras.
"terimakasih tuan julian" ucap tia
alena sedang bergabung dengan keluarganya, mereka baru saja melakukan foto keluarga dan terlihat sangat bahagia,.
"princess! apa kau sudah makan?" tanya arlan pada putrinya
"sudah pa, tidak perlu hawatir" jawab alena.
"oh ya princess, menurutmu bagaimana yudis?" tanya romi
"sudah sayang, mereka baru saja bertemu jangan membuat alena bingung" kata meta, karna tau jika alena tidak tertarik sama sekali dengan yudis.
"kau sangat membantuku kaka ipar," batin alena.
"tapi aku rasa mereka sangat cocok, aku sudah mengenal yudis sejak lama, jadi tidak salah jika adikku ini bersamanya" ucap romi merangkul bahu alena.
"yudis siapa?" tanya arlan
"sahabatku pa," ucap romi
"jangan memaksa adikmu rom, biarkan dia memilih pasangannya sendiri" sahut maria.
"oke oke... baiklah.." romi mengalah pada akhirnya
skali2 pebinor lah stlh Yudis munculkan lagi Sam buat Julian cemburu masak Alena trs yg cemburu
Elin hanya mau hartanya saja, tidak mau Prianya
sukses...semangat
mksh