Menceritakan tentang seorang gadis Cantik bernama Kiran, ia jatuh Cinta pada Seorang Pria tampan yang Arogant bernama Dhefin.
Perjuangan Kiran mengejar Cinta Dhefin, tidak semudah yang dibayangkannya. Saat rasa cinta semakin menggebu dihatinya, saat itu pula Kiran Harus membuang Rasa Cintanya tersebut.
Berhasilkah Kiran?
Jika ingin tahu kelanjutan cerita nya, Ikuti terus dan jangan lupa dukungan nya ya.
Follow Ig: Nonafi0609
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curhatan Kiran
Kiran masih duduk terdiam di ruang tamu setelah berhasil mengusir Dhefin keluar dari rumah nya. Kiran merasa bahagia dan hancur secara bersamaan.
Menangis, Itulah yang bisa Kiran lakukan saat ini.
Kiran mengingat Jelas kata kata terakhir yang diucapkan nya sebelum Dhefin pergi.
"Berikan aku waktu untuk berfikir." Hanya Itulah kalimat yang yang menjadi jawaban Kiran atas permohonan Dhefin padanya.
Andai Tidak ada Manda, Pasti Kiran akan dengan senang hati dan bahagia menerima Dhefin menjadi kekasih nya.
Kiran merasa sangat bingung atas permasalahan yang sedang ia hadapi saat ini.
Disatu sisi mereka saling mencintai, disatu sisi Manda Juga mencintai Dhefin.
Bisa saja Kiran Egois Menerima Cinta Dhefin, Namun Kiran takut dan sangat yakin keputusannya akan menyakiti Manda. Ditambah lagi Manda pasti akan berfikir jika Kiran sengaja membalas kesalahan Mama nya dulu Pada Manda.
Sungguh dari hati terdalam Kiran tidak pernah ada niatan sedikitpun, untuk membalas apalagi memiliki dendam pada Manda dan orang tuanya.
Kiran akui dia memang belum bisa memaafkan kesalahan Mama Manda yang telah merebut Papa nya. Namun dibalik itu semua, Kiran tidak pernah sedikitpun merasa dendam apalagi punya niat untuk membalasnya. Kiran sadari semua itu sudah takdir dari yang maha kuasa.
Kiran hanya belum bisa melupakan Keterpurukan Mama Nya dulu, saat kehancuran Menimpa Keluarga mereka dulu. Dan Kiran tidak ingin hal yang sama Terjadi pada orang lain, Karena Kiran sangat mengerti dan dapat merasakan sakitnya saat orang yang kita cintai lebih memilih orang lain.
Kiran bangkit perlahan dan melangkah menuju kamar kedua orang tuanya.
Satu hal yang sangat Kiran syukuri, disaat terpuruk seperti ini. Kiran masih mempunyai tempat mengadu, orang yang pasti akan selalu berada dipihaknya dan mendukungnya.
Tok tok tok....
"Pah... mah. Kalian sudah tidur?" Suara serak Kiran membuat Mama lekas membuka kan Pintu nya karena cemas.
"Sayang.. kenapa?" Tanya Mama cemas Saat Kiran menghambur masuk kedalam pelukannya.
Mama Membawa Kiran masuk kedalam kamar dan duduk di atas ranjang.
"Sayang, Apa Dhefin menyakitimu?" Tanya Papa saat keluar dari kamar mandi melihat Putri kesayangan nya menangis dalam pelukan Istrinya.
Melihat Kiran yang menggelengkan kepala membuat Papa dan Mama nya menjadi bingung.
"Lantas kenapa Nak, Coba ceritakan pada kami." Pinta Papa Lembut mengusap kepala Kiran
"Pa, mah. Apa Kiran salah kalau Kiran mencintai Dhefin, Untuk pertama kalinya Kiran merasakan Perasaan senang,bahagia, nyaman, dan jantung Kiran berdebar kencang saat bersama Pria yaitu Kiran rasakan Pada Dhefin Pa, mah." Ucap Kiran disela tangisnya.
"Tidak ada yang salah Sayang, Semua orang mempunyai rasa itu. Hanya saja kita tidak tau perasaan Itu akan berlabuh kepada siapa. Cinta datang dari hati, Cinta bukan sebuah keterpaksaan. Cinta tidak bisa dibuat buat, perasaan itu nyata adanya. Dan sekarang kamu sudah tau dan sadar jika perasaan cintamu itu ada pada Dhefin.
Papa Juga dapat melihat jika Dhefin juga mencintaimu. Lantas dimana letak kesalahan nya?" Jelas Papa bertanya pada Kiran
"Tidak ada yang salah Pah, Tapi disini masalah nya adalah Manda Juga mencintai Dhefin." Jawab Kiran melepaskan pelukan Nya dan menatap kedua orang tuanya
"Manda mencintai Dhefin, Namun Dhefin mencintaimu. Sudah papa Katakan Cinta tidak dapat dipaksakan. Cinta hadir dan tumbuh dengan sendirinya." Ujar Papa Lagi
Kiran menceritakan semua yang sudah terjadi antara dirinya, Manda, dan Dhefin tanpa menutupi apapun. Mama dan Papa terlihat mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Kiran. Mama dan Papa dapat mengerti kegelisahan dan kebingungan Putri mereka saat ini.
"Ran, Dhefin sudah mengakui kesalahan nya. Dhefin juga sudah mencoba mengakui kesalahan nya pada Manda dan Dirimu. Kenapa kamu tidak mencoba memberi kesempatan kepada Dhefin Nak, Percayalah tidak ada yang akan berfikir jika kamu berniat jahat kepada Manda dan orang tuanya.
Tidak akan ada yang mengatakan jika kamu membalas dendam atas perbuatan Mama nya.
Kalian saling mencintai. Kamu tidak merusak rumah tangga siapapun, Karena Dhefin tidak terikat pernikahan dengan siapapun. Semua orang berhak memilih nak, Terima Dhefin jika benar kamu mencintainya. Jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari sayang. Ingatlah ada kami yang akan selalu mendukung dan menjagamu." Nasehat mama Yang membuat Kiran menghentikan perlahan tangisnya.
"Bagaimana Jika Manda membenci Kiran ma?" Tanya Kiran lagi
"Semua orang berhak membenci, menyukai, mencintai dan lainnya sayang. Kamu sudah melakukan yang terbaik, Mengenai Manda membencimu atau tidak. Itu tergantung bagaimana cara Hati dan fikiran nya menanggapi semua ini. Jika dia wanita yang bijak, maka dia tidak akan membencimu." Jawab Mama Lagi semakin membuat Kiran tenang.
"Jangan korbankan perasaan kalian hanya karena menjaga perasaan orang lain. Yakinlah semua ini sudah ada yang mengaturnya. Sekuat apapun usahamu untuk menjauh. Jika Dhefin adalah takdirmu maka kalian akan tetap bersama. Begitupun sebaliknya." Sahut Papa menghapus jejak air mata diwajah cantik Kiran.
"Sekarang kembali ke kamarmu dan istirahatlah." Jawab Papa Lembut mengecup kening Kiran.
"Makasih Mah, Pah. Kalian memang yang terbaik." Ucap Kiran dengan senyum diwajahnya sebelum keluar dari kamar Orang tuanya.