Merasakan jatuh cinta diusianya yang menginjak 17 tahun, adalah sesuatu yang wajar. Namun yang tidak wajar adalah jika lelaki yang ia cintai adalah ayah sahabatnya sendiri.
Akankah persahabatan antara Alena dan Angel hancur karena Alena mencintai ayah sahabatnya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon requeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada yang berubah
Doni mengetuk pintu kamar putrinya, setelah beberapa kali diketuk namun tidak ada jawaban, akhirnya Doni membuka pintu kamar dan masuk.
Dilihatnya Angel sedang berbaring dikasur empuknya dengan posisi membelakangi Doni. Doni tau Angel belum tidur. Ia pun duduk di sebelah putrinya.
"papih mau bicara.. kalau kamu tidak mau bicara sama papih, cukup dengarkan saja " ucap Doni lembut tapi tegas.
"papih minta sama kamu supaya kamu jangan pernah membenci Alena. soal kejadian kemarin, itu murni kesalahan papih. pada saat itu papih cuma mau menenangkan Alena yang takut karena mati lampu.Pada saat itu Alena hanya terbawa suasana. Papih akui kalau papih mulai menyukai dia. Dia gadis yang baik yang selalu ada menemani kamu disaat papih tidak ada. Bahkan Widia pun tidak bisa selalu ada buat kamu seperti Alena. maka dari itu tolong kamu jangan benci pada Alena. ini semua murni kesalahan papih. papih ingin kamu kembali seperti dulu dengan Alena " ucap Doni. Diciumnya lembut kepala putrinya sebelum Ia bangkit dan keluar dari kamar itu. Sepeninggalan papihnya Angel terisak membenamkan wajahnya dibalik selimut.
Angel akui terlalu berat baginya kehilangan sahabat sebaik Alena, namun ia tidak rela jika papihnya menyukai sahabatnya. Sama beratnya ketika Ia harus merelakan papihnya dekat dengan Widia.
Hari demi hari berlalu, tak terasa sudah beberapa bulan Angel dan Alena tidak pernah berkomunikasi. Alena sengaja memblokir nomor Doni dan Angel. Disekolah pun Angel dan Alena seperti orang yang tidak saling kenal.
"Al.. sudah lama Angel tidak pernah kerumah, apa kalian sedang ada masalah? " tanya bunda Alena suatu pagi
"tidak bun, sebentar lagi kan ujian jadi kita sepakat buat pokus belajar " jawab Alena berusaha menutupi.
"bagus lah kalau begitu, bunda pikir kalian bertengkar " ucap bunda Alena lega.
"bun, kalau Alena ingin kuliah fashion di LN bunda ada uang tidak? " tanya Alena
Bunda Alena menatap putrinya dalam. "kamu ingin kuliah diluar? " tanya bunda Alena tidak yakin. Alena mengangguk
"kalau kamu mau teman bunda di Singapura menawarkan kuliah sambil magang disana "
"Alena mau bun! " mata gadis itu langsung berbinar. Kuliah sambil magang merupakan solusi paling tepat, setidaknya bisa meminimalisir biaya hidupnya disana.
"setelah kelulusan,bunda akan urus keberangkatan kamu kesana " ucap bunda Alena.Ia mendukung sepenuhnya keinginan putrinya,meski Ia harus terpisah dari putrinya. jarak Indonesia-Singapura tidak terlalu jauh, selain itu disana memiliki kultur budaya yang hampir sama dengan Indonesia, jadi Ia tidak terlalu khawatir melepas putrinya tinggal disana.
Bunda Alena pun menghubungi temannya di Singapura yang akan membantu mencarikan tempat tinggal untuk putri semata wayangnya
****
Malam ini sepulang dari kantor, Doni melajukan mobilnya menuju rumah Alena, sudah hampir satu minggu gadis itu tidak bisa dihubungi, Ia tau kalau Alena sedang berusaha menghindarinya. Rasa bersalah kerap datang menghampiri Doni, karena dirinya hingga menempatkan Alena pada posisi yang sulit.
Doni menepikan mobilnya didepan rumah Alena. Ia menunggu didalam mobilnya berharap bisa melihat gadis itu, dan kerinduannya terobati. Setelah hampir satu jam rupanya keberuntungan sedang berpihak pada Doni. Alena keluar dan berdiri dibalkon kamarnya.Terlihat wajah cantik Alena yang murung menyimpan sebuah beban masalah, Doni sadar dirinya adalah sumber masalah itu.
Doni menatap wajah cantik Alena dengan penuh kerinduan. Disaat yang bersamaan Alena pun menyadari kehadiran Doni. Gadis itu melihat Mobil Doni yang terparkir didepan rumahnya dan mendapati lelaki yang sudah lama diam-diam Ia kagumi itu sedang menatapnya.keduanya saling bertatapan dengan penuh kerinduan,mereka hanya bisa berkomikasi melalui tatapan yang saling mengunci.
Setelah sekian lama, Doni mengisyaratkan kepada Alena agar masuk dan segera tidur,Alena menurut.Kemudian Doni meninggalkan rumah Alena ketika dilihatnya lampu kamar Alena mati dan berganti dengan lampu yang lebih redup menandakan gadis itu sudah mulai menyalakan lampu tidurnya.
Doni menarik nafasnya yang terasa berat. Ia tidak menyangka akan terjebak pada posisi ini. Menjadi sumber masalah keretakan persahabatan Angel dengan Alena adalah kesalahan terbesarnya.Namun sebagai lelaki normal Ia tidak bisa menolak pesona seorang gadis belia sahabat putrinya sendiri.Pesona gadis itu bisa mengalahkan wanita matang sekelas Widia. Kenyataannya bukan hanya Angel yang begitu membutuhkan Alena, tapi dirinya juga.
Keesokannya Doni mengantarkan Angel ke sekolah karena pak Ali minta ijin tidak masuk karena harus menunggui istrinya yang sedang dirawat dirumah sakit.
Awalnya Angel menolak untuk diantarkan oleh Doni dan memilih pergi sekolah dengan memesan ojek online.Gadis itu terpaksa mau diantar setelah mendapat tatapan tajam dari papihnya.
Sepanjang perjalanan keduanya saling diam tak ada yang berbicara. Ini adalah kali pertama Doni mengantarkan Angel ke sekolah setelah kejadian malam itu.
Menjelang melewati rumah Alena, Doni sedikit didera kebimbangan. Apakah Ia harus menjemput gadis itu seperti biasanya atau tidak. Angel melirik sekilas pada papihnya seolah dapat membaca isi pikiran Doni.
Namun kebimbangan Doni akhirnya sirna ketika dilihatnya Alena keluar dari rumahnya menuju sekolah dengan mengendarai motor merahnya.
Hati Doni mencelos melihat gadis yang selalu duduk dibelakang dan diam-diam Ia curi pandang melalui spion kini mengendarai motor sendiri untuk pergi ke sekolah.
Doni menepikan mobilnya didepan sekolah putrinya.ia menatap Angel yang turun begitu saja tanpa mencium tangan papihnya seperti biasanya. Biasanya Angel dan Alena selalu berebut untuk mencium tangannya bagitu sampai disekolah. Tak bisa dipungkiri Doni begitu merindukan momen seperti dulu.
jika suka tolong tinggalkan jejak ya readers tersayang... biar author tambah semangat nulisnya
Happy reading 😘😘😘😘