mengkisahkan tentang dua wanita cantik dengan ikatan ibu dan anak tiri. kasih sayang yang tulus membuat mereka saling menyayangi layaknya seperti ibu dan anak kandung.
Shinta berusia 26 tahun yang berprofesi sebagai dokter gigi di salah satu klinik Indonesia . Mempunyai sifat keibuan yang sangat lembut dan menyayangi anak kecil. Namun galak terhadap semua pria yang berusaha mendekatinya.
Syifa gadis mungil yang berusia 5 tahun , tinggal bersama ayah dan kakek neneknya . Ayahnya begitu menyayanginya tetapi juga begitu sangat angkuh ketika berhadapan dengan orang lain, Ibunya meninggal kan dia dan ayahnya diusia Syifa belum genap 1 bulan demi lelaki yang lebih kaya dari ayahnya . Hal itu membuat ayahnya menjadi seorang yang sangat dingin terhadap orang asing.
Pertemuan Syifa terhadap Shinta membuatnya merasakan sosok kasih sayang seorang ibu. Ternyata ayah dari Syifa merupakan musuh terbesar dari Shinta di SMA yg merupakan kakak kelas Shinta . bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sangrainily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 24
Shinta terus saja mengajak bicara Syifa, walau gadis kecil itu tak merespon tapi ia yakin bahwa Syifa masih mampu mendengarkan celotehan celotehannya. Ia memainkan pipi Syifa dengan gemas. Tertawa sendiri seperti mendapatkan mainan baru, sudah cukup lama Shinta berada di rumah sakit, ia takut jika ayahnya akan marah seperti tadi lagi. Membayangkannya saja sudah seram bagi dirinya, ia berpamitan pulang kepada Syifa. mencium setiap inch wajah gadis kecil itu
"Cepatlah sadar, aku sangat merindukan mu" Memeluk syifa dengan penuh kasih sayang. Shinta keluar dari ruangan ICU. Ia melihat diluar ada Revan yang sedang memperhatikannya.
"Mengapa kau melihatku seperti itu" tanyanya heran
"Siapa juga yang melihatmu, dasar Gr" ucap Revan sedikit gugup.
"Hey, tadi kau melihatku! Dasar lelaki menyebalkan"
"Apa kau bilang?" Tanya Revan dengan kesal.
"Ia kau lelaki menyebalkan" memijak kaki Revan dengan kuat .
"Aw... Dasar wanita gila"
"Apa kau!" melototkan matanya dan berkacak pinggang seperti menantang musuhnya.
"Tidak" Ucap Revan mengalah, karena ia malas berdebat dengan wanita seperti Shinta. ia tau bahwa takkan pernah bisa menang melawan wanita aneh seperti itu. Ia meninggalkan Shinta yang masih memasang wajah sok garang, padahal bukannya makin takut, orang akan semakin gemas dengan ekspresi wajahnya yang seperti itu.
"Dasar pria menyebalkan" ucap Shinta
"Astaga" menepuk keningnya, mengingat sudah hampir malam ia harus segera pulang kerumah. Ia keluar dengan sangat terburu buru keluar dari rumah sakit, Revan bingung akan sikap Shinta namun ia enggan bertanya karena gengsi. Shinta menuju parkiran dan menaikkin sepeda motornya, ia melajukkan sepeda motornya dengan sangat kencang. Ia takut ayahnya marah lagi karena ia telat pulang sampai rumah. Ia sampai dirumahnya dengan selamat.
*tok tok tok
Pintu rumah terbuka, tampak ibunya keluar dari dalam
"Kenapa telat pulangnya sayang?" Tanya sang ibu
"Maaf Bu, tadi Shinta habis menjenguk Syifa pasien Shinta yg tempo lalu Shinta ceritain" ucapnya
"Apakah ia belum sadar juga?" Tanya Ayah yang keluar dari dalam.
"Belum Yah, Bu" Ucapnya sedih.
"Kasian sekali gadis manis itu, Semoga ia cepat sadar. kamu harus sering melihatnya ya sayang" Ucap sang ibu. Shinta menganggukkan kepalanya. Mereka masuk kedalam rumah, Shinta mencium harum masakkan ibunya. Ia langsung menuju meja makan dan memakan masakan ibunya dengan lahap
"Pelan pelan makannya sayang, nanti kau tersedak" ucap sang ibu.
"Hehe, habisnya masakkan ibu enak sekali. Tak ada duanya" Celoteh Shinta sambil memasukkan makanannya yang banyak kedalam mulutnya.
huk,,,uhukkkk
Shinta tersedak akibat terburu buru melahap makanannya, Syafa dengan cepat mengambil minum dan memberikan kepada Puterinya.
"Sudah ibu katakan pelan pelan makannya, kau seperti anak kecil saja" ucap sang ibu
"Hehe maaf Bu, masakan ibu sangat nikmat" meminum air putih yang ibu nya berikan
******
Hallo kak, sebagian udah aku up ya. Sisanya besok lagi hehe. Sangrainily belum ada tidur sampai sekarang ini mata ngantuk banget wkwk.
Akibat aktivitas yang sangat banyak dan melelahkan, maaf jika ceritanya gak sesuai harapan kalian. Ini juga sangrainily usahakan up buat kalian sampai begadang belum ada tidur. Banyak yang tanya kapan Syifa akan sadar, nah itu author belum tau. Ikuti saja terus yakak, mohon jangan bosan membaca cerita ini
Mohon terus dukung sangrainily yakak, dengan cara like, coment dan berikan vote untuk menambah semangat author dalam menulis cerita. Terimakasih💕
Sudah Favorit 💙
Terima kasih kak author atas novel yg bagus ini
Sampai jumpa di kisah selanjutnya
Kau sengaja menyembunyikan diary nenekmu & terus mempengaruhi Cia untuk berbuat jahat...
Tega nian kau Elsa....
Lalu,untuk apa lagi kau ingin bertemu Revan & Shinta?
Apa yg akan kau lakukan?
Dan berkat penjelasan dari Syifa,Kgphanza & Arvan,Cia tahu Shinta tak bersalah ....Shinta sangat baik..