NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib / Tamat
Popularitas:112k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KONDISI JASMINE

Duke Lucas langsung menoleh, matanya yang berkilat merah perlahan meredup saat melihat putra sulungnya sudah berdiri di ambang pintu.

"Kamu sudah kembali, Lucian," ucap Lucas, menghela nafas nya lega.

Lucian berjalan mendekat, lalu berlutut di sisi ranjang ibunya, meraih tangan Jasmine yang terasa sangat hangat karena demam.

"Bagaimana kondisi Ibunda? Kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Lucian, pelan.

"Syok emosional, Lucian, tekanan darah nya mendadak drop karena ulah nekat jalang dari keluarga Kendrick itu, ibu mu juga terus memikirkan keselamatanmu di perbatasan hingga tubuhnya tidak kuat lagi menahan beban pikiran," jawab Lucas menghela napas kasar, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.

"Adik mu Leo, baru saja kembali ke istana kerajaan Vampir, karena Putra nya sedang demam," lanjut Lucas.

Mendengar hal itu, rahang Lucian kembali mengeras sempurna, rasa bersalah karena tidak berada di rumah saat ibunya membutuhkan perlindungan kini mulai merayap di dadanya.

"Aku sudah menyelesaikan urusan dengan keluarga Kendrick, Ayah, akan aku pastikan mereka akan hancur dalam waktu tiga hari," ucap Lucian, dengan mata berkilat tajam.

Lucas mendengus pelan, seulas senyuman dingin muncul di wajah tegasnya yang mulai menua.

"Bagus! Memang itu yang pantas didapatkan oleh serangga seperti mereka. Lalu, bagaimana dengan pengkhianat di militer yang membuatmu terjebak di perbatasan?" tanya Lucas, menatap Putra sulung nya itu.

"Patrik sedang mengumpulkan bukti terakhir, Ayah. Begitu Ibunda sadar dan kondisinya membaik, aku sendiri yang akan memimpin pasukan untuk mengeksekusi mereka semua di depan publik," jawab Lucian dengan nada suara yang sangat dingin dan mematikan.

Tiba-tiba, jari-jemari Jasmine yang berada di dalam genggaman Lucian bergerak sedikit, kelopak mata wanita paruh baya itu perlahan terbuka, menatap sayu ke arah langit-langit kamar sebelum akhirnya beralih ke samping.

"Lu... Lucian? Ini benar-benar kamu, Nak?" bisik Jasmine dengan suara yang sangat lirih dan serak.

"Iya, Ibunda, ini aku, Lucian, aku sudah pulang," jawab Lucian cepat, meremas pelan tangan ibunya dengan raut wajah yang mendadak melunak penuh rasa khawatir.

Jasmine tersenyum sangat tipis, air mata kelegaannya mengalir di sudut matanya yang tampak cekung.

"Syukurlah... kamu selamat... Ibu sangat takut kamu terluka karena rumor menjijikkan itu..." ucap Jasmine, lirih.

"Jangan dipikirkan lagi, Ibu, aku baik-baik saja, tidak ada yang terluka sama sekali. Sekarang Ibu harus fokus meminum obat dari tabib dan istirahat," ucap Lucian, mengusap lembut kening ibunya untuk menyalurkan energi ketenangan milik seorang Alpha.

Duke Lucas ikut bangkit dari kursinya, mengelus kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.

"Dengar itu, Sayang? Putramu sudah pulang dalam keadaan utuh, jadi berhenti memikirkan hal-hal aneh dan cepatlah sembuh," ucap Lucas, mencium pucuk kepala Jasmine.

"Lalu bagaimana dengan racun mu, Nak?" tanya Jasmine teringat dengan racun di tubuh Putranya.

Lucian tersenyum kecil, pikiran nya langsung melayang ke istri kecil nya, ah memikirkan itu, kira-kira sedang apa nona kubis nya itu saat ini? Pikir Lucian.

"Hey kenapa kamu tersenyum seperti orang bodoh begitu Lucian? Apa racun kalajengking itu merusak otak mu?" tanya Lucas, mendengus geli melihat Putra nya senyum-senyum seperti orang gila.

"Racun ku sudah sembuh, ibu tidak perlu khawatir," ucap Lucian, tanpa menghiraukan ayah nya.

Jasmine mengangguk lemah, rasa cemas yang menggerogoti jiwanya selama berhari-hari kini menguap begitu saja setelah melihat sosok putra sulungnya berada di depan mata.

Tok

Tok

Tok

"Masuk!"

Ceklekk

"Permisi Yang Mulia, ini obat dari tabib untuk Yang Mulia Duches," ucap pelayan sopan.

"Terimakasih, kamu bisa pergi," ucap Lucian datar, mengambil mangkuk obat itu.

Tidak lama setelah meminum ramuan obat yang dibawakan oleh pelayan, Jasmine kembali tertidur, namun kali ini dengan napas yang jauh lebih teratur dan tenang.

Setelah memastikan ibunya benar-benar tertidur pulas, Lucian bangkit berdiri, menatap ayahnya dengan serius.

"Ayahanda, aku harus kembali ke perbatasan besok pagi," ucap Lucian, hatinya tidak tenang meninggalkan nona kubis nya seorang diri.

"Kembali ke perbatasan? Untuk apa? Bukankah kondisimu sudah pulih?" tanya Duke Lucas mengerutkan keningnya, menatap putrinya dengan pandangan menyelidik.

Lucian terdiam sejenak, bayangan wajah ketus Ara yang sedang mengomel di kebun kubis kembali melintas di pikirannya, membuat hatinya kembali bergetar aneh, dan tanpa Lucian sadari Nona kubis nya sudah pergi dari rumah gubuk mereka.

"Ada sesuatu yang tertinggal di sana, Ayah. Sesuatu yang sangat penting bagi masa depanku," jawab Lucian, belum bisa jujur.

Duke Lucas menatap putra sulungnya dengan sebelah alis terangkat, merasa ada yang aneh dengan nada bicara Lucian yang biasanya kaku dan tanpa emosi.

"Sesuatu yang penting? Apa itu sampai membuatmu terburu-buru ingin kembali ke sana?" tanya Lucas, memicingkan mata nya.

Lucian mendeham pelan, berusaha mengontrol ekspresi wajahnya agar tidak terbaca oleh insting tajam sang ayah.

"Aku harus memastikan tidak ada sisa mata-mata yang mengendus tempat penyembuhan ku," jawab Lucian beralasan.

Lucas mendengus, namun tidak memperpanjang pertanyaan karena mengira itu memang bagian dari strategi militer putranya.

"Baiklah. Selesaikan urusanmu dengan cepat, jangan sampai ibumu khawatir lagi, mumpung dia baru saja membaik," ucap Lucas, tegas.

"Baik, Ayahanda. Aku permisi dulu," pamit Lucian, membungkuk hormat sebelum akhirnya melangkah keluar dari kamar orang tuanya dengan napas yang sedikit lega.

Sementara itu, di sepanjang perjalanan, Ara hanya diam membisu, kontras sekali dengan sifatnya yang biasanya tidak bisa tenang.

Rasa bersalah mulai merayap di dadanya, dia memikirkan Lucian, pria itu pasti akan sangat bingung, atau mungkin mengamuk, saat kembali ke gubuk dan mendapati rumah mereka sudah kosong dengan pagar yang hancur berantakan.

"Bella, kita sudah hampir sampai di gerbang utama. Rapikan sedikit rambutmu itu, kamu terlihat seperti gadis desa yang habis tersesat," ucap Pangeran Xavier, melirik adiknya dengan dahi berkerut.

Ara mendengus kencang, sengaja mengacak rambutnya sendiri makin berantakan di depan Xavier.

"Biar saja! Biar semua orang tahu kalau kedua pangeran Costa baru saja menculik seorang gadis desa dengan paksa!" jawab Ara, menjulurkan lidahnya mengejek.

Pangeran Raymond yang duduk di belakang Ara hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah melihat kelakuan adik bungsunya.

"Kalian berdua bisa diam tidak? Kita ini sedang pulang karena Ayahanda sakit," ucap Pangeran Raymond, lelah dengan kedua saudara nya itu.

Begitu rombongan memasuki gerbang istana, kemegahan bangunan istana Kerajaan Costa langsung menyambut mereka.

"SALAM YANG MULIA PANGERAN COSTA!"

Ucap para pelayan dan pengawal istana membungkuk hormat saat kedua pangeran lewat.

Raymond menghentikan kudanya tepat di depan undakan tangga istana utama.

Tanpa menunggu bantuan, Ara langsung melompat turun dari kuda dengan lincah, membuat beberapa pelayan wanita di dekat sana memekik tertahan karena terkejut melihat tingkah sang putri yang kehilangan keanggunannya setelah setengah tahun kabur.

1
Wahyuningsih
akhirnya tamat jga thor dtnggu krya brunya thor hrd lebih bagus dri yg ini 💪💪💪💪 thor dlm berkarya
Kezia ayumi
emang harus gitu ya aura alpha ya di sebut2 terus
"bertanya dengan nada selembut sutera /Grin/
Kezia ayumi
kasih mata dong Thor jangan bolanya doang 🤭
Deasy Megaputri
thank you thor buat bonchap nya
Maria Lina
thor cerita kembar 5 kok gk nongol"thor hehe
kaylla salsabella
wuhaaaaaa kok udah tamat thor🤔🤔🤔 tapi terimakasih ya thor untuk setiap karya mu.... bisa temani hari" ku di perantauan😍😍😍😍. tetep semangat berkarya thor dan di tunggu karya terbarunya☺☺☺☺
Sang
terima kasih atas karyanya kak othor 🙏🙏🙏
yumin kwan
lah... uda tamat, gitu aja? jasmine blm tau kl menantunya jg dr masa depan.
cowettttttt
raja yg payah dengan iming2 kasih syg seorang ayah secara halus menekan anak ny untuk ke egoisan nya snediri
cowettttttt
dih bikin males ternyta hanya cowok lemah si lucian ..knp ga langsung d bunuh aja kemarin malah cm d tampar doank....ktnya banyak kekuasaan dan bahkan dari istana tp ternyata bodoh semua bisa d tipu oleh seorang wanita..aneh sekali Thor ...Disni aku ragu lanjut baca atau ga ?? cerita si lyra dan Xavier dan yg lain bagus
Deasy Megaputri
kok cepet banget habisnya Thor?
tolong ksi bonchap dong
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor, 😀😀 tetap semangat 💪💪 berkarya ya Thor 🥰❤️❤️🔥🔥🔥🌹
Maria Lina
gk di lanjut kn thor kan mau lihat anak ara n lucian thor kaya leo sampai liat dia punya anak thora lanjut ya ya thor plisss🙏🙏🙏🙏
miss blue 💙💙💙
laaahh kok udah tamat sih kak 😭😭😭
muhammad ibnuarfan
jangan seneng dulu...musuh keluargamu masih bertebaran noh...mintak di bom nuklir....😤😤🤭🤭
Maria Lina
kok 2 thor lgi donk ya ya
Masha 235: othornya masih mikir kk😁😁
total 1 replies
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Maria Lina
makasih thor walau kurang sih n penasaran thor hehe
Siti Nurhalimah
klo lucas kan sdh bisa mengendalikan kecuali lucian... dia kan bakal calon alfa
Inez Putri
mending jujur sja dr pd denger dr org luar. mlh memicu perang thour..
Restu: betul tuhh....👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!