NovelToon NovelToon
Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:311
Nilai: 5
Nama Author: shkira

Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.


pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.

SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 24

Hansen beranjak pergi dari club malam. Ares mengikuti langkah nya keluar menuju mobil.

"Antar aku ke vila!" Perintah Hansen.

Ares tertegun diam saat Hansen meminta nya mengantar ke vila pribadi tempat yang penuh kenangan bersama Alexa mendiang kekasih nya dulu.

"Bos apa kamu yakin ingin pergi ke sana? Lalu bagaimana dengan nona Ana.."

Hansen melirik tajam pada nya." Ares, aku perhatikan sejak tadi Kamu terlalu banyak omong!" Balas nya, dingin.

Ares terdiam takut, ia langsung menghidupkan mobil nya tanpa banyak bicara lagi. Ia menuju vila yang letakan nya cukup jauh di perbukitan perbatasan kota.

Malam itu karena hanya membawa satu mobil, Ares terpaksa menginap di vila itu menemani bos nya sampai suasana hati nya membaik.

Vila yang letak nya di perbukitan jauh dari pemukiman warga, adalah milik pribadi Hansen yang ia beli untuk di hadiahkan pada mendiang kekasih nya dulu, yang menyukai ketenangan sehingga vila itu sangat cocok untuk nya.

Sudah tiga tahun, ia masih tidak bisa merelakan tempat itu dan selalu datang setiap tahun untuk mengenang nya.

kali ini ia datang karena merasa bersalah masih belum bisa menemukan orang yang menewaskan mendiang kekasih nya.

Vila berlantai dua dengan desain klasik dan tempat yang di kelilingi berbagai tumbuhan perbukitan yang asri. Sangat tenang dan sejuk.

Kamar utama lantai dua adalah kamar di mana Alexa tidur. Semua barang milik nya serta foto-foto mereka berdua masih terpajang rapih dan bersih. Sebab ada pelayan tua dan cucu perempuan nya yang tinggal di sana mengurus tempat itu atas perintah Hansen.

Saat mereka datang pelayan tua yang biasa di panggil bibi Wei, dan cucu nya Lisa yang masih berusia 20 tahun. Langsung menyambut mereka.

Bibi Wei, segera menyiapkan dua gelas teh hangat dan meminta cucu nya untuk membersihkan dua kamar tidur untuk tuan nya.

"Tuan ini teh nya, " ia melirik pada Ares "apa kabar Ares, sudah lama tidak melihat mu berkunjung ke sini!" Sapa nya, dengan senyum tua yang lembut.

"Halo bibi Wei. Aku sedikit sibuk jadi tidak sempat untuk berkunjung!" Balas Ares, ramah.

Hansen hanya diam melihat percakapan mereka.

Bibi Wei, melirik kecil pada tuan nya yang memang selalu berwajah dingin. Belum sempat ia mengucap sesuatu, Lisa cucu nya datang mengacau niat nya.

"Nenek aku sudah selesai menyiapkan kamar untuk tuan!" Seru nya, diam-diam mencuri pandang pada Hansen, yang sudah lama ia kagumi.

Melihat sikap cucu nya yang tak biasa Bibi Wei panik menghalangi pandangan nya dari Hansen. "Ini sudah malam, kembali ke kamar, biar nenek yang urus tuan!" Ketus nya, mengacau pandangan Lisa yang sangat dalam pada Hansen.

Lisa mengalihkan pandangan nya lalu pergi setelah Nenek nya meminta ia kembali ke kamar.

Hansen beranjak bangun menuju lantai Dua. Langkah nya di perhatikan oleh Ares dan bibi Wei yang masih tetap di posisi mereka. Hingga Hansen menghilang dari pandangan mereka.

Bibi Wei melirik pada Ares untuk bertanya sesuatu yang memang sudah sejak lama ia ingin tanyakan sejak mereka kembali.

"Ares, aku ingin bertanya sesuatu,." Tanya bibi Wei, serius.

"Ada apa bibi?"

Bibi Wei terdiam sebentar sebelum ia mengucap kalimat yang ingin ia tanyakan, " Aku dengar Tuan sudah menikah, apa itu benar?"

"Ya, itu Benar," Balas Ares datar.

Bibi Wei mengernyit tidak senang ia Kembali dengan pertanyaan yang berbeda "Apa tuan, sudah melupakan nona Alexa?"

Ares tertegun diam, ia juga tidak tau seperti apa perasaan bos nya yang sebenar nya. Namun dari sikap Hansen selama mengenal Ana, ia bisa melihat bahwa bos nya, serius dengan perasaan nya terhadap Ana.

Ares menatap datar pada bibi Wei "Entahlah aku juga tidak tau, seperti apa perasaan Bos!" Balas Ares, enggan membahas.

Bibi Wei tertunduk diam, seakan ia kecewa dengan jawaban Ares.

"Bibi, aku akan pergi ke kamar ku untuk istirahat, ini sudah malam bibi juga pergi lah untuk istirahat!" Ucap Ares, beranjak pergi meninggalkan bibi Wei yang masih berdiri menatap nya pergi dengan wajah kecewa.

Ares tau jika bibi Wei tidak senang mengetahui kalau Hansen telah menikah dengan gadis lain, sebab ia sudah sangat dekat dengan Alexa mendiang kekasih Hansen. Ia berpikir terlalu cepat Hansen melupakan Alexa. Sehingga membuat bibi Wei sangat kecewa.

Karena ia sudah menganggap Alexa seperti putri nya sendiri.

Langkah bibi Wei berjalan pergi menuju kamar nya, tubuh nya yang sudah tua melangkah pelan.

Bibi Wei melihat cucu nya Lisa, duduk menunggu nya kembali.

Lisa berlari kecil meraih tangan nenek nya dengan wajah berseri. "Nenek apa tuan, akan tinggal lama di sini!" Tanya nya semangat.

"Entahlah, mungkin seperti biasa dua atau tiga hari, setelah itu tuan akan kembali lagi ke kota!"

"Syukurlah!" Balas Lisa, terlihat senang.

Bibi Wei mengernyit tidak senang dengan reaksi cucu nya itu, "Lisa, jangan pernah melakukan sesuatu yang melewati batas!" Ucap bibi Wei mengingatkan.

"Nenekkk.. aku ini sudah dewasa, apa salah kalau aku menyukai tuan!" Hentak nya kesal.

Bibi Wei tertegun kaget mendengar kalimat cucu nya yang sembarangan. "Jaga bicara mu, kalau tuan dengar dia akan sangat marah, mengerti!"

"Tapi nenek.."

"Cepat tidur, buang pikiran kotor mu itu, Kita ini hanya pembantu jangan pernah berpikir macam-macam!"

Lisa bersungut kesal mendengar kalimat nenek nya yang selalu mengingatkan setatus mereka sebagai pembantu.

"Memang nya kalau pembantu kenapa, lihat." Ia Menunjukan diri dengan centil "aku cantik bahkan bodi ku tidak kalah dari nona Alexa, kalau aku pelan-pelan mendekati tuan. Dia juga pasti akan tertarik dengan ku!" Ucap nya lantang.

Bibi Wei panik membekap mulut cucu nya.

"Lisa, kalau kamu keras kepala, nenek akan kembalikan kamu ke desa!" Ancam bibi Wei, kesal.

"Cepat tidur, jangan pernah berpikir macam-macam lagi. Tuan itu sudah menikah. Bahkan dia sudah melupakan mendiang nona Alexa!" Lanjut bibi Wei, menegaskan dengan wajah kecewa.

Lisa tertegun kaget ketika mendengar Hansen telah menikah dengan gadis lain, ia tertunduk diam menyimpan rasa kecewa dan marah. Sebab cinta nya selalu terhalang oleh orang lain.

Lisa akhirnya tidak lagi berulah dan tidur. Bibi Wei sedikit tenang setelah melihat cucu nya tertidur pulas sehingga ia juga bisa tidur tanpa perlu khawatir.

.

.

.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!