NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecemburuan Jax

Di Parkiran, tempat wajib Jax nongkrong sebelum menguntit istrinya seperti yang ia janjikan sebelumnya, Jax melamun sendirian melihat sepeda motor yang terparkir satu persatu. Pikirannya masih melayang ke momen ciuman yang tak pernah terjadi itu.

Apa penyebabnya? Itu hanya ciuman. Jax juga tidak menuntut Dania untuk membuka bajunya saat itu juga. Ia hanya ingin.... Ah.

"Mungkin aku yang terlalu terburu-buru."

Setelah apa yang ia lakukan untuk mengetes cinta Dania, menunggu sedikit lama bukan suatu yang menyulitkan.

Lalu ia mengambil sebungkus rokok dari saku celananya. Seperti kebiasaannya, ia selalu merokok saat banyak pikiran.

Namun di saat ia hendak mematik api ia teringat kalau sebelumnya mereka juga pernah dalam situasi mendekati ciuman, tepatnya di belakang rumah. Ingatannya sangat jelas menangkap alasan yang tidak masuk akal yang diucapkan Dania untuk menolak ciumannya. Napasnya bau.

"Tunggu, apa itu karena napasku?"

"Hah!" Jax menguapkan napasnya di telapak tangan dan membaunya.

"Aku harus berhenti merokok!" Gumamnya.

Segera Jax menaruh kembali rokoknya ke bungkus, seketika seleranya untuk merokok hilang saat itu juga.

Lalu ia kembali menerawang entah kemana mata memandang.

"Woy bro! Ada kuliah hari ini?" Jason datang dengan santainya seolah tidak ada pertikaian sebelumnya. Padahal, wajah Jax babak belur dibuatnya.

"Mana James?" Tanya Jax.

"Tuh!"

Layaknya kembar, James memang selalu bersama Jason melebihi Jax. Bahkan wajah mereka hampir sama, hanya kacamata saja yang membedakan. Kadang, Jax berpikir mungkin Jason dan James sebenarnya saudara yang terpisahkan, atau mereka mempunyai ibu yang sama.

Mari kita tinggalkan mereka, karena Jax masih dalam kebingungan atas sikap Dania.

"Btw, kemana aja lu seminggu ini? Apa pukulanku terlalu kuat sampai kamu harus bolos kuliah?" Tanya Jason dengan senyum jahil penuh cemooh.

"Aku? lagi males aja!"

"Tapi, pas lu nggak masuk, Bu Dania juga nggak masuk," ucap James menaikkan kacamatanya pelan seperti seorang detektif yang menyelidiki sebuah kasus.

"Astaga! Jadi kalian begituan sampai seminggu berturut-turut? Kebangetan sih kamu!!!" Timpal Jason.

"Sembarangan!!! Aku sama Bu Dania nggak pernah ngapa-ngapain. Seminggu kemarin dia dirawat di Rumah Sakit, jadi aku nungguin."

James mengangguk, lain dengan Jason yang malah melongo dengan sikap tak biasa Jax.

"Jadi kamu ngerawat Bu Dania seminggu ini?"

Jax mengangkat bahunya, masih dengan ekspresi sedih.

"Nggak biasanya kamu kayak gini."

"Emang aku yang biasa kayak gimana?"

"Langsung pergi pas dapat tubuh cewek?" Hardik Jason.

Jax tak menyangka ternyata gosip yang beredar begitu gila dan liar. Strategi yang menurutnya sangat cemerlang untuk memancing istrinya itu malah menjadi boomerang yang malah menyerang pemiliknya.

Ia mengusap kepalanya sangat kasar, menggambarkan betapa putus asanya ia memulihkan harga dirinya di mata Dania.

"Kamu pasti sangat mencintainya," lirih James yang juga membuat Jason di sampingnya ikut tercengang.

Jax mengangguk merendahkan pandangannya membuat kedua temannya diam termenung bersamanya.

.

.

.

Tiba saatnya semua penguntitan dimulai. Jax masuk ke kelas yang sudah diberitahukan Dania sebagai syarat ia bisa masuk keja hari ini.

Tidak seperti hari-hari sebelumnya, Dania merasakan sesuatu yang berbeda dari sekedar was-was karena takut suaminya bertingkah.

Kali ini ia merasakan gejolak dan debaran kencang berasal dari dadanya yang semakin lama membuatnya sesak.

Melihatnya yang tampak seperti menyimak dengan sungguh-sungguh, membuat Dania sedikit melonggarkan perasaannya dan tersenyum kecil. Seolah menyadarkannya kalau Jax saat ini adalah Mahasiswa yang perlu ia bimbing, bukan suami yang hendak menciumnya tadi malam.

Setelah Dania selesai dengan kuliahnya, ia ingin pergi ke Kantin dengan Jax yang masih mengikuti. Dengan senyumnya yang lebar dan jantung yang masih belum bisa ia kendalikan, ia memilih beberapa menu untuk dirinya. Sebenarnya, ia berniat untuk memesankan makanan untuk Jax, tapi perjanjian merahasiakan hubungan telah mengurungkannya.

"Dania!"

Panggilan itu membuatnya sedikit terperanjat.

"Oh, Liam."

Dania menatap kearah suaminya ketika Liam memutuskan untuk duduk di sebelah Dania.

"Tadi Pagi, aku belum sempat menyapamu dengan benar. Gimana kabarmu sekarang? Dimana kamu tinggal? Terus...kenapa kamu kamu resign?"

Tak satupun pertanyaannya yang bisa ia jawab, karena Dania merasa apapun yang ia ucapkan tidak akan melonggarkan tatapan tajam dari Jax yang duduk di berseberangan darinya.

"Kenapa tidak pernah menghubungiku? Kenapa chatku tidak pernah kamu balas? Kenapa kau harus bertanya kesana-sini hanya untuk mengetahui posisimu?"

"Ehem, maaf...."

Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Dania tidak bisa begitu saja bertukar cerita dengan sahabatnya itu.

Sedangkan Jax masih di sana, duduk tanpa memakan sotonya dan meminum es tehnya. Ia hanya menatap istrinya yang sedang dekat dengan laki-laki lain selain dirinya.

"Sialan!" Gumamnya.

Lalu muncul rencana jahat di kepalanya.

Jax meminum separuh es tehnya lalu beranjak dari tempat duduknya untuk berpura-pura meminta isi ualng es.

"Bu, bisa minta es batu lagi?" Teriaknya, membuat Dania otomatis menoleh kearahnya.

Jax berjalan menuju dapur dan dengan sengaja menumpahkan es tehnya di bahu Liam dengan berpura-pura tersandung.

"Astaga, maaf Pak. Saya tidak sengaja."

Liam yang seketika berdiri terkejut, berusaha menyeka tumpahan tehnya.

"Ya, gak aa-apa. Nggak masalah... Lain kali hati-hati ya," peringatnya.

"Iya, maaf Pak. Sekali lagi saya minta maaf," ucap Jax sambil membungkukkan badannya.

"Kayaknya Bapak harus ke toilet, takut kalau tehnya meninggalkan noda. Mari Pak, biar saya bersihkan."

"Tidak, biar saya saja. Aku permisi dulu ya, Dan."

Cara Liam memanggil istrinya, membuat Jax kembali merasakan kobaran api. Dalam pikirannya, ia menuangkan sepuluh penuh es teh di kepala Dosen baru itu.

"Iya, sana cepatlah!" Jawab Dania begitu melihat kilatan di mata Jax.

Kemudian Liam pergi darinya, membuat Dania langsung melempar tatapan tak percaya pada Jax.

"Apa yang kamu lakukan?" Bisik Dania.

"Siapa dia?" Tanya Jax langsung duduk di depan Dania.

"Dia temanku, terus kenapa kamu duduk di sana? Katanya nggak mau ada gosip?"

"Ugh... Oke-oke," ucap Jax langsung beranjak dari kursi itu lalu duduk di sisi lain dengan mulut yang memanjang seperti bebek.

Dania menggeleng tak percaya dengan tingkah kekanakan itu. Namun, di sudut lorong hatinya terbesit rasa puas karena melihat Jax cemburu.

.

.

.

Waktu makan siang telah usai, maka Dania kembali ke ruang Dosen untuk bersiap kembali mengajar.

Disana ia bertemu dengan Liam yang bajunya sedikit basah di pundaknya karena ulah Jax. Rasanya, Dania sangat ingin meminta maaf atas nama suaminya. Tapi tentu saja ia tidak bisa.

"Oh, Dania!" Liam menaikkan suaranya setengah oktaf. "Kamu ada kelas setelah ini?" Tambahnya.

"Mmm... Iya."

"Tapi Dan."

"Hm?"

Dania meletakkan tasnya di atas meja.

"Kayaknya, aku kenal sama anak itu."

"Anak itu?" Tanya Dan memelankan suaranya seperti yang Liam lakukan.

"Yang menumpahkan teh ke bajuku. Bukankah dia anak itu?"

Pupil mata Dania membesar.

Apakah rahasia yang selalu ia kubur akan segera terungkap karena sahabatnya?

"Aku yakin itu dia. Bocah itu, bocah itu yang selalu mengikutimu kemana-mana 17 tahun yang lalu. Ya kan?"

.

.

1
Miu.Nuha
Liam, I love you 😚
wkwkwk... jax minggir dulu yess...
Miu.Nuha
kasihan kamu jax, loyo deh...
Miu.Nuha
agak kaget kok tiba2 mau ehem2 😖
Miu.Nuha
memangnya sebelumny pernah menyentuh 😏
-Thiea-
wkwkwk. . kamu ketahuan lagi cemburu jax.. emang wajib dipanaskan biar makin menyala..😁
-Thiea-
ada kenangan apa sih sebenarnya. kayaknya berat banget masalahnya. 🤔
-Thiea-
kasihan lu jax, tertampar kenyataan. jual mahal terus Dania, sampe dia yang mohon-mohon sama kamu. 🤭
mama Al
hmmm ... Apa neneknya meninggal dunia? dan menitipkan jax pada Dania.
mama Al
hmmm jadi penasaran apa sih yang membuat jax agak jaga jarak sama neneknya
mama Al
muncul sosok liam yang punya masa lalu dengan Dania. apakah kira-kira bakal menjadi saingan jax?
Xlyzy
ternyata itu yg ada dalam fikiran nya jax
Xlyzy
ini si jax mau ngapain mau bundir ya
Myz Pena
kenapa.daniaah ? apa sebenarnya terjadi dengan mu saat dulu ? 🤧
Myz Pena
aku makin penasaran.apa.yang sebenarnya terjadi
Myz Pena
jax mode lagi puber 🤭🤣
Myz Pena
liam meskipun kamu tahu sesuatu di kehdiupan pribadi daniah . please stop mencari dan mengorek luka lama itu 🤧
Myz Pena
hmmmmmm jadi jax dari panti asuhan 🫣
Myz Pena
apa yanb sebenarnya terjadi penasaran
Myz Pena
rahasia apa itu daniah ?? 🫣
Myz Pena
berarti liam ini juga tahu 🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!