NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua: Pengantin Pengganti Sang Mafia

Kehidupan Kedua: Pengantin Pengganti Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Penyesalan Keluarga
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Serena mati tersambar petir saat bermain hujan di tengah malam karena bosan, Serena berpikir dia akan ke alam baka. Siapa sangka jiwa Serena malah masuk ke tubuh seorang gadis bernama Serena juga, seorang gadis malang yang dikorbankan keluarganya sebagai pengganti kakaknya untuk menikahi seorang mafia kejam untuk melunasi hutang.

Sebagai seorang pecinta dunia mafia, Serena sangat menikmati hidupnya didunia baru ini. Serena berencana akan memikat hati mafia kejam itu hingga jatuh ke pelukannya.

Bagaimana kehidupan Serena di dunia ini, apakah Serena mampu meluluhkan hati sang mafia? Ataukah Serena malah menjadi mainan mafia itu sendiri?. Stay tune!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Disfungsi Ereksi?

Begitu sosok Sergio Maximilian Ziegler menghilang di balik pintu ruang kerjanya yang kokoh, suasana ruang makan mendadak terasa sedikit lebih longgar. Serena Amaryllis mengembuskan napas panjang, meluruskan bahunya yang sempat tegang karena perdebatan alot sebelumnya.

​Ia lantas melirik ke arah samping, mendapati Zayden masih berdiri tegap dengan setelan jas rapi dan senyuman ramah yang menghiasi wajahnya.

​Jika diamati lebih dekat, Zayden memiliki pesona yang sangat berbeda dari Sergio. Pria itu tampak jauh lebih hangat, memiliki kulit eksotis yang menawan, sorot mata tenang, serta senyuman manis yang selalu berhasil menipu siapa saja tentang siapa dia sebenarnya di dunia mafia. Serena yakin, dengan penampilan dan pembawaan seperti itu, Zayden pasti dikelilingi banyak sekali wanita atau kekasih di luar sana.

​Rasa penasaran khas Serena mendadak muncul ke permukaan. Ia mencondongkan sedikit tubuhnya ke depan meja makan.

​"Zayden," panggil Serena pelan, memecah keheningan.

​Zayden langsung menunduk sedikit, mempertahankan senyuman ramahnya. "Iya, Nyonya. Ada yang bisa saya bantu? Apakah Nyonya butuh sesuatu?" tanya Zayden dengan suara bariton yang tenang dan sopan.

​"Aku cuma penasaran saja sih..." ucap Serena dengan nada usil, matanya mengerjap-ngerjap penuh selidik.

"Apa kamu memiliki banyak kekasih di luar sana, Zayden? Maksudku, dengan penampilanmu yang seperti ini, rasanya tidak mungkin kalau kamu tidak punya pasangan."

​Mendengar pertanyaan blak-blakan itu, Zayden sama sekali tidak terlihat tersinggung. Senyuman manisnya bahkan semakin melebar.

"Tidak, Nyonya. Saya tidak memiliki kekasih," balas Zayden santai.

"Bagi saya, menjalin hubungan asmara seperti itu hanya buang-buang waktu saja. Waktu saya sepenuhnya didedikasikan untuk organisasi dan melayani Tuan Sergio."

​Serena mengerutkan keningnya, tampak kecewa dengan jawaban tersebut. "Sayang sekali, padahal kamu sangat tampan dan menarik," puji Serena tanpa filter.

"Aku tadinya sempat berpikir... bagaimana kalau aku menjadikanmu selingkuhanku saja untuk membalas si bos egois itu?" ceplos Serena blak-blakan tanpa saringan.

​Deg!

​Sekaliber Zayden algojo kejam dan dingin yang biasa mengeksekusi musuh tanpa berkedip mendadak mematung di tempat. Senyuman di wajahnya nyaris luntur, dan matanya melebar sepersekian detik mendengar penuturan luar biasa berani dari sang nyonya muda.

​Belum sempat Zayden memulihkan keterkejutannya, Serena melanjutkan kalimatnya dengan suara yang sengaja ia keraskan karena mengira Zayden adalah tempat aman untuk berkeluh kesah.

​"Kamu tahu kan soal Max? Kupikir-pikir ya, Zayden... jangan-jangan suami itu sebenarnya mengalami disfungsi ereksi?!" tuduh Serena tanpa rasa berdosa, melipat kedua tangannya di depan dada dengan ekspresi kesal.

"Setiap malam kerjanya cuma mengancam mau memberiku berpuluh-puluh ronde untuk menyiksaku, tapi sekalipun tidak pernah dibuktikan! Aku yakin seratus persen, sebenarnya dia itu tidak bisa bangun!" hina Serena berisik, benar-benar lepas kendali melampiaskan rasa jengkelnya.

​Zayden menelan ludahnya susah payah. Pria eksotis itu mendadak merasa berdiri di atas bara api. Ia ingin mundur, tapi kakinya seolah terpaku di lantai marmer.

​"Jadi... kamu berpikir aku mengalami disfungsi ereksi dan tidak bisa bangun, hm, Serena?!"

​Sebuah suara bariton yang sangat dingin, berat, dan familier tiba-tiba menggema dari arah pintu masuk ruang makan.

​Deg! Deg! Deg!

​Jantung Serena serasa berhenti berdetak seketika. Darahnya berdesir turun ke kaki. Ia menoleh kaku ke sumber suara, dan betapa terkejutnya ia saat mendapati sosok Sergio Maximilian Ziegler berdiri tegak di ambang pintu.

​Pria itu sebenarnya baru saja berniat kembali ke ruang makan untuk berpamitan sebentar sebelum pergi mengurus kiriman persenjataan baru di pelabuhan utara. Namun, siapa sangka takdir mempertemukannya dengan momen di mana istrinya sendiri sedang menggosipkan kejantanannya di depan anak buahnya!

​Wajah tampan Sergio terlihat sangat kaku, rahangnya mengeras tajam, dan sorot mata biru terangnya menyala menyimpan amarah luar biasa yang siap meledak.

​Serena membelalakkan matanya ngeri. Kepalanya berputar cepat mencari kambing hitam untuk menyelamatkan nyawanya detik ini juga.

​Ia menoleh ke samping, mendapati Zayden yang seketika mengambil langkah mundur seribu bahasa dan dengan gerakan kilat menghilang dari hadapan mereka, meninggalkan Serena seorang diri menanggung badai.

"Sialan si Zayden malah kabur!" batin Serena histeris.

​"Itu... ummm..." Serena mulai gagap, wajahnya sepucat mayat. Ia menunjuk-nunjuk arah kepergian Zayden dengan gemetar.

"Itu... Zayden yang mulai duluan, Max! Sumpah! Dia yang bilang kalau dia tidak punya pacar, terus aku cuma manggut-manggut aja!" teriak Serena panik, asal tuduh tanpa arah.

​Sergio tidak mengucapkan sepatah kata pun. Pria itu melangkah mendekat dengan perlahan, namun setiap derap langkahnya terasa bagaikan dentuman algojo yang mendekati tiang gantung.

​Sergio mengeluarkan ponsel hitam dari saku jasnya dengan tangan kiri, sementara mata tajamnya tidak pernah lepas dari wajah Serena. Ia menekan sebuah kontak cepat dan berbicara pada seseorang di ujung sana dengan suara rendah yang mematikan.

​"Batalkan jadwal pengiriman persenjataan hari ini. Urus saja sendiri," perintah Sergio dingin pada orang di seberang telepon.

"Aku akan mengurus sesuatu yang jauh lebih penting di rumah sekarang."

​Klik. Panggilan itu langsung dimatikan secara sepihak oleh Sergio. Ia memasukkan kembali ponselnya ke saku, lalu berdiri tepat di hadapan Serena yang kini sudah menempel di tepi meja makan karena tidak punya ruang lagi untuk mundur.

​Sergio menyunggingkan senyuman miring yang terlihat sangat menyeramkan.

​"Ayo, Sayang..." bisik Sergio tepat di dekat telinga Serena, suaranya terdengar sangat halus namun membuat bulu kuduk gadis itu merinding ketakutan.

"Seperti yang kamu bilang barusan... aku mengalami disfungsi ereksi dan tidak bisa bangun, kan? Sepertinya sekarang adalah waktu yang sangat tepat untuk membuktikannya secara langsung agar kamu bisa menilai sendiri kemampuanku!"

​Mendengar kalimat itu, seluruh darah di tubuh Serena terasa menguap. Ia menggelengkan kepalanya panik setengah mati.

​"G-Gak! Max, aku cuma bercanda! Tadi itu cuma khayalan ngawurku aja! Sumpah, demi apapun aku tidak serius!" ronta Serena histeris, mencoba menepis tangan Sergio yang sudah terulur mencengkeram pergelangan tangannya.

​"Tidak ada kata bercanda untuk hal sefatal ini, Serena," balas Sergio mutlak. Tanpa membuang waktu lagi, pria bertubuh tegap itu langsung menyambar tubuh istrinya, mengangkatnya dengan mudah ke atas bahunya, dan membawanya berjalan keluar dari ruang makan dengan langkah lebar penuh dominasi.

​"Lepasin aku, Sergio! Kamu tidak boleh begini!" pekik Serena panik, memukul-mukul punggung suaminya sambil meronta-ronta hebat di udara.

​Melihat tidak ada satu pun pengawal atau orang yang berani menolongnya di sepanjang lorong mansion, Serena mengerahkan seluruh sisa tenaganya untuk berteriak memanggil satu-satunya orang yang bisa menyelamatkannya.

​"ANNA! TOLONG AKU, ANNAAA!" teriak Serena histeris sejadi-jadinya, berharap pelayan setianya itu mendengar suaranya dan datang membawa keajaiban.

​Namun, teriakan itu hanya dibalas kesunyian. Anna yang cerdas tentu memilih untuk tidak mencampuri urusan kamar Tuan dan Nyonya besar mereka, terutama saat sang singa jantan sedang mengamuk karena harga dirinya dipertanyakan.

​Sergio terus membawa Serena menaiki tangga menuju lantai dua, menuju kamar utama mereka dengan aura kemarahan yang membara. Serena tahu betul, kali ini ia benar-benar telah menggali kuburannya sendiri, dan tidak ada jalan keluar lagi dari hukuman sang penguasa mafia.

Bersambung...

1
beybi T.Halim
diih serena gak bermain cantik,harusnya hr pertama.kasi makanan pemikat hati,selanjutnya setelah lengah baru dikerjai..,is.issss klo newbi memang perlu diajari jadi bandit kayanya😁😁
Susi Nugroho
Lanjut
Mia Camelia
julia ibu berhati jahat, anak lgi sakit masih aja marah2
Mia Camelia
update nya dikit banget thor🤣🤣🤣
lagi dong🤭🤭🤭
Dessy Rinda
lgian serena nantangin max,siap2 hak bs jln🤭😅
Juna Dong
luar biasa
kurniaasri99
suka banget sama alur ceritanya kak. apalagi tokoh utama wanita
It's me Ri🥕: Terimakasih 🙏🥰
total 1 replies
Mia Camelia
sergio mah ngancem mulu🤭🤭🤭
Mia Camelia
chapter nya kurang banyak thor🤭🤭🤭🤭
It's me Ri🥕: Padahal author up 4 yang terupdate 1, baru di cek🙏
total 1 replies
Ita Putri
kasihan nasib Callum setelah ini....jangan terlalu kejam hukum Callum nya sergio
It's me Ri🥕: Kayaknya bakalan di bunbun dehh🙏😭
total 1 replies
Mia Camelia
seru banget ngliat tingkah polos serena🤭
Mia Camelia
sergio bisa lembut juga 🤭
Dessy Rinda
klo serenanya jago nela diri sm nembak keren kak thor🤭😁🙏
Dessy Rinda: siiippp
total 2 replies
Mia Camelia
mampir thor🤭
cerita nya bagus thor, pliss jangan di hapus lgi kya 2 judul yg kemarin itu ya😔🤭🤔
Dessy Rinda: semangat nulisnya kk thor,semoga di berikan ide2 cemerlang sehat2 ya kak💪👍
total 2 replies
Sumawita
saya suka dengan cerita nya bagus bangett 🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!