NovelToon NovelToon
Mr. Sinclair Bride

Mr. Sinclair Bride

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Action
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Muse_Cha

Chester, Kapten tim khusus Angkatan Darat yang dingin dan tak tersentuh, terpaksa melangkah ke altar memungut kekacauan yang ditinggalkan Haikal.

Ia membenci situasi ini, membenci kelakuan kakaknya, dan kini terjebak mengikat janji suci dengan wanita yang tak pernah ia inginkan.

Di antara dendam, luka yang belum sembuh, dan kebohongan besar di hadapan publik—mampukah pernikahan paksa ini bertahan saat Haikal kembali menagih apa yang seharusnya menjadi miliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muse_Cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luput dari Kalkulasi

Segala instruksi taktis sudah disampaikan Chester dengan presisi seorang komandan di medan perang.

Ayyana dilarang melangkah lebih dari satu pijakan dari sisinya.

Tidak boleh menerima minuman dari orang asing. Dan yang paling krusial: wanita itu tidak boleh menjawab satu pun pertanyaan terselubung dari kelompok Laksamana Muda Harris tanpa Isyarat Persetujuan dari Chester.

Semua protokol perlindungan sudah diperhitungkan dengan matang.

Kecuali satu hal.

Satu detail fatal yang luput dari kalkulasi taktis sang Kapten.

Saat langkah kaki Ayyana terdengar turun menapaki anak tangga menuju ruang tengah, Chester yang sedang merapikan dasi kupu-kupu dari seragam militer miliknya mendadak membeku di tempat.

Ayyas memilih gaun malam panjang berwarna navy blue berbahan sutra tebal yang jatuh begitu mewah menyapu lantai.

Berbeda total dari ekspektasi Chester untuk 150 sentimeter nya.

gaun tersebut memiliki kerah berpotongan rendah yang mengekspos garis leher mulus serta tulang selangkanya yang indah dan tegas, dipadukan dengan potongan dada rendah yang begitu berani namun tetap dibalut keanggunan kelas atas.

Lengan panjang sutra itu menyeimbangkan garis lehernya yang terbuka, sementara rambut cokelat bergelombang miliknya ditata sanggul rendah yang rapi dengan beberapa helai dibiarkan jatuh membingkai wajahnya.

Kalung mutiara tipis melingkar di lehernya, tepat di atas lekuk tulang selangkanya yang menawan.

Sederhana, namun teramat berbahaya.

Sialan.

Chester berdiri terpaku di ujung tangga, jemarinya mematung di atas kerah seragamnya.

Tenggorokannya mendadak terasa kering seketika.

Tatapan mata abu gelapnya yang biasa dingin memancarkan badai ketegangan pekat saat menyapu garis leher dan tulang selangka Ayyana yang terpapar indah di bawah pendar lampu teras.

Strategi "menyamarkan" Ayyana agar tak mencolok di tengah kerumunan gala... gagal total sejak wanita itu melangkah keluar dari kamar.

Ayyana menghentikan langkah di anak tangga terakhir. Ia merapikan gaun bagian depannya dengan ketenangan yang memikat, lalu menengadah menatap Chester yang masih membisu dengan rahang mengetat keras.

"Ada yang salah dengan gaunku, Kapten?" tanya Ayyana halus, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan pesona alami. "Aku cuma memilih gaun yang menurutku pantas bersanding dengan seragam-mu."

Chester menahan napas dalam-dalam, berusaha keras menetralkan detak jantungnya yang berpacu liar.

Rahangnya mengeras kaku saat menyadari fakta baru yang jauh lebih berbahaya dari gertakan Harris.

Malam ini, bukan cuma Harris dan para perwira senior yang harus ia waspadai—melainkan setiap mata pria di aula gala yang dipastikan akan tertuju pada garis leher dan pesona Nyonya Sinclair.

Langkah kaki Chester yang berat terhenyak saat ia berusaha menarik kembali kesadarannya dari pesona Ayyana.

Jarum jam dinding di ruang tengah menunjukkan pukul 18.45 WIB.

Perjalanan ke Markas Besar memakan waktu dua puluh menit, dan setiap detik yang terbuang hanya akan memperpanjang waktu siksaan emosional bagi sang Kapten.

Pria itu berdeham rendah, suara basnya terdengar amat serak saat ia memaksa jarinya bergerak menyelesaikan tatanan dasi kupu-kupu di lehernya yang mendadak terasa makin mencekik.

"Satu centimeter lagi gaun itu bergeser ke bawah, Nyonya Sinclair," tegur Chester dengan nada dingin yang terpaksa dibuat-buat, meski matanya menolak untuk menatap lurus ke arah tulang selangka Ayyana lagi. "Saya akan memerintahkan kamu kembali ke kamar dan mengganti pakaian."

Ayyana tidak terintimidasi. Ia justru melangkah satu tapak lebih dekat, memangkas jarak di antara mereka di ujung tangga.

Keharuman lembut vanilla bercampur pendar elegan dari sutra navy blue yang dikenakannya seolah mengunci udara di sekitar mereka.

"Tapi gaun ini tidak melanggar aturan 150 centimeter milikmu, Kapten," bisik Ayyana halus, jemari lentiknya terangkat untuk merapikan posisi pin komando di dada kiri seragam Chester—sebuah sentuhan yang membuat otot dada sang Kapten mengencang seketika. "Panjangnya menyapu lantai. Tidak ada paha yang terlihat. Bukankah ini batas yang kamu minta?"

Chester mematung. Sentuhan ringan jemari Ayyana di dadanya terasa sekeras hantaman amunisi. Ia menunduk sedikit, mengunci pandangan pada mata Ayyana yang berbinar tenang penuh kemenangan.

"Kamu tahu persis bagian mana yang saya maksud, Ayyana," balas Chester rendah dan berbahaya, meraba saku jaket PDU-nya untuk mengeluarkan sebuah jas mantel kargo tebal berwarna gelap.

Tanpa meminta izin, Chester membentangkan mantel militer tebal itu lalu menyampirkannya di atas bahu Ayyana. Kain tebal dan kaku itu seketika menutupi garis leher, tulang selangka, serta bahu mulus Ayyana dari pandangan terbuka.

Ayyana mengangkat sebelah alisnya, memandangi mantel pria yang kini menenggelamkan keanggunan gaunnya. "Kita akan menghadiri gala diplomatik di dalam ruangan yang hangat, Chester. Bukan patroli malam di Sektor Bravo."

"Mantel itu tetap berada di bahumu sampai kita tiba di dalam area batas steril Markas Besar," perintahkan Chester tanpa bantahan, meraih topi pet militernya di atas meja bar. "Itu perintah komando, bukan negosiasi."

Ayyana menyunggingkan senyum tipis—sebuah senyum yang sangat memahami bahwa tindakan protektif sang Kapten murni lahir dari rasa cemburu dan kekhawatiran kaku seorang suami. Ia merapatkan mantel tebal beraroma khas kayu dan mesiu milik Chester di tubuhnya.

"Siap, Kapten," sahut Ayyana patuh namun sarat akan nada sindiran manis.

Chester membukakan pintu utama, membiarkan angin malam pangkalan menerpa wajahnya yang hangat. Ia mengawal Ayyana menuju SUV taktis hitam yang sudah menyala di halaman.

Saat Ayyana melangkah masuk ke kursi penumpang, Chester sempat menangkap pendar lampu sorot dari pos penjagaan jarak jauh di ujung lorong kompleks perumahan—kamera pengawas milik jaringan Harris yang dipastikan sedang merekam keberangkatan mereka.

Chester memutari mobil, mendudukkan dirinya di balik kemudi, dan memindahkan tuas transmisi.

SUV hitam itu bergulir membelah kegelapan pangkalan militer menuju aula besar Markas Besar, membawa dua orang yang bersiap memasuki medan perang politik terbesar mereka.



1
YuWie
memang begitu rumit ya kehidupan militer dikalangan para jendral..
IceQueen
seruuu
Mei TResna Rahmatika
kok di ulang thor bab nya
Muse_Cha: oiya ya. maaf ya aku jadwalin 2x brati 😭🙏 makasih ya kak udah remind
total 1 replies
YuWie
lhaaa begitu ternyata mbak kendall
IceQueen
mulai muncul nih gangguan2 dedemit/Smug/
karina
guaaaa suka bangetttt cerita nyaa aaaaa baperr bangett 🤣
Muse_Cha: makasihhh ya kak 😍😭
total 1 replies
IceQueen
mulai muncul serangan fajar
Muse_Cha: serangan ayya ini kak 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
porak poranda sudah hati Chester 🤣
Muse_Cha: kalah bom molotov ya😭
total 1 replies
IceQueen
selalu ada aja gebrakan dari ayyana🤣
Muse_Cha: ini dia si kancilll🤭
total 1 replies
YuWie
wah wahhh.... masih kita tunggu action mu yg lebih berani kapt..
Muse_Cha: jabatan doang kapten ya, ama istri sendiri cemen🤭
total 1 replies
YuWie
gagal kapt..hukumanmu ke ayyana
Muse_Cha: kurang beruntung, silahkan coba lagi besok😄
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wkwkw Chester 🤣bikin Ayana hamil Chester biar kalo si pecundang kembali ga bisa ngrebut ayana🤭
Muse_Cha: pelaaaaaaan pelaaaan pak sopiiiiir🤣🤭
total 1 replies
YuWie
walahh..kupikir akan terjadi hal yg iya2... btw rambutbayyana hitam atau coklat kak thor..
Muse_Cha: iya² nya delay ini😶‍🌫️cokelat kak. makasih yaa🙏
total 1 replies
YuWie
nah lho..
YuWie
sik, aku gak salah baca kan..perkawinan ayyana dan cester sdh berapa lama..kenapa ayy tanya ke jacob..kemana haikal menghilang 2th lalu?
YuWie
dasar kanebo..dikasih sinyal2 gak paham..memang harus dijelaskan secara gamblany ayy..biar mudeng tuj si kapten
YuWie
semangat kak..aku aja baru nemu cerita cester dan ayyana kemaren..
YuWie
maniss dikit.. terus ayy..buat suamimu makin salting dan akhirnya bucin akut
YuWie
goda goda aja terus itu suami mu ayy...
YuWie
kapan manis2 nya tho kapten...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!