NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Beberapa hari kemudian, kediaman keluarga Ashcroft kembali diguncang oleh kabar yang tak diinginkan.

Seorang utusan kerajaan datang membawa surat resmi yang disampaikan langsung kepada Duke Arthur di ruang kerjanya. Begitu selesai membaca, wajah sang Duke seketika berubah serius dan kelabu.

"Ada sesuatu yang tidak beres, Ayah?" tanya Adrian Ashcroft yang berdiri tak jauh di hadapannya.

Arthur menyerahkan lembaran surat itu kepadanya. "Kerajaan menemukan jejak transaksi yang sangat mencurigakan atas nama beberapa keluarga bangsawan."

Adrian membaca isinya dengan saksama, lalu mendongak dengan tatapan tak percaya. "Dan nama keluarga kita tercantum di sana?"

"Benar." Ruangan itu seketika menjadi sunyi senyap.

"Itu mustahil," bantah Adrian tegas.

"Aku pun demikian berpikir," ujar Arthur pelan sembari berjalan mendekati jendela. "Namun seseorang telah menggunakan segel resmi keluarga Ashcroft untuk mengirim sejumlah besar uang kepada kelompok pemberontak yang kini dikejar kerajaan."

Tangan Adrian mengepal erat di sisi tubuhnya. "Siapa yang berani melakukan pengkhianatan semacam ini?"

Arthur hanya menggeleng berat. "Belum diketahui siapa pelakunya."

Di luar pintu yang tertutup itu, Aruna berhenti melangkah mendengar pembicaraan mereka. Napasnya seakan tertahan di kerongkongan.

Segel keluarga digunakan untuk mendanai pemberontak? Ia begitu mengenal peristiwa itu. Dalam novel yang pernah dibacanya, hal itu memang terjadi namun seharusnya baru akan terjadi dua tahun lagi.

[Mengapa semuanya berjalan jauh lebih cepat dari kisah yang ku ketahui?]

Ayah dan kakaknya terdiam saling berpandangan, sementara Aruna pun melangkah masuk perlahan ke dalam ruangan. Arthur segera menoleh menyadari kehadirannya.

"Evelyne.. apa kau tau sesuatu?"

Aruna mengangguk pelan. "Sebagian saja."

Ia menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. Jika mengikuti alur cerita yang ia ketahui, pelaku di balik pengkhianatan itu tak lain adalah Duke Harold. Namun rencananya seharusnya baru dijalankan dua tahun mendatang, bukan saat ini.

"Duke Harold..." gumamnya lirih tanpa sadar.

Arthur langsung menegak berdiri mendengar nama itu. "Apa maksudmu, Evelyne? Mengapa kau mencurigainya?"

Aruna berpikir secepat mungkin. "Karena... sejak urusan tambang berakhir tak seperti yang ia harapkan, kurasa ia menyimpan dendam kepada keluarga kita."

Arthur mengangguk pelan seakan menemukan alasan yang masuk akal. Namun Aruna tahu betul bahwa bahaya yang mengancam jauh lebih besar daripada sekadar dicurigai.

Jika kerajaan yakin keluarga Ashcroft bersekutu dengan pemberontak, mereka bisa kehilangan segala hal, baik itu gelar, harta, bahkan nyawa seluruh anggota keluarga.

"Aku tidak boleh membiarkan hal itu terjadi," tekadnya bulat. "Aku harus menemukan bukti sebelum kerajaan datang menangkap Ayah."

Beberapa jam kemudian, Aruna berada di perpustakaan menyelami lembaran-lembaran buku sejarah kerajaan. Ia mencari segala catatan mengenai pemberontakan dan segala hal yang berkaitan dengan segel resmi keluarga bangsawan. Cedric datang tak lama kemudian dan berdiri di belakangnya tanpa bersuara.

"Kau sedang mencari sesuatu yang penting," ucapnya pelan.

Aruna menoleh tak terkejut. "Ya. Aku ingin mengetahui siapa saja yang memiliki kemampuan memalsukan segel keluarga hingga tak dapat dibedakan dari yang aslinya."

Cedric membaca catatan yang ditunjuk oleh Aruna dengan saksama. "Dan kau merasa ini bukan sekadar kebetulan?"

"Benar," jawab Aruna menatapnya.

Cedric menatapnya lekat. "Kau benar. Aku pun merasakan hal yang sama."

Aruna tertegun. "Kau begitu mudah mempercayai ucapanku?"

"Sebab selama ini, firasat yang kau miliki tak pernah keliru," jawab Cedric tulus tanpa ragu sedikit pun.

Wajah Aruna terasa memanas. Jantungnya berdetak tak tenang. "Jangan terus bersikap sebaik ini kepadaku... aku takut kelak aku akan benar-benar jatuh cinta padamu."

Kalimat itu terdengar begitu jelas di telinga Cedric. Alih-alih berpura-pura tak mendengarnya, sudut bibirnya justru terangkat membentuk senyum yang tak dapat disembunyikannya lagi.

"Itu bukan hal yang aku sesalkan."

Aruna terpaku tak percaya. "Apa maksud ucapanmu tadi?"

Cedric seketika berbalik berpura-pura sibuk menyusun kembali buku yang dibacanya. "Tidak ada apa-apa."

"Hei, kau pasti sengaja!" Aruna mendengus kesal melihat punggung pemuda itu yang menjauh sambil tetap menyembunyikan senyum bahagianya.

Malam harinya, seluruh anggota keluarga Ashcroft berkumpul kembali di ruang kerja Duke Arthur. Sang Kepala Keluarga telah mengambil keputusan.

"Mulai hari ini, kita akan menyelidiki siapa yang berani memalsukan segel keluarga dan memakainya untuk hal yang membahayakan nama baik kita."

"Aku akan mengirim orang-orang kepercayaanku untuk mencari jejak pelakunya," tambah Adrian tegas.

"Aku pun ikut membantu," ucap Aruna tiba-tiba.

Arthur menatap putrinya dengan keraguan. Namun melihat keteguhan tatapan gadis itu, ia pun akhirnya mengangguk menyetujui permintaannya.

Di saat mereka sibuk menyusun rencana, seseorang diam-diam memantau gerak-gerik kediaman Ashcroft dari kejauhan. Seorang utusan melapor kepada Duke Harold yang duduk tenang di ruang kerjanya.

"Tuan, mereka telah mengetahui adanya segel palsu itu dan kini sedang menyelidiki siapa pelakunya."

Duke Harold membaca laporan itu dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya. "Biarkan saja mereka mencari sesuka hati mereka. Semakin giat mereka melawan, semakin cepat mereka menghancurkan diri sendiri."

Ia pun membakar lembaran laporan itu hingga menjadi abu.

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!