NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Ceo Dingin

Istri Rahasia Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Rumah Tangga / Cinta Murni
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Armelia Melmel

Seorang Ceo yang merahasiakan pernikahannya dengan wanita yang di cintainya. Semua itu di lakukan karena keinginan sang istri. Sang istri ingin membuktikan diri ke keluarganya jika ia mampu berdiri sendiri. Bukan tanpa alasan, semua itu terjadi karena selama ini. Sang istri selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari keluarganya sendiri.Sang istri juga tahu jika pernikahan mereka berdua tidak akan di restui oleh keluarga suaminya karena latar belakangnya sangat berbeda jauh. Bagaimana kisah cinta mereka jika tahta dan sosial menjadi penghalang utama hubungan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armelia Melmel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.34 Lily adalah bagian dari keluarga Colins

Semua orang menoleh ke arah sumber suara itu. Termasuk nyonya Morley.

 Nyonya Colins melangkah masuk ke dalam. Netranya langsung tertuju kepada seisi rumah yang hancur. Kemudian dia melihat cucu dan menantunya dalam keadaan berantakan.

Nyonya Colins kembali mengedarkan pandangannya. Ada seseorang yang sangat familiar yang berada di sana.

 "Apa yang kamu lakukan di sini nyonya Colins?"Nyonya Morley mendekati sahabatnya.

"Seharusnya aku yang bertanya."Raut wajah nyonya Morley terlihat tidak senang.

 "Aku hanya datang memberi pelajaran wanita tidak malu itu."

"Nenek hentikan! Wanita yang tidak tahu nenek bilang adalah istriku. Nenek harus tahu hal itu. Jangan pernah meremehkan wanita yang aku cintai."Ujar Eldrick membela sang istri.

Nyonya Colins menoleh kepada Eldrick.

"Apa yang terjadi di sini?"

"Jangan dengarkan dia. Perjodohan Ana dan Eldrick akan tetap terjadi."Ujar Nyonya Morley dengan cepat.

Nyonya Colins beranjak dari tempat duduknya.

 Dia menatap sahabatnya. Dia tahu sahabatnya itu memang keras tapi dia tidak menyangka jika dia akan melakukan hal serendah itu.

"Aku bertanya siapa istrimu?"Tanya nyonya Colins kembali. Dia mulai meninggikan suaranya.

"Lily Colins adalah istriku. Kami saling mencintai. Aku dan Ana tidak akan pernah menikah. "Jawab Eldrick.

"Eldrick!"

Plak...

Satu tamparan kembali mendarat di wajah Eldrick.

Lily mendekat dan menatap wajah suaminya. Dari sorot matanya Lily terlihat begitu mengkhawatirkan suaminya.

Eldrick menggenggam tangan istrinya. Tamparan itu sama sekali tidak terasa sakit. Dia lebih sakit saat melihat istrinya di perlakukan seperti itu.

"Maaf sayang. Kamu harus melihat semua ini."Ujar Eldrick.

"Nyonya Morley, kamu sudah tahu semua ini?"

Nyonya Colins menoleh kepada sahabatnya.

"Hal itu tidak akan mengubah apapun nyonya Colins."Ujar nyonya Morley yang belum menyadari apa pun.

 Nyonya Colins terdiam.

 "Kamu melakukan semua ini karena kamu tetap ingin melanjutkan perjodohan Ana dan Eldrick. Tapi apa kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan?"

Nyonya Morley menatap sahabatnya. Dia bisa melihat kekecewaan yang terpancar di mata sahabatnya.

Nyonya Morley mendekati sahabatnya.

"Apa yang terjadi sebenarnya?"

"Wanita yang panggil wanita rendahan adalah cucuku. Lily adalah bagian keluarga Colins. "Lirih nyonya Colins.

Nyonya Morley hampir terhuyung ke belakang. Untung ada sopirnya yang sigap membantunya.

"Lily adalah cucu mu?"

 "Aku pernah mengatakan jika aku punya cucu yang lain."

"Kamu pernah mengatakannya tapi aku sama sekali tidak tahu jika Lily adalah cucu mu."

Nyonya Morley tidak bisa berkata-kata lagi. Wanita tua itu duduk. Pikirannya mulai tidak karuan.

 Pantas saja dia melihat kekecewaan di mata sahabatnya. Sementara itu nyonya Colins mendekati cucunya.

"Maafkan nenek sayang. Kamu dan ibumu sangat menderita. Semua ini salah nenek."Nyonya Colins memegang tangan cucunya dan menantunya.

 "Kamu sudah menderita nak. Ibu tidak mengabaikan mu tapi kamu selalu menolak bantuan ibu. Kamu memilih bekerja jadi tukang bersih-bersih daripada menerima uang ibu. Ibu tidak bisa berbuat apa-apa dengan hal itu."Lirih nyonya Colins menatap ke arah mamah Lily.

"Aku tidak apa-apa bu. Hanya saja melihat Lily di rendahkan membuat hatiku sakit."

Nyonya Colins memeluk menantunya dan cucunya. Suasana tiba-tiba berubah sedih.

Nyonya Morley terdiam dengan perasaan bersalah. Wanita yang sangat ia benci ternyata cucu dari sahabatnya.

"Jika dia cucumu maka aku tidak bisa berbuat apa-apa. Kenapa kamu merahasiakan semua ini Eldrick? Kamu membuat nenek terlihat begitu kejam."Lirih nyonya Morley menatap cucunya.

"Lily yang ingin merahasiakan pernikahan kami. Dia ingin berdiri sendiri tanpa bayang-bayang ku. Semua orang meremehkannya. Asal nenek tahu Ana itu tidak sebaik yang nenek pikirkan."

Nyonya Morley menatap cucunya.

"Apa maksud mu?"

"Dia selalu merebut apa yang seharusnya Lily punya. Satu hal lagi, dia bahkan merebut impian Lily. Seharusnya Lily yang melanjutkan sekolahnya tapi Ana merebutnya karena dia menggunakan latar belakangnya. Sementara Lily menggunakan kemampuannya sendiri."Ujar Eldrick kembali.

Nyonya Morley hanya bisa diam mendengar apa yang di katakan oleh cucunya.

"Apa semua itu benar Lily?"Nyonya Colins menatap cucunya.

Lily hanya mengangguk.

Nyonya Colins memegangi dadanya yang terasa sesak. Wanita tua itu semakin merasa bersalah.

"Bukan cuman itu saja. Fitnah yang bertebaran di perusahaan juga ulahnya. Dia melakukan semua itu karena ingin menyingkirkan Lily."Ujar Eldrick kembali.

 Nyonya Morley semakin merasa bersalah. Dia mendekati Lily.

"Maafkan nenek. Nenek sudah melakukan kesalahan besar terhadap mu."Lirih nyonya Morley menatap Lily.

Lily menundukkan wajahnya.

Dadanya sedikit sesak. Tapi dia berusaha bersikap tenang. Dia tetap memegang tangan mamahnya.

Nyonya Morley meraih tangan Lily.

"Maafkan nenek Lily. Kamu mau kan memaafkan nenek mu ini. "Ujar nyonya Morlye.

Nyonya Colins juga mendekati cucunya.

"Maafkan nenek juga sayang. Nenek dan nyonya Morley sama-sama bersalah kepada mu."Ujar nyonya Colins menatap cucunya.

Lily menoleh kepada suaminya.

Eldrick mengangguk.

"Lily mengerti nek."

Nyonya Colins dan nyonya Morley saling menatap dan tersenyum kecil.

 Kedua wanita tua itu terlihat bahagia.

 "Bereskan semuanya."Ujar nyonya Morley memberi perintah.

"Baik nyonya."

Nyonya Morley kembali menoleh kepada mamah Lily.

"Maafkan saya besan. Lily telah menderita selama ini karena salahku."Ujar Nyonya Morley menatap mamah Lily.

Mamah Lily hanya tersenyum kecil. Dia hanya mengambil hikmah dari semua masalah ini.

Sekarang nyonya Morley tidak punya pilihan lain selain merestui mereka berdua. Semuanya mulai merasa tenang.

 Malam yang semakin larut membuat mereka harus bepisah. Nyonya Colins dan nyonya Morley meninggalkan rumah sederhana itu. Sementara Eldrick dan Lily memilih untuk tetap tinggal.

 Setelah kepergian mereka. Eldrick meminta maaf kepada mertuanya dan istrinya.

"Tidak apa-apa nak. Mamah sama sekali tidak menyalahkan mu dalam masalah ini."

Lily tersenyum kecil menatap suaminya. Dia bisa melihat jika suaminya merasa canggung dan gugup.

"Sebaiknya kalian berdua beristirahat. Malam semakin larut. "

"Kalau begitu kami ke kamar mah."Ujar Lily pamit kepada mamahnya.

Lily dan Eldrick melangkah masuk ke dalam kamar mereka.

Eldirck mendekat dan memeluk sang istri begitu masuk ke dalam kamar. Lily hanya tersenyum kecil.

Lily melerai pelukannya dan berjalan ke atas tempat tidur. Eldrick segera menyusul sang istri ke atas tempat tidur.

Pria itu mulai bersikap manja. Eldrick bahkan tidak merasa terganggu dengan tempat tidur yang sempit yang sangat berbeda jauh dengan kamar mereka di mansion.

Malam semakin larut. Lily memeluk sang suami. Perasaannya begitu tenang saat ini. Pelukan hangat suaminya membuatnya merasa begitu tenang.

Sementara itu, mamah Lily berdiri di depan jendela. Wanita paruh baya itu terlihat tenang saat ini.

"Mamah berharap kalian berdua hidup dengan tenang."

1
sunaryati jarum
Aah romantis sekali Eldrick.Untuk Alek Niki Grace jodohmu tidak akan kemana.
sunaryati jarum
Eldrick tipe suami setia, mencintai sepenuh hati dan mengutamakan kebahagiaan istri
Armelia Melmel: setuju banget kak.
total 1 replies
Armelia Melmel
terimah kasih kak.
Nabila
bagus
Armelia Melmel: terimah kasih kak.
total 1 replies
Nabila
lanjut thor.. ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!