NovelToon NovelToon
Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!

Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:917
Nilai: 5
Nama Author: Vyyy ink

Diceraikan saat hamil dan dibiarkan mati, Clarissa bangkit dalam tubuh Elena—gadis bangsawan super kaya.

Kini Clarissa menguasai dunia, membuang status wanita tertindas, dan naik ke puncak tertinggi. Saat sang mantan suami datang merangkak memohon ampun di kakinya, Elena tersenyum sinis:

"Mantan suami, lihatlah aku sekarang! Kamu bahkan tidak pantas menyentuh ujung gaunku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamparan untuk Pelayan Kurang Ajar

Pelayan paruh baya bernama Martha itu masih berdiri tegak dengan dagu terangkat tinggi. Di tangannya, sebuah ember plastik kosong bergoyang pelan. Alih-alih merasa bersalah setelah menyiram air es ke tubuh majikannya sendiri, wajah Martha justru mengeras penuh kemenangan yang menjijikkan.

"Kenapa Anda masih diam di sana seperti orang bodoh, Elena?" bentak Martha lagi, suaranya naik satu oktav, menggema di dalam kamar mewah bergaya klasik tersebut. "Cepat ganti pakaian Anda dan pergi ke dapur bawah! Jika Tuan Muda pulang dan kopinya belum siap di atas meja, Anda sendiri yang harus menanggung akibatnya!"

Clarissa—yang kini telah resmi menyatu dengan tubuh Elena von Secilia—tidak langsung menjawab. Dia menarik napas dalam-dalam, merasakan dinginnya air es yang merembes melalui gaun tidur sutranya, membasahi kulit putih saljunya yang sensitif. Di kehidupan lalunya sebagai Clarissa, dia selalu mengalah dan menangis saat ditindas. Namun sekarang? Jiwanya telah sekeras baja.

Elena mengalihkan pandangan tajamnya dari cermin. Sepasang mata safir birunya berkilat begitu dingin, memancarkan aura mengintimidasi yang belum pernah dilihat oleh siapa pun di rumah ini sebelumnya.

Dia melangkah maju dari sudut kamar. Gerakannya begitu anggun namun penuh penekanan, bagaikan seorang ratu yang sedang berjalan menuju takhtanya. Martha yang melihat perubahan tatapan itu mendadak tertegun. Ada rasa merinding aneh yang tiba-tiba menjalar di tengkuk pelayan tua itu, membuat bibirnya yang tadi mencibir perlahan terkunci.

*Plak!*

Suara tamparan yang sangat keras dan nyaring memecah keheningan kamar.

Martha terhuyung ke belakang hingga punggungnya membentur pintu lemari kayu yang besar. Ember di tangannya terlepas, jatuh ke lantai marmer dengan bunyi dentangan yang bising. Wanita paruh baya itu memegangi pipi kirinya yang langsung berubah merah padam dan terasa panas terbakar. Matanya melotot lebar, penuh rasa tidak percaya.

"A-Anda... Anda berani menampar saya?!" pekik Martha dengan suara bergetar karena syok sekaligus marah. "Saya adalah pelayan kepercayaan Ibu Mertua Anda! Beraninya wanita buangan seperti Anda—"

"Tutup mulutmu yang kotor itu, pelayan rendah!" potong Elena, suaranya tidak tinggi, namun setiap kata yang keluar dari bibirnya terdengar begitu dingin dan menusuk hingga ke tulang.

Elena maju satu langkah, mempersempit jarak di antara mereka. Dia menunduk, menatap Martha yang terduduk di lantai dengan pandangan seolah sedang melihat seekor serangga yang menjijikkan.

"Siapa yang kamu sebut wanita buangan?" tanya Elena, nada suaranya sangat tenang namun mematikan. "Buka matamu lebar-lebar, Martha. Siapa pun yang menaruhmu di rumah ini, statusku saat ini adalah istri sah dari tuanmu. Di dalam tubuhku mengalir darah murni keluarga Secilia yang kekayaannya bisa membeli seluruh hidupmu yang tidak berharga itu."

Martha menelan ludah dengan susah payah. Keberanian dan keangkuhan yang biasanya ia banggakan mendadak runtuh melihat tatapan mata Elena. Elena yang di depannya saat ini sama sekali berbeda dengan Elena yang biasanya selalu menangis terkunci di kamar setiap kali ditindas. Elena yang ini... tampak seperti monster yang siap mencabik-cabik mangsanya.

"M-maaf, Nyonya..." bisik Martha terbata-bata, rasa takut akhirnya mengalahkan harga dirinya.

"Maaf?" Elena tersenyum sinis, sebuah senyuman yang tampak begitu cantik namun sangat mengerikan. "Setelah menyiram air es ke tubuh majikanmu, kamu pikir kata maaf saja cukup untuk membayar kelancanganmu?"

Elena berbalik, berjalan menuju meja riasnya. Dia mengambil sebuah botol kaca berisi parfum mewah beraroma mawar yang pekat dan mahal. Dengan santai, Elena berjalan kembali ke arah Martha yang masih gemetar di lantai. Tanpa peringatan, Elena membalikkan botol tersebut, menuangkan seluruh cairan parfum alkohol tinggi itu tepat di atas kepala Martha hingga membasahi rambut dan seragam pelayannya.

"Ah! Perih!" Martha menjerit kecil saat cairan parfum itu mengenai matanya. Aroma mawar yang terlalu menyengat langsung menusuk hidungnya hingga membuatnya terbatuk-batuk.

"Anggap itu sebagai upah atas kopi yang kamu minta tadi," ujar Elena dingin sambil melemparkan botol kaca kosong itu ke samping Martha hingga pecah berkeping-keping.

"Sekarang, bersihkan seluruh kekacauan ini dalam waktu lima menit. Jika aku keluar dari kamar mandi dan masih melihat ada sebutir debu atau sekeping kaca di lantai ini... aku pastikan kamu akan keluar dari rumah ini tanpa membawa sepeser pun uang pesangon."

Tanpa menunggu jawaban dari pelayan yang kini menangis ketakutan itu, Elena berbalik dengan anggun menuju kamar mandi mewah di sudut ruangan. Dia menutup pintu dengan debuman keras, meninggalkan Martha dalam penyesalan yang mendalam.

Di dalam kamar mandi, Elena menyalakan pancuran air hangat. Sambil membiarkan air membasahi tubuh barunya, dia menatap telapak tangannya yang masih sedikit memerah akibat menampar Martha tadi. Rasa puas yang luar biasa membuncah di dalam dadanya.

Ini baru permulaan. Pelayan kurang ajar itu hanyalah kerikil kecil. Target utamanya yang sebenarnya adalah pria kejam yang berstatus sebagai suaminya di dunia ini—pria yang telah membiarkan Elena yang asli mati dalam penderitaan.

"Tunggu aku, Tuan Muda Secilia," bisik Elena dengan senyuman misterius di balik kepulan uap air hangat. "Sandiwara balas dendam ini baru saja dimulai."

1
Noey Aprilia
Waahhhh....
Slmt buat klian brdua....ga mst nunggu lma,clon pewaris udh hdir....
xavier pst mkin posesif.....
Noey Aprilia
Wooowww.....
Elena slalu luarrrrr biasa....mreka pnts jd raja dn ratu brkuasa,scra spa pun yg mau mnjtuhkn mreka pst akan kalh...
yg 1 pnya kuasa,yg 1 otaknya emng jenius....
btw...slmt jd gembel buat mreka yg awlnya songong.....😛😛😛
Noey Aprilia
Hai kk...
aku udh mmpir...slm knal....
btw,aku ngebut bcanya krna pgn cpt komen.....😁😁😁....
brskap songonglh slagi klian bsa,abs tu siap2 mmhon sm orng yg klian hina....🙄🙄🙄
Noey Aprilia: Sama2....smngttt....😘😘😘
total 2 replies
Raisha Mieyka
terbaik kk.. tolong up scptnyaaa episodny
VyyInk: diusahakan kka🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!