Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Acara pernikahan Rayan dan Andin di gelar sangat mewah, jauh lebih mewah dari pernikahan Rayan dan Melati dulu. Seperti nya Rayan dan keluarga nya ingin menunjuk kan pada dunia, bahwa dia adalah orang yang paling beruntung menikahi wanita sekelas Andin.
Sedangkan Melati, saat ini dia dan keluarga nya sedang berlibur ke puncak. Alvian beserta istri dan anak nya ikut serta, mereka tidak akan membiarkan Melati bersedih karena di tinggal laki - laki seperti Rayan.
"Mas, kapan kau akan bertindak terhadap Berry?" Tanya Rista pada suami nya.
"Setelah pernikahan ini selesai, aku pastikan Berry dan keluarga nya akan membayar mahal apa yanh sudah dia ambil dari perusahaan!" Alvian berkata dengan mantap.
"Mas, ku lihat mbak Arini membeli mobil baru beberapa hari yang lalu. Dia pamer di sosial media, dia bilang itu hadiah dari suami nya!" Melati menunjuk kan foto unggahan Arini beberapa waktu yang lalu.
"Biarkan saja, toh dalam waktu dekat ini dia akan kehilangan segala nya. Mas sengaja meminta dia menangani suatu proyek, dan saat ini dana proyek itu digunakan oleh Berry untuk kepentingan pribadi nya!" Jelas Alvian.
"Mas, hama seperti itu harus segera di basmi. Jika tidak, maka selama nya dia akan menggerogoti perusahaan!" Rista berkata dengan geram nya.
"Iya sayang, tentu saja. Kita tinggal menunggu saja!" Jawab Alvian sambil menganguk kan kepala nya.
"Bagai mana dengan mu Mel? Kapan kau akan bertindak?" Kini Rista beralih pada adik ipar nya.
"Aku berencana memberi merek kejutan saat kelahiran anak nya Andin, sekalian sebagai hadiah buat mereka semua!" Jawab Melati sambil tersenyum.
"Kenapa harus menunggu selama itu? Kenapa tidak sekarang saja?" Tanya Rista penasaran.
"Biar mereka saat ini terbang tinggi, setelah itu aku akan membuat mereka semua jatuh dan tidak akan bisa bangkit lagi!" Jelas Melati sambil menyunggingkan senyum nya.
"Kita akan lihat seperti apa perusahaan milik keluarga Rayan, tanpa dukungan dan aliran dana dari kita kita!" Pak Utama ikut bergabung dengan anak dan menantu nya.
"Mereka berfikir bahwa keluarga Andin beneran orang kaya, jadi mereka tenang saja saat dan merasa tidak akan mendapatkan masalah jika kita menarik saham kita!" Ucap Alvian lagi.
"Kita akan membuat perusahaan mereka tinggal nama saja!" Tambah Melati lagi.
Hari ini keluarga itu bersenang - sebang di vila milik mereka yang ada di puncak, malam hari nya mereka mengadakan acara barbecue di halaman belakang Vila. Sejenak Melati melupakan pengkhianatan yang telah di lakukan oleh suami nya, dan bersiap memberi mereka pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan sepanjang hidup mereka.
*******
Malam ini di hotel berbintang, Rayan dan Andin mengadakan acara resepsi pernikahan mereka. Para tamu undangan yang datang berdecak kagum melihat betapa mewah nya acara ini, tapi sebagian lagi mencibir nya karena mereka tahu bahwa Rayan masih memiliki istri.
"Acara nya mewah sekali, tapi sayang karena mempelai pria nya masih memiliki istri yang sah!" Ucap salah satu dari tamu undangan.
"Mungkin saat ini mereka sedang dalam proses perceraian, karena jika tidak keluarga Melati tidak akan diam begitu saja!" Timpal yang lain nya.
"Rayan berani sekali, padahal perusahaan nya di dukung dan di danai oleh mertua nya. Tapi dia berani mencampak kan Melati dan menikahi wanita lain!" Ucap yang lain nya.
"Dengar - dengar, perempuan itu sudah hamil!"
"Iya, kata nya dia juga berasal dari keluarga kaya raya. Jadi wajar jika Rayan tidak takut pada keluarga mantan istri nya!" Bisik yang lain nya.
Pesta yang mewah dan megah ini di iringi dengan bisikan - bisikan dari para tamu undangan yang hadir, karena sebagian tamu yang hadir itu adalah orang yang mengenal Rayan dan Melati selama ini. Tidak ada yang menduga bahwa rumah tangga mereka akan hancur, mengingat selama ini Rayan begitu bucin nya pada Melati.
Andin dan keluarga nya tersenyum puas, karena sebentar lagi mereka akan menjadi orang kaya yang sesungguh nya.
'Akhir nya aku menjadi istri nya mas Rayan, dan sebentar lagi aku akan menguasai semua harta keluarga nya mas Rayan!' Guman Andin di dalam hati.
Orang tua Andin pun tak kalah bahagia, karena keinginan mereka ingin memiliki besan orang kaya pun kini terwujud. Tidak sia - sia selama ini mereka bepura - pura menjadi orang kaya, bahkan rela menyewa rumah mewah demi bisa terlihat lebih meyakin kan.
'Andin memang hebat, dengan bayi yang ada di dalam perut nya dia bisa membuat laki - laki kaya seperti Rayan bertekuk lutut. Andin akan menguasai semua harta kekayaan keluarga ini!' Batin bu Salma di dalam hati.
Mereka berdiri di pelaminan, menyalami satu persatu tamu yang memberi mereka ucapan selamat. Andin merasakan kaki dan pinggang nya yang pegang karena terlalu mama berdiri menyambut para tamu yang menyalami mereka.
"Mas, kaki dan pinggang ku rasa nya pegel banget!" Andin berkta pada Rayan.
"Ya udah deh, kamu duduk aja biar aku yang berdiri!" Rayan membimbing Andin untuk segera duduk.
Rayan kasihan melihat Andin yang kelelahan, apalagi dengan posisi perut yang besar. Bu Arum langsung menunjuk kan perhatian nya, dia berjongkok dan langsung memijit kaki Andin.
"Andin, biar ibu yang pijitin ya. Kamu duduk saja, kasihan sama cucu ibu. Dia ikut capek dan pegel!" Bu Arum berkata pada Andin.
"Iya bu!" Jawab Andin sambil tersenyum.
Sementara itu pak Gunawan dan Bu Salma saling memandang melihat perlakuan bu Arum pada Andin, mereka berdua tersenyum melihat pemandangan itu.
"Lihat lah Pa, Andin berhasil membuat mereka tidak bisa lepas dari nya. Impian kita untuk menjadi orang kaya akan segera terwujud!" Bisik bu Salma pada suami nya.
"Iya bu, oh ya coba ibu lihat kotak amplop yang ada di dekat pintu masuk itu. Sejak tadi siang, tamu yang datang juga sangat banyak. Pasti isi nya juga sudah banyak, bapak tidak sabar untuk mengambil nya. Takut keduluan sama orang tua Rayan!" Pak Gunawan berbisik pada istri nya.
"Iya pak, pokok nya sebelum mereka mengambil nya kita harus lebih dulu mengambil nya!" Ucap bu Salma lagi.
Satu persatu para tamu undangan meninggalkan tempat itu, hari juga sudah larut malam. Rayan dan Andin akan segera meninggal kan tempat itu, menuju ke kamar pengantin mereka yang sudah di siap kan.
Saat Rayan dan keluarga nya sedang lengah karena membantu mengantarkan Andin yang kelelahan. Pak Gunawan dan bu Salma tidak menyia - nyiakan kesempatan itu, mereka mengeluarkan semua isi kotak nya dan bu Salma memasuk kan semua amplop itu ke dalam tas nya.
"Ayo pak, kita pulang!" Ajak bu Salma.
"Iya bu!" Kedua nya segera memesan taksi online menuju ke rumah tempat tinggal mereka.
terus sehat dan semangat 😍💪