Alba lopez di nikahkan pada pria yang awalnya tak ia inginkan.
Awalnya ia enggan tapi tak ada gunanya untuk menentang orang tuannya, jadilan ia ikut dalam sandiwara pernikahan itu seakan-akan ia juga setuju dan menerima.
Namun setelah melihat sosok asli suaminya ia memiliki tekat untuk meluluhkan hati pria itu, pria yang tak memiliki secuil ketertatikan padannya.
Gencar ia menggoda pria itu hingga sampai pada ketika dengan mata kepalannya sendiri pria itu melakukan hal yang tak Alba duga.
Apakah Alba akan tetap pada pendiriannya untuk meluluhkan pria itu atau justru pergi setelah mengetahui rahasia yang pria itu miliki.
Bagaimana kelanjutannya, mari merapat untuk meramaikam cerita Locked Away.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
You lose love!.
FICTIONAL CONTENT⚠️
Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita.
Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata.
Harap membaca dengan bijak.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Lazarus menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, menekan pelipisnya sejenak sebelum menyalakan layar laptop yang menghubungkannya dengan CCTV yang terpasang di kamar Alba.
Perempuan itu tengah bermain kelinci dan pemburu dengannya.
Tak akan ia tutupi siapa dia sebenarnya mau perempuan itu menerima ataupun tidak. Perempuan itu wajib bersamannya, menjadi tawanannya akan ia lepaskan jika dia sudah bosan.
Lazarus memainkan pen-nya, kali ini ia biarkan istrinya itu untuk lenggang sebentar tapi setelah ia menangkap perempuan itu lagi maka tak akan ia biarkan ia terbebas tanpa persetujuan darinya.
Cukup sudah ia mentolerir setiap tingkah unik dan pembangkang perempuan itu yang sangat berani padannya.
Lazarus berdiri dan mulai berjalan dengan langkah teratur tak tergesa-gesa.
Di sana. Oscar telah berdiri jangkung menjulang saat melihat bossnya memberi arahan jari untuk mendekat.
"Pulang." Singkatnya yang langsung di angguki Oscar. "Siap boss. "
Keduannya berjalan dengan Lazarus memimpin depan dengan dagu yang ia angkat tanpa gentar, di belakangnya Oscar setia menjaga dan mengikuti setiap langkah bossnya.
...****************...
Pintu penthouse telah terbuka memperlihatkan sosok tertinggi beserta ajudan setianya di sana.
Bagi para maid dan penjaga di sana kehadiran Lazarus yang terlalu dini itu membuat mereka takut setengah mati. Bagaimana tidak mereka telah gagal menjaga nyonya mereka dan bagi mereka yang gagal konsekuensi akan segera mengadili mereka.
Lazarus memperlambat langkahnya masuk dengan tangan yang ada di saku celanannya ia berjalan dan berhenti tepat di tengah barisan bodyguard dan maid.
Lazarus menatap mereka dengan sorotnya yang tak bersahabat. "Kau kemari. " Perintahnya pada salah satu maid yang ada di ujung sana yang tengah gemetar tangannya, ia mendongak menatap Lazarus dengan takut-takut.
Lalu ia berjalan dengan memperlambat langkahnya seakan langkah cepat menuju Lazarus adalah langkah menuju kematiannya.
"Tuan!. Maafkan saya, saya benar-benar tidak tahu nyonya akan melakukan itu, itu di uar kendali saya tuan. Mohon maafkan saya. " Itu pembelaan terhadap nyawanya dia bersujut sembari menangis memegang kaki Lazarus.
Wajah Lazarus masir telihat datar enggan menampilkan ekspresi seakan itu adalah hal paling membosankan. Lazarus mengayunkan kaki menendang maid itu hingga tersungkur. Lalu ia mulai berjongkok.
Oscar yang setia ada di belakangnya memberikan Lazarus pisau lipat yang kerap Lazarus gunakan untuk menguliti mangsanya.
Lazarus mengambil pisau lipat itu. "Saya bosan menjual organ!. " Ujarnya menatap manik mata maid itu.
Di tariknya kaki maid itu lalu mulai menggoreskan pisaunya. "Arghhhhh..... Tuan hentikan. " Raung maid itu.
Lazarus seakan menulikan pendengarannya. ia terus menorehkan pisau itu hingga membuka kulit maid itu yang terlihat dagingnya. Darah segar membasahi tangan Lazarus.
Dia terus melakukan itu menguliti tubuh wanita maid itu, seakan telah bosan Lazarus menancapkan pisau lipat itu ke leher maid itu membuat darah terciprat mengenai wajah dan kemeja putihnya.
Maid itu tak bernyawa bersimbah darah. Setelahnya ia berdiri mengambil pistol yang ada di balik jasnya lalu menembak setiap maid dan penjaga yang membebaskan Alba.
Ruangan itu di penuhi bau anyir yang menyesakan pernafasan, dan wajah Lazarus tetap tak berekspresi.
"Suruh yang lain membersihkan ini!. " Perintahnya pada Oscar yang hanya mengangguk mengiyakan.
Lazarus kembali berjalan keluar dan memasuki mobilnya. Di susul Oscar.
Saat Lazarus memberi pelajaran pada maid dan bodyguard yang membuat Alba melarikan diri, ia sudah menyuruh Galk untuk mencari keberadaan istrinya.
Mencari keberadaan Alba bukan lah hal sulit Lazarus tahu Alba melarikan diri pasti di bantu seseorang tidak mungkin perempuan itu kabur dengan kemampuannya sendiri yang sangat buruk.
Jikalau pun dia kabur ke belahan dunia lainpun Lazarus akan tetap menemukannya karena koneksi pria itu ada dimana-mana bahkan dengan pihak kepolisian sekalipun.
Jika pun Alba tak bisa ia temukan dengan koneksinya maka akan ia tampilkan muka istrinya itu di Billboard agar seluruh dunia tau dan memburunya.
Oscar menatap bossnya lewat kaca depan. Dia tahu bossnya itu pasti marah terbukti dari rahangnya yang menegang dengan sorotnya yang juga ikut menajam.
...****************...
Alba tiba di tempat yang Roze rahasiakan dari mereka. Tempat itu perumahan reot dan kumuh.
"Gosh, Roze, are you serious that Paloma and I will stay here?" Tanya Alba sembari menunjuk perumahan reot itu dengan kening mengerut.
"Ya terus lu berharap di mana Alba?. " Tanya balik Roze. "Ini tempat udah paling aman gausah banyak tanya cuman sehari kok. " Ujarnya sembari menurunkan setiap barang kedua perempuan reog itu.
Paloma tidak seperti Alba ia menerima dan mulai berjalan menunu bangunan kumuh itu. Paloma terbiasa akan keadaan seperti itu karena sedari ia kecil memang bukan keluarga mampu seperti Alba dan Roze.
Saat Paloma menghidupkan lampu di rumah itu ia dikejutkan akan hadirnya banyak pria berjas rapi.
"Lom, pinjem kaos kaki lo ya kaki gue takut jamura-" Belum sempat Alba melanjutkan kalimatnya ia juga tak kalah terkejut saat melihat Lazarus ada di sana.
Pria jangkung itu duduk dengan angkuh di kursi yang menghadap ke arah Alba dengan tangan menopang dagu.
"Gausah tereak bisa gak sih reo–"Roze juga sama terkejutnya barang yang ia bawa terjatuh je lantai saking terkejutnya dia. Roze memejamkan matannya mencoba danial bahwa yang di depannya hanya ilusi semata tapi realitannya itu nyata.
Fuck.
Lalu ia alihkan pandangnya dan mendapati Maxim juga ada di sana. " Abang. "Lirihnya kenapa abangnya bisa ada di sini?.
Alba?
Jangan di tanya otak di balik pelarian itu mencoba menghindar dari tatapan Lazarus yang kini benar-benar mengunci ke arahnya.
Siapa yang tidak gugup di tatap dengan sorot setajam itu? , dan apa-apaan itu?. Lazarus melipat kedua tangannya di depan dada. Sekarang Alba sudah seperti anak Tk di hadapan pria itu.
"You lose love!. " Kata Lazarus beranjak dari dirinya menuju Alba yang mematung.
Paloma melempar tatap ke arah Maxim yang juga tengah menatapnya dengan datar.
Dia tiba di depan Alba.
Lazarus yang ada di depannya semakin menambah ketakutannya, bagaimana tidak pria itu di penuhi bau anyir dan darah yang hampir mengubah keseluruhan warna kemejannya bahkan wajahnya penuh darah.
"Sudah?. " Katannya.
"Gue mau pisah!. " Lantangnya berucap begitu pada Lazarus.
Alba berharap pria itu akan marah dan setuju untuk menceraikannya.
Tapi pria itu masih menatap lurus ke arahnya. kali ini ada sesuatu yang berbeda. Sebuah senyum seringai samar tergurat di sudut bibirnya, nyaris tak terlihat.
"No, and forever the answer will remain no love. " Katannya.
Ia merai pergelangan tangan Alba"Kita pulang. "Ujarnya penuh akan dominasi.
" Gue gak mau. "Tolak Alba mencoba melepas cekalan tangan Lazarus.
Roze maju memberi jarah dan berusaha melepas cekalan Lazarus juga pada pergelangan tangan Alba. " Lepasin temen gue!. "Ujarnya dengan sorot yang coba ia beranikan untuk membela Alba.
Lazarus tidak mengubris ucapannya. Alih-alih menjawab atau menanggapi ucapan itu. Ia menatap Roze tampa ekspresi seakan menilai perempuan itu.
Maxim maju menarik Roze ke pojokan. " Jangan ikut campur. "Ucapnya menahan adiknya itu.
Melihat Alba yang terus menerus menolaknya membuat Lazarus tak kuasa dan habis akan sabarnya. Dari sakunya ia mengeluarkan kain yang telah di olesi bius dan membekap Alba.
Alba melihat Lazarus dengan sorot yang akan bertanya kenapa ia melakukan itu sebelum tubuhnya benar-benar jatuh terkulai yang untungnya dengan cekatan Lazarus tahan.
Lazarus menggendong Alba ala bridal style dan keluar dari rumah reot itu meninggalkan sebagian orang yang masih terdiam di dalam sana.
Lazarus meletakan tubuh Alba lembuat di kurai belkang memastikan istrinya itu nyaman dan setelahnya mengambil alih kemudi. Ia mengemudi sendiri tanpa Oscar dan penjaga.
Ho ho ketangkep kan.
Selamat menikmati hukuman dari Lazarus Alba sayang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hola semoga suka sama ceritanya.
For u❤️🔥.
THANK YOU FOR READING. 🖤
Terima kasih sudah membaca sampai akhir.
Semoga ceritanya berkesan dan sampai jumpa di cerita berikutnya.