6 mahasiswa KKN datang ke desa terpencil untuk pengabdian. Di gapura desa, mereka disambut warga yang ramah. Tapi aneh, semua rumahnya lapuk, tidak ada listrik, dan kuburan ada di setiap halaman rumah. Maya, yang indigo, berbisik, "Sel, kaki mereka nggak napak tanah..." Malam pertama, Riko iseng memotret gapura desa. Saat foto dilihat, yang berdiri di foto bukanlah 6 mahasiswa... tapi 6 pocong dengan wajah mereka sendiri! Ternyata desa itu sudah mati 20 tahun lalu karena wabah. Dan setiap 20 tahun, mereka butuh 6 tumbal baru untuk menggantikan mereka. Dan tahun ini... giliran kami. Jangan pernah KKN di desa ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Melda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30.PENUTUP - 6 NAMA DI BATU NISAN
Aku terbangun di pinggir aspal Jalan Lintas Bayung Lencir.
Tidak ada danau. Tidak ada Tim SAR. Tidak ada balai desa.
Hanya tubuhku yang penuh lumpur hitam yang sudah kering, dan matahari yang menyilaukan.
Seorang sopir truk sawit yang menemukanku dan membawaku ke Puskesmas Bayung Lencir.
Di Puskesmas, aku sendirian.
"Teman-teman KKN mu mana, Selvi?" tanya Bu Dosen pembimbingku via video call, menangis.
Aku hanya diam.
Tiga hari kemudian, dengan bantuan polisi, TNI, BPBD, dan 20 warga, aku kembali ke Muara Medak. Aku harus membuktikan aku tidak gila.
Kami masuk hutan dengan GPS.
Dan kami menemukan Desa Muara Medak.
Tapi desa itu normal. Warga menyambut kami bingung.
"KKN? Wah sudah lama sekali tidak ada KKN di sini, Neng. Sejak kejadian tahun 1998 dulu," kata Pak Kades yang asli, Pak Marudut.
Polisi menunjukkan foto 5 temanku. Maya, Sinta, Riko, Bima, Farhan.
Warga menggeleng semua. "Tidak pernah lihat, Pak."
Pak Marudut lalu berkata, "Mari saya tunjukkan sesuatu."
Di belakang balai desa yang asli - yang bagus, tembok semen, bukan yang lapuk - ada sebuah pemakaman kecil yang dipagar bambu.
"Ini makam keramat. 6 mahasiswa KKN tahun 1998. Mereka semua meninggal di Danau Hitam karena melanggar pantangan. Mereka berenang di sana."
Aku mendekat, kaki ku gemetar hebat.
Aku membaca 6 batu nisan batu kali yang sudah lumutan itu.
Batu 1: MAYA LESTARI
Batu 2: SINTA DEWI
Batu 3: RIKO SAPUTRA
Batu 4: BIMA PERMANA
Batu 5: FARHAN HIDAYAT
Itu persis nama teman-teman ku. Persis tanpa beda satu huruf pun.
Tinggal satu batu terakhir. Batu keenam. Batu itu tertutup semak lebat. Aku buka dengan tanganku sendiri sampai berdarah.
Batu keenam itu kosong. Tidak ada nama. Hanya ada ukiran yang masih sangat baru, tanahnya masih basah.
Seolah menunggu untuk ditulis.
Polisi bertanya di belakangku, "Batu keenam ini siapa, Selvi? Siapa nama keenam?"
Aku menangis sejadi-jadinya. Aku akhirnya paham. Dari awal, Danau Hitam itu tidak butuh 5. Dia butuh 6.
Aku adalah tumbal terakhir.
Aku mengambil batu runcing di tanah, dan di depan semua orang, aku ukir sendiri batu nisan itu.
SELVI - KKN 2026 - 2005-2026
Selesai aku ukir, angin kencang tiba-tiba berhembus dari arah hutan. Angin yang membawa bau lumpur hitam.
Dan dari dalam hutan, aku mendengar mereka. Suara Maya tertawa, suara Sinta memanggil, "Selvi, ayo pulang, KKN kita udah selesai kok."
Aku tersenyum. Lega.
Malam itu, laporan resmi Puskesmas Bayung Lencir mencatat: Pasien atas nama Selvi, korban KKN, hilang dari kamar rawat jam 02.30 WIB. Hanya menyisakan baju penuh lumpur hitam di atas kasur.
Dan jauh di dalam hutan Muara Medak, di tengah Danau Hitam yang airnya kini tenang sempurna, mengapung 6 batu nisan kayu dengan rapi.
Tidak kurang satu lagi.
[SEASON 1 - KKN DESA MATI TAMAT]
KATA PENUTUP DARI AUTHOR - TERIMA KASIH ORANG BAIK!
Halo pembaca kesayanganku...
Akhirnya, tamat juga ya.
Season 1 KKN DESA MATI - 6 NAMA DI BATU NISAN resmi selesai.
Jujur, tangan aku gemetar nulis kata TAMAT ini.
Terima kasih banyak untuk kalian yang sudah setia nemenin Selvi, Maya, Sinta, Riko, Bima, dan Farhan dari BAB 1 sampai BAB 30. Dari awal mereka berangkat KKN dengan penuh tawa, sampai akhirnya mereka harus pulang dengan cara yang tidak pernah kita duga.
Aku tau, endingnya mungkin bikin kalian nyesek, nangis, kesel, atau merinding. Maaf ya, karena memang Danau Hitam itu tidak pernah mau melepaskan 6 orang itu.
Banyak yang nanya ke aku:
"Kak, Selvi beneran meninggal?"
"Kak, mereka 6 itu sebenarnya siapa?"
Jawabannya... akan ada di SEASON 2: KAMPUS MEMANGGIL MEREKA KEMBALI.
Karena di Season 2, kampus mereka akan mengadakan KKN susulan ke Muara Medak lagi untuk mencari 6 mahasiswa yang hilang itu. Dan terornya akan 2x lipat lebih gila.
Untuk kalian yang sudah kasih Power Stone, komen, share, dan subscribe... kalian adalah alasan kenapa aku kuat nulis sampai jam 2 pagi. Kalian bukan cuma pembaca, kalian keluarga.
Jangan pernah KKN sendirian ya. Dan kalau kalian melihat danau hitam di tengah hutan... jangan pernah mendekat.
Sampai jumpa di Season 2, orang baik.
Sayang kalian semua.
Author,
MELDA
Jawabannya adalah...
Salah satu dari seluruh anggota KKN, "sukma jiwa"nya sudah dibawa...
Aku yang sedari tadi hanya berdiri di depan pintu belakang, hanya tersenyum saat melihat semua obor-obor itu. Namun, senyumanku terlihat datar oleh seluruh teman-teman KKN ku.
Aku (saya maksudnya, hehehe...) akhirnya berjalan santai menuju ke pintu balai desa yang terkunci. Lalu, kupejamkan kedua mataku. Dan mulai bicara dengan mereka semua yang ada di luar...
🤭🤭🤭
jadi selvi itu bukan tokoh utama? si selpi siapa? kenapa tiba-tiba muncul?
terus, bukannya sinta sama bima udah meninggal di sumur ya?
terus selvi itu KKN 98??😐