NovelToon NovelToon
The System'S Guide To Ruining The Villainess

The System'S Guide To Ruining The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / CEO
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: DinaRyu

Up setiap hari

Stella Odette Rosewood terbangun dengan reputasi hancur, dikelilingi teman toxic, dan adik tiri bermuka dua yang ingin merebut segalanya termasuk Neo Hayes Blake, CEO dingin incaran banyak orang.

Satu-satunya jalan keluar adalah "Vix", sistem berwujud rubah ekor sembilan cerewet yang memaksanya menjalankan berbagai misi demi bertahan hidup. Stella pun mengubah taktik: membuang orang-orang toxic, merombak penampilannya, dan sengaja mendekati Neo untuk menghancurkan rencana adik tirinya.

Awalnya, interaksi mereka canggung dan Neo terlihat tak peduli. Namun, di balik kelakuan absurd dan omelan Stella pada sesuatu yang tak kasatmata, Neo melihat sosok wanita cerdas yang mati-matian berjuang sendirian.

Saat bahaya sesungguhnya dari intrik keluarga mulai mengancam nyawa Stella, sang CEO mengambil langkah.

Pria dingin itu kini menjadi pelindung posesif yang tak segan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24: Permainan dimulai

System Glicth

Waktu: 22:00 PM

Kediaman Utama Keluarga Rosewood

Sementara Stella sedang bergelut dengan emosi dan rasa kesalnya di seberang kota, di kediaman mewah Rosewood yang sepi, sebuah rencana gelap sedang dimatangkan.

Chloe berdiri sendirian di balkon kamarnya yang luas. Angin malam yang dingin meniup rambut pirangnya yang tergerai.

Wajah gadis itu tampak sangat gelap, tidak ada lagi sisa-sisa senyum malaikat yang biasanya ia tunjukkan di depan publik.

Ibu kandungnya, yang juga merupakan ibu tiri Stella, sedang berada di ruang baca lantai bawah, sibuk menelepon para koneksi keluarga untuk memastikan mereka tidak ikut terseret dalam kasus penangkapan Arthur pagi tadi.

Wanita paruh baya itu menyuruh Chloe untuk tidak gegabah dan tetap bersembunyi.

Namun, Chloe tidak pernah suka menunggu. Ia ingin menghancurkan Stella sekarang juga.

Di tangannya, Chloe menggenggam sebuah ponsel khusus. Ia sedang terhubung melalui panggilan suara yang telah dienkripsi dengan Harold, salah satu pemegang saham minoritas yang membelot.

"Arthur sudah tamat. Pamanku yang bodoh itu membiarkan dirinya ditangkap semudah menangkap lalat,"

Chloe berbicara dengan nada dingin tanpa emosi, sama sekali tidak merasa kasihan pada nasib kerabatnya itu.

"Tapi aku tidak akan membiarkan Stella menikmati kemenangannya. Aku baru saja mendapat informasi dari orang dalamku di dewan direksi. Stella akan memindahkan tim intinya ke gedung Blake Group besok pagi untuk mulai menyusun proyek kerja sama penyiaran."

"Lalu? Apa yang bisa kita lakukan, Chloe?" Suara Harold di seberang sana terdengar ragu dan sedikit ketakutan setelah melihat Stella membantai pamannya tanpa ampun.

"Gadis rubah itu sekarang punya kendali penuh. Jika kita menyerangnya secara terbuka, kita yang akan hancur."

"Siapa bilang kita akan menyerang secara terbuka?" Chloe menyeringai.

Matanya yang bulat berkilat memancarkan kebencian murni yang beracun. Ia menatap ke arah pusat kota London dari balkonnya.

"Aku sudah membeli sebuah program malware tingkat tinggi di pasar gelap. Program ini tidak akan terdeteksi oleh antivirus standar mana pun."

"Malware?"

"Ya. Saat Stella dan timnya mulai menyusun rencana anggaran di gedung itu besok, orang bayaranku yang menyamar di tim penyiaran akan memasukkan malware itu ke dalam jaringan laptop utama Stella," jelas Chloe perlahan, menikmati rencananya sendiri.

Gadis itu meremas pinggiran pagar balkonnya.

"Begitu malware itu aktif, program tersebut akan menyedot semua data proyek rahasia yang sedang mereka buat, dan mengirimkannya langsung ke server perusahaan saingan Blake Group. Saat kebocoran data itu terjadi... Tuan Blake akan murka. Dia sangat membenci ketidakbecusan. Tidak ada pilihan lain bagi Neo selain membatalkan kontrak dan menendang Stella keluar dengan rasa malu yang tidak tertolong."

Harold tertawa serak di seberang telepon. "Brilian. Dan saat Stella ditendang keluar dan dewan direksi panik mencari solusi..."

"Saat itulah aku yang akan datang sebagai pahlawan," potong Chloe, senyumnya semakin lebar.

"Aku akan membawa draf cadangan yang sempurna, menyelamatkan nama Rosewood, dan memastikan Neo Hayes Blake menyadari bahwa aku adalah satu-satunya wanita yang cerdas dan pantas untuk berdiri di sampingnya."

Chloe memutuskan sambungan telepon itu. Ia menengadah menatap langit malam tanpa bintang.

"Nikmatilah kursi direktur mu malam ini, Kakak sayang," bisik Chloe pada angin malam.

"Karena besok, aku akan memastikan kau jatuh merangkak di bawah kakiku lagi, memohon pengampunan."

Waktu: 08:30 AM

Markas Besar Blake Group

Keesokan paginya, udara London terasa jauh lebih dingin. Stella turun dari taksi dengan gaya modis yang mengundang decak kagum.

Wanita itu mengenakan power suit berwarna putih tulang yang dipotong tajam, memberikan kesan bersih, profesional, sekaligus sangat mengintimidasi.

Tidak ada satu pun celah kelemahan dalam penampilannya.

Di belakangnya, empat orang staf inti dari tim kreatif Rosewood Media mengikutinya dengan langkah cepat.

Mereka adalah individu-individu muda yang berhasil disaring secara ketat oleh Stella kemarin sore, orang-orang yang tulus ingin bekerja, cerdas, dan yang terpenting, bersih dari campur tangan korupsi Paman Arthur.

Wajah mereka terlihat tegang bercampur semangat karena ini adalah pertama kalinya mereka menginjakkan kaki di markas raksasa Blake Group.

Begitu mereka melangkah melewati pintu putar kaca lobi, Liam sudah berdiri di sana menyambut mereka dengan sikap yang formal.

"Selamat pagi, Nona Rosewood," sapa Liam, mengangguk sopan pada Stella dan timnya.

"Ruang kerja sementara untuk tim Anda sudah disiapkan secara khusus di Lantai 15. Lantai tersebut berada tepat di bawah lantai eksekutif, sehingga komunikasi akan jauh lebih mudah."

"Pagi, Liam. Terima kasih atas persiapannya. Ayo kita segera naik dan mulai bekerja," balas Stella, tersenyum profesional.

Namun, tepat saat rombongan mereka sedang berjalan melintasi lobi marmer yang luas menuju lift, Stella mendadak merasakan sebuah kehadiran yang sangat kuat dan familier menekan udara di sekitarnya.

Ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah pintu masuk lobi VVIP di sayap kanan.

Di sana, baru saja melangkah keluar dari mobil mewahnya, berdirilah Neo Hayes Blake.

Pria itu menghentikan langkahnya sejenak, dikelilingi oleh para pengawalnya. Setelan jas mahalnya membingkai postur sempurnanya.

Dari jarak belasan meter, tatapan obsidian Neo bertemu langsung dengan mata Stella.

Waktu seolah berhenti sedetik. Tidak ada sapaan verbal yang terucap.

Neo hanya membetulkan letak jam tangan mewahnya yang mengintip dari balik kemeja, namun aura dominan yang dipancarkan dari tatapan pria itu seolah menggema di seluruh ruangan, menyampaikan sebuah pesan tanpa suara yang sangat jelas: "Selamat datang kembali di duniaku, Nona Rosewood."

Stella tidak menunduk, dan tidak juga membuang muka.

Ia menatap lurus ke arah predator itu, lalu memberikan sebuah senyum miring tipis yang luar biasa tengil sebelum akhirnya membalikkan badan dengan anggun dan melangkah masuk ke dalam lift bersama timnya, kepalanya terangkat tegak penuh kebanggaan.

Di dalam lift yang bergerak naik, Stella memejamkan matanya sejenak.

"Vix, apa kau merasakannya?" bisik Stella pelan di dalam kepalanya agar timnya tidak mendengar.

"Merasakan apa? Aura Pangeran Es itu?" Vix yang bertengger di atas kepala seorang staf bertanya balik.

"Bukan. Bukan dia," Stella menyipitkan matanya.

Insting bisnis dan ketajamannya dari kehidupan masa lalu yang sudah terbiasa menghadapi pengkhianatan mulai bergejolak tidak nyaman di perutnya.

"Ada sesuatu yang salah. Tensi di gedung ini... terasa aneh. Terlalu tenang untuk sebuah permulaan proyek."

Tepat saat pintu lift berdenting dan terbuka di Lantai 15, layar biru sistem menyala terang di hadapan Stella.

[ Ding! ]

[ Misi Terdeteksi: Sabotase Digital. ]

[ Peringatan: Terdapat ancaman pihak ketiga yang akan menyusup ke dalam server utama saat Host menghubungkan perangkat. ]

[ Misi: Temukan perangkat keras yang disusupi malware dan blokir transfer data rahasia dalam 60 menit pertama jam kerjamu. Tunjukkan siapa bos yang sebenarnya! ]

[ Hadiah: 50 Poin Karma & Skill Peretasan Level 2. ]

[ Hukuman Gagal: Semua data akan bocor, dan kau akan diusir dari gedung ini oleh Neo Blake. ]

Stella menatap rentetan kalimat bercahaya itu dengan seringai yang perlahan mengembang di bibirnya.

Rasa cemasnya menguap, digantikan oleh adrenalin yang memabukkan.

"Begitu rupanya. Ular kecil di rumah sudah mulai tidak sabar dan bergerak, ya?" gumam Stella sambil merapikan lengan jas putihnya, melangkah keluar dari lift memimpin timnya memasuki ruangan besar itu.

Matanya yang tajam langsung menyapu seluruh perangkat, jaringan, dan wajah keempat stafnya satu per satu.

Ia akan mengunci pintu ruangan ini, dan tidak ada satu orang pun yang boleh keluar sampai tikus pengkhianat itu ditemukan.

"Ayo kita bermain-main sedikit hari ini, Chloe," bisik Stella pada dirinya sendiri, jemarinya sudah bersiap untuk menari di atas keyboard laptopnya.

Permainan kucing dan tikus baru saja dimulai.

To be Continued

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!