NovelToon NovelToon
The Doctor’S Darkest Obsession

The Doctor’S Darkest Obsession

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Gangster / Dokter / Tamat
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Satu malam tragis mengubah seluruh hidup Liana. Niat hati ingin menolong seorang pria yang tak berdaya tetapi lelaki itu menutup matanya dan mengambil kesucian liana sebagai satu-satunya jalan keluar. Trauma dan kalut, ia melarikan diri dan berharap takdir tidak akan pernah mempertemukan mereka lagi.
Namun, takdir punya rencana lain. Beberapa bulan kemudian, Liana melangkah ke rumah sakit dengan hati hancur untuk mengakhiri kehamilan yang tak diinginkannya. Di sana, Kenzo melihat wanita yang akan menolongnya malam itu.
Liana tidak tahu bahwa di balik jas putihnya, Kenzo adalah pemimpin geng motor yang disegani dan tak kenal ampun dan lelaki yang telah melakukannya dengannya. Mengetahui Liana mengandung darah dagingnya, Kenzo tidak akan membiarkan wanita itu pergi.
Perburuan pun dimulai—bukan hanya untuk mengklaim anaknya, tapi juga untuk memiliki Liana seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Kenzo memacu motornya membelah jalanan kota dengan kecepatan penuh, namun tujuannya kali ini bukan langsung ke rumah sakit, melainkan kembali ke mansion utamanya.

Ia sadar, setelah pertarungan sengit di pelabuhan tadi, tubuhnya dipenuhi debu, bau keringat, dan sisa aura ketegangan.

Ia tidak ingin membawa hawa negatif dan kotoran itu ke dalam kamar rawat istrinya yang steril.

Sesampainya di mansion, Kenzo langsung menghambur ke kamar mandi.

Ia membersihkan tubuhnya dengan terburu-buru, menggosok setiap jengkal kulitnya dengan sabun hingga bersih.

Tepat saat ia baru saja selesai berpakaian rapi dan menyemprotkan parfum maskulin kesukaan Liana, ponselnya yang baru dinyalakan bergetar hebat. Nama Rista tertera di layar.

Jantung Kenzo seketika mencelos. Dengan tangan sedikit bergetar, ia menggeser tombol hijau.

"Halo, Rista?" tanya Kenzo, suara baritonnya langsung diliputi kecemasan.

"Ken, lekas kemari. Kamu di mana sekarang?" suara Rista terdengar agak panik namun ada nada gemas di dalamnya.

"Ada apa dengan Liana? Ada apa, Rista?! Kondisinya memburuk?!" cecar Kenzo bertubi-tubi, naluri protektif dan dokternya langsung siaga satu. Pikiran buruk mulai berkecamuk di kepalanya.

Di seberang telepon, Rista menghela napas panjang untuk menenangkan Kenzo.

"Bukan, bukan kondisinya memburuk secara fisik. Liana menangis sesenggukan dari tadi, dia merindukan kamu, Ken. Dia terus menanyakan suaminya ke mana. Mungkin ini karena hormon kehamilannya yang membuat perasaannya jadi sangat sensitif dan cemas setelah kejadian kemarin."

Mendengar penjelasan Rista, rasa tegang di dada Kenzo seketika menguap, digantikan oleh rasa hangat sekaligus bersalah yang teramat sangat.

Hatinya mencair membayangkan Liana yang mencarinya sambil menangis.

"A-aku... aku berangkat sekarang. Sepuluh menit aku sampai," jawab Kenzo terbata karena panik ingin segera memeluk istrinya.

Ia langsung mematikan sambungan telepon, menyambar kunci mobilnya agar bisa berkendara lebih aman, dan berlari menuju garasi.

Fokusnya kini hanya satu: segera sampai di rumah sakit dan menenangkan sang belahan jiwa.

Kenzo memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, membelah jalanan kota menuju rumah sakit tempat Liana dirawat.

Sesampainya di sana, ia langsung berlari menaiki lift dan menyusuri koridor hingga tiba di depan pintu kamar rawat istrinya.

Begitu pintu terbuka, pemandangan pertama yang menyambutnya membuat hati Kenzo serasa diremas.

Di atas ranjang, Liana tampak bersandar dengan mata yang sembap dan hidung yang memerah, sisa-sisa air mata masih membasahi pipinya.

Di sampingnya, Rista tampak berdiri bingung berusaha menenangkan.

"Kenzo...." panggil Liana lirih begitu melihat sosok suaminya muncul di ambang pintu.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Kenzo langsung melangkah lebar, menerobos masuk, dan langsung merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukan hangatnya.

Ia memeluk Liana erat-erat, menyalurkan seluruh rasa rindu dan ketakutan yang sempat membuncah di dadanya.

"Ada apa, Sayang? Kenapa menangis separah ini?" bisik Kenzo lembut, mengecup puncak kepala istrinya berulang kali.

Liana membenamkan wajahnya di dada bidang Kenzo, mencengkeram erat kemeja suaminya.

"Aku rindu... Aku takut kamu kenapa-napa..." cicitnya pelan.

Melihat adegan penuh cinta itu di sudut ruangan, Rista hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum kecil, merasa menjadi nyamuk di antara suami-istri tersebut.

Namun, di tengah pelukan itu, Liana tiba-tiba menarik diri sedikit.

Netra tajamnya menangkap sesuatu yang janggal pada tangan Kenzo.

"Tangan kamu kenapa, Ken?" tanya Liana dengan kening berkerut, melihat buku-buku jari suaminya yang sedikit memar dan kemerahan.

"Kamu berkelahi lagi?"

Kenzo sedikit tertegun, namun ia langsung memasang senyuman menenangkannya demi menutupi jejak pertarungan di pelabuhan tadi.

Ia menyembunyikan tangannya di balik punggung Liana dengan santai.

"Nggak, Sayang. Ini cuma karena tadi aku baru selesai menangani operasi darurat yang lumayan melelahkan di rumah sakit sebelah, jadi agak capek dan tidak sengaja terbentur alat," ucap Kenzo berbohong dengan sangat mulus, mempertahankan kedoknya sebagai seorang dokter.

Rista yang berdiri di dekat ranjang langsung tersenyum kecil, lalu menyela dengan nada menggoda untuk mencairkan suasana.

"Ah, dokter ganteng ini memang sibuk sekali. Tapi omong-omong, Tuan Dokter, istrimu ini dari tadi merengek dan menangis sampai-sampai dia belum makan sama sekali. Dia belum makan, Ken."

Mendengar itu, Kenzo langsung menatap Liana dengan tatapan protes yang dibuat-buat, meskipun sorot matanya sarat akan kelembutan.

"Hm, nakal sekali istriku ini. Disuruh jaga kesehatan malah mengabaikan perutnya."

Kenzo mengambil mangkuk makanan di nakas, lalu tersenyum manis.

"Ayo, sekarang sama suamimu yang paling tampan ini, kamu harus makan, ya."

Liana mengerucutkan bibirnya sebal namun akhirnya menurut saat Kenzo mulai menyuapinya.

Di sisi lain, Rista yang melihat pasangan itu mulai fokus satu sama lain merasa sudah saatnya ia pamit.

Melihat Rista yang merapikan tasnya, Kenzo menoleh dan berkata, "Ris, kamu pulang saja ke rumah atau istirahat. Biar, aku yang menjaga istriku sepenuhnya."

Rista melirik ragu ke arah Liana dan Kenzo. "Hmm... memangnya tidak apa-apa kalau aku pulang sekarang?" tanyanya memastikan.

Sebelum Rista sempat melangkah keluar, pintu kamar tiba-tiba terbuka dan Mario muncul dengan senyuman penuh arti.

Tanpa banyak bicara, Mario langsung menarik pelan lengan Rista untuk membimbingnya keluar dari ruangan.

"Tidak apa-apa, Rista. Justru kalau kamu lama-lama di sini, kamu cuma akan mengganggu kemesraan mereka berdua," celetuk Mario santai.

Kenzo terkekeh pelan melihat tingkah anak buah setianya itu, lalu menimpali dengan nada usil,

"Lagi pula, Mario... bukankah kamu masih jomblo?"

Mario menghentikan langkahnya sejenak di dekat pintu, menoleh dengan alis terangkat.

"Lalu?"

"Rista juga sedang sendirian," lanjut Kenzo santai sambil menunjuk Rista dengan dagunya.

"Bagaimana kalau kalian keluar cari makan malam berduaan saja?"

Rista langsung merona malu mendengarnya, sementara Mario berdehem pelan salah tingkah, membuat suasana kamar rawat mendadak dipenuhi gelak tawa kecil.

"Sudah sana, nikmati kencan malam kalian!" ucap Kenzo sambil tersenyum geli. Begitu Mario dan Rista keluar, Kenzo langsung menutup rapat pintu ruang perawatan itu, memastikan dunia mereka kembali tenang hanya berdua saja.

Suasana di depan pintu ruang rawat mendadak terasa sedikit canggung setelah ucapan usil Kenzo.

Rista merona malu, pipinya memerah hingga ke telinga, sementara Mario yang biasanya tegas dan tenang kini tampak salah tingkah, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Untuk mencairkan suasana yang kaku itu, Mario berdehem pelan lalu menatap Rista.

"Ehm... Rista, kalau begitu... ayo aku antar pulang," ajak Mario dengan suara agak kaku.

Rista yang masih merasa salah tingkah hanya menganggukkan kepalanya pelan, menerima tawaran itu karena jujur saja ia juga sudah merasa lelah setelah seharian menjaga Liana.

Baru beberapa langkah mereka berjalan meninggalkan area koridor rumah sakit menuju parkiran, sebuah suara mencurigakan tiba-tiba terdengar dari perut Rista.

Krucuk... krucuk...

Rista langsung tertegun, wajahnya yang tadinya sudah merah kini semakin memerah padam karena malu. Ia menunduk, meremas tas kecilnya.

Mario, yang mendengarnya, tersenyum kecil penuh Maklum. Ia menoleh ke arah Rista dengan tatapan hangat.

"Hm, kamu lapar?" tanyanya lembut.

Rista menggigit bibirnya pelan, lalu mengangguk malu-malu.

"I-iya... dari siang tadi aku belum sempat makan benar karena panik sama kondisi Liana," aku Rista jujur.

Mendengar itu, sudut bibir Mario terangkat membentuk senyuman tipis yang jarang ia tunjukkan pada orang lain.

"Kalau begitu, jangan pulang dulu. Ayo, aku ajak kamu makan di tempat makan langganan anak-anak Black Cobra."

Rista mengangkat wajahnya, menatap Mario dengan kening berkerut penasaran.

"Di mana itu? Emangnya enak?"

"Ada, pokoknya tempatnya rahasia tapi makanannya dijamin enak," jawab Mario misterius sambil menuntun langkah Rista menuju area parkir motor sport miliknya yang gagah.

Sesampainya di samping motor, Mario mengambil sebuah helm ekstra dari box motornya dan menyerahkannya kepada Rista.

"Kamu pakai helm ini ya."

Rista menerima helm tersebut dan mengenakannya dengan benar.

Setelah itu, ia naik ke atas jok belakang motor sport berbadan besar milik Mario.

Karena tinggi motor tersebut, Rista sempat sedikit kesulitan dan refleks memegang pundak Mario untuk menjaga keseimbangan.

Mario menyalakan mesin motornya hingga meraung halus.

Sebelum menarik gas, ia menoleh ke belakang sedikit, memastikan wanita di boncengannya sudah siap.

"Pegangan yang erat, Ris. Nanti kamu jatuh," ucap Mario dengan suara baritonnya yang tegas namun terdengar perhatian.

Tanpa menunggu jawaban, Mario langsung mengulurkan tangan ke belakang, menggenggam erat tangan Rista dan melingkarkannya ke perut bidangnya.

Sentuhan hangat yang tiba-tiba itu membuat Rista tersentak kaget.

Seketika itu juga, Rista merasakan jantungnya berdetak kencang dua kali lebih cepat dari biasanya.

Wajahnya semakin panas di balik helm, sementara motor Mario mulai melaju membelah jalanan malam kota yang lengang.

1
Muft Smoker
wah udh tamat aja kak ,, kirain nunggu little cobra gede dulu ,,
tp ttap makasih kak buat cerita ny ,, meski singkat Dan tdk bertele2 ,, tp suka ma alur ny ,, dtggu next ceritany yx kak ,,

sehat2 selalu kak ,,
Muft Smoker
astagaaaa ,, org lgi pda sibuk nangis ,, si bumil malah asik berenang😂😂😂😂😂
Bunga Andthea
huhuhu cepet bgt tamat nya kak,
my name is pho: 🥰🥰
Nantikan novel yang lainnya ya kak
terima kasih
total 1 replies
Bunga Andthea
huwaa kakak ny baik bgt hari ini triple up
Muft Smoker
lanjuuut kak
Arumi
psikopat 😭
Muft Smoker
duuuh deg2an iikh ,,
semoga kenzoo cepat sampai dan menyelamatkan Liana ,,
Bunga Andthea
dobel up kak
Muft Smoker
semoga ad keajaiban ,, sebelum bnr2 jauuun Liana bisa di selamatkan ,,
Bunga Andthea
up lgi kak
Bunga Andthea
dobel up dong kak
Muft Smoker
nah kan Rista akhirnya km menemukan sosok yg baik ,, meski ia salah satu anggota geng motor ,,
Muft Smoker
udh Rista jgn iri dg Liana Krn punya suami kyak kenzoo ,,
mario juga kyaknya gx kalah keren koq ,,
🍒WINA🍒
Kenzo dalam keadaan kena obat perangsang telah menodai liana, kasian nasibnya liana ingin menolong org yg terluka apes diperkosa...

liana sampai kehilangan kehormatannya sangat dijaganya, hancur hidup liana yg memperkosa tidak bertanggungjawab langsung kabur aja🤣🤣🤭
Bunga Andthea
lagi kak dobel up kak
Bunga Andthea
sedih bgt liat keadaan Liana,
sumpah kak Lo bikin deg degan
Muft Smoker
yaaa kak ,, masa pemeran utama meninggoy ,, 😱😱😱😱😱😱
Inarairlan 0811
Kania or Rista ka
my name is pho: Kania kak.
terima kasih koreksinya
total 1 replies
Bunga Andthea
ehh ehh tor jngan main" ya ini kenapa jdi gini liana nya
sri hastuti
lah kok spt itu thor, selamatkan liana thor, kl tdk bisa jd monster itu kenzo ,bisa diterjang semuanya , kenapa baru bahagia sebentar sdh spt ini 😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!