Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.
Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.
Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.
Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.
Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Malam ini dengan menggunakan bis, Rivan dan keluarga nya kembali ke kota asal mereka, setelah tadi siang di bebaskan oleh Naila. Bukan nya bersyukur karen sudah bebas, mereka malah menyusun rencana baru untuk menghancurkan Naila.
"Rivan, ibu tidak bisa menerima semua ini. Hari ini di depan semua warga kampung nya, Naila sudah mempermalukan kita. Kita harus membalas nya, bagaimana pun cara nya!" Bu Rima berkata pada putra nya.
"Benar bu, kita harus bisa menemukan di mana keberadaan Naila. Dia harus mempertanggung jawab kan semua perbuatan nya pada kita, dia membuat kita kehilangan rumah kita!" Yuni ikut menimpali.
"Aku pasti akan menemukan Naila, aku janji dengan kalian semua!" Ujar Rivan.
Malam ini mereka semua harus pulang, karena besok Rivan harus kembali bekerja. Cuti yang di ambil nya telah berakhir, pekerjaan nya kini menunggu nya. Tapi kini Rivan menemukan masalah baru, dia tidak punya kendaraan lagi untuk berangkat ke kantor.
Selama ini dia menggunakan mobil nya Naila, untuk pulang dan pergi ke kantor. Tapi kali ini dia tidak bisa memakai mobil itu lagi, karena saat ini mobil di bawa oleh Naila.
'Naila, aku akan menemukan mu. Lihat saja, di mana pun kau sembunyi aku pasti bisa menemukan mu. Kau sudah mempermalukan keluarga ku, lau juga telah membuat aku kehilangan muka. Kau akan menerima hukuman yang berat dari ku, Naila!' Batin Rivan di dalam hati.
Sudah 2 tahun terakhir ini Rivan naik jabatan sebagai manajer, tapi dia sengaja tidak memberi tahu Naila. Dia tidak ingin Naila meminta uang belanja, jika tahu dia naik jabatan.
******
Pagi ini dengan lesu, Rivan bersiap untuk berangkat ke kantor. Ini adalah untun kali pertama nya setelah menjadi manajer, dia pergi ke kantor tidak menggunakan mobil. Rivan merasa sangat malu dengan semua orang, itu lah sebab nya dia bertekad untuk menemukan Naila agar bisa memberi nya pelajaran.
"Bu, aku berangkat ke kantor dulu!" Rivan pamit pada ibu nya.
"Kamu tidak sarapan dulu?" Tanya bu Rima pada putra nya.
"Tidak bu, aku sarapan di kantor saja, takut nya aku terlambat!" Jawab Rivan dengan suara lesu.
"Baik lah nak, secepat nya kamu harus menemukan Naila. Ibu tidak mau tinggal di sini, Van!" Bu Rima berkata pada anak nya.
"Iya bu!" Jawab Rivan sambil mengangguk kan kepala nya.
"Bu, aku titip Aira ya, aku juga harus bekerja!" Yuni keluar dari dalam kamar nya sambil membawa anak nya.
"Iya, pokok nya kalian berdua harus bisa menemukan Naila secepat nya. Ibu sudah tua, ibu tidak sanggup mengerjakan pekerjaan rumah, dan juga harus menjaga Aira!" Ucap bu Rima lagi.
"Iya bu, kami akan segera membawa Naila kembali ke sini. Dia harus mempertanggung jawab kan semua perbuatan nya pada kita!" Jawab Yuni lagi.
Rivan dan Yuni langsung pergi bekerja, begitu pun dengan Alan suami nya Yuni. Kini di rumah tinggal lah bu Rima dan pak Jamal, serta Aira cucu mereka.
Aira yang sedang aktif - aktif nya, dia berjalan kesana kemari dan membuat berantakan apa saja. Bu Rima kewalahan menjaga Aira, selama ini Naila lah yang menjaga dan mengurus semua kebutuhan Aira saat Yuni sedang bekerja.
"Ayo kita keluar saja!" Ajak bu Rima pada cucu nya.
Dia memegang tangan Aira sambil berjalan, dia tidak kuat jika harus menggendong tubuh gembrot Aira. Mereka berdua berjalan lingkungan sekitar rumah mereka, dan bertemu dengan banyak tetangga lama mereka.
"Bu Rima, kok kembali ke sini ya. Tidak bisa lagi numpang di rumah menantu ya? Maka nya bu, jadi mertua jangan jahat - jahat sama menantu!" Ucap salah satu ibu dengan nada suara pedas.
"Iya bu, punya menantu sebaik Naila masih aja di sia - sia kan. Udah numpang di rumah menantu, masih saja jahat sama menantu!" Tambah yang lain nya.
"Apa maksud kalian? Siapa yang jahat sama menantu?" Tanya bu Rima dengan geram.
"Siapa lagi kalau bukan situ, liburan sama keluarga ke Bali. Tapi menantu nya di suruh jaga rumah, sekarang di usir kan baru tahu rasa!" Kembali yang lain nya mengejek bu Rima.
"Saya tidak pernah jahat sama menantu ya, jaga mulut kalian!" Bu Rima mulai terpancing emosi.
"Tidak jahat gimana bu? Bu Rima kan punya rumah sendiri, tapi malah bawa keluarga buat tinggal di rumah menantu. Terus mau ngatur lagi, seperti yang punya rumah saja!" Timpa yang lain nya.
Wajah bu Rima merah padam, niat nya keluar rumah karena bosan tapi dia malah jadi bahan bulyan ibu - ibu di sana.
"Si Naila sabar banget ya, kalau aku jadi dia udah lama akh tendang keluarga tidak tahu malu itu keluar dari rumah ku. Udah mertua dua - dua nya, di tambah Ipar sama suami nya, semua nya numpang hidup!" Kembali yang lain nya mengejek Bu Rima dan keluarga nya.
"Bukan kami yang numpang hidup sama Naila, tapi Naila yang numpang hidup sama anak ku. Naila itu nikah sama Rivan, udah jadi kayak ratu. Tinggal di rumah menunggu uang suami, tapi dia nya aja tidak tahu diri!" Bu Rima menjelek kan Naila.
"Kalau menantu nya di perlakukan dengan Baik, tidak mungkin kan dia mengusir keluarga suami nya dari rumah. Udah jelas banget, keluarga suami nya kayak dajjal semua!" Tambak yang lain nya.
Bu Rima tidak tahan lagi mendengar cemoohan dari tetangga sekitar untuk keluarga nya, bergegas dia kembali ke rumah. Niat nya keluar karena bosan di rumah, tapi di luar dia dan keluarga nya malah menjadi bahan hujatan semua orang.
"Bagai mana semua orang bisa tahu hal ini? Siapa yang memberi tahu mereka? Ini semua gara - gara Naila, awas saja Naila aku akan membuat kau bersujud di kaki ku untuk minta maaf!" Guman Bu Rima dengan geram.
"Ada apa bu? Kata nya mau keluar, kok malah ngomel di sini?" Tanya pak Jamal pada istri nya.
"Ibu tidak betah tinggal di sini, Pak. Semua warga di sini sangat menjengkelkan, dia malah menghujat keluarga kita!" Jawab Bu Rima dengan kesal.
"Sudah lah bu, jangan dengarkan mereka. Bapak yakin, Rivan pasti akan menemukan Naila dan membawa kita kembali tinggal di rumah nya!" Jawab pak Jamal dengan yakin.
Bu Rima tampak masih sangat kesal, dia tidak menyangka hidup nya akan berubah secepat ini. Dari tinggal di rumah besar, hidup nyaman dan di layani dengan baik. Tapi kini semua itu sudah hilang, dia harus kembali ke rumah lama mereka yang kecil dan sempit, di tambah tidak ada fasilitas apapun di rumah ini.
nyebelin banget
bisa2nya nduh orng smbrangn,pdhl dia sndri yg slingkuh....jd laki2 kere aja sok2an miara slingkuhan....😫😫😫
next double up ya atau crazy up gitu Thor 😄😄
msa udh d ftnah dn d bkin malu d dpn bnyak orng,tp msih diem aja....tar lma2 kluarga benalu mkin gila....