NovelToon NovelToon
Pacar Gamerku Ternyata Bosku

Pacar Gamerku Ternyata Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Suara riuh rendah khas jam kosong di kelas 10-MIPA 3 selalu didominasi oleh dua hal: gosip hangat di pojok belakang, atau teriakan frustrasi dari gerombolan siswa di baris tengah. Bagi Naomy, suara yang kedua jauh lebih mengganggu sekaligus memicu rasa penasarannya belakangan ini.

​"Kiri, kiri! Woy, lindungi gue! Ah, telat lo, mati kan gue!"

​"Sabar, cooldown skill gue masih jalan! Mundur dulu, mundur!"

​Naomy menghentikan goresan pulpennya di atas buku catatan Biologi. Ia menoleh ke arah meja milik Tasya dan sisa gengnya. Tiga gadis yang biasanya sibuk membahas drama Korea atau warna lipstik terbaru itu kini tengah menunduk dalam-dalam, menatap layar ponsel masing-masing dengan posisi lanskap. Ibu jari mereka bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal, sementara wajah mereka tampak sangat tegang, seolah-olah masa depan bangsa sedang dipertaruhkan di dalam layar berukuran enam inci tersebut.

​Rasa asing itu mulai merayap di dada Naomy. Fear of Missing Out. FOMO. Istilah yang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Terang

​Pintu ruang kerja CEO tertutup rapat, meredam seluruh kebisingan dari luar. Raka tidak langsung duduk di kursi kebesarannya. Ia berdiri membelakangi jendela kaca besar, sebelum akhirnya berbalik dan menatap Tasya yang berdiri kaku di dekat pintu.

​Raka mengembuskan napas berat, menatap Tasya dengan sorot mata yang tidak lagi menampilkan keangkuhan seorang atasan, melainkan keputusasaan seorang pria yang telah kehilangan arah.

​"Beberapa hari ini saya akhirnya tahu kalau kamu sahabat dekat Naomy," buka Raka langsung pada intinya, suaranya terdengar serak. "Dan saya minta tolong... jangan rahasiakan apa-apa lagi dari saya."

​Tasya mengepalkan tangannya di balik saku roknya, mencoba tetap tenang meski jantungnya berdegup kencang. Ia tahu seberapa setianya ia pada Naomy, namun melihat sosok Raka yang biasanya begitu berwibawa kini tampak begitu hancur di depannya membuat pertahanannya sedikit goyah.

​Raka melangkah mendekat, memangkas jarak di antara mereka dengan tatapan memohon yang teramat sangat. "Kamu tahu kan di mana letak desa Naomy sekarang? Tolong... beri tahu saya, Tasya."

​Suasana di dalam ruangan itu mendadak hening. Tasya menatap lurus ke mata Raka, mencari kesungguhan di sana.

​"Pak Raka," ujar Tasya akhirnya, suaranya pelan namun tegas. "Naomy menceritakan semuanya kepada saya. Dia pergi karena dia terluka, Pak. Dia merasa tidak punya tempat di tengah rencana-rencana besar Bapak, apalagi setelah melihat Bapak membawa wanita lain sebagai calon tunangan di depan matanya sendiri."

​Raka memejamkan matanya sesaat, rahangnya mengeras menahan rasa sesak yang kembali menghantam dadanya. "Saya tahu saya salah, Tasya. Strategi saya... justru menghancurkan dia. Tapi demi Tuhan, saya tidak pernah menginginkan perjodohan itu. Saya hanya butuh waktu untuk mengamankan posisi saya agar bisa melindunginya sepenuhnya. Tolong, bantu saya perbaiki ini. Di mana dia sekarang?"

​Tasya menghela napas panjang. Ia berada di posisi yang sangat sulit—berada di antara janji setianya kepada sang sahabat yang ingin memulai hidup baru, dan rasa ibanya melihat ketulusan sang CEO yang tampak sangat tersiksa oleh penyesalan.

​Tasya menatap lurus ke dalam manik mata Raka. Keheningan di dalam ruang kerja CEO itu terasa begitu pekat, menyiksa setiap detik yang bergulir. Di satu sisi, ia telah berjanji pada Naomy untuk menjaga rahasia ini rapat-rapat. Namun di sisi lain, melihat seorang Raka Andandra—pria yang biasanya berdiri tegak tanpa cela di puncak hierarki perusahaan—kini tampak begitu rapuh dan memohon di depannya, membuat hati nurani Tasya goyah.

​Ia tahu, jika ia terus bungkam, dua orang yang saling mencintai ini mungkin akan selamanya hidup dalam kesalahpahaman dan penyesalan.

​Tasya mengembuskan napas panjang, bahunya merosot pasrah. Pertahanannya akhirnya runtuh.

​"Pak..." Tasya menjeda kalimatnya sejenak, membuat Raka refleks menegakkan tubuh dengan mata yang tiba-tiba berbinar penuh harap. "Saya menceritakan ini bukan karena saya ingin mengkhianati Naomy. Tapi karena saya tidak tega melihat kalian berdua tersiksa seperti ini."

​Raka melangkah maju satu tapak, napasnya tertahan. "Katakan, Tasya. Di mana dia?"

​"Naomy pulang ke kampung halaman sepupunya di daerah Jawa Tengah, Pak. Tepatnya di sebuah desa kecil di kaki Gunung Lawu, daerah Karanganyar," ungkap Tasya akhirnya. "Dia sudah mendapatkan pekerjaan baru di sana. Dia mengajar sebagai guru seni rupa di sebuah SMK Swasta namanya SMK Karya Persada."

​Mendengar nama daerah dan sekolah itu, Raka merasa seolah-olah oksigen kembali dipompakan ke dalam paru-parunya yang sempat mati rasa selama dua minggu terakhir. Dadanya bergemuruh hebat oleh rasa lega, haru, sekaligus gairah yang membubung tinggi.

​"Karanganyar... SMK Karya Persada..." Raka menggumamkan nama-nama itu, mencoba merekamnya dalam-dalam di luar kepala.

​"Tapi saya mohon, Pak," potong Tasya dengan nada memperingatkan. "Jangan langsung datang ke sana dan memaksanya pulang. Naomy masih sangat terluka. Dia di sana mencari ketenangan. Kalau Bapak ke sana, temui dia dengan cara yang baik, jelaskan semuanya tanpa ada lagi yang ditutup-tutupi."

​Raka mengangguk cepat, senyum tipis yang tulus akhirnya kembali terukir di wajah kuyu pria itu setelah sekian lama. Matanya tampak berkaca-kaca menatap Tasya.

​"Terima kasih, Tasya. Terima kasih banyak. Kamu tidak akan menyesal telah mempercayakan ini kepada saya," ucap Raka dengan nada suara yang bergetar penuh rasa syukur.

​Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Raka langsung berbalik menuju meja kerjanya. Ia menyambar kunci mobil, ponsel, dan dompetnya. Masa bodoh dengan sisa pekerjaan hari ini, masa bodoh dengan Valerie yang mungkin sedang menunggunya di ruang tengah, dan masa bodoh dengan kemarahan Papanya nanti.

​Tujuan Raka sekarang hanya satu: menyusul belahan jiwanya yang pergi ke kaki gunung demi menjemputnya kembali ke pelukan.

1
dinda.glow
haloo izin mampir ya... saling mampir yuk
bsjelfjbrndsabdvr
nyimak😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!