Daniel Deron Kenzo, Dikenal sebagai sosok pria yang dingin dan juga berparas sangat tampan, Namun dibalik sikap dingin ya itu ada tersimpang masa lalu yang belum bisa Daniel lupakan, Yaitu tentang perselingkuhan Kevin Deron Kenzo (Papah Daniel) dan Yuliana, Yang mengakibatkan Mamah Daniel bunuh diri Vanesa Deron Kenzo.
Sampai suatu hari, Daniel dipertemukan dengan sosok seorang anak perempuan yang sangat ceria dan cantik yaitu Selin Callista Amor di sebuah taman sekolah Daniel.
Namun, Suatu hari setelah pertemuan itu Daniel kecil tidak bertemu lagi dengan Selin kecil, Daniel tampak sangat semakin murung dan merasa sangat kesepian. Hingga Daniel menyuruh anak buahnya mencari Selin sampai kemana pun. Namun hasilnya pun tetap mengecewakan.
Setelah Daniel Dewasa, Daniel pun menjalankan bisnis gelapnya, Yaitu perdagangan senjata api secara ilegal. Namun bukan hanya Daniel saja, Ada begitu banyak juga yang menjalankan bisnis ini, Tetapi tidak sesukses Daniel, Maka dari itu Daniel di tandai sebagai King Mafia yang paling Disegani diantara para Mafia. Dibalik kesuksesan ya itu Daniel memiliki banyak musuh, Salah satunya itu adalah Varon Calsta yang juga seorang Mafia.
Setelah Daniel kecil dan Selin kecil dewasa, Akankah mereka dipertemukan kembali??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Setelah Selin selesai makan, Dia pun langsung bergegas pulang. Dipinggir jalan Selin tampak sedang menunggu sebuah angkutan umum, "Kok enggak ada kendaraan yang lewat ya?"Gumam Selin sambil melihat jam tangan yang ada dipergelangan tanganya. "Yaa ampun, ternyata sudah jam 11, Pantasan saja kendaraan enggak ada yang lewat lagi, Hmm.. terpaksa deh jalan kaki" Gerutu Selin dengan kesal.
Dengan semangat Selin bersenandung ria berjalan, Tetapi tiba-tiba saja Selin melihat segerombolan preman sedang menghadang seorang wanita. "Ekhhh jangan diganggui dong" Teriak Selin menghampiri para preman itu.
"Wahhh... Tampa di undang kita dapat cewek baru lagi nih" Ucap si bos preman itu sambil mendekati Selin.
"Cantik lagi bos" Sahut anak buahnya ikut melihat Selin.
"Minggir.... Jangan pegang-pegang saya" Bentak Selin sambil menepis tangan si bos preman itu saat ingin menyentuhnya.
"Jangan galak-galak dong cantik, Entar cantik kamu itu bisa hilang loh" Goda si preman itu sambil tersenyum mesum.
"Pergi enggak?" Bentak Selin lagi sambil mengancam.
"Hahhahah" Tawa mereka langsung setelah mendengar kata Selin, "Dari pada kamu teriak-teriak gini sayang, Mendingan kamu bersenang-bersenang dengan kita, Iya enggak?" Ujar sibos preman kepeda bawahan yaaa.
"Benar kata bos nona cantik, Mendingan kamu bersenang-senang dengan kita saja" Imbung si anak buah preman itu dengan tertawa.
"Cihh... Jangan macam-macam ya, saya bisa teriak"
"Silahkan cantik teriak sepuasmu"
"Ok, Tolong.. Tolong" Teriak Selin dengan kuat.
"Hahhahah" Tawa mereka langsung, "Percuma kamu teriak, Enggak bakalan ada yang menolong mu" Ucap si bos preman ingin menyentuh Selin, Namun segera Selin tepis
"Tolong.....tolong..." Teriak selin lagi.
"Hahahahhah" Mereka pun langsung tertawa kembali lagi.
"Diam.." Teriak sibos preman kepada Selin dan langsung menjambak rambut Selin dengan kuat.
"Aaakkhhhhh" Sakit Selin, "Saya tidak akan diam, Sebelum klian pergi dari sini" Balas Selin tampa merasa takut sama sekali kepada mereka.
"Bos.. Sepertinya dia enggak ada takut-takutnya sama kita, Sebelum bos beri dia pelajaran" Ide anak buah si bos preman itu.
"Hhmmm" Tampak si bos prema itu langsung berfikir, Lalu tersenyum licik kepada Selin.
Sedangkan tampa mereka sadari, Di ujung sebrang jalan, Harsan pun langsung menghentikan mobilnya, Saat melihat Selin sedang berteriak-teriak meminta pertolongan. "Nona Selin?" Gumam Harsan melihat kearah segerombolan itu.
"Ada apa Har?" Tanya Daniel dari kursi belakang.
"Maaf tuan, Sepertinya nona Selin berada disitu" Tunjuk harsan kearah sekumpulan preman itu
"Siapa?" Tanya Daniel menaikkan alisnya.
Harsan pun langsung mengerti madsud Daniel, "Itu tuan, karyawan baru yang sedang bermasalah dengan tuan kemarin bersama Clarisa" Jawab Harsan
"Abaikan" Langsung ucap Daniel.
"Tapi tuan, Sepertinya nona itu sangat membutuhkan pertolongan"
"Biarkan saja, Dia tidak mati ditangan ku setidaknya dia mati ditangan mereka!" Bentak Daniel.
"Baik tuan, saya minta maaf" Angguk Harsan.
"Cepat lajukan mobilnya" Perintah Daniel.
"Siap tuan" Harsan pun langsung menjalankan mobilnya, "Kenapa aku merasa kasihan kepada nona itu?" Batin Harsan.
Saat Harsan ingin menjalankan mobil itu, Daniel sempat mengalihkan pandangannya ke arah Selin, Tampak preman itu sangat kuat menjambak rambutnya Selin, Namun tidak ada tampang ketakutab diwajahnya Selin.
"Hentikan"
Trett...
Harsan pun langsung menghentikan mobil itu. "Ada apa tuan?" Tanya Harsan melihat Daniel.
"Urus mereka" Gumam Daniel dengan menggunakan ekor matanya.
"Baik tuan" Harsan pun langsung tersenyum, "Ternyata tuan masih punya hati" Gumam Harsan langsung keluar dari dalam mobil itu.
Semakin kuat si preman menjambak rambut Selin semakin membuat Selin sangat kesakitan.
"Hahahha... Apa kamu sudah menyerah cantik?" Tanyanya, "Udahlah, Kami tidak ingin bermain kasar dengan mu" Ucap si preman menggoda Selin.
"Cuuihhhh" Ludah Selin, Dan membuat sipreman semakin murka.
"Kamu" Teriaknya langsung melayangkan tangannya kewajah Selin, Namun hanya melayang di udara saja. Saat Harsan menangkap tangan si bos preman itu.
"Tidak baik hanya melawan 1 wanita saja" Ucap Harsan dibelakang si preman.
"Tu-tuan" Ucap Selin terkejut.
"Wahh... ada malaikat nih" Ledek anak buah si preman, "Mau jadi sok jagoan yaa?" Tanya sibos preman.
"Saya tidak punya waktu untuk melayani kalian, Jadi selagi saya baik, Silahkan kalian pergi dari sini" Usir Harsan tegas.
"Hahhahah" Tawa si bos preman, "Sepertinya dia sedang komedian" Ledek anak buah si bos preman, Lalu mereka tertawa bersama.
Harsan pun yang geram langsung menendang perut sibos preman yang masih tertawa itu.
Bbuuaanngghhhh....
"Aaakkhhh" Pekik si bos preman itu kesakitan.
"Boss?" Teriak mereka dan langsung menatap tajam ke arah Harsan.
"Bangsat" Teriak mereka langsung menghajar Harsan. Dan terjadilah perlawanan 1 lawan 3.
Bunghhh....Bunghh...Bunghh...
Sipreman itu pun langsung terkapar di atas aspal dengan keadaan sangat menggenaskan. Karna Bagi Harsan untuk mematahkan satu-satu anggota tubuh mereka adalah hal paling mudah untuk Harsan. "Apa masih ada yang melawan?" Tanya Harsan dengan tatapan tajam.
"A-ampun tuan" Mohon mereka langsung.
"Pergilah, Sebelum saya menembak kepala kalian" Ancam Harsan seperti ingin mengeluarkan pistolnya.
"Baik tuan, kami akan pergi" Ucap mereka langsung pergi.
"Tunggu" Membuat langkah si preman itu berhenti, "Apa ada yang kehilangan ?" Tanya Harsan kepada dua sejoli yang masih berpelukan itu
"Tidak ada tuan" Geleng Selin, Begitupun dengan wanita yang satu lagi
"Sekarang kalian boleh pergi!"
"Terima kasih tuan" Angguk mereka langsung bergegas pergi jauh dari Hadapan Harsan.
Lalu Harsan menanyak lagi, "Apa kalian baik-baik saja?".
"Iya..Terima kasih banyak tuan sudah nolongin kami" Ucap Selin terharu.
"Sama-sama, Tapi seharusnya nona berterima kasih kepada tuan Daniel" Ucap Harsan menunjuk ke arah mobil.
Kemudian Selin langsung tersenyum hangat kearah mobil Daniel, "Terima kasih tuan" Tunduk mereka berdua langsung.
Daniel pun sempat terkejut saat Harsan menunjuk ke arah dia. Namun Daniel langsung tersenyum tipis saat melihat Selin tersenyum hangat ke arahnya.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Hati-hati dijalan" Undur Harsan melangkah pergi.
"Iya, sekali lagi terima kasih tuan" Ucap mereka serentak.
Sedangkan Daniel tampak sudah bosan menunggu Harsan, "Lama" Bentak Daniel saat Harsan membuka pintu kemudi.
"Maaf tuan" Tunduk Harsan, Dan langsung menghidupkan mesin mobil itu dan segera Harsan lajukan.
Selin dan wanita itu tampak tersenyum.
"Maaf boleh saya tau nama kamu siapa?" Tanya siwanita itu
"Selin" Sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Naya" Balasnya dengan tersenyum hangat.
"Nayaaa nama yang indah" Ucap selin.
"Nama kamu juga, Nama yang sangat indah" Balas Naya tersenyum "Ngomong-ngomong kamu kenal sama orang yang barusan nolong kita?".
"Iya, Aku mengenalnya, Dia ity orang ya tidak banyak bicara, Tapi hatinya baik meskipun tatapan mataya sangat tidak bersahabat", Jawab selin tersenyum.
"Oohhh" Angguk Naya mengerti.
"Kamu pulang ke arah mana?" Tanya selin
"Kesana" Tunjuk Naya
"Berarti kita searah dong, kita pulang bareng ajak yok" Ajak Selin.
"Iya, Ayokk"
Sesampainya mereka didepan Gg kontrakan Selin, Selin dan Naya berpisah, "Kalau kita bertemu lagi, berarti kita akan bersahabat" Ucap Selin tersenyum.
"Iya" Balas Naya tersenyum
"Kalau gitu aku duluan ya" Kemudian melambaikan tanganya, "Byee... hati-hati dijalan" Teriak selin saat 5 langkah jarak dia dan Naya.
"Bye-bye" Balas Naya.
.
Sedangkan dikediam Kenzo, Daniel pun langsung membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi dan berendam di dalam Bat-hup yang super mahal itu.
Tok.. Tok..
"Masuk" Teriak Daniel dari dalam kamar mandi.
Mahesa pun langsung melangkah masuk ke arah kamar mandi Daniel, "Maaf tuan, Bagaimana dengan makan malam tuan?".
"Antar saja kesini"
"Baik tuan" Angguk Mahesa.
30 menit Daniel menghabiskan waktu berendam didalam kamar mandi, Setelah itu Daniel pun langsung memakai setelan baju santainya.
Tok...tok...
"Masuk"
Ceklekk
Para pelayan pun langsung meletakkan makan malam Daniel diatas meja. "Silahkan dinikmati tuan" Ucap Mahesa.
"Hhmmm" Gumam Daniel.
"Kami permisi tuan" kemudian mereka pun langsung keluar dari kamar Daniel.