NovelToon NovelToon
AndaiKata

AndaiKata

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Slice of Life
Popularitas:207
Nilai: 5
Nama Author: Elegi223

Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Rencana

Saat ini Gua di dapur untuk memasak, Gua terkejut melihat Tedy dan Kuro bergerak kesana kemari di kulkas nempel jadi lukisan. Kak Viera melihat ekspresi Gua lalu tatapannya tertuju pada Kuro dan Tedy.

"wah dek kapan kamu gambar ini disini? bagus banget!"ucapnya berseru kaget melihat Kuro dan Tedy yang begitu realistis, sebenarnya Gua menyuruh mereka untuk diam ketika disini, namun mereka nggak mau dengerin terus saja bergerak. Untungnya mereka hanya bisa diliat oleh Gua.

"eh kakak... anu... kemarin kak pas lagi iseng di dapur"ucap Gua terbata-bata, berusaha menormalkan suasana hati Gua yang tegang. Kak Viera tak mempermasalahkan kegabutan yang Gua lakukan tapi, kalau ini ketahuan Ayah, ia takut Gua jadi bahan pelampiasannya. Gua meyakinkan kak Viera untuk tak takut sama bajingan itu, lagian Gua hidup juga bukan dari uang dia.

Tawa ceria mengisi suasana dapur yang berisik dengan beragam aneka suara, baik itu suara kompor ataupun suara spatula yang menggesek kuali. kak Liam yang entah sejak kapan disana terpancing dengan aroma masakan duduk di meja makan dan berseru

"asek makan besar nih."ucap kak Liam dengan penuh semangat,

"makan aja taunya cih, bantuin enggak cuma mau enaknya doang"ucap kak Viera mencibir kelakuan kak Liam, kak Liam hanya tersenyum tanpa dosa

"wih asik nih makan besar kayaknya kita"ucap Alvin yang sama halnya dengan kak Liam.

Gua memperhatikan setiap interaksi mereka, Gua merasa rumah ini hidup kembali berkat kehadiran mereka, sesekali memperhatikan ekspresi kak Kaylo yang menatap kosong ke depaan, Gua penasaran lalu mendekat dan berkata

"kak Kaylo kenapa tidak ikut? apa kakak lagi sakit?"ucap Gua berusaha terlihat polos, hal ini sudah lama Gua lakukan sejak kecil hingga sekarang.

"ah maaf kakak tadi kepikiran sesuatu, ayo kita makan kamu juga harus makan banyak biar cepat besar"ucap kak Kaylo mengelus lembut pucuk kepala Gua, jujur saja Gua heran maksud dari perkataan "kepikiran sesuatu" sebenarnya apa yang dia fikirkan? apa ia masih kepikiran soal balas dendam? tapi, apa maksud perkataan dari cepat besar itu, Gua udah besar loh.

Acara makan bersama ini mengingatkan Gua pada hari perpisahan SMP di kehidupan sebelumnya, namun tak seramai ini, seandainya saja ada Mella pasti seru. Gua tau orang itu sama gilanya dengan Yura tapi, bedanya Mella adalah orang yang pengertian ibarat sifat Erin dan Yura di satuin maka jadilah Mella.

Sesekali kami bercanda soal apapun yang terjadi di sekolah, terkadang menceritakan masa kecil dan juga masa depan, yang bikin semua orang terkejut adalah Yura ingin terjun dunia musik mulai dari sekarang. Apa saran Gua kemarin ia telan mentah-mentah aja? bikin musik itu nggak gampang yur, lo perlu produser, komposer, belom lagi publishnya itu loh. Kalo soal cover lo bisa serahin ke teman lo ini hehe.

Setelah acara makan besar tersebut mereka pulang masing-masing guna menyiapkan beberapa hal yang diperlukan untuk semester 2 kelas 9 nanti, saat ini Gua udah kelas 9. dan satu minggu nanti adalah sidang pertama antara ayah dan ibu bercerai. Soal hubungan Gua dan Delvano masih dalam proses meskipun Gua melihat ia begitu agresif mendekati Gua tapi, Gua harus tau diri soalnya dia ini anak Konglomrat. Lalu soal Leo orang itu memang menyebalkan beberapa kali sudah cari masalah namun selalu kalah dengan Max, soal Mella ini agak berat ia begitu sulit untuk di dekati, berbeda saat Gua kuliah dulu tentu hal ini buat Gua frustasi sampai sekarang. Setelah semuanya pulang tersisa Gua, Erin, dan Yura saja

"nggak terasa ya lan, kita udah mau lulus aja, padahal kemarin kita baru masuk"ucap Yura dengan suara yang dalam, Gua ngerti maksud dia soal hubungannya dengan Alvin tak terasa udah 7 tahun tak ada kabar.

"udah lah Yur, relain aja tuh orang emang nggak peka dari dulu, biarin dia nyesel sendiri udah sia siain lo"ucap Erin menimpali, Yura tersenyum jahil lalu berkata

"wah tak sangka ratu es ini begitu peduli denganku"ucapnya yang seperti biasa selalu jahi sepanjang saat

"udah yur lo nggak perlu sungkan, Gua tau masalah lo dan selama ini Gua juga tau lo terus memendam perasaan itu kan?"ucap Erin yang mampu membuat Yura terdiam lalu kemudian mengangguk dalam kesunyian.

"lo kan udah janji sama kami semua soal karir lo di masa depan, ada kepikiran lagu buat pentas seni nanti?"ucap Erin lanjut berbicara

"udah... dan itu rahasia"ucap Yura sambil menegakkan jari telunjuknya ke bibirnya mengisyaratkan untuk diam

"idih oke deh"ucap Erin memutar bola matanya malas

"udah deh, besok kan pentas seni Gua mau bicarain soal lukisan Gua nanti"ucap Gua berbisik ke telinga Erin, ia mengangguk kemudian mendekatkan bibirnya ke telingaku

"tentu Gua tau lan, soal lukisan itu serahkan ke Gua aja, Gua jamin kerahasian lo aman"ucap Erin dengan penuh antusias berbisik di telingaku

"kalian nggak asik bisik bisik bedua doang padahal ada aku disini"ucap Yura dengan bibirnya yang mengerucut

"rahasia"ucap Gua dan Erin serempak

"iya deh"ringis Yura.

Setelah itu kami mendiskusikan strategi untuk pentas nanti, Yura sepakat ia mewakili kelas untuk lomba nyanyi sekaligus memberi kejutan besar untuk semua orang, setelah itu ia pulang karna waktu sudah menunjukan pukul 5 sore. ia takut ibu dan ayahnya akan mencarinya. Sekarang tersisa Gua dan Erin yang membahas perihal rencana lukisan yang akan Gua pamerin di sekolah nanti, Erin bilang untuk tidak terlalu mencolok, tentu saran ini Gua terima. Terlalu repot nanti jika terlihat mencolok di sana, Gua mengajak Erin masuk kedalam kamar Gua, terlihat kamar yang begitu rapi dan bersih, Gua orangnya nggak mau berantakan, jadi setiap apapun yang ada di kamar selalu di tata dengan rapi.

"ini bagus lan tapi... apa tidak terlalu menyeramkan?"ucap Erin melihat lukisan yang berjudul "AlterEgo" di pojok bawah kanan lukisan

"ini adalah seni tentu nggak seram kok justru terlihat bermakna"ucap Gua membusungkan dada, Erin bergidik ngeri melihat lukisan Gua yang menunjukan satu orang dengan ekspresi kesakitan namun ia memiliki beragam wajah, mulai dari sedih, senang, dan tertawa.

"lan... ada berita buruk"ucap Erin yang tau jika saat ini QieronYc di incar seluruh keluarga Rendra,

"keluarga Rendra itu akan hadir di acara tersebut"ucap Erin yang takut sahabatnya kenapa kenapa, Gua justru tersenyum misterius

"ngapain takut, Gua sudah mempersiapkan rencana lain"

Nyahoo sampai sini dulu ya, makasih udah baca cerita ku sejauh ini, sampai jumpa di bab selanjutnya see you MUACH

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!