NovelToon NovelToon
TELAHIR SAKTI

TELAHIR SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:944
Nilai: 5
Nama Author: Abas Putra

"Pencarian Pusaka Primordial"

Dunia yang damai ternyata hanyalah lembaran kertas di mata para dewa.

Pahlawan legendaris bernama Raka mengorbankan jiwa dan raganya yang merupakan tetesan "Tinta Primordial" untuk membebaskan dunia dari belenggu Naskah Takdir. Pengorbanannya memberikan kehendak bebas bagi seluruh penduduk fana. Namun, di dimensi kosmik yang jauh lebih tinggi, sebuah tempat bernama Ruang Redaksi, kebebasan ini dianggap sebagai "Kecacatan Cerita" yang harus segera dihapus."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abas Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

B 34: Serangan Sang Penghapus Jejak

Raka tanpa sengaja menginjak ranting kering.

Krek!

Sekar menoleh dengan cepat. "Siapa di sana?!"

Raka tidak melarikan diri. Ia berdiri di kegelapan, membiarkan auranya yang redup namun familiar menyelimuti ruangan. Sekar gemetar. Ia tidak mengenal pria ini, namun tubuhnya bereaksi hebat. Jantungnya berdegup kencang, dan tubuhnya terasa hangat—sebuah reaksi biologis terhadap belahan jiwanya.

"Aku... aku hanya seorang pengelana," ucap Raka dengan suara yang sengaja diberatkan.

Sekar mendekat, seolah ditarik oleh benang tak kasat mata. Ia menyentuh tangan Raka yang terbungkus sarung tangan hitam. Sebuah kejutan listrik statis melonjak di antara mereka.

"Kenapa... kenapa aku merasa ingin menangis saat melihatmu?" bisik Sekar.

Tanpa mampu menahan diri lagi, Sekar menarik cadar Raka. Meskipun ia tidak ingat wajah itu, insting wanitanya meledak. Ia mendorong Raka ke atas ranjang, menciumnya dengan keputusasaan yang liar.

Raka tertegun, namun gairahnya yang selama ini ia tekan di pengasingan meledak seketika. Ia merengkuh pinggul Sekar, merasakan kehangatan raga istrinya yang sangat ia rindukan. Di kamar yang hanya diterangi cahaya rembulan itu, mereka bersatu dalam penyatuan yang sangat intens.

Suara desahan Sekar yang merdu."

Raka... eh, siapa kau? dan rintihan nikmat yang serak memenuhi ruangan. Raka menciumi setiap inci tubuh Sekar dengan penuh rasa syukur, sementara Sekar mencakar punggung Raka, mencoba mencari jawaban dari rasa lapar yang tak masuk akal ini.

Meskipun pikiran Sekar berkata ia sedang bersama orang asing, seluruh sel di tubuhnya berteriak bahwa ini adalah pemiliknya. Penyatuan ini menghasilkan energi Matahari ke-18: Matahari Rekoneksi yang mulai berpendar samar di antara mereka."

BOOOOOMMMMM!

Ledakan energi kelabu menghancurkan atap istana."

Raka segera bangkit dan menyelimuti Sekar dengan selimut. Dari lubang di atap, muncul sesosok entitas tanpa wajah yang terbuat dari debu abu-abu. Ia adalah The Eraser "Sang Penghapus", manifestasi dari hukum alam yang ingin menghapus "Anomali" yang masih tersisa, yaitu Raka.

"Keberadaan yang tidak terdaftar... harus... dimurnikan," suara Sang Penghapus terdengar datar, seperti gesekan kertas pasir.

Raka melompat ke atap, tangannya kini dialiri energi perak transparan.

"Aku sudah menghapus sebelas Sektor. Jangan pikir kau bisa menghapusku begitu saja!"

DUAR!

Raka bertarung dengan teknik yang sangat berbeda. Ia tidak lagi meledakkan energi, melainkan "menjahit" kembali realitas yang robek.

Setiap pukulan Sang Penghapus yang mengenai Raka membuat tubuh Raka menjadi transparan, namun Raka membalas dengan tebakan Matahari Rekoneksi.

"Bumi! Bantu aku!" teriak Raka tanpa sadar.

Bumi (putranya) muncul dari kamarnya, memegang pedang cahaya. Ia menatap Raka dengan bingung.

"Siapa kau?! Kenapa kau tahu namaku?!"

"Jangan tanya sekarang! Serang inti lubang kelabu itu!" perintah Raka.

Bumi, meski bingung, merasakan wibawa yang tak terbantah dari pria asing itu. Ia melesat bersama Raka, menyerang Sang Penghapus.

Pertarungan di atas langit Lembah Wening ini menjadi sangat menegangkan karena setiap kali Sang Penghapus menyerang, memori orang-orang di bawah sana tentang hal-hal lain mulai hilang.

"Jika aku tidak mengalahkan makhluk ini, mereka akan melupakan cara bernapas!" gumam Raka.

Rahasia di Balik Matahari ke-18."

Raka menyadari bahwa satu-satunya cara untuk mengembalikan ingatan mereka adalah dengan mengalahkan Sang Penghapus dan menggunakan energinya untuk menyiram kembali bumi dengan "Hujan Memori".

Namun, Sang Penghapus mengeluarkan senjata pamungkas: "Lembaran Pelupaan".

Sebuah gulungan kuno yang berisi sejarah alam semesta. Ia mulai membacakan mantra yang akan menghapus eksistensi Rani, putri Raka.

Raka meraung.

Matahari ke-18 di punggungnya meledak dengan warna pelangi yang menyilaukan.

ZINGGG!

Raka menyadari bahwa ini bukan hanya tentang bertarung, tapi tentang mengumpulkan kembali serpihan sukmanya yang ia sebar di seluruh galaksi saat ia membangkitkan Matahari ke-17. Ia harus melakukan perjalanan ke tempat-tempat paling berbahaya untuk mengambil kembali "Nama"-nya.

"Bumi, Sekar, Vanya... aku akan membuat kalian mengingatku, meskipun aku harus menjungkirbalikkan takhta pencipta sekali lagi!"

Raka melesat ke arah Sang Penghapus, menangkap gulungan itu dengan tangan kosong dan membakarnya dengan api rekoneksi.

BOOM!

Raka kini menjadi buronan dari Hukum Alam itu sendiri, sementara ia harus membuktikan pada keluarganya bahwa ia adalah ayah dan suami yang hilang, bukan sekadar hantu di dalam mimpi buruk mereka."

Perjalanan menuju pusat galaksi yang telah runtuh membawa Raka dan Rani ke sebuah planet mati bernama "Mosyne".

Planet ini tidak memiliki atmosfer, hanya diselimuti oleh kabut kristal berwarna perak yang melayang-layang. Di bawah permukaan kristal itu, terdapat Sumur Keabadian, sebuah wadah energi yang menyimpan fragmen memori dari setiap entitas yang pernah dihapus oleh sejarah.

Langkah kaki Raka memecah kesunyian gurun kristal. Ia menggandeng tangan Rani erat-erat. Di punggung Raka, Matahari ke-18 "Matahari Rekoneksi", berdenyut pelan, memancarkan cahaya warna-warni yang menembus kabut perak.

"Ayah, aku mendengar suara bisikan," Rani merapat ke kaki Raka. "Suara itu memanggil namamu... tapi suaranya terdengar sangat sedih."

Raka berhenti, matanya yang tajam menatap ke depan. "Itu adalah memori yang mencoba mencari pemiliknya, Rani.

Mereka adalah bagian dari diriku yang terlepas saat aku menjadi Ketiadaan."

Wooommm... Wooommm...

Tiba-tiba, dari balik gundukan kristal, muncul sekelompok ksatria."

Mereka mengenakan zirah abu-abu yang kusam, tanpa lambang, tanpa nama. Yang paling mengerikan adalah wajah mereka, tidak terukir, tanpa mata, hidung, atau mulut.

Mereka adalah Ksatria Tanpa Memori, para pejuang yang pernah menjadi pahlawan di masanya namun terkena dampak penghapusan eksistensi Raka. Kini mereka hanya menjadi budak dari hukum alam yang haus akan keteraturan.

"Anomali terdeteksi. Tanpa Nama dan Benih Ilegal," salah satu ksatria berbicara melalui transmisi pikiran yang datar.

Sring!

Mereka menghunuskan pedang yang terbuat dari energi kelabu. Tanpa peringatan, mereka melesat maju.

"Rani, berlindung di balik batu itu!" perintah Raka.

BOOOMMMM!

Raka menangkis hantaman tiga pedang sekaligus dengan tangan kosong.

Percikan api perak memercik ke segala arah. Raka tidak ingin membunuh mereka, ia tahu di dalam zirah kosong itu ada jiwa-jiwa yang dulunya mungkin adalah kawan-kawannya.

"Matahari Rekoneksi: Sentuhan Kesadaran!"

Raka memutar tubuhnya, telapak tangannya menyentuh dada para ksatria itu satu per satu.

Bugh! Bugh! Bugh!

Setiap sentuhan Raka mencoba mengirimkan kembali secercah memori ke dalam jiwa mereka yang kosong. Namun, reaksi para ksatria itu justru mengerikan.

Mereka menjerit tanpa mulut, tubuh mereka bergetar hebat karena tidak sanggup menahan beban ingatan yang datang tiba-tiba."

Pertempuran itu menguras energi Raka dengan sangat cepat. Matahari ke-18 masih sangat tidak stabil, ia membutuhkan suplai energi "Kemanusiaan" agar tidak hancur. Di saat kritis itu, sosok Vanya tiba-tiba muncul dari balik kabut.

Meskipun memorinya tentang Raka masih terhapus, insting rohnya yang pernah menyatu dengan raga Raka selama ratusan tahun membimbingnya ke planet ini."

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!