NovelToon NovelToon
Jebakan Hati Gadis Cupu

Jebakan Hati Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: who i am?

Bagi Arlan, harga diri adalah segalanya. Namun, ketika sebuah kekalahan memaksanya memacari gadis paling "tak kasatmata" di sekolah, ia memulai permainan manipulasi yang paling berbahaya—tanpa sadar bahwa kepolosan adalah senjata yang paling mematikan bagi egonya.

Arlan tidak pernah kalah. Dengan wajah rupawan dan kekuasaan di tangannya, dia adalah "Tuhan" di SMA Nusantara. Hingga satu malam, sebuah taruhan konyol di meja biliar mengubah segalanya. Taruhannya sederhana: Taklukkan Lulu, si gadis kutu buku yang kuper, polos, dan selalu menunduk, lalu campakkan dia di malam perpisahan.
Bagi Arlan, ini hanyalah tugas mudah. Dia akan menggunakan pesonanya, melakukan love bombing, dan membuat Lulu bertekuk lutut. Namun, Lulu bukanlah lawan yang biasa. Kepolosan Lulu yang keterlaluan membuat semua taktik manipulasi Arlan mental. Saat Arlan mencoba menyakitinya, Lulu justru membalas dengan ketulusan yang menampar ego narsistiknya.
Siapakah yang akan hancur lebih dulu? Arlan dengan egonya, ata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon who i am?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Suasana sekolah setelah Sisil menjauh terasa sangat hampa bagi Lulu. Biasanya, di jam istirahat seperti ini, mereka akan duduk di pojok perpustakaan, berdiskusi tentang buku botani atau sekadar menertawakan hal-hal kecil. Sekarang, Lulu duduk sendirian di bangkunya, merapatkan buku pelajaran ke dadanya seolah benda itu bisa melindunginya dari tatapan tajam siswa-siswa lain.

Sisil masih duduk di sampingnya, tapi tembok di antara mereka terasa setinggi langit. Sisil tidak bicara, tidak melirik, bahkan tidak menawarkan bantuan saat Lulu kesulitan mencari catatan yang hilang. Lulu merasa sangat kesepian, namun ia terus membisikkan kata-kata Arlan di dalam hatinya: "Sisil itu iri sama kamu, Lu. Cuma aku yang peduli."

Tiba-tiba, pintu kelas terbuka dengan keras. Shinta masuk bersama dua temannya, membawa segelas minuman es di tangannya. Mereka berjalan langsung menuju meja Lulu.

"Aduh, liat deh si 'Ratu' kita," sindir Shinta sambil tertawa kecil. "Lu, gue beneran penasaran. Arlan itu biasanya sama cewek yang wangi parfum mahal, kok sekarang dia betah banget ya sama cewek yang bau buku tua dan kacamatanya setebal pantat botol begini?"

Lulu hanya bisa menunduk, tangannya gemetar. Ia memperbaiki posisi kacamatanya yang sedikit merosot karena keringat dingin. "Arlan... Arlan bilang dia suka aku apa adanya," jawab Lulu lirih.

"Suka apa adanya atau karena lo gampang disuruh-suruh?" Shinta sengaja menaruh gelas esnya yang berembun di atas buku ensiklopedia Lulu, membuat sampul buku itu basah. "Ups, sori. Gue nggak liat ada buku sampah di sini."

Lulu tersentak, ia segera menarik bukunya dengan panik. "Shinta, ini buku perpus... jangan digituin."

"Oh, lo lebih sayang buku daripada perasaan gue yang haus?" Shinta mulai meninggikan suara, sengaja memancing keributan.

Di saat itulah, Arlan muncul di ambang pintu. Ia melihat pemandangan itu dan langsung berjalan cepat menghampiri. Bukannya marah pada Shinta dengan cara yang kasar, Arlan justru menunjukkan sisi "pahlawan" yang sangat dramatis.

"Shinta, cukup," suara Arlan rendah namun tegas. Ia berdiri tepat di depan Lulu, menutupi pandangan Shinta.

Shinta memutar bola matanya. "Halah, Arlan. Gue cuma mau kenalan lebih deket sama 'mainan' baru lo ini."

Arlan mengambil buku Lulu yang basah, mengelapnya dengan sapu tangan mahalnya, lalu memberikannya kembali pada Lulu. "Lulu bukan mainan. Pergi sekarang, Shin. Jangan ganggu pacar gue kalau lo nggak mau urusan sama gue."

Begitu Shinta dan gengnya pergi sambil menggerutu, Arlan langsung berlutut di samping kursi Lulu. Ia memegang kedua tangan Lulu yang masih gemetar.

"Kamu nggak apa-apa, Lu?" tanya Arlan dengan nada yang sangat, sangat lembut. "Maafin mereka ya. Mereka itu cuma iri karena aku lebih milih nemenin cewek pinter kayak kamu daripada cewek-cewek kayak mereka."

Lulu terisak pelan. "Kenapa mereka jahat banget sama aku, Arlan? Aku nggak pernah salah sama mereka."

Arlan menarik Lulu ke dalam pelukannya. Di balik punggung Lulu, Arlan sebenarnya sedang menatap Sisil dengan tatapan mengejek, menunjukkan bahwa dia berhasil menjadi satu-satunya orang yang dibutuhkan Lulu.

"Dunia ini emang keras buat cewek selembut kamu, Lu. Makanya, kamu butuh aku. Kamu liat kan? Temen sebangku kamu aja diem aja pas kamu diganggu. Dia nggak bakal bisa jagain kamu," hasut Arlan tepat di telinga Lulu.

Lulu melirik Sisil yang tetap diam membatu. Hati Lulu terasa perih. Ia merasa benar-benar tidak punya siapa-siapa lagi selain Arlan.

Arlan mengajak Lulu ke area belakang sekolah yang sepi. Mereka duduk di kursi kayu di bawah pohon besar. Arlan mengeluarkan sebuah kotak bekal yang isinya makanan sangat mewah.

"Makan ya? Aku nggak mau kamu sakit," ucap Arlan sambil menyuapi Lulu.

Lulu menerima suapan itu dengan patuh. Ia merasa sangat dimanjakan. Namun, di tengah kemanisan itu, Arlan mulai melancarkan manipulasinya lagi.

"Lu, kamu tahu nggak? Shinta tadi bisa seberani itu karena kamu kelihatan... terlalu lemah," Arlan mengusap kacamata Lulu yang tebal. "Bukannya aku mau kamu dandan atau berubah, aku suka kamu cupu begini. Tapi, kamu harus mulai nurut sama apa yang aku bilang biar aku gampang belain kamu."

"Nurut gimana, Arlan?"

"Mulai besok, jangan bawa buku-buku berat ini ke sekolah lagi. Bawa yang perlu aja. Kamu harus fokus ke aku kalau di sekolah. Dan... kalau Sisil coba ngajak ngobrol, nggak usah ditanggepin. Dia itu 'mata-mata' Shinta, Lu. Dia sengaja diem tadi biar Shinta bisa bully kamu. Dia mau liat kamu hancur."

Lulu terbelalak. "Nggak mungkin, Arlan. Sisil nggak mungkin kayak gitu."

"Kamu terlalu polos, Lu. Orang pinter kayak kamu emang gampang dibohongin soal perasaan," Arlan menghela napas, pura-pura kecewa. "Tapi terserah kamu sih. Kalau kamu lebih percaya Sisil daripada aku yang baru aja belain kamu dari Shinta... ya udah."

Lulu panik. Ia tidak mau Arlan marah. "Enggak, Arlan! Aku percaya kamu. Aku bakal lakuin apa yang kamu minta."

Arlan tersenyum puas. Ia kemudian mengeluarkan ponselnya. "Oh iya, Reno pengen liat kamu pake kacamata aku sebentar. Buat lucu-lucuan aja di grup, katanya biar kamu kelihatan kayak sekretaris pribadi aku. Kamu mau kan? Cuma buat foto."

Arlan memakaikan kacamata hitam miliknya ke wajah Lulu. Lulu yang sudah memakai kacamata tebal, kini ditumpuk lagi dengan kacamata hitam Arlan. Penampilannya terlihat sangat konyol dan aneh.

Cekrek!

Arlan mengambil foto Lulu yang tampak "bodoh" dengan dua kacamata bertumpuk itu. Lulu tidak bisa melihat apa-apa, tapi ia tertawa karena Arlan tertawa.

"Kamu lucu banget kalau begini, Lu. Aku makin sayang," ucap Arlan sambil mengirim foto itu ke grup WhatsApp gengnya dengan caption: "Update target: Sekarang dia mau gue suruh pake kacamata double. Bego banget tapi nurut. Level 13: COMPLETED."

Di grup itu, Reno, Gani, dan bahkan Shinta langsung membalas dengan emoji tertawa sampai menangis. Mereka semua sedang menonton drama ini dari kejauhan, sementara Lulu merasa sedang berada di puncak kebahagiaan.

Malam harinya, Lulu menatap fotonya sendiri di cermin dengan kacamata tebalnya. Ia merasa kepalanya sedikit pusing karena kejadian di sekolah, tapi ia merasa sangat beruntung. Ia membuka buku hariannya.

“Hari ini Arlan belain aku lagi dari Shinta. Sisil malah diem aja. Arlan bener, cuma dia yang bisa aku percaya. Aku harus lebih nurut sama Arlan biar dia nggak capek jagain aku.”

Lulu tidak sadar, bahwa setiap kali ia "nurut", ia sedang menggali lubang kuburnya sendiri. Arlan membiarkannya tetap cupu bukan karena suka, tapi karena semakin cupu Lulu, semakin besar kepuasan Arlan saat berhasil mempermalukannya nanti di depan semua orang di bab 80.

Setiap pujian Arlan adalah benang yang menjahit mulut Lulu agar tidak bisa protes. Setiap pelukan Arlan adalah borgol yang memastikan Lulu tidak bisa lari ke mana-mana. Dan kacamata tebal itu... tetap bertengger di hidung Lulu, menjadi saksi bisu betapa butanya hati gadis itu terhadap predator yang sedang membelainya.

1
Valent Theashef
mreka bakal ketemu lagi tp entah brp th..
lily
cerita yang menarik semoga sampai tamat
Valent Theashef
bgus,liat coba end ny apakh mreka brsma ???
Siska Dores
😍
Valent Theashef
penuh tantangan suka deh film novel kyk gni,
Dewi Yanti
ko ada cowo ky reno yg jahat bgt
Siska Dores
next kak
Siska Dores
lanjutt kak
Siska Dores
next kak
Siska Dores
greget bngt
Siska Dores
next kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!