NovelToon NovelToon
Beyond The Castle Walls

Beyond The Castle Walls

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Kerajaan
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

Terperangkap dalam sangkar emas Aethelgard, Putri Aurelia mendambakan dunia di balik dinding istana yang megah. Beruntung, ada Lucas, seorang pemuda logistik istana yang tampak biasa namun menjadi satu-satunya orang yang berani membuka jalan bagi sang putri untuk menggapai kebebasan yang ia impikan. Namun, perjalanan mereka tak semudah yang dibayangkan. Reruntuhan dunia luar menyimpan kejutan dan bahaya tak terduga. Bersama Lucas, Aurelia harus mengungkap misteri yang telah lama terkubur di Aethelgard. Salah satunya adalah rahasia di balik kematian ibunda tercinta yang ternyata menyisakan plot twist mengejutkan. Akankah ia berhasil menemukan kebenaran yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjamuan yang Membeku

Dua hari kemudian, gerbang utama Aethelgard dibuka lebar untuk menyambut rombongan besar dari Kerajaan Valeront. Kereta kencana yang paling megah berhenti tepat di depan tangga istana.

Dari dalamnya, turunlah Raja Alaric, penguasa Valeront yang dikenal dengan ketegasannya, diikuti oleh putranya, Pangeran Theo.

Aurelia berdiri di samping ayahnya, Raja Valerius. Suasana di puncak tangga itu terasa sangat menekan. Ini bukan sekadar kunjungan teman lama, melainkan pertemuan dua penguasa besar.

Raja Valerius berdiri tegak, wajahnya sedingin marmer istana, tanpa sedikit pun menoleh ke arah Aurelia yang berdiri kaku di sisinya.

"Tersenyumlah, Aurelia," perintah Raja Valerius dengan suara rendah yang hanya bisa didengar oleh putrinya. "Tunjukkan martabatmu di depan Raja Alaric."

Aurelia hanya bisa menarik napas panjang dan memasang senyum formal saat Raja Alaric menaiki tangga. "Selamat datang di Aethelgard, Baginda Raja Alaric. Kami merasa terhormat atas kehadiran Anda," ucap Aurelia dengan nada yang sangat terjaga.

Raja Alaric mengangguk singkat, matanya yang tajam seolah sedang menilai kualitas seorang calon menantu. "Terima kasih, Tuan Putri. Dan Baginda Valerius, senang melihat hubungan kita tetap kuat seperti tembok istana ini."

Malamnya, aula utama dipenuhi dengan kemewahan perjamuan. Di meja panjang, Raja Valerius duduk berhadapan dengan Raja Alaric, sementara Aurelia duduk di antara ayahnya dan Theo.

Di tengah denting gelas anggur dan gelak tawa para bangsawan, Aurelia merasa semakin terasing. Kedua raja itu asyik berbincang mengenai militer dan wilayah utara, seolah-olah Aurelia hanyalah pajangan diplomatik di kursi itu.

"Ayahanda, saya permisi sebentar untuk menghirup udara segar," bisik Aurelia saat rasa sesak di dadanya tak lagi tertahankan.

Raja Valerius hanya mengangguk kecil tanpa sedikit pun menatap mata Aurelia. Tatapan dingin itu lebih menyakitkan daripada bentakan mana pun. Aurelia segera bangkit dan keluar menuju koridor yang lebih sepi.

Ia berjalan menuju taman belakang, dan seperti yang ia duga, Elara sudah berdiri di dekat pilar, tampaknya memang sedang menunggunya.

"Aku tahu kamu butuh keluar dari sana," ucap Elara prihatin. "Raja Alaric dan ayahmu sedang sangat serius membahas 'persatuan' dua kerajaan. Theo juga tidak berhenti bertingkah seolah dia sudah memiliki tempat di sini"

Aurelia menyandarkan kepalanya di pilar yang dingin. "Aku merasa muak, Kak Elara. Ayah benar-benar tidak menganggapku ada. Beliau hanya bicara denganku untuk memberikan perintah atau menjaga nama baik di depan Raja Alaric. Aku merasa seperti benda mati di ruang perjamuan itu."

"Aurelia, dengar. Aku melihat Lucas di dekat gudang bawah tadi. Dia sedang mengawasi pemindahan kiriman anggur untuk perjamuan ini. Pergilah bicara dengannya sebentar sebelum kamu harus masuk lagi," saran Elara.

Aurelia segera menyelinap menuju kantor logistik. Di sana, Lucas sedang berdiri di ambang pintu, menatap langit malam dengan raut wajah yang juga tampak terbebani.

"Lucas..." panggil Aurelia pelan.

Lucas menoleh dan langsung menghampirinya. "Perjamuannya masih berlangsung, bukan? Kenapa kamu ada di sini dengan gaun megah ini?"

"Aku tidak sanggup lagi berada di sana, Lucas. Raja Alaric datang membawa pengaruh besar, dan Ayah bersikap seolah aku tidak punya suara sama sekali," curhat Aurelia. Suaranya bergetar menahan amarah.

Lucas menatap Aurelia dengan tatapan yang tenang namun kuat. "Aku tahu. Aku melihat daftar pengiriman hadiah dari Raja Alaric yang masuk ke gudang sore tadi. Semuanya adalah persembahan untuk mengikat komitmen kerajaan kita. Itu cara mereka mengklaim posisinya lewat harta."

"Aku tidak peduli dengan semua itu! Aku hanya ingin Ayah mendengarkanku," ucap Aurelia putus asa.

"Ayahmu adalah raja yang hanya melihat dunia melalui strategi, Aurelia," kata Lucas lembut. "Tapi jangan biarkan kedinginannya membuatmu menyerah. Jika kamu menyerah sekarang di depan Raja Alaric dan Theo, mereka akan benar-benar menguasai hidupmu."

Aurelia menatap Lucas, merasa sedikit lebih kuat karena ada satu orang yang tetap melihatnya sebagai manusia. "Apa yang harus aku lakukan lusa saat Ayah mengajak Raja Alaric dan Theo meninjau perbatasan? Aku dipaksa ikut."

Lucas terdiam sejenak, memikirkan strategi. "Ikutlah. Aku juga akan memimpin tim logistik di belakang rombongan kalian atas perintah Raja. Selama perjalanan itu, perhatian kedua raja akan terbagi pada urusan militer. Itu adalah waktu yang tepat bagi kita untuk membicarakan rencana kita selanjutnya tanpa diawasi tembok istana."

Aurelia mengangguk. "Terima kasih, Lucas. Setidaknya aku tahu kamu akan ada di sana."

"Aku akan selalu ada di sana," jawab Lucas mantap.

Aurelia kembali ke aula perjamuan dengan kepala tegak. Meskipun ayahnya tetap dingin dan kehadiran Raja Alaric sangat menekan, Aurelia kini memiliki rencana.

Perjalanan menuju perbatasan lusa bukan hanya sekadar kunjungan, tapi awal dari langkahnya untuk menentukan nasibnya sendiri.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!