Hai readers dukung karya ku dengan selalu meninggalkan jejak VOTE LIKE KOMEN dan share.
Maya adalah teman masa kecilku.
Dulu, kami begitu dekat hingga pada akhirnya kami harus terpisah. setelah sekian lama akhirnya kami bertemu kembali, dan benih benih cinta pun mulai bersemi.
kami menjalin sebuah hubungan, seakan tak ingin berpisah darinya. bahkan aku telah melamarnya, akan tetapi aku justru menikah dengan wanita lain, dia adalah Cecilia.
pernikahan yang kami jalani tanpa dasar cinta. Hatiku masih tertutup untuknya. aku masih mencintai Maya dan berharap kembali padanya.
hingga suatu hari Cecilia pergi disaat aku mulai mencintainya. aku jatuh terpuruk setelah kepergiannya. cinta ku kepada Maya lenyap begitu saja.
hingga takdir mempertemukan aku dan Maya kembali.
bagaimana kisah selanjutnya, apakah aku dan Maya akan bersatu??
ikuti kisahnya dalam Maya Janda Memikat
selamat membaca 🤓
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahbana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 24 kembali ke Ibukota
Tak ingin terlibat terlalu lama dan semakin dalam dengan Maya begitu juga dengan Raja, ku putuskan kembali ke Jakarta.
Masih banyak yang harus aku lakukan, termasuk menata kembali hidupku yang sempat terbengkalai. Aku mencoba mencari pekerjaan, dengan pengalaman yang selama ini aku peroleh, tidak terlalu sulit.
Aku mendapat pekerjaan di tempat yang baru, meskipun bukan di posisi seperti di perusahaan Faruq, tapi aku cukup puas dengan semua itu.
Aku menghubungi Faruq untuk mengabari tentang kedatangan ku ke Jakarta. Dia terdengar senang dan akan menemuiku secepatnya. Aku juga memberitahunya jika aku sudah bekerja di perusahaan XX.
Meskipun dia awalnya kecewa karena aku memilih untuk bekerja di tempat lain, namun aku berhasil meyakinkannya. Aku hanya tidak ingin menggantungkan hidupku terus menerus kepada Faruq. Aku sendiri yang memutuskan untuk resign dari perusahaannya.
Aku tidak lagi tinggal di apartemen, kuputuskan menyewa sebuah rumah kontrakan yang dulu pernah kutinggali bersama Cecilia di awal pernikahan kami.
Selain karena tempatnya yang nyaman, juga karena harga sewanya sesuai dengan gajiku saat ini. aku mengemasi semua barang barangku dan membawanya ke rumah sederhana itu, begitu juga dengan barang barang milik Cecilia, yang sebagian aku simpan sebagai kenang kenangan.
Aku menatanya satu persatu dan meletaknya sesuai tempatnya. Semua milik Cecilia juga fotonya, aku menyimpannya di kamar yang dulu pernah ditempatinya.
Sebenarnya Maya memintaku untuk menempati rumah lamanya, akan tetapi aku menolaknya. Terlalu banyak kenangan di rumah itu. Dulu dia memberikan rumah itu untuk ku tinggali bersama Cecilia.
Memang dia tidak memberikannya secara langsung, melainkan menitipkannya pada Faruq. Karena sebelum aku melangsungkan akad nikah bersama Cecilia, Maya sudah pergi meninggalkan kota ini. sekarang di saat aku sudah sendiri pun, aku enggan tinggal di sana.
Aku dan Faruq telah membuat janji akan ketemuan di sebuah kafe. Aku pun bersiap siap pergi kesana. Beberapa jam kemudian aku telah berada di lokasi yang telah ditentukan.
Rupanya Faruq telah lebih dulu datang. Faruq telah memesan tempat khusus untuk kami. Saling berpelukan sebagai pembuka pertemuan kami, setelah beberapa bulan aku mengasingkan diri.
Mulai dari bertanya kabar masing masing, hingga aku menceritakan pertemuanku dengan Maya di kota kecil itu.
“akhirnya lu menemukannya juga.” Kata Faruq sambil tersenyum, membuatku sedikit heran.
“apa lu telah menyembunyikan sesuatu dari gue?” tanyaku menyelidik.
“ah tidak juga.” Jawabnya.
Aku merasa seperti ada yang disembunyikan Faruq dariku, mengenai Maya. Kota yang aku tuju waktu itu adalah rekomendasi darinya. Jangan jangan dia telah mengetahui keberadaan Maya, dan sengaja mempertemukan aku dengannya.
“apa lu juga tahu tentang Raja?”
“sedikit.” Jawabnya singkat, membuatku semakin penasaran.
Aku terus menginterogasinya, memberondongnya dengan berbagai pertanyaan mengenai Maya dan Raja, anak Maya. Sedangkan Maya mengatakan padaku jika dia tidak pernah menikah dengan siapapun.
Aku berfikir Maya sama halnya dengan Cecilia yang hamil di luar nikah. Mungkin saja dia telah berhubungan dengan seorang pria sehingga membuatnya hamil.
Atau bisa jadi anak itu adalah darah daging David Abraham, mereka tidak menikah karena David harus menikahi Amanda, yang juga hamil karena perbuatannya.
“semua yang ada di pikiran lu salah.”
“sejak kapan lu berfikir Maya sekotor itu, bukannya lu dulu yang mati matian membela kehormatan Maya.”
Kalimat itu berhasil membuatku terdiam untuk sesaat, aku telah berprasangka buruk mengenai Maya. Aku hampir saja lupa jika akulah yang telah merenggut kesuciannya.
Setelah apa yang kulakukan padanya, kini aku menuduhnya melakukan yang belum tentu dia lakukan. Seharusnya aku tidak bertanya soal Maya, bukankah aku telah berusaha menghindarinya.
Rasa cintaku padanya telah memudar bahkan bisa dikatakan telah menghilang. Bayangan Cecilia masih sering menghantuiku. Perasaan bersalah itu terlalu kuat menguasai ingatanku.
“sudahlah gue nggak mau bahas soal Maya lagi.”
“kenapa...? apa karena rasa bersalah lu kepada Cecilia?”
Lagi lagi aku hanya terdiam saat Faruq menanyakan hal tersebut. Aku tak dapat menyangkal, karena memang itulah yang terjadi.
“lu gak lagi menjadikan Maya sebagai kambing hitam atas kematian istri lu kan?”
“tentu saja tidak, gue tau gue yang salah dalam kecelakaan itu. dan semuanya nggak ada hubungannya dengan Maya. Berhentilah membahas Maya, aku sudah bersusah payah melupakannya.”
“ok!”
Di saat Faruq tak lagi membahas tentang Maya, entah kenapa justru aku yang penasaran. Tiba tiba saja aku teringat Raja.
Hatiku merasa tenang saat didekatnya, aku merasa seperti menemukan sesuatu yang telah hilang dari diriku.
Anak itu telah berhasil mencuri hatiku. Mungkin ini karena aku telah kehilangan seorang anak, dan rasa rindu kepada Raja hanya sebagai pelarian saja.
Hari semakin larut, aku mengakhiri pertemuanku dengan Faruq dan kembali pulang. Di atas sebuah kasur berukuran tidak terlalu besar namun lumayan nyaman, sambil menatap langit langit, aku mencoba mencerna setiap kata yang pernah diucapkan Maya, begitu juga dengan Faruq.
Seperti ada yang mereka sembunyikan dariku. Aku mulai berpikir, jika aku tidak mencintai Maya tidak ada salahnya jika aku berteman dengannya. Bukankah aku telah menerima tawarannya saat bertemu dengannya beberapa minggu yang lalu.
Aku mengambil dompetku, aku ingat Maya menuliskan nomor ponselnya di sebuah kertas dan memberikannya padaku waktu itu, karena saat itu aku tidak membawa handphone. Aku memindahkan nomor Maya dan menyimpannya di kontak ku.
Awalnya aku tidak tertarik saat dia memberikan nomornya, bahkan aku tidak mengabarinya sama sekali sejak kedatanganku di Jakarta.
Maya tidak bersalah, tidak sepantasnya aku memperlakukannya seperti ini.
Setelah yang kulakukan padanya beberapa tahun lalu, dia masih mau menerima ku dengan baik.
Dia tidak marah padaku atas apa yang kulakukan padanya. Bahkan saat bertemu denganku, sama sekali tak kulihat guratan kebencian di wajahnya.
Maya menerimaku dengan sangat baik. Sikapnya tak ada yang berubah, masih sama seperti yang dulu. Maya adalah wanita yang baik, aku telah salah menilainya. Soal Raja aku yakin ada yang disembunyikan dariku.
Aku berniat akan menghubunginya, tapi tidak malam ini sebaiknya besok saja. Aku terlalu lelah dan akan beristirahat. Besok aku harus kembali bekerja.
Aku mencoba memejamkan mataku, namun sulit. Sedangkan waktu sudah hampir pagi. Pikiranku telah dipenuhi oleh Maya dan Raja.
Aku keluar kamar untuk mengambil segelas air, lalu menuju ruang tengah dan menyalakan televisi. Tak sadar aku sudah tertidur di sofa, dan bangun kesiangan. Alhasil aku hampir saja telat datang ke kantor.
Beberapa hari kemudian.....
Bahkan hingga detik ini aku belum juga menghubungi Maya. Aku akan mencoba mengirim pesan singkat padanya.
me: hai May....
Maya: hay Rend, kupikir kau sudah benar benar melupakan aku.
Me: maaf, aku sibuk
Maya: ok tidak masalah.
Rasanya canggung, seakan aku baru mengenalnya. Ini semua membuatku semakin tidak nyaman. Tak lama kemudian...
Maya: kalau kau ada waktu, menelfonlah. Aku ingin mendengar suaramu. (diakhiri emoticon smile)
Aku tersenyum membacanya tanpa membalas pesannya.
Jangan lupa vote like and comment
Tunggu episode berikutnya ya.... Terimakasih 😘
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun ❤️
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-Suamiku Posesif (Adam & Alina)
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengawal Tampan Nona Judes
-BELOVED
-Pengantin Pengganti Tersakiti
dan rendy dan maya bisa kembali romantis lgi.
dan trll prcya sm david.itu kesalahn ny trll bodoh,klo mya msh suka sm david satukn aj lh thor klo menurutmu itu bgus.aku jd ilfeel sm peran cewek ny yg trll murahan dn gk menghargai pasangan nya.katany cinta sm rendy tp gk bs jga hrga diriny.kesel