NovelToon NovelToon
Mafia Bucin

Mafia Bucin

Status: tamat
Genre:Mafia / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Cinta Terlarang / Roman-Angst Mafia / Obsesi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aam aminah

Yt : Aam Aminah

IG : Aamaminah45

Aurin dan Nanda menjalin hubungan asmara sejak SMA sementara keluarga nanda tidak setuju karna aurin anak dari seorang pelacur karna dijual ayahnya.
ibunya bekerja di Bar sementara ayah nya pemabuk dan selalu menyakiti Aurin serta ibunya kehidupan yang menderita sering Aurin rasakan ditambah kisah cinta Asmaranya.
Suatu ketika ayahnya Aurin menjualnya saat itu Raka ketua Mafia sedang ada disitu saat itu Aurin meminta tolong ke Raka orang asing tapi karna keadaan mendesak aurin dengan sangat ceroboh nya meminta bantuan dengan orang asing tidak lain Raka.
Raka pun membantu aurin dengan syarat tanpa berfikir lagi aurin menyetujui persayaratanya.
Padahal Raka dan Nanda musuh sementara Nanda tidak tau Aurin dijual.
akan kah aurin bertahan dengan siksaannya atau malah bertahan dengan keganasan Raka yang setiap saat menyiksanya tanpa henti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aam aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Panggilan

Malam ini Aurin benar benar kesal dengan kejadian tadi siang karna ulah gila Raka dia begitu malu untuk turun ke bawah bayangan nya mengingat ke jadian tadi siang.

Flashback

Aurin sedang menonton Drakor yang diperankan oleh Song Jong Ki dia sungguh sang fans dengan SJK itu singkatan Song Jong Ki.

Saat sedang asik menontonnya Aurin tersenyum senyum sendiri sambil memanggil manggil Oppa Jong Ki saat itu Raka sedang mau duduk dipinggir Aurin karna saking fokus nya menonton SJK Aurin tidak menyadari kalo di samping nya ada Raka.

"Oppa Jong Ki, Muach muachhh." ucap Aurin saat melihat SJK sedang berdiri kini Raka menatap Aurin tajam dia pun langsung mengambil handphone Aurin.

"Ehhh." ucap Aurin matanya langsung melihat yang mengambil handphone nya dia kaget langsung diam.

"Tuan." ucap Aurin sementara Raka mukanya marah.

"Kau panggil aku Tuan sementara dia orang asing bahkan kau sebut dia Oppa." ucap Raka kedengaran aneh Raka mengucapkan kata Oppa bagi Aurin bukan nya takut kini Aurin tertawa karna lucu logat manggil Oppa nya.

"Hey." ucap Raka membanting handphone itu sampai terjatuh di bawah mata Aurin langsung menuju handphone itu.

Dia kenapa sih.?? Aurin.

"Panggil aku dengan sebutan Oppa." ucap Raka keras kini Aurin hanya terdiam dia takut dengan raut muka Raka.

"Ba, Baik Oppa." ucap Aurin Raka tersenyum karna Aurin menurut padanya sementara di hatinya lain dia mengutuki lelaki bodoh di depan nya.

"Hey." ucap Seseorang membuyarkan lamunan Aurin dia menatap Raka sudah rapih rambutnya di sisir dengan sangat rapih.

"Oppa." ucap Aurin sejujurnya dia males memanggil Oppa.

"Kau sedang melamun." Raka duduk di samping Aurin.

"Kau mau ikut Oppa jalan jalan." ucap Raka lagi karna tak mendengar jawaban Aurin.

"Ayo." Raka langsung menarik tangan Aurin dengan erat dan membawa nya ke mobil di sana sudah ada Max yang berdiri menunggu Raka pintu mobil terbuka saat mereka sudah dekat.

Diperjalanan Aurin ingin bertanya tapi dia ragu karna hening tidak ada pembicaraan Aurin pura pura tidur kini Raka yang mengoda Aurin tangan nya mulai tak di kondisikan.

"Kenapa tidur." ucap Raka Aurin melihat Raka.

"Ada yang Oppa butuhkan." ucap Aurin dia sikilas melirik Max yang berusaha menahan senyum.

Lihat lah sekertaris mu saja geli dengan panggilan ku apa lagi aku yang memanggilnya.!!! Aurin.

"Ahhh kepala ku sakit." ucap Raka kepalanya menyender di bahu Aurin.

"Diam dan jangan bergerak atau aku akan jadikan kau patung." ucap Raka sementara Aurin tak bergerak sedikit pun bahkan hembusan nafas nya berusaha tidak bergerak.

Eeh bukan bergerak berhembus.!!

Sementara Raka tersenyum dengan Aurin yang seperti patung diam bahkan tak berkedip tiba tiba Raka tertawa tidak tahan dengan sikap Aurin.

"Hahahaha." tawanya bergelegar memenuhi mobil itu kini Aurin menatap Raka sementara Max dia menatap dari spion nya.

Kau kerasukan.??? Aurin.

"Oppa, apa Oppa kerasukan.??" ucap Aurin tangan nya mengecek dahi Raka sementara Raka masih tertawa.

Sepertinya hari ini jadwal periksa Tuan.!! Max.

"Hey apa yang kau pikirkan bodoh." ucap Raka yang tau raut wajah Max dari spion nya.

"Tidak Tuan." ucap Max dia masih menahan senyum nya.

Raka pun menatap tajam Max.

"Kulit mu bagus juga kalo buat jaket kulit ku." ucap Raka dia sambil melirik Aurin terus ke Max.

"Maaf Tuan." ucap Maaf dan Aurin pun menunduk.

"Kalian Pacaran." ucap Raka menatap kedua nya.

"Tidak Tuan." ucap mereka bebarengan Aurin dan Max melihat satu sama lain.

Berhenti mengikuti ku jawaban bicara ku sekretaris bodoh. Aurin.

Aurin sambil menatap tajam Max sementara Max dia sama sekali tidak takut dengan lirikan Aurin.

Nona Aurin berhenti menatap ku seperti itu saya tidak takut kecuali kamu Suzana baru takut. Max.

"Hey." ucap Raka yang sedap tadi melihat keduanya.

"Kalian bener bener mau di gantung yah." ucap Raka kesal.

"Maaf Oppa." ucap Aurin dia sedikit membenarkan posisi duduk nya sementara Max fokus menyetir.

"Sudahlah aku mau tidur." ucap Raka dia membaringkan kepalanya dia kesal melihat Aurin berbicara dengan Max tidak takut tapi sama dirinya seperti takut.

Sementara di penjara bawah tanah milik Raka Nanda dia di kurung di situ tidak di kasih makan sama sekali bahkan untuk minum pun Nanda tidak di kasih.

Tiba tiba ada penjaga membawah kan minuman dan makanan untuk Nanda.

"Tuan, saya anak buah Nya Non Laura." ucap Penjaga itu.

"sekarang saya akan membebaskan Tuan." ucap Penjaga itu lalu membuka pintu itu Nanda pun keluar dari situ.

"Laura, dimana.??" ucap Nanda menatap anak buah itu.

"Ikuti saya Tuan." Anak buah itu melangkah duluan Nanda mengikuti di belakang nya.

Saat sudah bisa keluar dari situ Nanda di bawah pria itu ke gedung tidak jauh dari rumah Raka di sana sudah ada Laura saat melihat Nanda Laura langsung memeluk nya Nanda membiarkan Laura memeluk nya.

"Nanda, aku rindu." ucap Laura sambil memeluknya.

Tambah Nanda sadari hatinya berdebar dia pun langsung melepaskan pelukan nya bayangan wajah Aurin menyelimutinya sementara Laura menatap Nanda hatinya benar benar sedih pengorbanan nya selalu sia sia.

"Aku tau kamu masih mencintai Aurin, izinkan aku juga membuat mu jatuh cinta pada ku entah itu kapan." ucap Laura tanpa sadari air matanya terjatuh sementara Nanda hanya terdiam dia masih tidak bisa berfikir hatinya begitu bimbang.

"Ibu, sekarang mengkhawatirkan keadaan mu lebih baik kita pergi menemuinya." ucap Laura dia mengandeng tangan Nanda sementara Nanda hanya diam membisu tapi membiarkan Laura memegang tangan nya.

Sesampainya di rumah Nanda mereka langsung menuju kamarnya Bu Mawar di sana sudah ada bu Mawar yang menangis saat Nanda membuka pintunya.

Bu Mawar melihat Nanda dia langsung memeluk Nanda menangis di pelukan Nanda sementara Laura memandanginya sambil tersenyum.

"Kamu tidak apa apa." ucap Bu Mawar dia memegangi wajah Nanda sungguh karna kesalahan nya waktu dulu membuat putra kesayangan nya merasakan penderitaan.

"Bu, udah makan." ucap Nanda yang melihat wajah nya sangat pucat.

Bu Mawar pun mengeleng mereka makan bersama dengan perasaan campur aduk sementara pikiran nya.

Saat diperjalanan Max mendapat telvon dari anak buah nya bahwa Nanda kabur Raka menatap tajam Max dia sangat marah rahang nya sudah mengeras.

"Max, sekarang juga pergi ke rumah nya si ****** itu." ucap Raka sambil tangan nya mengepal dia akan memberikan pelajaran.

Sementara Aurin melihat Raka seperti itu sangat takut tadi waktu berangkat dia seperti manusia normal sekarang berubah.

Sebenernya tadi siapa yang menelvon.!! Aurin.

Mobil pun melaju kencang menuju rumah Prasetya.

1
Chabby_45
bagus
Dewi Fajar
baru mampir Thor..sampai di bab ini ceritanya bagus..cuma agak sedikit terburu buru kesannya
Puput Sary
suka SM ceritanya
Thalitha Ulva
ini Rey sama Rara goblok,, nggak bisa bedain yg benar dan salah,, apa mereka sudah menyelidiki nya????
Thalitha Ulva
Raka mending jujur sama istri mu
Thalitha Ulva
Maxi sebenarnya baik,, tp dia sangat takut sama raka
Thalitha Ulva
Raka ini manusia seperti apa sich..karena biasanya walaupun mafia tp nggak akan tega nyakiti keluarga dan seluruh bawahannya
Thalitha Ulva
Raka sama sekali tidak mencintai aurin,,kalo cinta ,nggak gitu sikapnya,kasar banget ...
Thalitha Ulva
Raka ini kejam tp konyol juga ya thor...jadi nggak terlalu merinding bacanya 😂😂
threecreat
bgus
Erlin Sylvianna
harimau dan macan apa bedanya tor
Lina Maulina Bintang Libra
ini nm nya bucin, obsesi, posesif lengkap dirimu raka
Lina Maulina Bintang Libra
ayahmu membunuh k dua orang tua Raka
Lina Maulina Bintang Libra
😁😁😁😁 datang ga d undang y
Lina Maulina Bintang Libra
CK ternyata ska celap celup
Selene
imut sama cakepan nanda kok 🤣
Lhady Uriyama
koq gak sesuai judul thor
Lhady Uriyama
apa sih blm ngerti ceritanya sampai di sini
Iin
mampir
Solehan Abdy
hahahaha.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!