NovelToon NovelToon
Setelah Benda-Benda Bicara, Seluruh Keluarga Berlutut Memohon Ampun

Setelah Benda-Benda Bicara, Seluruh Keluarga Berlutut Memohon Ampun

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Sari

Dibuang di tengah hujan oleh keluarganya sendiri, Keira Santoso nyaris mati — sampai sebuah lampu jalan BICARA padanya.

Sejak malam itu, dia bisa mendengar suara semua benda. Jantung yang mau mogok kerja. Kalung yang membisikkan rahasia. Berlian yang memanggilnya Tuan Putri.

Dan sentuhan seorang CEO tampan yang semua orang tak bisa menyentuhnya... adalah satu-satunya obat untuk keduanya.

Enam kakak yang dulu mengabaikannya? Sekarang rebutan memanjakannya.
Keluarga yang membuangnya? Berlutut memohon ampun.

Tapi Keira sudah menemukan rumahnya yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Bab 23

Sabtu pagi, Keira terbangun di pelukan Edric.

Lebih tepatnya, ia menemukan dirinya menggulung seperti paket salah kirim, melewati bantal panjang yang semalam menjadi batas aman, lalu menempel di sisi tubuh Edric dengan satu tangan masih menggenggam bajunya.

Keira membuka mata.

Gelap.

Tenang.

Hangat.

Tiga kata itu cukup berbahaya untuk membuat otaknya langsung menyalakan alarm.

Ia menarik napas pelan dan mencoba mundur.

Lengan Edric di punggungnya tidak bergerak.

"Ric," bisik Keira.

"Hmm."

"Saya mau bangun."

"Tidak bisa."

Keira diam. "Kenapa?"

Suara Edric tetap rendah, datar, nyaris meyakinkan. "Aku sedang kena serangan."

Keira, yang sudah merasakan napasnya stabil, detak jantungnya tenang, dan tubuhnya sama sekali tidak gemetar, menatap gelap dengan curiga.

"Serangan apa?"

"Serangan yang membutuhkan kamu tetap diam."

"Itu terdengar bukan diagnosis medis."

"Dokterku belum memberi nama."

Bantal panjang di antara mereka, yang sekarang terlempar ke lantai, berbisik, "Aku dikorbankan demi romansa. Tidak ada yang menghargai profesi pembatas."

Keira menutup mata sebentar.

Ia ingin marah.

Sayangnya, ia terlalu nyaman.

Itu masalah.

Ia akhirnya menarik diri dengan perlahan. Edric tidak menahan lebih kuat. Hanya jarinya sempat menyentuh pergelangan Keira seolah enggan melepas, lalu mengendur.

"Saya harus pulang sebelum orang rumah bangun," kata Keira, merapikan rambut dengan tangan.

"Malam ini datang?"

Pertanyaannya sederhana, tetapi membuat dada Keira berdebar dengan cara yang sangat tidak profesional.

"Kalau tidak dijaga kakak polisi."

"Aku bisa mengirim mobil."

"Jangan. Itu akan membuat masalah berubah dari mencurigakan menjadi kriminal keluarga."

Sudut bibir Edric naik sedikit. "Baik. Hati-hati, Naira."

Nama palsu itu membuat Keira sadar lagi.

Naira.

Bukan Keira.

Ia berdiri, mengambil tas, dan keluar dari suite sebelum jantungnya membuat keputusan yang bodoh.

Di dalam Grab menuju Mansion, Keira menatap jalan pagi Kota S dan melakukan rapat darurat dengan dirinya sendiri.

Ini bukan jatuh cinta.

Ini kurang tidur yang akhirnya terbayar.

Ini hormonal.

Sentuhan fisik menghasilkan pelepasan oksitosin. Genggaman tangan, pelukan tidak sengaja, tidur nyenyak setelah insomnia panjang, semua itu bisa membuat manusia salah mengartikan reaksi kimia sebagai perasaan.

Sangat ilmiah.

Sangat masuk akal.

Masalahnya, begitu ia mengingat tangan Edric yang hangat dan cara pria itu berkata "temanku", jantungnya tetap berkhianat.

Keira memejamkan mata.

Baik.

Strategi ekstrem.

Ia membayangkan tangan Edric sebagai kaki babi rebus di piring makan.

Kulit mengilap. Kuah kental. Aroma kecap.

Jantungnya langsung tenang.

Keira membuka mata dengan puas.

Berhasil.

Setidaknya sampai malam nanti.

Ia bahkan membuat catatan mental yang sangat ilmiah.

Satu, Edric adalah obat tidur berjalan.

Dua, obat tidak boleh diberi makna romantis.

Tiga, jika obat itu memiliki suara rendah, tangan hangat, dan senyum yang jarang muncul, itu tetap obat.

Empat, kaki babi rebus harus dipanggil setiap kali poin satu sampai tiga mulai gagal.

Keira merasa dirinya sangat rasional.

Grab yang ia tumpangi berbisik dari dashboard, "Kalau rasional perlu diulang sebanyak itu, biasanya sudah kalah."

Keira pura-pura tidak mendengar.

Di Mansion, tidak ada yang menangkapnya. Ko Kevin belum pulang dari tugas, Ko Darren mungkin sudah berangkat ke Yanzhen Jewelry, dan Brandon masih belum bangun. Keira mandi, sarapan sedikit, lalu membuka ponsel.

WhatsApp dari Wulan masuk bertubi-tubi.

`Kei.`

`Ada berita aneh.`

`Nama lo terdaftar di Piala Gemilang.`

`Tapi lo bilang nggak daftar, kan?`

Keira menatap layar.

Rasa kantuk yang tersisa langsung hilang.

Ia membuka situs Piala Gemilang. Di daftar peserta Universitas S, namanya memang ada.

Keira Santoso.

Nomor KTP benar. NIM benar. Program studi benar. Bahkan alamat email kampusnya benar.

Keira tidak pernah mendaftar.

Tidak banyak orang punya data lengkap itu.

Santoso.

Lebih tepatnya, Seline.

Keira bersandar di kursi.

Jadi itu rencananya.

Di Universitas S siang itu, Seline Santoso duduk di ruang studio dengan wajah lembut dan senyum yang tampak seperti tidak pernah menyakiti siapa pun.

Di depannya, laptop terbuka pada halaman konfirmasi Piala Gemilang.

Nama Keira sudah terdaftar.

Seline menekan ujung kukunya pelan ke meja.

Ia tahu Keira tidak akan berani tampil. Atau jika tampil, Keira akan hancur.

Piala Gemilang bukan kelas Prof. Hartono yang hanya butuh satu jawaban cerdas. Ini kompetisi desain perhiasan. Ada sketsa, presentasi konsep, pemilihan material, penilaian alumni, sponsor, dan rumor kampus yang bisa diarahkan dengan tepat.

Seline sudah menyiapkan semuanya.

Cicely, gurunya yang terkenal di Lumina, akan melihat desain terbaiknya. Beberapa alumni akan datang. Alvin akan mendengar bahwa Keira mempermalukan nama Santoso sekali lagi. Gilbert, begitu keluar dari tahanan, juga akan tahu siapa perempuan yang pantas berdiri di sisinya.

Seline bahkan sudah meminta Anya menyebarkan kabar halus bahwa Keira "akhirnya berani membuktikan diri". Kalimat itu terdengar mendukung, tetapi semua orang di kampus tahu artinya. Jika Keira kalah, mereka akan berkata ia memang plagiat. Jika Keira mundur, mereka akan berkata ia takut.

Dalam skenario Seline, tidak ada jalan keluar yang terlihat terhormat untuk Keira.

Dan Keira?

Keira akan dipaksa memilih material sisa.

Seline tersenyum lebih manis.

Kali ini, ia tidak perlu mendorong Keira ke hujan.

Cukup mendorongnya ke panggung.

Di Mansion, Keira membaca balasan Wulan.

`Lo mau lapor panitia?`

Keira mengetik, lalu berhenti.

Lapor berarti mundur dari arena.

Mundur berarti membiarkan Seline membuat narasi bahwa Keira takut bersaing.

Dan Keira sekarang tahu satu hal dengan sangat jelas.

Semua yang Seline lakukan, ia lakukan padanya.

Bukan pada bayangan "Keira lama".

Pada dirinya.

Keira membuka folder arsip Liora. Ratusan sketsa tersusun berdasarkan tahun. Ada desain yang jika ia kirim mentah-mentah, seluruh kompetisi mahasiswa itu akan terlihat seperti pameran tugas pemula.

Tetapi ia belum ingin membongkar Liora.

Belum.

Ia hanya perlu menang secukupnya.

Lima puluh persen kemampuan?

Mungkin enam puluh.

Cukup untuk menghancurkan Seline, tidak cukup untuk membuat Kairin menelepon sambil berteriak bahwa semua orang akhirnya mengenali gaya Liora.

Keira membalas Wulan.

`Tidak perlu lapor. Aku ikut.`

Wulan langsung menjawab.

`GILA.`

`Aku suka.`

`Tolong bilang kalau lo punya rencana.`

Keira tersenyum kecil.

`Ada.`

Ia membuka buku sketsa kosong, mengambil pensil, lalu menulis satu kata di sudut halaman.

Gemilang.

Di bawahnya, ia menggambar satu garis lengkung pertama, ringan seperti sayap yang belum boleh terlihat utuh oleh siapa pun malam ini.

Di suatu tempat, di balik dinding tahanan sementara, Gilbert Hartanto menghitung hari menuju Senin dan menggenggam dendam yang belum selesai.

Di kampus, Seline yakin dirinya akan menang.

Di kamar Mansion, Keira menatap halaman kosong dan tersenyum.

"Baiklah, Seline," katanya pelan. "Ayo kita main."

1
lin sya
kluarga gk tahu malu, stlh tau kbnarannya ngomong ttg kluarga. pdhl dulu kei anak yg diabaikan dan disakitin. skrg dtg dgn tmpg gk brsalah🤭
Dey77
baru awal baca,
semangat thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!