NovelToon NovelToon
CINTA DI TEPI DOSA

CINTA DI TEPI DOSA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dosen / Balas Dendam
Popularitas:640
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Nazwa Adzira Putri, atau sering di panggil Zira, adalah seorang wanita yang dulunya berselimut cahaya. Dengan nama pena Nana, dia menginspirasi banyak orang dengan kata-katanya yang bijak dan agamanya yang kuat. Namun, kebenaran pahit tentang ayahnya - seorang yang mengkhianati ibunya dengan perselingkuhan, merobek tirai kesucian itu. Luka itu membawanya ke jurang kegelapan, meninggalkan hijab dan agamanya, dan masuk ke dunia malam yang gelap. Tapi, di tengah-tengah badai itu, ada secercah harapan. Nathan Fernandez, anak kyai yang sholeh dan dingin, menjadi sosok yang menarik perhatiannya. Mata teduh dan menenangkan itu menjadi tempat pelariannya, dan tanpa disadari, cinta mulai tumbuh, membawa harapan baru di tengah-tengah kegelapan. Penasaran dengan kelanjutan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6 Ulang tahun Aliya

Ke esokan harinya, Zira berangkat ke kampus bersama adiknya Aryan yang juga akan berangkat ke sekolah. Saat tiba di kelas, Zira disambut oleh kedua sahabatnya, Aliya dan Zita, dengan senyum ceria.

"Pagi guys! Nih, undangan buat kalian acara ulang tahun gue nanti malam. Kalian tampil cantik, okay?" ucap Aliya sambil menyodorkan undangan kepada Zira dan Zita.

Zira dan Zita menerima undangan tersebut dengan senyum gembira. "Hmm, semuanya diundang? Tanpa terkecuali Pak Nathan juga diundang, Al?" tanya Zira dengan penasaran.

Aliya menjawab dengan senyum malu-malu, "Iyah, Pak Nathan diundang, tapi gak tau akan datang apa gak, yah hehe."

Zita menambahkan dengan nada menggenggam, "Ayolah, zir, masa sahabat kita ulang tahun gak datang sih? Gak kompak, tau."

Zira menjawab dengan senyum yakin, "Iyah, yah, gue akan datang."

Zita kemudian mengajak, "Gimana, kita ke salon dan beli baju buat nanti malam, guys?"

Zira menjawab dengan antusias, "Okeyy, kalau masalah itu aku paling semangat hehehe."

Dosen pun datang dan memulai pelajarannya. Waktu berlalu, pelajaran pun selesai. Zira the gang ke kantin untuk pelipur lapar, waktu pulang pun tiba semua mahasiswa sudah keluar semua kecuali zira dan teman-temannya.

"Pa Nathan," panggil Zira sambil mengulurkan tangannya ke Nathan. "Ada apa?" jawab bingung Nathan.

"Salim atuh pak, kan sama calon suami Hehhe," ucap Zira dengan senyum genit.

"Zir, udah genitnya , udah sore yukk ke mall" kesal Zita dan Aliya yang tidak sabaran ingin pergi ke mall.

"Iyah yah, aku pamit dulu yah beb, mau jalan-jalan dulu, nanti malam harus datang ke ultahnya Aliyah okey," ucap Zira sambil mengedipkan sebelah mata.

"Idihh alay bangett zir," ucap Aliya.

"Biarin wlee," jawab Zira.

Nathan hanya bisa geleng-geleng lihat kelakuan Zira.

Sesampainya di mall ternama di Jakarta, Zira and the geng langsung meluncur ke tempat gaun-gaun untuk pesta.

"Ya, ini bagus buat kamu, pasti kamu seperti princess di pesta itu, beli aja limited edition ya," ucap Zira.

"Betul kata zira ya, ambil aja cocok buat kamu," ucap Zita.

"Oke gue ambil, karna hari ini hari bahagia gue, aku traktir kalian beli gaun 1 an aja okey," ucap Aliya.

"Beneran baik deh Aliya cantik," ucap Zira dan Zita bersamaan.

Mereka bertiga kemudian memilih gaun-gaun yang mereka suka, sambil tertawa dan bercanda. Setelah itu, mereka memutuskan untuk makan siang di restoran yang ada di mall.

"Gimana, kita makan di sini aja ya?" ajak Zira.

"Okeyy, aku setuju," jawab Aliya.

Zita menambahkan, "Aku juga setuju, aku lapar banget."

Mereka bertiga kemudian memesan makanan dan menikmati siang yang indah bersama-sama.

Setelah makan siang , mereka memutuskan untuk pergi ke salon untuk mempersiapkan diri untuk pesta ulang tahun Aliya.

"Waktu sudah sore, kita harus segera pergi ke salon," ucap Zira.

"Okeyy, aku siap," jawab Aliya.

Zita menambahkan, "Aku juga siap, let's go!"

Mereka bertiga kemudian pergi ke salon, dan mulai mempersiapkan diri untuk pesta ulang tahun Aliya. Mereka bergantian mandi, berpakaian, dan berdandan. Zira memilih gaun merah yang elegan, Aliya memilih gaun biru yang cantik, dan Zita memilih gaun hijau yang anggun.

Setelah selesai berdandan, mereka bertiga memutuskan untuk berfoto bersama sebelum pergi ke pesta. Mereka berfoto dengan berbagai pose, dan tertawa bersama.

"Wah, kita cantik-cantik banget nih," ucap Zira.

"Benar-benar cantik," jawab Aliya.

Zita menambahkan, "Aku gak bisa move on dari foto-foto ini."

Mereka bertiga kemudian pergi ke pesta ulang tahun Aliya, dengan hati yang penuh kegembiraan dan semangat. Saat tiba di pesta, mereka disambut oleh Aliya yang sudah menunggu mereka.

"Wah, kalian cantik-cantik banget!" ucap Aliya.

"Selamat ulang

tahun, Aliya!" Ucap Zira dan Zita bersamaan.

" Thanks guys." Jawab aliya

"Hm, ya mas doi udah Dateng belum?," tanya Zira dengan penasaran, sambil memutar-mutar rambutnya.

"Pa Nathan? Tuh orangnya lagi bareng sama pacar gue jay, ternyata mereka saling kenal lohh," ucap Aliya dengan senyum, sambil melirik ke arah Jay dan Pa Nathan.

"Dunia emang kecil yah, btw aku cantik gak?," Ucap Zira dengan percaya diri, sambil memutar badan untuk menunjukkan gaun barunya.

"Cantik pake banget zir, betul gak zit?," tanya Aliya ke Zita, sambil menganggukkan kepala.

"Yups, apakah tantang itu akan terjadi hari zir?," Tanya Zita dengan nada penasaran, sambil mengedipkan mata.

"Entah, dekat aja belum, lagian tipe cowok kayak pa Nathan itu susah di dapetin guys, harus dengan cara yang halus, kayaknya gue bakalan kalah deh," Ucap Zira dengan nada lelah, sambil menghempaskan dirinya ke sofa.

"Udah-udah mikirin itu gampang, sekarang kita gabung di sana yukk," ucap Aliya dengan ajakan, sambil menarik tangan Zira.

"Ehh tunggu ya, tampilan gue gimana ada yang kurang gak? Takut gak perfect di depan doi," ucap Zira dengan khawatir, sambil memeriksa cermin.

"Loh tuh selalu perfect zir, percaya sama gue dan Aliya, yah kan ya?," Tanya Zita ke Aliya, sambil menganggukkan kepala.

"Betul, yukk," Ucap Aliya dengan ajakan, sambil menarik tangan Zira lagi.

Mereka kemudian bergabung dengan kelompok lain dan memulai permainan Truth or Dare. Zira akhirnya memutuskan untuk menyatakan cintanya kepada Pa Nathan, tapi sayangnya Pa Nathan menolaknya dengan sopan.

"Pak, jujur pertama kali saya ketemu bapak saya sudah jatuh hati ke pak Nathan bukan karna tampan dan banyak duit melainkan tutur katanya yang bikin saya kagum, aku kira ini cuman rasa kagum aja tapi seiring berjalannya waktu saya baru menyadari bahwa saya mencintai pa Nathan dari lubuk hati aku maaf telah mencintai anda saya sadar saya gak cocok untuk anda tapi saya gak akan menyerah sebelum janur kuning melengkung," Ucap Zira dengan hati yang berat.

"Sedih amat zir kisah kehidupan nya Lo," Ucap Zita dengan nada simpatik.

"Jawab dong pa Nathan biar zira gak penasaran terus," ucap Aliya dengan nada penasaran.

"Khemm maaf saya ada urusan jadi saya pulang dulu yah permisi," Ucap Nathan dengan sopan, sambil berdiri dan meninggalkan Zira.

"Gila seorang zira di tolak dong," ucap Aliya dengan nada tidak percaya.

"Udah lah gue mau makan lapar," ucap Zira dengan nada lelah, sambil berjalan ke arah makanan.

Zira kemudian mengambil sepiring makanan dan mulai makan dengan lahap. Aliya dan Zita mencoba menghiburnya dengan bercanda dan mengajaknya bermain lagi.

"Hey, zir, jangan sedih deh. Ada kita di sini," ucap Aliya dengan nada lembut.

"Betul, kita selalu ada buat kamu," ucap Zita dengan nada simpatik.

Zira tersenyum lemah, "Thanks guys. Aku baik-baik aja."

Mereka kemudian melanjutkan makan dan bercanda, mencoba melupakan kejadian yang baru saja terjadi.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!