NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.

Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Kebohongan

Yan Chu terbangun saat sinar matahari pagi menembus celah jendela kamar, menyebarkan cahaya hangat yang membelai lembut permukaan kulit wajahnya.

Ia mengerjapkan matanya yang emas beberapa kali, lalu perlahan mengusap kelopak matanya guna mengusir sisa kantuk yang masih menggelayut.

​Ia kemudian mendudukkan tubuhnya dan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi ke udara, meregangkan otot-ototnya dengan sebuah desahan nikmat khas pagi hari.

Gerakan itu secara tidak sengaja menarik pakaian tipisnya ke atas, membuat lekuk tubuhnya yang matang dan bagian bawah kedua puncak kembarnya sedikit menyembul di balik kain, menciptakan pemandangan yang memikat di dalam kesunyian kamar.

​Setelah merapikan dirinya sejenak, ia melangkah keluar menuju ruang tengah. Di sana, ia kembali mendapati Yun Zhu yang sedang duduk bersila dalam posisi meditasi yang sempurna.

Kedua tangan pemuda itu diletakkan dengan tenang di atas lutut, wajahnya tampak damai dan tidak terganggu sedikit pun oleh suara langkah kakinya.

​'Apa dia selalu berkultivasi semalaman?' pikir Yan Chu sambil memiringkan kepalanya sedikit, menatap punggung Yun Zhu dengan rasa penasaran yang tumbuh.

​Yun Zhu yang menyadari kehadiran Yan Chu segera mengakhiri sirkulasi energinya. Ia membuka mata perlahan lalu menolehkan kepalanya ke arah sang putri.

​"Selamat pagi, Nona Yan."

​Sapaan itu terdengar sangat hangat, seolah menjadi pembuka yang nyaman bagi pagi mereka yang tenang.

​"Hmm, pagi juga."

​Yan Chu melangkah mendekat dengan perlahan, lalu memilih untuk duduk tepat di samping Yun Zhu. Ia memutar tubuhnya, menatap wajah Yun Zhu secara langsung tanpa ada keraguan sedikit pun di matanya.

​"Hei... tentang kompetisi itu, apa kau benar-benar memenangkannya untuk mendapatkanku?"

​Pertanyaan yang sedari kemarin mengganjal di hatinya itu akhirnya meluncur begitu saja. Yun Zhu tampak sedikit tersentak, tidak menyangka bahwa konfrontasi ini akan terjadi secepat ini. Namun, ia menyadari bahwa kejujuran—meski pahit—mungkin adalah jalan terbaik untuk saat ini.

​Yun Zhu membuka mulutnya perlahan.

​"Sebenarnya..."

​Kalimatnya menggantung di udara, membuat Yan Chu secara refleks mencondongkan tubuhnya ke arah Yun Zhu, ingin mendengar setiap kata yang akan keluar dari bibir pemuda itu sejelas mungkin.

​"Tidak. Yang aku inginkan... adalah teknik api keluarga kalian."

​Mendengar pengakuan itu, Yan Chu seolah tersambar petir.

Ia segera menarik tubuhnya mundur, wajahnya yang tadi penuh harap kini berubah menjadi pucat pasi. Jawaban itu terasa seperti sembilu yang menyayat hatinya.

​"Sudah kuduga... pada akhirnya yang orang-orang inginkan hanyalah warisan itu."

​Yun Zhu melihat perubahan ekspresi itu dan merasa sedikit bersalah. Tangannya terangkat, hendak menyentuh bahu Yan Chu untuk menenangkannya.

​Namun, dengan gerakan cepat dan penuh amarah, Yan Chu langsung menepis tangan itu.

​"Aku hanyalah sekedar hadiah bagi kalian. Semuanya selalu saja seperti ini. Saat aku berpikir kau orang baik... aku salah besar."

​Melihat Yan Chu yang mulai dikuasai emosi, Yun Zhu tidak tinggal diam. Ia segera merangsek maju, menangkap kedua pergelangan tangan Yan Chu dengan kuat namun tetap berhati-hati, lalu memojokkan tubuh wanita itu ke sandaran kursi kayu yang keras tapi dengan tenang.

​"Apa yang kau lakukan! Lepaskan!" teriak Yan Chu sambil meronta, namun tenaga Yun Zhu jauh lebih besar.

​Yun Zhu mendekatkan wajahnya hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa inci saja. Ia bisa merasakan napas Yan Chu yang memburu dan melihat binar kemarahan di mata emasnya.

​"Itu tidak benar. Aku memang menginginkan teknik api, tujuan datang ke keluarga kalian juga untuk itu. Tapi bukan berarti aku tidak menghargai Nona Yan, kebaikan Nona Yan tetap akan kubalas."

​Yan Chu terus berusaha membebaskan tangannya, tubuhnya berguncang hebat di bawah tekanan Yun Zhu.

​"Lalu apa?! Bukankah pada akhirnya yang kau inginkan adalah teknik api itu? Aku ini apa... kenapa malah seperti ini, hal yang paling kutakutkan malah benar-benar terjadi."

​"Aku adalah kultivator bebas, teknik adalah segalanya untukku. Tapi... aku juga menyukai Nona Yan! Hanya karena aku tidak datang untukmu, bukan berarti aku tidak perduli."

​Pernyataan itu diucapkan Yun Zhu dengan nada yang sangat dalam dan meyakinkan, seolah-olah seluruh jiwanya ada di sana.

Namun, jauh di lubuk hatinya, ada secercah kebohongan yang ia sisipkan demi menjaga perasaan wanita di depannya. Ia tidak sanggup melihat hancurnya harga diri Yan Chu lebih jauh lagi.

​Mendengar kata-kata itu, perlawanan Yan Chu perlahan melemah. Ia memalingkan wajahnya ke samping, tak sanggup menatap mata Yun Zhu.

Setitik air mata mulai menetes membasahi pipinya yang mulus. Ia berhenti bicara, tenggorokannya terasa tersumbat oleh isak tangis yang tertahan.

​Melihat pertahanan Yan Chu yang runtuh, Yun Zhu perlahan mengendurkan cengkeramannya. Ia kemudian menarik tubuh Yan Chu ke dalam pelukannya yang hangat dan kokoh.

Yan Chu tidak lagi melawan, ia membiarkan kepalanya bersandar di bahu Yun Zhu, menumpahkan segala rasa sakit dan kekecewaannya dalam tangisan yang pecah di pelukan pria yang kini menjadi pusat dunianya yang baru.

1
Chen Xi
nextt~/Determined//Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Cantik, pingin lihat versi mominya/Doge/
Cecilia: eithhh
total 1 replies
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, saking cantiknya sampai deskripsinya sepanjang ini😌
Cecilia: beda bangun kalau deskripsiin cwo🗿
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang dengan cara paling kejam termasuk wangchen
Cecilia: sip, sedang ditulis🔥🔥
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor istri mcnya berapa
Cecilia: dua yg paling disayangi, satu tianqiong, satunya udh muncul cuma blum interaksi. sisanya cuma tambahan aja
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
habis klan wang bantai juga klan Qin thor ambil sumber daya mereka
Huo Ling'er
upp
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
kayak milih suami aja🤣
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Saatnya memerah sapi, eh, keuntungan maksudnya /Pray//Doge/
Cecilia: yep, tpi lama sih
total 5 replies
Nadia Annazwa
/Determined//Determined//Determined/
Nadia Annazwa
alamakkk bahaya nihh
Chen Xi
nextt~
Fajar Fathur rizky
thor cepat naikin ranah kultivasi mcnya habis itu bantai klan wang
Cecilia: udh kutulis kok, tinggal up aja, nunggu waktunya
total 1 replies
Chen Xi
nexttt/Determined//Determined/
Nadia Annazwa
yoshaa🔥
Huo Ling'er
yeyy cwk baruuu
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Infokan cara bungkus istri kayak gini 🙃
Cecilia: aku jga mw
total 1 replies
[?.?.?]
yandere kah?🗿
Chen Xi
next bantai²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!