NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Di koridor rumah sakit, suasana mulai kembali tenang setelah penanganan darurat selesai. Bau antiseptik masih terasa di udara.

“Liora, saat ini kita kekurangan tenaga medis. Untuk pasien ini kami serahkan padamu. Kalau ada apa-apa segera beritahu,” ujar Dokter Lu sambil melepas sarung tangannya.

“Baik, Dokter Lu. Saya mengerti,” jawab Liora dengan tenang.

Dokter dan para perawat lain pun beranjak pergi, meninggalkan koridor yang perlahan sepi.

Tak lama kemudian, Marcus keluar dari kamar tempat Nathan dirawat. Wajahnya masih menyimpan kecemasan, namun jauh lebih lega dari sebelumnya.

“Nona Meng!” panggilnya.

Liora yang hendak pergi langsung berhenti dan menoleh. “Tuan, apakah butuh sesuatu?” tanyanya sopan.

Marcus menatapnya sejenak, memastikan. “Nona Meng adalah perawat di sini?”

Liora menggeleng ringan. “Bukan, saya bagian administrasi. Tapi saya juga bisa merawat pasien. Untuk sementara, saya yang bertanggung jawab untuk Tuan Han,” jawabnya dengan nada ramah.

Marcus mengangguk pelan, lalu mengeluarkan sebuah kartu nama dari sakunya dan menyerahkannya. “Kalau begitu saya percayakan atasan saya pada Anda. Ini kartu nama saya. Kalau terjadi sesuatu, segera hubungi saya.”

“Baik,” jawab Liora sambil menerima kartu itu.

Tanpa banyak bicara lagi, Liora beranjak pergi dengan langkah tenang.

Marcus memperhatikannya sejenak dari belakang, tatapannya sedikit dalam.

"Dia sudah tidak mengenalku… apakah ingatannya akan kembali suatu hari nanti?" batinnya.

"Apakah ini jodoh? Selama bertahun-tahun tuan mencarinya tanpa henti, kemudian ada yang ingin menjodohkan mereka. Dan kali ini mereka benar-benar dipertemukan," gumam Marcus.

***

Siang hari.

Kantin rumah sakit cukup ramai, namun masih terasa nyaman. Liora duduk berhadapan dengan Dokter Calvin Chu sambil menikmati makan siang sederhana.

“Aku dengar semalam kau merawat pasien sampai tidak bisa pulang,” ujar Calvin sambil menyendok makanannya. “Apa dia baik-baik saja?”

Liora mengangguk pelan. “Pasien kehilangan banyak darah. Jahitan luka bekas tembaknya terbuka dan lukanya semakin besar. Untung saja selamat,” jawabnya tenang.

Liora terdiam sejenak, lalu berkata pelan, “Ada yang aneh.”

Calvin mengangkat alis. “Apa yang aneh?”

Liora meletakkan sendoknya, sedikit berpikir. “Jahitannya mirip denganku. Beberapa hari lalu aku pernah menangani seseorang yang terkena tembakan. Posisi lukanya sama… cara jahitnya juga sama. Apa mungkin hanya kebetulan?”

Calvin tersenyum tipis. “Waktu itu kau tidak melihat wajah pria itu, kan? Tunggu saja sampai dia sadar. Siapa tahu jawabannya jelas. Siapa namanya?”

Liora menjawab tanpa banyak berpikir, “Nathan Han.”

Calvin yang sedang makan langsung tersedak.

“Uhuk—uhuk!”

Ia buru-buru mengambil air minum, wajahnya sedikit berubah.

“Kalau makan jangan buru-buru, tidak ada yang merebut punyamu,” ujar Liora santai sambil melirik ke arah Calvin.

Calvin yang baru saja tersedak langsung menggeleng cepat. “Aku tidak apa-apa,” jawabnya sambil meneguk air.

Ia menatap Liora sejenak, lalu bertanya dengan nada sedikit hati-hati, “Liora, foto pria yang ingin dijodohkan denganmu… masih ada?”

Liora mengernyit ringan, mencoba mengingat, lalu menggeleng. “Aku sudah lupa taruh di mana. Lagi pula aku juga menolak perjodohan itu. Aku hanya ingin fokus bekerja,” jawabnya tenang.

Calvin mengangguk pelan, tapi rasa penasarannya belum hilang. “Kalau begitu… kau masih ingat wajahnya? Atau setidaknya namanya?”

Liora menggeleng lagi tanpa ragu. “Tidak ingat. Aku cuma dengar dia tampan dan kaya. Namanya juga aku tidak hafal,” ujarnya santai.

Calvin terdiam sejenak, lalu menyender sedikit ke kursinya. “Kalau suatu hari kalian bertemu… apakah kau akan berubah pikiran?”

Liora tersenyum tipis, namun jawabannya tetap tegas. “Tidak ada alasan untuk berubah pikiran. Prinsipku jelas...aku ingin bekerja. Soal lain, aku tidak terlalu peduli.”

Calvin tersenyum tipis sambil menunduk menatap makanannya.

"Sepertinya jodoh tidak ke mana. Walau Liora menolak, kalau pasien itu memang pria yang ingin dijodohkan dengannya… ini bukan kebetulan,"batinnya.

“Ada apa? Kenapa kakak tiba-tiba tersenyum?” tanya Liora heran.

Calvin langsung mengangkat kepala, ekspresinya kembali biasa. “Tidak ada. Hanya ingat kejadian lucu,” jawabnya santai.

***

Keesokan harinya.

Di ruang rawat inap, Nathan sudah sadar. Ia duduk bersandar di ranjang, wajahnya masih pucat namun sorot matanya sudah kembali tajam.

“Tuan, bagaimana perasaan Anda? Apakah lukanya masih sakit?” tanya Marcus di sampingnya.

Nathan tidak langsung menjawab. “Liang Wei?” tanyanya singkat.

“Sudah di tangan kita. Jangan khawatir,” jawab Marcus.

Nathan mengangguk tipis. “Urus prosedur. Aku ingin keluar hari ini.”

Marcus sedikit ragu. “Tapi—”

“Ada apa?” potong Nathan.

Belum sempat Marcus menjawab...

Pintu terbuka.

Liora masuk sambil membawa baki berisi obat, perban, dan jarum suntik.

“Sudah sadar? Waktunya ganti perban,” ucapnya tenang.

Langkahnya berhenti saat mendekat ke ranjang.

Sementara itu...

Nathan menatapnya.

Diam.

Tatapannya dalam..Seolah memastikan sesuatu.

Wajah itu…

Untuk sesaat... Ia hampir tidak percaya.

Liora terdiam menatap pria itu.

"Sepertinya aku mengenalnya," batin Liora.

1
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
Fortu
mampir
Kinara Widya
iya...itu namamu Liora...
Kinara Widya
Nathan d lawan
Dini Anggraini
Marcus maaf salah tadi bunda🙏
Dini Anggraini
Nathan saat kamu menemui calista sebaiknya kamu dan Marco menyamar menjadi cewek atau apapun itu jadi saat kalian ke rumah sakit tidak ada yang mengenali kalian jangan sampai musuh2 mu menargetkan calista dan kamu kehilangan calista untuk kedua kalinya. 🙏🙏😍😍😍
Dini Anggraini: q kasihan calista bila jadi incaran musuhnya nathan kakak author dulu dia masih punya kesempatan kedua hidup lagi bila sekarang di incar kelemahan nathan q gak tahu lagi bagaimana jadi calista nanti kak. 👍👍👍😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!