NovelToon NovelToon
Dan Ofid

Dan Ofid

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Nyx Morrigan, gadis yang terbuang dari keluarga konglomerat Beckham, Di usia ke-19 tahun Pelariannya membawanya bertemu Knox Lambert Riccardo, mahasiswa teknik sekaligus petarung jalanan.

Di bawah atap apartemen mewah Knox, rahasia Nyx perlahan terkuak, mengubah hubungan menjadi ikatan emosional yang intens.

Saat identitas asli Nyx terungkap, Knox justru menjadi pelindung utama dari kekejaman Dari keluarga nya.
Ketegangan memuncak ketika nama "Morrigan" ternyata menyimpan rahasia darah yang lebih besar dari sekadar skandal keluarga Beckham.

Di tengah konflik identitas, pengkhianatan keluarga, dan dunia yang berbahaya, Nyx harus memilih antara terus bersembunyi atau menyerahkan hatinya sepenuhnya kepada Knox.

Sebuah kisah tentang pencarian rumah, Untuk Rasa Sakit, dan penyembuhan luka.
.
Happy reading dear 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#31

Pagi di kampus Universitas Los Angeles dimulai dengan kegemparan yang senyap namun mematikan. Matahari yang cerah seolah sengaja menyorot ke arah dua sejoli yang melangkah melewati gerbang fakultas teknik. Knox Lambert Riccardo berjalan dengan keangkuhan seorang raja yang baru saja memenangkan peperangan paling nikmat dalam hidupnya.

Ia sengaja tidak mengancingkan kerah kemeja paling atasnya, membiarkan sebuah tanda merah keunguan—jejak kepemilikan Nyx yang tegas—terpampang nyata di pangkal lehernya yang kokoh.

Nyx, di sampingnya, merasa ingin menghilang ke dalam aspal. Ia menarik hoodie kebesaran setinggi mungkin, berusaha menyembunyikan wajahnya yang merona panas. Ia bisa merasakan tatapan para mahasiswi yang biasanya memuja Knox kini beralih menjadi tatapan penuh selidik dan kecemburuan yang tajam.

"Knox, kancingkan kemeja mu. Kau terlihat seperti pria pamer yang menjijikkan," bisik Nyx tajam, langkahnya dipercepat.

Knox justru tertawa renyah, suara baritonnya menarik perhatian lebih banyak orang. Ia merangkul bahu Nyx, menariknya mendekat hingga tubuh mereka bersentuhan. "Kenapa harus disembunyikan? Aku bangga dengan 'karya seni' yang kau buat semalam, Baby. Ini sertifikat bahwa aku sudah sah menjadi milikmu."

"Kau gila," desis Nyx, akhirnya melepaskan diri saat mereka sampai di persimpangan koridor menuju kelas masing-masing.

"Sampai jumpa saat makan siang, kesayanganku," Knox mengedipkan mata, memberikan kecupan jauh yang membuat Nyx hampir tersandung kakinya sendiri karena malu.

Nyx masuk ke dalam kelas sastra dengan napas yang masih memburu. Ia memilih bangku paling belakang, berharap bisa menjadi bayangan selama tiga jam ke depan. Namun, harapannya pupus saat sebuah bayangan tinggi berdiri di depannya.

Laura Beckham.

Saudari tirinya itu berdiri di sana dengan gaya anggun yang mematikan. Berbeda dengan Brilian yang kasar, Laura selalu memiliki cara yang lebih halus untuk menusuk. Ia menatap Nyx dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu duduk di kursi sebelah Nyx.

"Jadi... kau serius berpacaran dengan Knox Riccardo?" tanya Laura tanpa basa-basi.

Nyx mendongak, matanya yang kelabu menatap Laura dengan bingung. "Kenapa? Apa ada masalah dengan itu?"

Laura menghela napas, menyandarkan punggungnya ke kursi sambil memainkan ujung rambut pirangnya yang sempurna. "Aku mencintainya dari dulu, Nyx. Kau tahu? Aku bahkan rela mengantri di daftar 'tunggu' setelah proyek desain mesinnya selesai bulan ini. Aku sudah menyiapkan segalanya untuk mendekatinya, dan tiba-tiba kau muncul dan mendapatkannya dengan begitu mudah?"

Nyx tertegun. Ia tahu Knox memiliki reputasi sebagai playboy kelas kakap, tapi ia tidak menyangka Laura—kakak tirinya—juga masuk dalam daftar pemuja Knox.

"Sejak kapan kalian bersama?" lanjut Laura. "Kau benar-benar beruntung, Nyx. Ada lusinan wanita di kampus ini yang rela memberikan apa saja hanya untuk satu malam bersamanya."

Nyx menatap meja kayunya. Rasa tidak nyaman merayapi hatinya. Ia ingat Knox pernah berkata bahwa ia akan memutuskan kekasih-kekasihnya saat ia memiliki tugas atau proyek besar. Reputasi Knox sebagai pria yang gemar berganti pasangan memang bukan isapan jempol belaka.

"Maafkan aku, Laura," ucap Nyx lirih namun tegas. "Tapi aku mencintainya. Aku tidak bermaksud merebut apa yang kau inginkan."

Laura terdiam sejenak, lalu tiba-tiba ia terkekeh. Sebuah kekehan yang tidak mengandung kebencian, melainkan semacam kekaguman yang aneh.

"Buat apa meminta maaf?" Laura berdiri, merapikan tas mahalnya. "Di dunia kita, yang kuat yang menang. Dan untuk saat ini, kau yang beruntung. Tapi ingat, Nyx... jika kau bosan atau jika dia mulai berpaling, aku akan menjadi orang pertama yang mengantri setelah kau."

Laura memberikan kedipan mata sebelah yang provokatif sebelum melangkah pergi meninggalkan kelas, meninggalkan Nyx yang membeku dalam keheningan.

Pikiran Nyx berkecamuk. Bayangan Knox bersama wanita-wanita lain, termasuk saudarinya sendiri, membuat dadanya terasa sesak. Ia membutuhkan suara pria itu sekarang juga.

Nyx segera beranjak dari kursinya sebelum dosen datang. Ia berlari kecil menuju toilet kampus yang sepi di ujung koridor. Setelah memastikan tidak ada orang di dalam, ia masuk ke salah satu bilik dan mengunci pintunya.

Dengan tangan sedikit gemetar, ia menekan nomor Knox.

"Halo?" suara Knox terdengar di seberang sana, sedikit teredam oleh suara bising mesin di laboratorium.

"Halo, Tuan Penakluk Wanita," sapa Nyx dengan nada menggoda yang tajam. "Bagaimana proyekmu? Apa ada mahasiswi lain yang sedang 'mengantri' untuk membantumu memegang kunci inggris hari ini?"

Knox berdehem, suaranya berubah menjadi serak dan rendah—suara yang selalu membuat Nyx merinding. "Sayang... tunggu nanti malam, oke? Jangan sekarang. Aku sedang di laboratorium, ada dosen pembimbing di dekatku."

Nyx menyandarkan punggungnya ke dinding bilik toilet, matanya terpejam saat ia membayangkan wajah Knox yang sedang salah tingkah. "Oh, jadi kau takut? Padahal tadi pagi kau sangat berani memamerkan lehermu yang penuh 'stempel' itu ke seluruh fakultas."

"Nyx..." Knox memperingatkan, namun ada nada gairah yang tidak bisa ia sembunyikan. "Kau sedang apa sebenarnya?"

"Aku sedang memikirkan kata-kata saudaraku," bisik Nyx, suaranya melembut, menjadi desahan yang provokatif. "Dia bilang aku sangat beruntung memilikimu. Dan aku jadi penasaran... apa 'pelayanan' yang kau berikan pada wanita lain juga sehebat yang kau berikan padaku semalam?"

Di laboratorium, Knox hampir saja menjatuhkan alat ukurnya. Ia menjauh dari kerumunan mahasiswa lain, masuk ke ruang penyimpanan alat yang sempit dan gelap.

"Kau mau melakukan phone sex sekarang, hm? Di mana kau sebenarnya?" tanya Knox, napasnya mulai tidak teratur.

"Di toilet kampus," jawab Nyx menantang. "Sepi sekali di sini, Knox. Hanya ada aku... dan bayangan tanganmu yang menyentuhku semalam."

Knox memejamkan matanya, menyandarkan dahinya ke lemari besi yang dingin. Imajinasi liar mulai menguasai otaknya. Ia bisa membayangkan Nyx di dalam bilik sempit itu, mungkin sedang menggigit bibirnya sendiri.

"Nyx, kau benar-benar ingin bermain api?" bisik Knox parau. "Dengarkan aku... sentuh dirimu sendiri di sana. Seperti yang kulakukan semalam. Pelan-pelan..."

Nyx merasakan panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Suara Knox yang serak melalui speaker ponselnya terasa seperti sentuhan nyata di kulitnya.

"Aku melakukannya, Knox..." desah Nyx pelan, suaranya memantul di dinding toilet yang sunyi. "Tapi rasanya tidak sama. Aku butuh kau yang melakukannya."

"Tunggu aku nanti malam," janji Knox dengan nada yang sangat posesif dan gelap. "Setelah urusan laboratorium ini selesai, aku akan membuatmu lupa pada namamu sendiri, Nyx Morrigan. Hanya akan ada suaraku dan sentuhanku."

Nyx tersenyum kemenangan dalam kegelapan bilik itu. Rasa cemburunya pada Laura menguap, digantikan oleh rasa kepemilikan yang absolut. Ia tahu, meskipun Knox punya ribuan wanita yang mengantri, hanya dia yang bisa membuat pria sehebat Knox Lambert Riccardo bersembunyi di gudang alat hanya untuk mendengarkan desahan napasnya.

"Aku menunggumu, Mesum," ucap Nyx sebelum memutuskan sambungan telepon.

Ia keluar dari toilet dengan langkah yang jauh lebih ringan dan wajah yang berseri. Sementara di laboratorium teknik, Knox harus menghabiskan sepuluh menit tambahan untuk menenangkan diri sebelum berani keluar menemui dosennya, menyadari bahwa Nyx Morrigan jauh lebih berbahaya bagi kewarasannya daripada mesin paling rumit sekalipun.

1
Cristine 1107_
hah ? loh kok udah tamatttt thoorrrr ?????
Ros 🍂: iya kak.
udah tamat.
Mampir cerita ku yang lain kak 🫶
The End Of Before 🙏
total 1 replies
winpar
lnjut thor
Cristine 1107_
yuhuuu eheemm🤭
semangattt thorr
Ros 🍂: wkwkwk🥰🤭
total 1 replies
Cristine 1107_
thor aelah nunggu lama cuman 1 episode doang😭
Ros 🍂: maafkan author 🙏🥰
total 1 replies
Cristine 1107_
yuhuuu kerenn thorr.
semangaattt💃
Ros 🍂: Ma'aciww 🥹😍
jadi tambah semangat 🙏🤭
total 1 replies
winpar
suka cerita ini💪💪💪💪💪
Ros 🍂: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
ren_iren
tenang, besok anaknya nyx Knox lahir kok.... 🤗😁
ren_iren: makasih kakak🤗🤗🤗
total 4 replies
Maria Banfatin
part yang bikin mewek 😭😭
Ros 🍂: terharu 🥹
total 1 replies
Cristine 1107_
yaahhh kok udahh tamaattttt sih thorrr😭😭😭
Ros 🍂: Cerita nya sudah direvisi ya kak, Cerita nya masih berlanjut.
total 2 replies
Cristine 1107_
hahaha rasain lu mandela🤣
Ros 🍂: Sabar kak🙏😍
total 3 replies
Cristine 1107_
ternyataa oh ternyataaa🫣
Ros 🍂: Jangan dibongkar disini kak🙏🤭
total 1 replies
winpar
lnjut thorrrr
Ros 🍂: siap kak 🥰🫶
total 1 replies
Cristine 1107_
lanjutttt thorrr🥰
Ros 🍂: okay kak🫶😍
total 1 replies
ren_iren
warbiasaaaahhhhh crazy up🤗🤗
Ros 🍂: Happy reading 🫶😍
total 1 replies
ren_iren
gk bisa ber said2 lagi😂 nangissss😂
Ros 🍂: Maafkan author 🫶😍
total 1 replies
Cristine 1107_
dah habis air mata ku thor🫠
Ros 🍂: Aaa terharu 🥹🥹
total 1 replies
Cristine 1107_
nangis mulu gue tiap episod😭
Ros 🍂: huhuhu Maaf reader 🫶🙏
total 1 replies
Siti Amalia
kereeeeennnnnnnnnnnn novelnya semoga happy ending
Ros 🍂: Ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Cristine 1107_
dikit amat thor🤧
Ros 🍂: sabar, sabar kak 🙏🤣
total 2 replies
Cristine 1107_
thorrrr kok jadi gini siiihhh😭
Ros 🍂: Maafkan author 🫶🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!