“Iya, jadi aku dengar Karina baru saja bercerai belum lama ini. Dia sibuk jadi ibu dan pemilik toko roti Aura Bakery sekarang. Usia anaknya sepertinya hampir sama dengan usia anakku, kira-kira 1 tahunan lah,” ujar Benny, seorang lelaki berusia 33 tahun.
“Jujur saja, kamu masih ada rasa ‘kan dengan Karina? 9 tahun loh, tidak mungkin selesai begitu saja. Aku tahu, lelaki memang hanya jatuh cinta sekali saja, setelahnya hanya melanjutkan hidup,” lanjut Beni, teman baik Khale.
Diam-diam dari luar ruangan, Syafira yang tengah mengandung mendengar ucapan sang suami dengan temannya itu.
Bahkan, Syafira pun tahu suaminya langsung menuju ke toko kue milik Karina tak lama setelah itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Karena tak mau dibawa ke rumah sakit, Darma masih tinggal di sebuah rumah kos harian yang ia sewa, karena ia tak mungkin pulang dalam keadaan penuh luka seperti ini.
Syafira yang juga bertanggung jawab soal keadaan Darma, memutuskan untuk merawat teman sekolahnya untuk beberapa hari. Setidaknya sampai luka-lukanya membaik dan lebamnya mereda. Pagi ini setelah selesai mengantar kembar ke sekolah, ia langsung mengantar makanan untuk Darma di rumah kosnya.
“Ah, sakit, Syaf,” ujar Darma kesakitan ketika Syafira kembali mengompres lebamnya dengan es batu.
Tak mengindahkan kesakitan Darma, bunda kembar itu melanjutkan untuk memberi obat luka di area wajah Darma yang terluka. “Tahan dulu, Dar.”
Menahan perih, Darma memandangi wajah Syafira yang masih cantik baginya.
“Syaf, tadi Karina menghubungiku, dia lega karena aku bisa segera membawamu pergi sebelum Putra menjamahmu,” tutur Darma.
Menghentikan aktivitasnya, Syafira terdiam. Ia masih tak paham mengapa Karina memberitahu Darma soal rencana Putra. Padahal bisa saja ia cuek, mengingat wanita itu sangat menginginkan Khale dan tidak menyukainya.
“Menurutmu, apa aku harus berterima kasih padanya?” Syafira meminta pendapat.
Mengangguk pelan, Darma berpendapat bahwa sekalipun mereka bermusuhan lantaran cinta segitiga itu, tapi Karina masih peduli pada Syafira. Ia tak membayangkan andai Karina tak memberitahunya, mungkin bukan hanya Syafira yang akan hancur, tapi ia pun juga. Tak ada lelaki yang tak hancur ketika melihat wanita yang dicintainya dirusak lelaki lain.
“Meskipun aku hanya mencintaimu dalam diam, tapi aku tidak akan terima kalau dia berani menyentuhmu seperti semalam,” Darma.
Sesungguhnya, ia juga berpendapat yang sama seperti Darma. Di luar bagaimana Karina merusak rumah tangganya. Tapi, ia juga tak bisa tutup mata atas kebaikan mantan kekasih Khale itu. Andai Karina tak meminta bantuan Darma, mungkin dirinya sudah ditiduri pria bej*t itu.
Tak ingin lagi membahas soal kejadian semalam, Darma lalu membahas musibah yang menimpa perusahaan mantan suami Syafira itu saat ini. “Aku turut berduka cita ya, Syaf. Aku doakan yang terbaik. Ternyata kelalaian itu memang berasal dari pekerja mantan suamimu dan itu sangat fatal sekali. Masak bisa-bisanya putung rokok diletakkan di dekat sumber panas, terus juga kok bisa ada yang diam-diam pakai alat berdaya tinggi, pasti itu heater.”
Tak menyangka Darma bisa lebih tahu detail soal kelalaian itu dari pada dirinya, Syafira pun menanyakan dari mana lelaki itu bisa tahu.
Menjawabnya dengan polos, Darma mengatakan bahwa tadi pagi saat Karina menghubunginya, wanita itu juga bercerita detail soal kelalaian yang sudah diselidiki aparat, yang diduga menjadi penyebab kebakaran. “Karina bilang Khale yang terus mengupdate kabar ini padanya.”
Bagai tersambar petir, Syafira dibuat membeku. Mantan suaminya itu bahkan tak pernah menghubunginya untuk menanyakan soal kembar, apalagi mengabarkan kabar terbaru perihal proses perkaranya, padahal ia menunggu setiap detik informasi dari Khale. Tapi, dia malah terus berkomunikasi dengan Karina.
“Ya sudah, Dar, aku pamit pulang ya, karena harus memasak untuk makan siang kembar.” Syafira pun pergi dari rumah kos Darma dan berjalan sedikit keluar gang menghampiri tempat mobilnya diparkir.
Saat berjalan mendekati mobil, Syafira tak sengaja mendengar percakapan kedua anak buah Khale yang mengantarnya ke manapun.
“Pak Khale jadi pulang hari ini? Dia mau ke rumahnya dulu, apartemen, atau langsung kantor?”
“Katanya mau mampir ke bakery.”
Percakapan itu pun semakin membuat hatinya terguncang. Bukan kembar yang Khale akan temui pertama kali. Tapi Karina, wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga mereka.
***
“Iya, Pak. Jadi begitu ceritanya,” lapor Egas.
Egas menceritakan soal kejadian semalam, yang ia dapat dari laporan anak buahnya yang berjaga di apartemen Syafira.
“Sewaktu mengantarkan Khanza ke puskesmas dulu, saya dan Pak Khale juga sempat bertemu Darma. Lelaki itu lah yang semalam menyelamatkan Bu Syaf. Laporan dari anak buah saya, Bu Karina yang meminta Darma menyusul Bu Syaf di hotel, karena Bu Karina mengetahui rencana Pak Putra,” jelas Egas.
Tak hanya menceritakan persis yang Darma katakan semalam, Egas juga menceritakan perihal permintaan Darma yang tak ingin siapapun membocorkan hal ini demi keamanan Karina.
Merasa kejadian ini begitu janggal, Benny mencoba menarik kesimpulan.“Karina tahu rencana Putra yang akan menjebak Syafira. Dia mengaku mengetahui rencana itu karena mereka sering bertemu untuk urusan bisnis. Sedangkan dari yang sudah kita tahu, Putra tidak pernah bekerja sama soal bisnis kepada Karina.”
Mereka berdua pun saling berpadangan, seolah sedang memikirkan hal yang sama.
“Ada 2 kemungkinan alasan kenapa Karina memberi tahu Darma agar menyelamatkan Syafira. Ya, untuk sementara kita jaga rahasia ini demi keamanan Karina. Tapi yang jelas, Karina tahu rencana Putra karena mereka memang saling mengenal sebelumnya, bukan soal kerjasama bisnis, lanjut Benny.
Sementara itu, dalam perjalanan dari bandara, Khale mendapatkan sebuah pesan dari Putra.
“Pagi, Pak Khale, aku turut berduka cita atas musibah yang Anda alami. Bagaimanapun, kita sama-sama memiliki risiko tersebut, aku bisa memahaminya. Meskipun kita saling berseteru, tapi aku masih memiliki empati. Maaf aku tidak bisa membantu apapun, selain meringankan keuanganmu dengan mengembalikan cek pemberianmu. Cek itu sudah aku kembalikan pada Syafira. Ia juga sudah melunasinya sebagai gantinya.”
Tak hanya pesan teks, Putra juga mengirimkan gambar saat dirinya begitu lekat dengan Syafira dengan gaun seksinya, dengan pundak kanan yang terbuka.
Melihat pesan itu, nafas Khale tak beraturan. Hatinya campur aduk. Ia pun meminta sopinya untuk mempercepat laju mobil agar segera sampai ke apartemen Syafira.
...****************...
dasar laki" emang buaya🙄🙄