"Legend of kultivator" Bangkitnya tujuh penguasa langit.
"Satu dendam menyatukan mereka.Tujuh kekuatan akan mengguncang semesta".
Dunia kultivator sedang diambang perubahan besar.Pejabat korup yang dulu menghancurkan keluarga Lin mungkin merasa aman diatas singgasananya,namun mereka tidak menyadari bahwa badai sedang datang ke arah mereka.Bukan cuma satu,melainkan tujuh sosok legendaris yang dipersatukan takdir dan persahabatan.
Dipimpin oleh dua saudara sepupu yang berwajah identik,faksi baru ini muncul untuk menghakimi ketidakadilan :
• Jian Feng : Sang reinkarnasi seorang Kaisar dengan Darah Naga Dan Tinju Naga yang mampu menghancurkan langit.
•Ling Chen : Pemilik tubuh surgawi sang maestro pedang yang membelah kegelapan dengan cahaya suci.
Dibelakang mereka berdiri Lima sekutu yang tak kalah mengerikan :
• Zi Yan (Sang penawar maut)
• Xue Li & Mei'er (Duo Kegelapan)
• Shen Long & Qing Long (Naga hitam & Naga Air)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antara Obsesi Dan Ketulusan
Penyelidikan di Ibu Kota yang tadinya tenang mendadak berubah menjadi mimpi buruk. Mei’er, dengan kemampuan terawangannya, terus menuntun Ling Chen dan kawan-kawan menyusuri gang-gang sempit hingga akhirnya mereka tiba di sebuah hutan bambu yang sunyi di pinggiran kota. Hawa dingin yang menusuk tulang bukan berasal dari angin, melainkan dari sebuah ritual terlarang yang sedang berlangsung di tengah hutan tersebut.
Di sana, di bawah cahaya bulan yang tertutup awan hitam, berdirilah sosok yang selama ini menjadi dalang di balik layar: Duan Zhixing.
"Kalian datang tepat waktu," ucap Duan Zhixing dengan senyum sadis yang menghiasi wajahnya. Ia tidak lagi terlihat seperti pendekar terhormat. Matanya memancarkan kegilaan. Di sampingnya, seorang pemuda bertato aneh berteriak kesakitan saat kulitnya berubah menjadi hitam legam dan matanya menyala merah.
"Kekuatan Qilin Api Hitam..." Mei’er mundur selangkah, wajahnya pucat. "Duan Zhixing! Kau benar-benar sudah gila! Itu adalah kekuatan terlarang yang akan melahap jiwamu sendiri!"
Kenangan yang Terbakar
Duan Zhixing tertawa terbahak-bahak. "Jiwa? Aku sudah tidak butuh jiwa sejak kau lebih memilih pemuda konyol pemakan kerupuk itu daripada aku, Mei’er! Aku melakukan semua ini... untuk memilikimu kembali!"
Seketika, sebuah bayangan masa lalu (flashback) melintas di benak Mei’er. Ia teringat masa kecil mereka di taman bunga yang indah. Saat itu, Duan Zhixing adalah sosok kakak yang hangat. Ia ingat bagaimana Duan Zhixing memberinya boneka kayu dan berjanji akan selalu melindunginya. Namun, tahun-tahun berlalu dan kasih sayang itu berubah menjadi obsesi yang menyesakkan.
"Aku akan membuatmu menjadi milikku, Mei'er, apa pun caranya!" teriakan Duan Zhixing di masa lalu bergema kembali, memicu amarah di hati Ling Chen.
Pertempuran Cahaya vs Api Hitam
"Cukup, Duan Zhixing! Cinta bukan alasan untuk menghancurkan dunia!" Ling Chen melesat maju. Pedang emasnya berpijar dengan energi Tubuh Surgawi yang sangat murni, membelah api hitam yang mulai membakar hutan bambu tersebut.
Duan Zhixing merapalkan mantra terlarang, memanggil manifestasi Qilin Api Hitam yang mengerikan. Hutan yang hijau seketika berubah menjadi lautan api hitam yang pengap. Namun, Ling Chen dengan perlindungan Tubuh Surgawinya seolah tidak tersentuh panas tersebut. Setiap ayunan pedangnya memadamkan api kegelapan.
"Kalian semua tidak akan cukup!" raung Duan Zhixing saat melihat Qing Long dan Shen Long mendarat dengan suara dentuman yang menggetarkan bumi.
Qing Long menatap rendah ke arah Duan Zhixing. "Qilin Api Hitam... hanyalah serangga di hadapan kekuatan Naga Sejati."
Shen Long mengeluarkan raungan yang membuat nyali pasukan kegelapan menciut. Dalam satu serangan gabungan, Duan Zhixing akhirnya terhempas dan jatuh berlutut. Rencana besarnya untuk menghancurkan Sekte Yinxiang hancur berantakan di tangan aliansi Ling Chen.
Keputusan Menyakitkan Mei’er
Suasana menjadi hening saat Duan Zhixing tertunduk lemas, bersimbah darah. "Mei'er... kenapa? Kenapa kau memilih dia?" tanyanya sambil menatap Jian Feng dengan benci.
Mei’er melangkah maju, tangannya sedikit gemetar. Ia menatap Jian Feng yang berdiri di sampingnya. Jian Feng yang biasanya banyak bicara, kini hanya terdiam dan tersenyum lembut, memberikan rasa aman yang tidak pernah diberikan oleh Duan Zhixing.
"Karena Jian Feng mencintaiku apa adanya, bukan sebagai piala yang harus dimenangkan," suara Mei’er terdengar mantap meski matanya berkaca-kaca. "Aku sudah memilih Jian Feng. Selamanya."
Mendengar itu, harga diri Duan Zhixing hancur berkeping-keping. "TIDAK! JIKA AKU TIDAK BISA MEMILIKIMU, MAKA TIDAK ADA YANG BOLEH!"
Ledakan Amarah Terakhir
Duan Zhixing bangkit dengan sisa-sisa kekuatannya. Ia membiarkan Qilin Api Hitam merasuki seluruh raganya secara paksa. Tubuhnya membesar, tanduk api tumbuh dari kepalanya, dan ledakan energi hitam memerangkap mereka semua dalam lingkaran maut.
"Mei'er, lindungi diri!" teriak Jian Feng. Untuk pertama kalinya, Jian Feng tidak memikirkan makanan. Ia menghunus pedangnya dan berdiri di garis paling depan, menantang maut demi wanita yang ia cintai.
"Ling Chen! Bantu Jian Feng!" perintah Mei’er sambil merapal mantra perlindungan.
Qing Long dan Shen Long kembali menyerbu, memulai pertarungan hidup dan mati yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Di tengah hujan api hitam, Mei’er menggenggam tangan Ling Chen. "Ling Chen... apa yang akan terjadi?"
Ling Chen menatap tajam ke depan, energinya kembali meluap. "Aku akan memastikan bajingan ini tidak akan pernah menyentuhmu lagi. Hari ini, legenda Qilin Api Hitam akan berakhir!"
BERSAMBUNG...
Lanjjjjooootttt