NovelToon NovelToon
Milik Sang Kapten

Milik Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Menyembunyikan Identitas / Romansa
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Karline sengaja bersembunyi di balik masker dan jaket gembel demi ketenangan. Namun, sebuah insiden di kolam renang membongkar segalanya. Di balik penampilan kumuhnya, ternyata ada kecantikan luar biasa yang membuat seisi sekolah lupa cara bernapas.
​Dean, sang kapten voli yang populer dan arogan, tidak tinggal diam. Sejak napas buatan itu diberikan, Dean mengklaim Karline sebagai miliknya. Kini, Karline harus menghadapi dunia yang memujanya, sekaligus menghadapi obsesi posesif sang kapten yang tidak sudi berbagi tatapan Karline dengan pria mana pun.
​"Lepaskan maskermu. Mulai sekarang, kamu aman di bawah kuasaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Fitnah dan Puncak Amarah

Pagi ini, SMA Garuda Kencana tidak diawali dengan ketenangan. Sejak langkah pertama Karline melewati gerbang, ia merasakan atmosfer yang berbeda. Tatapan siswa-siswi yang biasanya hanya penasaran, kini berubah menjadi tatapan mencemooh dan jijik. Bisik-bisik yang terdengar pun jauh lebih tajam dari biasanya.

​"Ih, nggak nyangka ya, penampilannya aja yang tertutup, ternyata simpanan."

​"Pantesan jemputannya mobil mewah, ternyata hasil jual diri."

​Karline mengernyit di balik maskernya. Ia mempercepat langkah menuju mading tengah. Di sana, kerumunan siswa sedang mengerumuni beberapa lembar foto yang ditempel besar-besar. Foto itu memperlihatkan Karline yang sedang masuk ke dalam sedan hitam mewah kemarin sore. Di bawahnya, tertulis narasi kejam dengan huruf kapital: "SISWI BARU ATAU SIMPANAN OM-OM MEWAH? KEDOK DI BALIK JAKET NINJA TERBONGKAR!"

​"Gimana, Karline? Foto-fotonya bagus, kan?" Suara melengking Clarissa memecah kerumunan. Ia berdiri di sana dengan tangan bersedekap, dikelilingi gengnya yang tertawa sinis. "Nggak usah sok suci pakai masker sama jaket kalau aslinya cuma simpanan buat bayar gaya hidup!"

​Darah Karline mendidih. Fitnah ini sudah keterlaluan. Ia bisa menerima jika dihina aneh, tapi dituduh sebagai simpanan adalah penghinaan besar bagi harga diri dan keluarganya. Tubuhnya gemetar menahan amarah yang meledak di dada.

​Sementara itu, di parkiran, Dean baru saja tiba dengan napas sedikit memburu. Bannya bocor di tengah jalan sehingga ia harus mendorong motornya ke bengkel terdekat. Ia bingung melihat kerumunan besar di depan mading.

​"Ada apa sih, Ka?" tanya Dean pada Raka yang baru lari dari kerumunan.

​"Kacau, De! Clarissa beneran gila. Dia fitnah Karline simpanan om-om di mading. Karline dipojokkan habis-habisan," jawab Raka panik.

​Dean langsung melangkah lebar menuju mading, namun langkahnya terhenti saat melihat Karline berjalan mendekati Clarissa. Karline tidak berteriak. Ia justru mendekatkan wajahnya ke telinga Clarissa, berbisik dengan suara yang sangat rendah namun penuh ancaman.

​"Kita tunggu saat pulang sekolah. Pastikan teman-temanmu tidak lari," bisik Karline.

​Setelah itu, Karline berbalik dan masuk ke kelas dengan langkah tenang. Namun, siapa pun yang melihat matanya tahu bahwa itu adalah ketenangan sebelum badai besar.

​Lonceng pulang sekolah berbunyi. Karline tidak langsung pulang. Ia berdiri di depan pintu kelas XII-IPS 1, menunggu Clarissa keluar. Saat sosok yang dicarinya itu muncul bersama gengnya, Karline tidak memberikan waktu untuk mereka bicara.

​Sret!

​Tanpa aba-aba, tangan Karline menjambak kuat rambut pirang hasil bleaching milik Clarissa.

​"Aakh! Lepasin! Lo apa-apaan!" jerit Clarissa kesakitan.

​Karline tidak bicara. Ia menyeret Clarissa menyusuri koridor kelas dua belas. Teman-teman Clarissa mencoba membantu, namun Karline menoleh dengan tatapan yang begitu buas dan dingin, membuat mereka mundur teratur karena ketakutan. Adegan ini bak serangan solo player di tengah markas musuh. Kakak kelas laki-laki dan perempuan keluar dari kelas mereka, mengikuti "parade" pembalasan itu dengan wajah kaget.

​Sampai di depan gerbang sekolah yang luas dan sedang ramai oleh siswa yang hendak pulang, Karline menghentikan langkahnya. Dengan sentakan kuat, ia seolah melempar tubuh Clarissa ke tanah. Clarissa tersungkur di atas aspal, rambutnya berantakan dan wajahnya merah padam karena malu ditonton ratusan orang.

​"Lo... lo berani-beraninya!" Clarissa bangkit, mencoba melayangkan tamparan ke wajah Karline.

​Plak!

​Karline lebih cepat. Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Clarissa hingga kepalanya tertoleh ke samping.

​"Itu untuk fitnah yang kamu tempel di mading," ucap Karline tegas.

​Clarissa yang kalap mencoba menerjang lagi, namun sekali lagi...

​Plak!

​Tamparan kedua mendarat di pipi yang lain. "Dan itu karena kamu sudah tidak punya sopan santun sebagai manusia."

​"Stop! Karline, berhenti!" teriak Arlan yang baru saja berlari dari arah ruang OSIS. Melihat sepupunya dipermalukan, Arlan langsung maju. Ia tampak sangat marah dan tangannya bergerak cepat, seolah ingin meraih bahu Karline untuk menghentikannya atau mungkin memukulnya karena emosi.

​Karline sudah dalam mode siaga tinggi. Melihat gerakan agresif Arlan, ia secara refleks mengangkat kakinya.

​Bugh!

​Sebuah tendangan telak mendarat tepat di "aset berharga" Arlan.

​Arlan seketika membeku. Wajahnya berubah pucat pasi, lalu berubah menjadi biru, sebelum akhirnya ia tumbang berlutut sambil memegangi bagian bawah perutnya dengan ekspresi yang sangat ngilu.

​Di pinggir lapangan, Dean, Raka, dan Rio yang menyaksikan itu serentak memegangi bagian bawah mereka sendiri. Mereka ikut meringis, seolah bisa merasakan betapa dahsyatnya rasa sakit yang dialami Arlan.

​"Aduh... ngilu banget gue ngelihatnya," gumam Rio sambil menutup mata sebelah.

​Karline berdiri tegak, menatap Arlan yang mengerang tanpa suara di tanah, lalu beralih ke Clarissa yang gemetar ketakutan.

​"Dengar baik-baik," suara Karline menggema di gerbang sekolah. "Sekali lagi kalian berani menyentuh hidup saya atau keluarga saya dengan fitnah murahan, saya tidak akan segan-segan membuat kalian keluar dari sekolah ini dengan cara yang lebih memalukan. Dan untuk kamu, Ketua OSIS, belajar cara jadi laki-laki yang punya integritas, bukan cuma jadi pelindung sepupu yang salah."

​Setelah mengatakan itu, Karline merapikan letak maskernya yang sedikit bergeser. Ia berbalik dan berjalan dengan langkah anggun menuju mobil sedan hitamnya yang sudah menunggu. Ratusan pasang mata menatapnya dengan rasa kagum, takut, dan hormat yang bercampur aduk. Tidak ada lagi yang berani menyebutnya simpanan setelah melihat kekuatan dan keberaniannya barusan.

​Dean masih terpaku di tempatnya. Ia menatap mobil Karline yang perlahan menjauh. Ada rasa bangga yang aneh menyelinap di hatinya melihat gadis itu membela diri.

​"Karline.. ," bisik Dean dengan senyum tipis di wajah tampannya. "gadis yang benar-benar luar biasa."

1
Anonymous
lanjut 😎
Qaisaa Nazarudin
Kompliknya terlalu Rumit dan Bertele-tele..
Qaisaa Nazarudin
Alaahhh yang ada hujung2 nya pasti kamu akan LULUH lagi dengan DRAMA PENYESALAN DAN KATA MAAF..KAMU KAN EMANG OGEB BIN BODOH DARI DULU..
Qaisaa Nazarudin
Nah itu aku SETUJU..
Qaisaa Nazarudin
BUKAN CINTA DARI DULU ITU CUMAN RASA KEKAGUMAN SESAAT DAN OBSESI DOANG YA..INGAT CINTA DAN OBSESI ITU BEDA TIPIS..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal juga aku gak suka Karline bisa CEPAT Luluh setelah perlakuan Dean,Rio dan Raka dulu ke Karline saat SMA,Karline aja yg Bego kebangetan,Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,untung aja aku baca ya loncat2 ,Sesuai dugaan ku Karline bukan bukanlah cewek idola ku, peran MC Cewek nya yg gak sesuai harapan..
Qaisaa Nazarudin
Dasar Karline aja yang Ogeb,Sudah dihina2 jadi simpanan om om oleh Dean,dituduh macam2 oleh Dean, Rio dan Raka, Tapi hanya dengan kata MAAF dan PENYESALAN langsung aja Luluh,Ku pikir Alur nya akan putar arah dari novel2 yg lain yg udah pernah ku baca,Eh ternyata sama aja.. Setelah baca sinopsis ku fikir gak segitunya cacian dan hinaan dari Peran utama cowoknya makanya aku langsung tertarik untuk bacanya.. Tapi setelah baca aku langsung kecewa karena PERAN Cewek nya yg awal2 Tangguh dan bisa melawan dari segala arah,tiba2 langsung MELEMPEM dan seakan2 gak bisa apa2 kalau gak ada Dean.Kecewa deh gak sesuai Ekspektasi..🙏🙏
Ra H Fadillah: Terima kasih atas kritik dan masukannya, Kak 🙏
Ikuti terus ceritanya ya, karena perjalanan Karline masih panjang dan belum semuanya terungkap 😊
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ckk di gombalin dikit aja udah luluh 🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Apaan nih si nenek??
Qaisaa Nazarudin
Satu kata SKAKMATT buat si PECUNDANG..🫵🫵🫵👎👎👎👎
Qaisaa Nazarudin
Aelah gesit BANGET dari kemaren gak ada habis2 nya minta maaf,Karena apa?? Karena Karline itu CANTIK,PINTER, Coba kalau identintas nya belum kebuka,apa Dean akan segesit itu utk minta maaf?? 🙄🙄😏😏
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang ntar Ortu nya Dean punya pikiran buat JODOHIN mereka,Maka disitu Dean MENANG tanpa BERJUANG .
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa?? Mulai deh bau2 sang. Outhor bikin mereka makin deket..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang itu rumah Dean..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Benar2 PENGECUT ya nih Cowok...
Qaisaa Nazarudin
TINDAKAN DEAN DKK BISA DILAPORKAN KE POLISI ATAS KASUS PERLECEHAN YA THOR..JANGAN BIKIN KARLINE GAMPANG BANGET LULUH SAMA SI PENCUNDANG DEAN YA..AWAS AJA..
Qaisaa Nazarudin
HAH MAMPOS..PUAS HATI AKU..
Qaisaa Nazarudin
👏👏👏👏 Senjata makan Tuan..Malu gak tuh,gak punya harga diri ramai2 membully seorang adek kelas..
Qaisaa Nazarudin
Cowok pengecut beraninya sama Cewek..bikin malu aja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!