NovelToon NovelToon
Ayahku Memiliki Sistem

Ayahku Memiliki Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Saat ia pikir hidupnya berakhir, seorang pria tiba-tiba mendapatkan sistem. Namun, bukannya menjadi kaya, ia justru terbangun di masa lalu... di dalam tubuh ayahnya saat masih muda.

Kini, dengan sistem di tangannya dan mengetahui masa depan, ia harus mengubah takdir keluarganya.

Mampukah ia menyelamatkan keluarganya... tanpa menghapus keberadaannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Raka kembali memancing informasi. Sebagai orang yang tahu masa depan Kael, dia ingin memastikan kondisi mental anak ini di masa sekarang agar tidak salah arah.

​"Terus kalau di sekolah gimana? Lu kan tipikal anak yang pendiam dan kuper gini nih. Ada yang hobi nge-bully lu kagak? Biasanya kan anak-anak nakal di SMA suka nyari gara-gara sama anak yang kelihatan lemah," tanya Raka menyelidik.

​Kael menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Nggak ada kok, Bang. Gak ada yang berani nge-bully gua juga."

​"Oh ya? Bagus deh kalau gitu. Berarti lu punya temen geng yang jagain lu?"

​Kael malah terkekeh miris. "Bukan gitu, Bang. Di sekolah itu, gua kayak manusia transparan. Gua gak punya musuh, tapi gua juga gak punya temen ngobrol. Orang-orang menganggap gua aneh karena gua jarang ngomong dan selalu pakai kacamata tebal begini. Jadi ya... mereka milih buat cuek dan mengabaikan gua aja. Gua sendirian terus kalau di kelas."

​Budi menggeleng-gelengkan kepalanya sedih mendengarkan hal itu. "Aduh, kasihan banget. Kamu pasti kesepian ya di sekolah? Sini, mulai sekarang kamu main aja sama kita. Biarpun kami cuma pekerja kasar, tapi kami bisa jadi temen ngobrol yang baik buat kamu."

​Kael tertegun mendengar ketulusan Budi. "Eh? Iya, Om... Makasih ya."

​Raka mendadak menghentikan permainan gamenya. Dia memutar kursi kerjanya hingga berhadapan langsung dengan Kael.

Raka melipat kedua tangannya di dada sambil memperhatikan penampilan Kael dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan menilai.

​Kael yang diperhatikan secara intens seperti itu langsung merasa risi dan salah tingkah. "Kenapa sih, Bang? Kok ngelihatin gua kayak gitu banget? Ada yang aneh ya sama muka gua?"

​"El, gua mau nanya satu hal penting sama lu," kata Raka dengan wajah serius. "Lu sadar kagak sih kalau penampilan lu sekarang itu... culun banget?"

​Kael melongo. Dia berkedip beberapa kali di balik lensa kacamatanya yang super tebal.

"Hah? Culun? Enggak ah, Mas. Perasaan penampilan gua biasa-biasa aja kayak orang normal pada umumnya."

​Raka langsung menepuk dahinya sendiri karena frustrasi. "Gila, nih bocah ternyata bener-bener buta fashion," batin Raka menggeleng pasrah.

​Budi ikut memajukan badannya, ikut mengamati Kael dari dekat untuk mendukung ucapan Raka.

"Nah, bener apa kata Raka, Kael. Aku dari tadi mau ngomong tapi agak sungkan sama kamu. Aku lihat-lihat, rambut kamu itu panjangnya udah keterlaluan sampai nutupin mata. Terus baju seragam kamu kusut banget kayak gak disetrika sebulan, kancingnya juga berantakan. Kamu kelihatan kayak anak yang gak keurus sama sekali."

​Kael menarik-narik kerah seragam SMA-nya yang lecek, lalu meraba rambut poninya yang panjang.

"Masa sih, Om? Tapi gua ngerasa nyaman-nyaman aja begini. Di TV juga tokoh-tokoh anime atau orang pinter kan gayanya emang sengaja dibikin begini, biar misterius."

​"Misterius matamu!" potong Raka sambil tertawa gemas.

"Itu mah di film, El! Kalau di dunia nyata, gaya lu begini nih yang bikin cewek-cewek males deketin lu, makanya lu gak punya temen di kelas! Sini lu, gak bisa didiemin ini. Gua benerin penampilan lu sekarang juga."

​"Eh, eh! Mau ngapain, Bang?" Kael panik saat Raka tiba-tiba mendekat.

​Raka tidak mempedulikan protes Kael. Pertama-tama, Raka melepas kacamata tebal Kael secara paksa. "Om Bud, tolong bersihin kacamatanya pakai tisu, tuh lensanya udah burem penuh minyak begitu."

​"Oh, iya, siap! Sini biar aku bersihin," sahut Budi dengan cekatan mengambil kacamata Kael dan mengelapnya sampai bening menggunakan tisu bersih.

​Sementara itu, Raka mulai beraksi pada rambut Kael.

Menggunakan sisir saku yang ia pinjam dari penjaga warnet, Raka menyisir rambut poni lempar Kael yang lepek ke arah belakang dan samping, membuka dahi Kael yang selama ini selalu tertutup rapat.

Raka juga menata beberapa bagian rambut atasnya agar terlihat lebih bervolume dan rapi.

​"Nah, sekarang kancing baju lu." Raka dengan paksa membenarkan posisi kancing seragam Kael yang meleset satu lubang, merapikan kerah bajunya yang terlipat ke dalam, dan menyuruh Kael memasukkan bagian bawah seragamnya ke dalam celana abu-abu SMA-nya agar terlihat rapi.

​Setelah dirasa cukup, Budi mengembalikan kacamata yang sudah bersih mengkilap itu kepada Kael. "Nih, Kael, pakai lagi kacamatanya. Udah aku bersihin sampai kinclong."

​Kael menerima kacamatanya dengan bingung lalu memakainya kembali.

Begitu kacamatanya terpasang, Raka langsung mematikan monitor PC di depan Kael hingga layarnya berubah menjadi hitam gelap dan berfungsi seperti cermin darurat.

​"Nah, sekarang coba lu ngaca di layar PC lu yang mati itu. Lihat bedanya," perintah Raka sambil tersenyum puas.

​Kael memajukan wajahnya, memperhatikan bayangan dirinya di permukaan layar monitor yang gelap.

Matanya langsung membelalak lebar. Dia terpaku selama beberapa saat, tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

​Dahi yang selama ini dia sembunyikan di balik poni lepek kini terlihat bersih, membuat struktur wajahnya kelihatan jauh lebih tegas dan proporsional.

Seragamnya yang tadi berantakan kini terlihat rapi layaknya anak sekolah teladan yang disiplin.

Aura "culun" yang melekat pada dirinya selama ini mendadak menguap begitu saja, digantikan oleh kesan remaja cowok yang bersih dan sebenarnya cukup tampan jika dirawat dengan benar.

​"Eh...?" Kael meraba wajahnya sendiri dengan tangan gemetar. "Kok... kok gua kelihatan agak ganteng ya, Bang? Ini beneran gua?"

​Raka terbahak-bahak melihat reaksi takjub Kael, sementara Budi bertepuk tangan dengan gembira.

​"Nah, kan! Aku bilang juga apa!" seru Budi dengan logat aku-kamu nya yang ceria.

"Kamu itu aslinya punya wajah yang oke, Kael. Kamu kalau rapi begini kan enak dilihat orang. Aku jadi gak ngerasa berasa lagi jalan sama anak ilang di jalanan, hehe."

​Kael tersenyum lebar, rasa percaya dirinya yang selama ini terpendam di dalam dunia virtual mendadak mulai merembes keluar ke dunia nyata.

Dia menatap Raka dan Budi dengan pandangan yang jauh lebih hangat dari sebelumnya.

Pertemuan tidak sengaja di pojokan warnet ini perlahan-lahan mulai mengubah jalan hidup si calon legenda e-sport tersebut.

1
Bryan
keren thor, banyakin ya update nya, 1 vote udh melayang 💪👍
Maul: terima kasih banyak kak😆
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Reno bocil bikin ngakak deh🤣🤣
Maul
/Blush/
Maul
duit 😘
Maul
/Hey/
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Yuliana Tunru
knp verota x jd maju mundur sih kan yg baca bingung 🤭🤭
Maul: hehe, mungkin ke depannya gak akan maju mundur🙏
total 1 replies
Maul
Sistemnya plin-plan wkwk
Maul
waduh, yang ini gk cadel😅
Maul
ngasuh diri sendiri 🤭
Maul
women
Maul
Ayahku adalah diriku sendiri🤔
Maul: cuma bercanda kak, soalnya kan mc nya masuk ke tubuh ayahnya sendiri😅 🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!