NovelToon NovelToon
Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu Alexander adalah seorang karyawan rendahan yang sedang berada di titik terendah hidupnya setelah difitnah dan gajinya dipotong semena-mena oleh atasannya. Nasib miskinnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika ia memindai sebuah barcode misterius di halte bus yang diam-diam menginstal Aplikasi Toko Ajaib di ponselnya.

Berbekal sisa saldo lima puluh ribu rupiah, Bayu memanfaatkan fitur diskon kilat aplikasi tersebut untuk membeli kacamata ajaib penilai barang antik, yang menjadi batu loncatan pertamanya meraup ratusan juta rupiah dari pasar loak.

Dari seorang budak korporat yang diinjak-injak, Bayu perlahan membangun kerajaan bisnisnya sendiri, menggunakan item-item tak masuk akal dari sistem untuk menghancurkan karir musuh-musuhnya, mendominasi pasar saham, hingga menumpas mafia kejam yang mencoba mengusiknya, semuanya ia lakukan dalam diam sebagai miliarder baru Jakarta yang rahasianya tidak akan pernah terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Bayu menatap kepergian Tari dengan perasaan sedikit mengganjal, namun ia segera mengalihkan fokusnya pada Victoria.

"Kau punya asisten yang sangat protektif, Bayu," goda Victoria sambil duduk menyilangkan kakinya di kursi tamu. "Matanya menatapku seolah aku seorang pencuri yang mau mengambil hartanya."

"Dia sudah bersamaku sejak aku bukan siapa-siapa. Kesetiaannya tidak bisa dibeli dengan uang," jawab Bayu datar, membuka map kulit dari Victoria.

"Tentu saja. Kesetiaan itu bagus. Tapi di dunia kita, kesetiaan saja tidak cukup untuk bertahan hidup dari gigitan hiu," Victoria mencondongkan tubuhnya ke depan. Wajahnya berubah serius. "Kakek mendapat informasi intelijen pagi ini. Konsorsium Sembilan sudah tahu soal pertemuan kita kemarin. Mereka sangat marah. Aliansi ini merusak rencana monopoli mereka."

Bayu membaca poin-poin draf kontrak tersebut dengan cepat. Semuanya terlihat sangat menguntungkan. Lin Zhen benar-benar menepati janjinya untuk menjadikan perusahaannya sebagai mitra yang sejajar.

"Biarkan mereka marah. Itu tandanya rencana kita berhasil," ucap Bayu.

"Jangan remehkan mereka, Bayu. Mereka tidak akan menyerang proyek pelabuhan secara langsung karena itu pasti akan terlalu mencolok. Mereka akan menyerang urat nadimu yang paling lemah terlebih dahulu untuk menguras sumber dayamu," peringat Victoria.

Drrttt. Drrttt.

Ponsel Bayu bergetar hebat di atas meja. Sebuah panggilan masuk dari Tari. Bayu mengerutkan kening. Tari baru saja keluar dari ruangannya dua menit yang lalu. Jika ia menelepon, pasti ada keadaan darurat.

Bayu mengangkat panggilan itu dan menekan tombol pengeras suara agar Victoria bisa ikut mendengarkan.

"Bay! Lo harus nyalain TV sekarang juga, pindahin ke saluran berita lokal!" teriak Tari dari seberang sana, suaranya dipenuhi kepanikan yang luar biasa. Terdengar suara keributan dan dering telepon yang tak henti-hentinya menjadi latar belakang.

"Ada apa, Tar? Tarik napas pelan-pelan," instruksi Bayu tenang.

"Kafein Nusantara, Bay! Semua cabang kita diserang!"

Wajah Bayu mengeras. Ia menyambar remote di atas meja dan menyalakan televisi di dinding, memindahkannya ke saluran yang diminta Tari.

Di layar, terlihat kerumunan massa yang sedang mengamuk di depan salah satu cabang Kafein Nusantara di Jakarta Selatan. Beberapa orang melempari kaca depan kafe dengan batu dan tomat busuk. Reporter di lapangan sedang melaporkan berita secara langsung dengan nada tegang.

"Pemirsa, saat ini kami berada di depan salah satu kedai kopi yang sedang viral, Kafein Nusantara. Sejak pagi tadi, terjadi gelombang protes dari warga sekitar dan puluhan pelanggan yang mengaku mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi kopi dari tempat ini. Rumah sakit terdekat melaporkan sedikitnya tiga puluh orang masuk unit gawat darurat dengan gejala mual dan sesak napas parah."

Layar berganti menampilkan rekaman amatir di dalam rumah sakit, memperlihatkan orang-orang yang terbaring lemas dengan selang infus.

"Pihak kepolisian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan telah turun tangan. Menurut informasi sementara, ditemukan indikasi penggunaan campuran bahan kimia berbahaya pada racikan rahasia kopi tersebut untuk memberikan efek adiktif secara ilegal. Saat ini, seluruh cabang Kafein Nusantara di ibu kota telah disegel paksa oleh pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut."

Klik.

Bayu mematikan televisi. Rahangnya mengeras hingga otot-ototnya menonjol.

"Bay, supplier biji kopi kita juga tiba-tiba mutusin kontrak sepihak pagi ini. Akun media sosial kafe kita diserang ribuan bot yang nyebarin berita hoax soal bahan kimia itu. Pak Slamet sekarang lagi ditahan di kantor polisi buat dimintai keterangan, Bay. Reputasi kita hancur dalam hitungan jam," suara Tari terdengar mulai terisak di telepon. Ia merasa gagal melindungi bisnis yang dipercayakan padanya.

Victoria yang duduk di seberang meja menghela napas panjang.

"Sudah kubilang. Ini cara kerja Konsorsium Sembilan," kata Victoria pelan. "Mereka menyerang dari balik bayangan. Menggunakan media, menyuap pemasok, dan memalsukan korban keracunan untuk menghancurkan arus kas dan reputasimu sebelum kamu bisa bernapas."

"Gue bakal urus ini, Tar. Lo tenangin anak-anak di kantor, jangan ada yang kasih pernyataan apa pun ke media. Cari pengacara terbaik buat dampingin Pak Slamet di kantor polisi. Gue bakal ke sana sekarang," Bayu memberikan instruksi dengan nada sedingin es, lalu mematikan panggilan.

Bayu berdiri, mengambil jasnya dari sandaran kursi. Matanya tidak lagi memancarkan ketenangan seorang pengusaha, melainkan ketajaman seorang pemangsa yang wilayah teritorialnya baru saja diusik.

Konsorsium Sembilan mengira mereka menyerang titik lemah Bayu dengan mematikan bisnis kafenya. Namun mereka tidak tahu bahwa racikan rahasia itu bukan terbuat dari bahan kimia pabrikan. Racikan itu berasal dari sistem, dari hukum alam yang sudah dibengkokkan. Tidak ada satu pun laboratorium di dunia ini yang bisa membuktikan bahwa bubuk itu berbahaya, karena benda itu pada dasarnya murni ada secara gaib.

"Kau butuh bantuan tim humas dari Lin Group untuk meredam media?" tawar Victoria, ikut berdiri. Ia merasa sedikit simpati melihat bisnis pemuda ini dihancurkan dengan kejam.

"Tidak perlu, Victoria. Terima kasih," jawab Bayu tegas, menolak dengan halus. "Urusan korporat raksasa kita selesaikan bersama. Tapi kalau mereka berani menyentuh warung kopi milik orang-orangku, aku akan membalasnya dengan cara jalanan."

"Apa yang akan kau lakukan? Hukum dan media sudah dibeli oleh mereka."

Bayu berjalan menuju pintu, merogoh saku celananya untuk memegang ponselnya yang retak.

"Mereka boleh membeli hukum didunia. Tapi mari kita lihat apakah mereka bisa menutupi kebenaran absolut," batin Bayu.

"Aku akan membuat orang-orang yang pura-pura keracunan itu bernyanyi di depan kamera siaran langsung siang ini juga. Kau bisa kembali ke kantormu, Victoria. Draf ini sudah kusetujui," ucap Bayu, melempar senyum mematikan sebelum melangkah keluar dari ruangan, bersiap memanggil keajaiban dari sistemnya untuk membakar skenario kotor sang Konsorsium.

1
ラマSkuy
/Proud/
ラマSkuy
nah MC begini yang gua demen 👍
ラマSkuy
wah apakah bukan hanya Bayu yang punya sistem jadi selain MC ada lagi yang punya sistem. tapi unik juga ya biasanya sistemnya itu menyatu dengan jiwa MC tapi ini dihpnya MC
ラマSkuy
nice 👍
Ironside
Bagus Kak /Smile/, btw mana Insectnya /Curse//Curse//Curse/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
👻🤣👻
Mamat Stone
🤣👻🤣
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
ラマSkuy
waw/Sly/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
terserah anda Thor /Ok//Good/
Mamat Stone
pasti salah kaprah 🤣👻
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!