NovelToon NovelToon
Hutang Cinta Untuk Mr. Pilot

Hutang Cinta Untuk Mr. Pilot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:565.9k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Saputri

Binar Amanda, seorang gadis yang secara mendadak memiliki banyak hutang setelah sang ayahnya meninggal dunia. dengan tekad untuk menyelamatkan ayahnya dari api neraka dan menghindari dakwaan sebagai anak durhaka Binar pun bertekad untuk melunasi hutang-hutang milik almarhum ayahnya yang kemudian malah mengantarkannya pada seorang Captain Pilot bernama Angkasa Baskoro. Bisakah Binar melunasi hutang ayahnya?
lalu masa lalu seperti apa yang telah terjadi diantara keduanya yang akhirnya menuntun mereka pada sebuah takdir.

Dapatkan jawabannya di Hutang Cinta Untuk Mr.Pilot.

Mari berteman, ig : Risasaputri790

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

“Kenapa makanannya tidak dihabiskan?”

Tanya Binar saat melihat Angkasa yang meletakkan kembali sendok dan garpunya di atas piring

sedang masih terdapat  cukup banyak nasi dan lauk di piringnya.

 

“Sudah kenyang, kamu jangan lupa habiskan makananmu”

Binar menatap Angkasa aneh, “Menyuruh orang untuk menghabiskan makanan tapi sendirinya tidak habis”

 

“Hanya sedang tidak berselera, beda denganmu. Kamu harus banyak makan biar cepat sehat”

“Aku sehat, sangat sehat”

bela Binar

“Hmmm, tapi kaki mu

tidak” jawab Angkasa

“Apa hubungannya”

gerutu Binar sembari menyendok lagi nasi dan sup ayam yang tadi dibawakan oleh

Hadrian. Beberapa saat setelah sendok itu masuk ke dalam mulut dan dikunyahnya

nasi beserta sup ayam tersebut, tiba – tiba Binar ingat sesuatu.

“Ahh benar juga, sup ayam ini” Binar menolehkan wajahnya menatap Angkasa seperti mendapatkan jawaban

kenapa Angkasa tidak berselera makan malam ini.

“Kamu tidak berselera makan karena sup ayam ini?”

Tanya Binar pada Angkasa.

“Kata siapa?”

“Aku”

“Bukan karena itu”

“Trus apa lagi? Kamu begitu tidak menyukai Hadrian, jadi ku pikir karena sup ayam ini”

 

“Yang pasti bukan karena sup ayam ini, jadi cepat habiskan makananmu lalu minum obat”

Setelah itu Angkasa berdiri dari duduknya

 

“Kamu mau kemana?” Tanya Binar

 

“Aku ada sedikit urusan sebentar di luar, jadi setelah ini jangan lupa minum obat dan beristirahatlah di kamar. Mintalah

bantuan mbok Sri jika ada sesuatu yang diperlukan. Telpon aku jika ada kondisi

darurat”

Usai mengucapkan itu Angkasa mengusap kepala Binar pelan lalu pergi keluar meninggalkan Binar

sendiri di meja makan.

 

“Apa itu, pergi di saat makan malam masih berlangsung”

Binar meletakkan kembali sendok dan garpu di atas piring miliknya

“Dan sekarang aku yang tidak berselera makan” gumam Binar melihat nasi dan sup ayam yang ada di atas

meja

 

“Non Binar sudah selesai makannya? Ada yang bisa mbok Sri bantu?”

Suara mbok Sri yang baru saja datang ke ruang makan mengalihkan perhatian Binar dari nasi dan sup

ayam yang dipandanginya tadi.

“Ehh mbok Sri, iya nih udah selesai makannya. Mbok bisa tolong bantu Binar ke kamar gak?” Tanya Binar

pada mbok Sri yang langsung dijawab mbok Sri dengan anggukan tanda

kesanggupannya untuk membantu Binar.

Dan setelah itu mbok Sri membantu mendorong kursi roda Binar menuju kamarnya.

***

Angkasa mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, pikirannya saat ini tertuju pada

sebuah pesan yang masuk ke ponselnya sesaat sebelum makan malam tadi

berlangsung.  Pesan yang berisi informasi

tentang kedatangan seseorang yang selama beberapa tahun ini telah hilang kontak

dengannya.

Mobil Angkasa sampai di depan sebuah caffe, setelah memakirkan mobilnya Angkasa

memasuki caffe tersebut. Matanya mengedarkan pandangan ke seluruh isi penjuru

caffe mencari seseorang yang tadi telah mengirimkan informasi padanya. Mata Angkasa

berhenti pada seorang lelaki berkemeja hitam yang sedang melambaikan tangan

padanya, Angkasa dapat melihat lelaki itu duduk sendiri dengan dua gelas kopi

di mejanya.

“Apa kabar, aku memesankan kopi untukmu”

Angkasa menjabat tangan temannya itu lalu duduk di kursi yang terdapat di depannya.

“Baik, bagaimana kabar Amerika?”

“Well sebenarnya tidak cukup baik, semakin hari kebikan – kebijakan yang dibuat oleh

Trum semakin gila” lelaki tersebut bercerita sembari menggeleng – gelengkan kepala.

Angkasa tersenyum simpul, “Bukankah kamu yang dulu bilang tinggal di Amerika adalah hal

yang luar biasa. Negara super power idamanmu”

“Yah, impian dan kenyataan terkadang memang tidak sesuai dengan harapan”

Angkasa terkekeh, “Jadi bagaimana sekarang, lebih nyaman tinggal di ibu pertiwi kan?”

“Hmm ya, kurang lebih seperti itu”

Tawa renyah pun keluar dari keduanya.

“Well, sebenarnya bukan karena Amerika atau ibu pertiwi kan kamu mengajakku bertemu

disini?” Tanya lelaki itu pada Angkasa yang langsung membuatnya terdiam

menghentikan tawanya.

“ku rasa kamu sudah tahu jawabannya Jack” jawab Angkasa

Lelaki yang bernama Jack itu pun menegakkan tubuhnya lalu mendekatkan wajahnya menatap

Angkasa.

“Kamu benar – benar tidak tahu dia akan segera kembali ke Indonesia?” ucapnya

Angkasa menggelengkan kepalanya, “Kami tidak sedekat itu hingga saling memberikan kabar”

“Hmm

benar juga, tapi dulu kalian lebih dari sekedar kata dekat”

Ucap Jack yang langsung mendapatkan balasan tatapan serius dari Angkasa

“Oke, aku tidak akan membahasnya”

“Kami bertemu pada saat acara pernikahan Kevin, dan disana terjadi mini reuni dari  mantan pekerja di maskapai. Kami saling menceritakan masalah pekerjaan yang sekarang kami geluti dan pada saat itu dia

bercerita bahwa dia mendapat penawaran kerja kembali di maskapai Indonesia. Dan

dia menerima tawaran itu, itu tandanya dia akan kembali ke sini lagi kan”

Angkasa diam tampak memikirkan sesuatu, pikirannya melayang ke memori beberapa tahun

yang lalu. di tahun dimana isi memori ingatannya penuh dengan segala sesuatu

tentangnya.

“Ya mungkin saja” jawab Angkasa kemudian, setelah beberapa saat diam

“Apa kamu akan baik – baik saja?” Tanya Jack mencoba memastikan

“Aku akan baik – baik saja, selama ini juga aku baik – baik saja”

Jack menghela napas pelan, “Ku harap kamu benar – benar akan baik –baik saja. Kamu terus

mengingatnya selama ini”

“Terlalu banyak memori tentangnya, mustahil untuk dilupa. Tapi tenang saja aku hanya

akan mengingatnya karena dia adalah salah satu bagian dari cerita masa lalu ku

bukan masa depanku.” Jawab Angkasa setelah itu diambilnya segelas kopi yang

telah mulai dingin itu lalu meminumnya beberapa tegukan.

“Ku harap juga begitu” gumam Jack lirih sembari menatap Angkasa yang  sedang meminum kopi pesanannya tadi.

***

Binar mencoba untuk tetap memejamkan matanya akan tetapi tetap saja kedua bola mata

itu susah untuk terpejam.

“Ohh ayolah, mari kita berdamai dan tidur” gumam Binar pada dirinya sendiri

Entah kenapa dari saat setelah mbok Sri meninggalkannya sendiri di kamar hingga saat

ini Binar masih saja sulit untuk tiduk. Perasaannya gusar tak menentu dan itu

membuat kedua matanya lagi – lagi kembali untuk terbuka.

“Dia sudah besar dan dewasa, lagi pula dia laki – laki yang kelihatannya cukup kuat

jadi tidak perlu khawatir akan terjadi apa – apa padanya” Binar kembali

berbicara pada dirinya sendiri mencoba meyakikan pikirannya untuk tidak

memikirkan hal yang aneh – aneh seperti “Apakah ada pejahat yang mencoba untuk

menyerang Angkasa?” atau “Mobilnya baik – baik saja kan?”

Sedari tadi ada saja pikiran tentang Angkasa yang datang padanya.

“Ayolah kamu ini bukan istrinya yang perlu mencemaskan suami yang belum pulang saat

larut malam” ucap Binar

“Tapi aku kan calon istrinya?” ucap Binar lagi lalu mengacak rambutnya karena bingung

dengan pikirannya sendiri.

Binar melihat lagi jam yang berada di atas nakas, di sana terlihat jarum jam

menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Tiga puluh menit lagi menuju tengah

malam dan itu membuat Binar makin gusar apa lagi mengingat Angkasa yang tadi

pamit hanya “sebentar” padanya.

“Apa ini sebentar versinya?” gerutu Binar.

Lama Binar menunggu sembari memainkan ponselnya hingga terdengar suara deru mobil yang

datang. Dan Binar dapat memastikan jika itu pasti Angkasa karena setelah bunyi

deru mobil itu tidak ada lagi bunyi lain seperti ketukan pintu atau bel jika

itu memang orang lain selain Angkasa yang datang.

Binar menghembuskan napas lega, “Akhirnya datang juga, sekarang aku bisa tidur”

Binar meletakkan kembali ponselnya di atas nakas, dan matanya tertuju pada jam yang

sedari tadi terus menjadi perhatiannya.

“Sudah jam setengah satu ternyata”

Setelah itu Binar kembali memposisikan tubuhnya senyaman mugkin di kasur untuk bersiap

tidur, beberapa saat setelah binary memejamkan matanya terdengar suara pintu

kamar yang terbuka.

Binar tahu itu pasti lah Angkasa, dan ingin sekali rasanya keda mata itu terbuka tapi

dengan sekuat tenaga Binar menahannya.

Angkasa berjalan dengan pelan mendekati kasur yang di tempati oleh Binar, setelah

tubuhnya sampai pada bibir ranjang Angkasa berhenti. Matanya menatap wajah

Binar yang sedang tidur. Senyuman kecil terbit di wajahnya setelah itu tangannya

terulur mendekati wajah Binar di usapnya pelan pipi Binar lalu berpindah

membelai pelan rambut Binar.

“Good night” bisiknya pelan setelah itu Angkasa pergi kembali menuju kamarnya.

Kedua mata Binar kembali terbuka sesaat setelah suara pintu tertutup terdengar.

“Good  night too” gumamnya lirih lalu kembali menutup kedua matanya menuju alam mimpi.

Tbc.

jangan lupa like, komen dan votenya ya temen - temen ^^

1
Danny Muliawati
kejujuran itu sangat penting dlm rumah tangga
Sofia Dewi
bagus ceritanya
Sofia Dewi
smangat author aku sdh tekan subribe
Sofia Dewi
hallo k author.... senang bs bc karya anda
Danny Muliawati
wah apa yg akan terjadi thor ....
ayu
keren ceritanya 😍😍
ayu
bagus binarmending kamu nikah aja sm angkasa biar gak di ganggu lg ama sepupu mu
Baihaqi Sabani
-heee...binar berhrp d cium x....😄😄😄
Siti Nurjanah
tamara apa binar nih yg menunggu Hadrian
Siti Nurjanah
tanya angkasa
Siti Nurjanah
gumam hadrian
Vivi Bidadari
Binar kamu tuh knapa juga pake peluk2 Hardian, pastinya Angkasa kesel toh..

Sebel deh lihat nya
Vivi Bidadari
Binar mestinya kamu ga usaha dekat dgn adek tiri Angkasa bisa salah paham kan ... gimana sih kamu Binar
Vivi Bidadari
Knapa Binar dipertemukan dulu dgb Pak Burhan Thour
Rahmat Wijaya
kapan up
Ely Sawaliah
akhirnya othor benar2 menghilang. meninggalkan emak2 dlm kegalauan karna diphp in.kumenangiiiiiis......😭😭😭😭😭
Siti Umroh Anwar
Thor,kapan up lagi.udah ganti tahun gk up up terus.ceritanya jadi ngambang pdhl nunggu banget cerita selanjutnya
Rahmat Wijaya
ini tamat apa gimana ya, kok gak pernah up
🥀🥀🥀🥀
visual thorrrrrr
🥀🥀🥀🥀
visual thor😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!