Bercerita tentang kisah cinta segitiga antara Mayra , Rama dan Marcel' sahabat Rama
Setahun berpacaran akhirnya Rama mempersunting Mayra, di usia pernikahan pertama Mayra tengah hamil buah cinta mereka dan akhirnya Mayra melahirkan putra kecilnya yang diberi nama Darren Adiguna
Pada usia pernikahan ke-4 masalah besar datang melanda keluarga kecil itu, dari masalah perusahaan yang akan diakuisisi serta masalah Darren harus dirawat dirumah sakit karena sakit parah.
Itu semua membuat Rama frustasi, ia dihadapkan dengan pilihan yang sulit.
Akhirnya Rama meminta bantuan pada Marcel sahabat yang sekarang menjadi musuhnya. Marcel bersedia membantu Rama dengan syarat Rama harus menukarnya dengan istri tercintanya. Entah setan apa yang merasuki Rama sampai ia menerima syarat dari Marcel "Kamu bisa membawa Mayra setelah putraku mendapatkan donor sumsum tulang belakang"
🌹Next in bacanya ya readers 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu_Merdeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Drama antara Mayra dengan Marcel
"Maaf Nona lebih baik jangan bertanya soal pekerjaan tuan, itu bisa membahayakan mu kalau sampai tuan tahu." ucap Ana memperingatkan ku
Aku semakin penasaran, siapa Marcel sebenarnya dan apa tujuannya menyekap ku seperti ini.Apa mungkin dia tahu kalau aku sudah berkeluarga? secara dia tahu namaku juga. "ah sudahlah, lebih baik aku menjalankan rencana ku, dari pada harus berfikir macam-macam
Aku sudah selesai memasak sepiring rendang kesukaan Marcel. Lalu aku membawakan makanan Marcel ke kamar, aku sengaja melakukannya untuk menarik perhatian cowok psycho itu.
"Pagi tuan ini sarapannya sudah jadi' ucap ku seraya membawa nampan masuk
"Ternyata gadis ini mencoba menyenangkan ku. Aku yakin dibalik ini, ia sedang merencanakan sesuatu" gumam Marcel terlintas di benaknya
"Ini rendang kesukaan tuan. Silahkan dimakan?" ucap ku seraya tersenyum manis
Marcel mulai mencoba masakan ku, ia terlihat sangat menikmati rendang yang ku buat. "Apa kamu yang masak? ternyata enak juga masakan mu" ucap Marcel sambil asik menyantap makanannya. Tiba-tiba menyodorkan tangannya ke mulutku, ia mau menyuapi ku. "Hak" ucap Marcel menyuruh ku membuka mulut ku
Aku buka mulut ku pelan-pelan, entah kenapa tiba-tiba aku tak kuat menahan rasa sedih ku saat aku menikmati rendang dari suapan Marcel. Aku menitikkan air mata ku, tak kuasa aku membendungnya. Aku merindukan sosok lelaki yang telah menemani ku empat tahun ini. Aku merindukan sosok lelaki yang kucintai, yang selalu ada di lubuk hati ku. Rama... aku sangat merindukanmu, aku tak kuasa menahan rasa sakit ini, saat jauh darimu, rasanya dadaku sesak, dan hatiku terasa hampa oleh mu.
"Kamu nglamunin apa?" Marcel melihat kesedihan di binar mata Mayra, ia mengusap lembut air mata yang menetes di pipi Mayra
"Nggak kok Ram, aku nggak papa" ucap ku tersadar dari kesedihan ini
"Ternyata dia sangat mencintai Rama, padahal Rama cuma lelaki pengecut yang tega menukar istrinya dengan uang." gumam Marcel dalam hati, sorot matanya berubah tajam seperti singa mengaung
"Apa Rama itu kekasih mu?" tanya Marcel dengan wajah dinginnya
"Apa... kenapa kamu tiba-tiba bertanya begitu, apa yang kamu tahu tentang diriku. Apa kamu tahu soal Rama su....a...!" tiba-tiba Marcel memotong kata-kata ku
"Aku tak tahu tentang dirimu, tapi kamu tadi menyebutku dengan sebutan Rama. Apa dia lelaki yang sangat berarti dalam hidupmu!" ucap Marcel menurunkan intonasinya
Aku harus jawab apa, kalau aku jujur apa mungkin ia akan melepaskan ku. Secara aku sudah membohonginya kalau aku masih perawan. Tidak aku tak mau membangunkan singa licik ini, lebih baik aku berbohong saja untuk keamanan ku.
"Bukan, dia bukan siapa-siapa. Dia hanya masa lalu ku saja." ucap ku sambil tersenyum meyakinkan Marcel.
"Mulai sekarang panggil aku Marcel... jangan panggil aku dengan sebutan tuan lagi. Aku membawamu kesini untuk melayani ku. Dan satu lagi jangan buatku mengulang perintah ku, apa kamu mengerti" tegas Marcel
"Baik...tuan... eh Marcel" ucap ku gugup
"Kapan kamu selesai haid? aku sudah tak sabar ingin menjamah mu" tanya Marcel dengan wajah menggoda
"Emh... 1 Minggu tuan Marcel... eh maaf maksud ku Marcel." jawab ku kembali gugup, aku ingat kalau ia tak suka orang lain mengulang ucapannya.
Rasanya aku ingin sekali menampar mulutnya yang yang tak tahu malu itu. Bisa-bisanya ia berbicara itu padaku, apa ia pikir aku wanita j_l_ng yang seenaknya direndahkan seperti ini. Aku sungguh tak kuat lagi, rasanya aku ingin menyudahi drama ini, drama yang membuat ku terjebak oleh kebohongan-kebohonganku sendiri.
"Apa tak ada obat untuk mempercepatnya, aku tak bisa menunggu selama itu" ucap Marcel sambil mencakup dagu ku, seketika ia mencium bibir ku dengan paksa. Aku tak bisa menolak ciuman lelaki psycho ini, aku hanya bisa berpura-pura menikmatinya.
"Ku mohon bersabarlah, aku akan memuaskan mu setelah haidku selesai." ucapku meyakinkannya
"Kalau kamu bisa memuaskan ku, aku akan memenuhi permintaan mu. Asal bukan permintaan keluar dari sini, aku bisa mengabulkan itu" ucap Marcel serius
Aku hanya mengangguk pelan, aku mulai bingung dengan kata-kata Marcel. Bagaimana bisa aku memuaskannya, kalau aku bukanlah gadis perawan yang ia inginkan.
"Sudahlah... aku tak mau dipusingkan oleh masalah ini. Lebih baik aku segera mengambil hatinya, agar aku bisa kabur dari sini" ucap ku dalam hati
"Liat aja besok kamu pasti akan ketagihan dengan tubuh indah ku" ucap ku dengan tersenyum menggoda Marcel
"Benarkah...! I like that.
Tolong pijit pundak ku... sekarang" titah Marcel dengan nada lembut
Aku pun segera ke kamar mandi untuk mencuci tangan ku, setelah itu aku keluar lagi dan bergegas memijit pundak Marcel dengan sangat lembut. "Marcel... aku mau minta sesuatu dari mu" tanya ku sambil terus memijat
"Katakan apa keinginan mu May... aku akan mengabulkan itu" ucap Marcel sambil memejamkan kedua matanya menikmati pijatannya
Ini pertama kalinya Marcel menyebut namaku. Rasanya seperti Rama yang menyebutnya.
"Bolehkah kau mengajakku jalan-jalan di sekitar sini, aku bosan di kamar terus" ucap ku seraya mengalihkan pijatan ku ke leher putih Marcel
Marcel seketika membalikkan tubuhnya, ia memegang kedua telapak tangan ku sambil berkata "Tentu Mayra... aku akan menyenangkan mu, karena kau sudah bersedia menjadi wanita ku"
"Terimakasih" ucap ku tersenyum manis
kalo di pikir 2semua nya gk kesalahan Rama aja,,