NovelToon NovelToon
Obsesi Teman Papa

Obsesi Teman Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / Duda / Cintapertama
Popularitas:42.5k
Nilai: 5
Nama Author: Zhahra Putri

Kisah cinta pandangan pertama seorang pria dewasa kepada gadis muda, yang merupakan anak dari teman baiknya, dan berakhir menjadi obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhahra Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Bersaing Dengan Anak Sendiri

Di dalam sebuah ruangan di salah satu club malam, dua orang pria dewasa tengah menikmati anggur dan rokok yang terselip pada jari mereka masing-masing.

"Penampilan kamu sekarang sedikit berbeda" ujar Gunawan.

Bastian terkekeh, "Lebih tampan bukan?" candanya.

Gunawan ikut tertawa. "Ada wanita yang menarik perhatian kamu?"

Bastian menghisap rokoknya, lalu menghembuskan asap ke atas. Pikirannya langsung terbayang sosok Keisya yang begitu cantik saat tersenyum. Tanpa sadar dia tertawa, seperti remaja yang sedang kasmaran.

Gunawan menyadari itu, "Sepertinya benar. Siapa wanita yang tidak beruntung itu, sampai bisa menarik perhatian pria gila seperti Tuan Bastian?"

Bastian membungkuk, mengetuk pelan abu rokoknya pada pinggir asbak. "Aku sarankan kamu jangan terlalu ingin tahu," dia kembali duduk bersandar, dan menambahkan kalimatnya, "Kamu akan terkejut jika mengetahuinya"

Kalimat penuh misteri itu justru membuat Gunawan semakin penasaran. "Apa mantan istrimu?"

Bastian berdecih, ekspresinya langsung berubah drastis. Campuran muak dan jijik. "Aku tidak sebodoh itu" jangankan untuk kembali jatuh cinta, jika bisa dia sangat ingin meledakan kepala mantan istrinya tersebut.

Tawa Gunawan pecah, "Ya ya, baiklah" dia meredakan tawanya, lalu kembali bertanya, "Tentang wanita itu. apa aku mengenalnya?"

Sangat kenal.

Ingin sekali Bastian mengatakan itu. Tapi dia urungkan. Bukan takut, hanya saja posisinya belum aman untuk mengungkapkan semuanya. Setidaknya tunggu sampai Keisya sudah berada dalam genggamannya, baru dia akan mengaku pada calon Papa mertuanya ini.

"Kamu akan tahu nanti. Tapi pastikan satu hal," Bastian menjeda, mengambil gelas anggur miliknya dan mengangkatnya.

Gunawan ikut malakukan hal serupa dan mereka akhirnya bersulang.

"Siapkan mental" ujar Bastian.

Gunawan menenggak cairan memabukan itu hingga tandas. Kekehan kecil dia tunjukan, "Aku akan baik-baik saja, selama wanita itu bukan gadis di bawah umur"

Apakah ini yang dinamakan insting orangtua?

Entahlah.

Bastian juga tidak peduli.

"Keisya sepertinya sedang dekat dengan laki-laki"

Bastian menoleh cepat. Kerutan pada pangkal hidungnya terlihat, "Siapa?" suaranya berubah dingin, begitu pula dengan auranya.

Gunawan mengangkat bahunya, "Cuma tebakan asal. Kemarin dia pulang di antar laki-laki, katanya cuma teman"

Selama kaki Keisya cedera, dia tidak mengizinkan putrinya mengendarai mobil sendiri. Jika sedang senggang, dia akan mengantar maupun menjemputnya. Tapi jika tidak memungkinkan, Keisya selalu memesan taksi online.

Namun kemarin, saat dia pulang, kebetulan bertepatan dengan kedatangan sebuah mobil Ferrari kuning yang berhenti di depan rumahnya. Karena posisinya terhalang, Gunawan berniat turun untuk meminta si pemilik mobil pindah. Namun, belum sempat ia keluar, pintu mobil tersebut lebih dulu terbuka.

Dan yang mengejutkan, ternyata putrinya lah yang keluar.

Kenapa mengejutkan? Karena sepengetahuannya, Keisya tidak memiliki teman lain selain Sisi setelah kepulangannya. Apalagi laki-laki.

Gunawan bisa menebak jika si pemilik mobil adalah laki-laki karena mobil itu terlalu macho untuk ukuran perempuan.

Saat mereka sudah ada di dalam rumah, Gunawan menanyakan pada putrinya. Dan jawaban yang ia terima adalah,

"Itu temennya Sisi, namanya Haikal. Ponsel aku mati, jadi ga bisa pesen taksi. Kebetulan ketemu dia, terus aku di anterin" begitu katanya.

Bastian mengeratkan genggamannya setelah mendengar nama anaknya disebut oleh Gunawan. Sepertinya temannya ini tidak sadar jika Haikal yang di maksud adalah anaknya.

Tapi tidak dengan dirinya. Dia langsung sadar jika itu putranya dari mobil yang di sebutkan sebelumnya.

Mobil Ferrari itu adalah hadiah darinya, sebagai penghargaan atas prestasi besar yang Haikal dapatkan untuk pertama kalinya dalam hidupnya.

Sialan!

Kenapa Haikal bisa mengenal gadis incarannya, bahkan sampai mengantarkan pulang?

Apa dia sedang mendekati Keisya?

Jika benar, itu artinya dia harus bersaing dengan anaknya sendiri kan?

Tidak bisa dibiarkan. Dia harus segera melakukan sesuatu.

\=\=\=\=\=

Hari libur, Keisya gunakan untuk menemani Kaivan dan Kayla bermain. Mereka mendatangi salah satu tempat wahana permainan di pusat perbelanjaan. Hanya mereka bertiga, mengingat kesibukan Papa-nya yang belum usai setelah kepulangannya dari luar kota hari itu.

Tidak ingin kedua adiknya merasa bosan karena terus menerus berada di rumah, dia berinisiatif melakukan ini. Tentu setelah mendapatkan izin dari Papa mereka.

"Kalian boleh main apa aja. Tapi ingat, jangan terpisah" pesan Keisya untuk yang kesekian kalinya.

"Iya, kak!" keduanya langsung menjawab serempak.

Seolah belum puas, kali ini pandangan Keisya tertuju pada Kaivan. "Jagain Kayla yah"

Dia bukan membedakan antara Kaivan maupun. Kayla, tapi sifat mereka berdua benar-benar berbeda. Kayla jauh lebih aktif, namun ceroboh. Sedangkan Kaivan sebaliknya. Dia pendiam, namun sangat teliti dalam melakukan apapun.

Dia, bahkan Papa-nya selalu mengandalkan Kaivan untuk selalu mengawasi Kayla dimana pun mereka berada. Bahkan di dalam rumah sekalipun.

"Iya kak. Aku pasti jagain Kay"

Setelahnya mereka berpisah. Keisya duduk di depan area bermain, sedangkan kedua adiknya langsung masuk ke dalam.

Selama menunggu, Keisya berhasil mengabaikan tingkah keduanya dengan ponselnya. Banyak gambar dan video yang berhasil dia ambil. Beberapa di antaranya dia kirimkan pada Papa-nya. Ada juga yang ia jadikan sebagai story pada sosial media dan aplikasi kirim pesan miliknya.

//Lagi dimana Kei?//

Sebuah pesan masuk tidak lama setelahnya. Itu dari Sisi.

Keisya segera membalas, dengan menyebutkan lokasinya.

//Kenapa ga ngajak gue?//

Ada emoticon marah di akhirnya.

//Males. lo terlalu berisik//

Keisya menambahkan emoticon setan. Dia cekikikan sendiri saat membayangkan reaksi seperti apa yang tengah di tunjukan Sisi sekarang.

//Jahat lo!!!//

Sisi menambahkan stiker merajuk yang dia balas dengan stiker serupa.

Setelahnya dia mematikan ponselnya, dan kembali fokus pada Keyla dan Kaivan. Namun suara notifikasi kembali terdengar. Saat dia melihat, itu ternyata kembali dari Sisi. Pesan menyebalkan yang membuatnya kesal.

//Ada salam dari kak Haikal//

Cih, Keisya berdecih dan langsung mematikan ponselnya tanpa membalas. Jika ingat hal itu, dia benar-benar kesal. Bagaimana bisa Sisi menipunya?

Begini, temannya itu tahu jika ponselnya mati, terus menjanjikan akan mengantarnya pulang dengan motornya. Itu yang dia katakan sebelum Keisya masuk kuliah.

TAPI, saat waktinya tiba, alih-alih Sisi yang muncul, justru Haikal yang datang dengan mobilnya. Dan gang paling menyebalkan adalah, laki-laki itu mengatakan jika dia diminta Sisi untuk menjemputnya.

Sangat menyebalkan bukan?

Posisinya saat itu merasa ditipu namun tidak bisa menolak. Haikal bahkan tahu jika ponselnya mati.

Keisya tentu saja langsung memprotes pada Sisi. Namun tanggapan yang ia dapatkan hanya cengengesan tanpa dosa dan kalimat menyebalkan lainnya.

"Kak Haikal nanyain lo terus, makanya gue comblangin lo berdua" jawabnya saat itu dengan begitu entengnya.

Semakin kesal saja dia dibuatnya. Belum lagi Papanya yang melihat secara langsung.

Ingin berbohong, Papa-nya bukan orang bodoh. Mobil seperti itu sangat jarang di gunakan untuk transportasi umum.

"Kaki kamu sudah sembuh?"

Keisya tersentak, dia menoleh dengan mata yang terbuka lebar ke sampingnya. Jantungnya berdebar gila-gilaan. Suara berat setengah berbisik tepat di samping telinganya, hampir membuat jantungnya terlepas dari tempatnya.

Oke, itu terdengar berlebihan.

Dia hanya sedang mendeskripsikan seberapa besarnya keterkejutan yang dirasakannya sekarang.

"Om Bastian? Ngapain Om di sini?" herannya.

Ini taman bermain anak.

Tunggu, apa Bastian sedang menemani anaknya bermain?

Jadi, selain David, ada anak lain lagi?

1
Mala Sari
om bastian kok galak sama david ya. kasian. anak kan just korba perceraian, harusnya jng kasar2 sama anak..
@Biru791
kapan uppp nih
@Biru791
cepatt upp
Sundari
buseeetttt gak main" ini cemburunya om duda.🤣🤣🤣🤣
D_wiwied
kalo ini namanya bukan Keysa tp Bastian yg udah ketemu pawangnya, nurut banget sih om Bas sm Key 🤭😆😁
Esti 523
hemmmm mulut bastian ember juga yah,jd gemes pingin nyubit
D_wiwied
ikuti kata hatimu Kei, kalo maunya om Bas sih ya pilih dia 🤭😁
Evi Lusiana
psti d restuin dah si om bas sm keisya
Esti 523
wedewww ternyata bastian lapang dada jg ya,ngerawat anak org lain
D_wiwied
dahlah anak2 gausah ikut campur urusan org tua kalian, lihat tuh papa Bastian lg mode singa yg siap menerkam mangsanya, jauh2 deh jangan mengusik ya dek yaaa 😆🤭
Esti 523
up nya yg rutin ka,jgn kelamaan
D_wiwied
rasain tuh, makan hasutan diana.. sekali lg anakmu yg jd korban Gun, jangan menyesal klo Kei kenapa napa
D_wiwied
jangan kendor om Bas, berjuang lg dong kejar terus sampe restu dr papa Gun turun 😆😆
D_wiwied
yesss tunjukkan saja ke mereka om, aah sekarang ak tau maksud diana deketin papanya Kei pasti mau mempengaruhi Gunawan spy melarang Kei deket sm Bastian
tp Bastian mana mau diatur-atur begitu kan, yg ada benci malah 🤣😆
D_wiwied
pasti mantan istrimu mau memprovokasi Gunawan itu, mau mengadu domba antara kamu sm Gunawan
D_wiwied
pasti si mantan ato kalo ga ya orang suruhannya tuh
D_wiwied
Nah kan bener kan
D_wiwied
emangnya ada apa sih sebenarnya, apa alasannya nitipin kei ke neneknya.. bikin penasaran deh
Evi Lusiana
pinter sisi,menganalisa keadaan
Evi Lusiana
terlalu keras bastian sm anakny,egois gk sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!