NovelToon NovelToon
Perjalanan Pendekar Naga

Perjalanan Pendekar Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Musang Bulan

10 tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senjata Yang Mudah Dikenali

Melihat kesungguhan Xin Shi Huangdi, Xiao Tian pun tersenyum lalu berkata, "Baiklah, aku percaya padamu. Namun semuanya perlu latihan dan kerja keras. Di tempat ini aku tidak membiarkan seseorang bermalas-malasan"

Xin Shi Huangdi buru-buru berkata, "Kak Xiao tidak perlu khawatir, jika dalam tiga bulan aku tidak mengalami kemajuan maka aku akan meninggalkan tempat ini atas inisiatif ku sendiri"

"Bagus, aku menyukai orang yang memiliki keinginan" Ujar Xiao Tian dengan penuh minat.

Di dalam hatinya ia menyadari jika dunia ini begitu luas, dengan kemampuan yang ia miliki maka mengajarkannya pada seseorang adalah suatu tindakan yang menyalahi aturan. Dengan demikian ia juga bisa menyebarkan ajaran gurunya yang selama ini hanya dikuasai oleh dirinya, sementara Zhuank An dan yang lainnya tidak memiliki bakat dalam bidang alkemis.

Selama beberapa hari berikutnya, Xin Shi Huangdi tinggal di Gunung Wuyi. Ia mulai mempelajari ilmu dasar alkemis yang sebelumnya ditinggalkan oleh Long Chen. Catatan mengenai jenis tumbuhan serta khasiatnya dijelaskan secara gamblang dalam catatan yang berbentuk buku tebal.

"Bagaimana? Apakah kamu mengalami kendala?" Tanya Xiao Tian sambil duduk santai di kursi batu.

"Aku merasa ini terlalu mudah, ditambah dengan pengalamanku sebelumnya maka aku tidak mengalami kesulitan" Jawab Xin Shi Huangdi dengan jujur.

"Bagus lah jika seperti itu, aku tidak salah mempercayaimu. Hanya saja kamu jangan mudah berpuas diri, sifat sombong akan menggerogoti kemurnian hatimu. Untuk mempertajam daya ingat, dalam kurun waktu satu bulan aku memintamu untuk menyalin tulisan kitab pengobatan" Ucap Xiao Tian bermaksud menanamkan sikap rendah hati.

"Terimakasih atas pengingatnya, aku akan kembali mengulang semua pelajaran ini dengan lebih seksama" Kata Xin Shi Huangdi dengan nada sopan.

"Ngomong-ngomong, setelah kamu benar-benar menguasai teknik identifikasi tumbuhan dan manfaatnya barulah aku memberitahu mu cara membuat ramuan serta teknik memurnikan pil" Ujar Xiao Tian kemudian.

Mendengar dirinya akan diajarkan bagaimana cara membuat ramuan dan pil, tatapan penuh kebahagiaan tidak bisa disembunyikan oleh Xin Shi Huangdi. Jelas, ia sudah sangat menginginkan untuk belajar menjadi seorang alkemis.

"Baik, aku akan menunggu waktu itu dengan meningkatkan kemampuanku" Kata Xin Shi Huangdi penuh semangat.

Dalam hal ini Xiao Tian jelas merasa terkejut dengan kemampuan gadis itu, jika saja Tetua Puncak Keempat mengetahui telah menyia-nyiakan bakat langka seperti ini entah bagaimana ia akan menyesal.

"Untuk mengetahui seluk beluk Gunung Wuyi lebih jauh, aku ingin mengajakmu untuk berkeliling" Kata Xiao Tian dengan santai.

"Baiklah, hal itu sepertinya tidak buruk" Ucap Xin Shi Huangdi memberi tanggapan.

Apa yang dikatakan oleh Xiao Tian adalah suatu ajakan yang menarik, selama beberapa hari selama waktu siang dan malam ia hanya berpaku pada kitab ilmu pengenalan tumbuhan. Dengan mengikuti Xiao Tian ia berharap dapat merasakan suasana baru sekaligus untuk mengetahui kemampuan pemuda yang sedikit lebih dewasa darinya itu.

Sementara itu dari jarak beberapa puluh meter, seorang pemuda dengan wajah garang tampak tersenyum dingin. Ia adalah Huang Zhong yang berencana membunuh Xiao Tian dengan pedang pemberian Zhuank An.

Xiao Tian sebenarnya menyadari jika seseorang telah mengamatinya dengan tujuan tidak baik, hanya saja ia tidak ingin mengotori halaman kuil Wuyi sebagai bagian peninggalan dari gurunya.

Tujuannya mengajak Xin Shi Huangdi berkeliling adalah jelas, ia ingin menghabisi pihak lawan tanpa jejak yang mengotori tempat tinggalnya.

Di jalan setapak yang kecil, Xiao Tian secara tidak langsung menemukan beberapa jenis tanaman herbal pada Xin Shi Huangdi tanpa menimbulkan kecurigaan. Dengan telaten, Xiao Tian memberitahukan jenis dan manfaat serta pengolahan tanaman herbal yang dimaksud.

Xin Shi Huangdi yang memang memiliki dasar pengetahuan yang baik, tidak merasa kesulitan atas penjelasan yang diberikan oleh Xiao Tian. Justru dalam banyak hal ia bertambah kagum pada sosok pemuda yang begitu fasih dalam memberikan penjelasan tentang ilmu alkemis di alam nyata.

"Kak Xiao Tian, sepertinya ada sesuatu yang kakak pikirkan" Tanya Xin Shi Huangdi yang menangkap kecurigaan.

"Aku sedang menggiring seseorang" Jawab Xiao Tian dengan suara setengah berbisik.

Mendengar hal itu wajah Xin Shi Huangdi tampak terkejut, ia khawatir jika Xiao Tian sedang menjebaknya dengan dalih mengenalkan aneka tumbuhan herbal di Gunung Wuyi.

"Siapa yang ingin Kak Xiao jebak?" Tanya Xin Shi Huangdi dengan cemas.

"Seseorang yang memiliki niat tidak baik, sepertinya ia sudah mengikuti kita cukup jauh" Ujar Xiao Tian sambil menghentikan langkahnya.

Saat ini Xiao Tian sudah berada di perbatasan antara puncak ketujuh dengan puncak keenam atau juga dikenal dengan sebutan Gunung Menyan.

"Oh, ternyata kamu cukup cerdas juga. Pantas saja beberapa orang bisa kau kalahkan dengan mudah"

Tiba-tiba dari balik pohon muncul seorang pria dengan wajah sangar, di tangan kanannya terdapat sebuah pedang yang telah terhunus. Ada senyum kegembiraan saat menatap Xiao Tian seperti serigala menatap domba.

Xin Shi Huangdi yang terkejut segera mendekati Xiao Tian, berdiri tepat di belakangnya seolah membutuhkan perlindungan.

"Aku pikir bajingan mana yang mencari mati, ternyata hanya seorang pesuruh rendahan yang tidak berguna" Xiao Tian berkata sambil tersenyum meremehkan.

Xiao Tian jelas mengetahui sosok di balik layar dari pemuda tersebut, pedang yang di tangannya merupakan milik Zhuank An yang sempat dibanggakan beberapa tahun silam.

Huang Zhong sedikit terkejut dengan perkataan Xiao Tian, padahal keduanya belum pernah berjumpa dan tidak saling mengenal satu sama lain.

"Pedang di tangan mu terlalu familiar, bahkan aku sudah terlalu malas menghadapinya" Ucap Xiao Tian seperti menebak jalan pikiran Huang Zhong.

"Bagus lah jika kamu sudah tahu, setidaknya kamu bisa mati tanpa penasaran. Hanya saja aku sedikit tambahkan, hindari siapa pun yang bermarga Huang di masa depan" Ucap Huang Zhong dengan angkuh.

"Hahahaha"

Saat mendengar Huang Zhong menyebut marga Huang, Xiao Tian tertawa lepas. Ia seperti menemukan sesuatu yang paling menggelikan di dunia ini.

"Dasar cari mati..!!"

Huang Zhong merasa tidak dihargai, pada kesempatan ini ia ingin sekali menghabisi Xiao Tian yang memiliki basis kultivasi lebih rendah darinya.

Saat ini Huang Zhong berada di ranah pendekar bumi tahap awal, meski baru saja menerobos setelah melakukan kultivasi tertutup, namun ia memiliki keyakinan yang tinggi dengan perbedaan tingkat kultivasi yang signifikan.

"Cepatlah maju, jangan sia-siakan tujuan kedatangan mu" Ucap Xiao Tian dengan nada menantang.

Namun menghadapi lawannya yang memiliki senjata dengan artefak khusus ia tidak gegabah, Xiao Tian juga mengeluarkan pedangnya yang berada di punggungnya.

Saat melihat Xiao Tian berani menantangnya dengan menyiapkan sebuah pedang, wajah ganas Huang Zhong terlihat merah padam. Sebelumnya tidak ada yang berani melakukan hal seperti ini, jika pun ada orang itu sudah tewas tanpa memiliki tempat pemakaman.

1
Someone
Up
Qisya Zahra12
Baru baca novel kultivasi, langsung cocok pas baca yang ini.
Werkudara
Menanti serunya perjalanan panjang sang legendaris... 👍
Werkudara
Ini sebuah karya tulis yang sangat menarik, tentang perjalanan hidup seorang kultivator mencari hakekat kehidupan... lanjut... 👍
Freddy Suwindi
y
Oe Din
Poko'e semangat berkarya...!!!
Oe Din
Luar biasa
Ernest T
upupupupupuppppppp thor
Someone
Seru diawalnya
Someone
Jadi penasaran dengan identitas gurunya xiao tian
Someone
Mulai suka
Ismaeni
coba jaga kepercayaan para reader ya thor,jangan ketika sudah banyak yang suka karyamu tiba-tiba terhenti tanpa ada pemberitahuan. ..
Ismaeni
tidak asing dengan alur ceritamu...
Ismaeni
sepertinya aku tau siapa kamu thor.../Facepalm/
Zainal Tyre
lanjut thor
Musang Bulan
Yang minta update, ditunggu ya. Jangan lupa like dan komentarnya ya supaya karya ini tetap eksis. Banyak karya di NT tidak berlanjut karena kurangnya dukungan berkarya dari pembaca.

Yang lagi dalam perjalanan mudik, hati2 di jalan ya...
PAIZ 0507: gas tor
total 1 replies
Ismaeni
sepertinya pernah baca cerita yang agak mirip-mirip yaa,cuma sayang tidak berlanjut padahal sangat bagus menurutku ...semoga cerita ini bisa sampai tamat sebagai penggantinya. ..
Iwa Siaga purna
Diawalnya bagus, nyimak terus
Iwa Siaga purna
Nama Li Mochou jadi inget ma tokoh dlm kisah Yoko.
Iwa Siaga purna
Nyimak dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!