Ares Geraldi Darmadji hidup serba mewah, namun sayangnya keluarga baru ternyata terlilit hutang besar kepada renternir, ia pun terpaksa memanfaatkan paras ketampanan untuk memperdaya setiap wanita yang menyukainya dengan menjadi 'Cowok Mokondo' yang ingin serba gratis.
Suatu hari pertemuan dengan Athena Sudarsono di sebuah tempat kebugaran membuat Ares merasa sakit hati karena hinaan Hena, hingga ia berniat untuk membalas dendam dengan cara membuat Hena jatuh hati, namun lambat laun Ares terpikat akan paras cantik Hena. Ia pun mulai jatuh cinta sungguhan dan melupakan balas dendamnya.
Mrs Arrogant penasaran dengan latar belakang Ares, ia pun menyuruh Violin untuk menyelidiki siapa pria yang kini mencoba mendekatinya, namun sayangnya Violin juga jatuh hati pada Ares
Mungkinkah cinta mereka bisa bersama, jika di balik payung emas itu ada peristiwa yang tak terduga.
penasaran dengan kisah cinta mereka?
Beri dukungan ya Thank you
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fanie Liem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Ares Jatuh Sakit
Ares merentangkan kedua tangan, ia merasa lelah sekali dengan setumpuk pekerjaan bersih-bersih kaca jendela di studio, sementara
Hena masih di dalam ruangannya
menata berkas dokumen yang sedang ia pelajari dengan deretan angka yang terus ia telusuri.
menimbang-nimbang keputusan untuk bisa merebut kembali studio menjadi utuh adalah hal yang saat ini Hena sedang pikiran
"Sepertinya harus dengan cara yang halus aku bisa mendapatkan kembali hak-ku dan mengusir Kevin dari sini," batin Hena.
Hena memutar kedua bola matanya, ia merasa jengah dengan situasi sulit yang saat ini sedang terjadi dalam hidupnya
Hena masih berpikir untuk mencari anak pemilik payung emas itu dengan menggunakan jasa detektif," gua akan lakukan usaha apa pun juga untuk menyelesaikan kedua masalah ini."
*****
"Paulus kamu sudah di sini?"tanya Bella
"Iya, baru satu Minggu ini kami memutuskan untuk kembali di negara ini," ucap Paulus Smith.
"Sekarang apa boleh aku bertanya sesuatu hal yang penting," ucap Bella.
"Hal penting apa yang kamu ingin bicarakan?" tanya Paulus
"Di mana anakmu yang dulu hendak mau di jodohkan dengan anakku?" tanya Bella
"Dia sudah mati bagiku,"ketus Paulus Smith.
"Apa? mati? jangan begitu pada anakmu sendiri. Dia itu masih anak sahabat-ku. Kami berdua sudah sepakat untuk mereka bersatu," ucap Bella
"Kevin saja, meskipun dia bukan anak kandungku tapi dia sudah menjadi bagian dari keluargaku," ucap Paulus.
"Apa? Jadi Kevin adalah anak tirimu? Aku baru tahu kebetulan Hena dan Kevin saat ini memang masih terikat pada pertunangan," ycap Bella.
Ares masih mencari tahu mengenai penyebab kematian Daddy Deon bagi Ares Daddy Deon adalah nyawanya, segalanya untuk Ares. Maka dari itu Ares ingin segera tahu siapa yang telah menyebabkan kematian sang Daddy Deon.
Dari awal hidup Ares selalu di terjang badai, ia di tinggal pergi untuk selamanya oleh mommy kandungnya, terlebih lagi ia juga harus menelan pil pahit mengenai Daddy kandung yang tega sekali untuk membuang dirinya begitu saja.
Terlantar seorang diri di usianya kedelapan tahun membuat Ares menaruh dendam tersendiri kepada Daddy paulus.
"Akan gua balaskan dendam ini kepada siapa pun yang berani menyakiti Daddy Deon. Hanya Daddy Deon yang menerima gua apa adanya." batin Ares.
Prang!!
Suara pecahan itu terdengar sampai ke ruangan Rania, lalu ia pun berlari menuju kamar Ares
"Ares, kamu ini kenapa sih harus memecahkan tabungan ayam kesayangan kamu?" tanya Rania
"Terpaksa mom, ini aku harus cari tahu siapa yang menyebabkan kematian Daddy Deon," ucap Ares.
"Tidak perlu, Ares! Daddy kamu sudah tenang di alam sana. Mommy sudah ikhlaskan Daddy Deon pergi dari hidup kita," ucap Rania.
"Tapi Ares tidak akan rela Daddy Deon bisa pergi secepat ini pergi, padahal aku sudah berusaha keras untuk bisa membebaskan Daddy Deon dari tahanan," lirih Ares.
"Relakan saja, nak. Mommy saja sudah merelakan Daddy kamu untuk pergi selamanya," lirih Rania.
"Tidak bisa, mom. Sampai kapan pun Ares tidak rela Daddy pergi meninggalkan kita begitu saja," ucap Ares.
"Terserah kamu saja, kamu memang keras kepala," gerutu Mom Rania.
Ares hanya menundukkan kepala, menghela napas untuk memberikan ruang kelegaan bagi dirinya, namun tiba-tiba saja pandangan matanya mulai memudar, sekujur tubuhnya terasa lemas tak berdaya bahkan deru napasnya pun kini sudah tak beraturan
BRAK!!
Ares terjatuh ke lantai yang dingin, Rania terbelalak melihat Ares yang terjatuh saat ini, ia pun berteriak histeria," TOLONG.."
Semua para tetangga berdatangan karena teriakan Rania. Mereka pun dengan cekatan membopong tubuh Ares yang di katakan berat untuk mereka bawa seorang diri
Akhirnya, seorang pria bertubuh kekar yang mengangkat tubuh Ares ke punggung bagaikan koala, lalu pria itu memasukan tubuh Ares ke dalam mobilnya
Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Ares pun tak bisa sadarkan diri.
"Ares, lo bangun dong," ucap Rian.
Ternyata yang menolong nya adalah Rian, sang sahabat yang sudah lama tak bersua..
"Gua di mana?" tanya Ares
"Lu di rumah sakit!" ucap Rian
"Kok bisa lu ada di sini?"tanya Ares
"Bisa dong! gua ini super hero, canda deh! Tadi gua nggak sengaja lewat terus Mommy lu lagi teriak. Jadi gua langsung deh ke sini buat nolong sahabat gua," ucap Rian.
"Terima kasih banyak, bro! sudah membantu gua" ucap Ares.
"Nggak masalah, gua akan senang banget kalau lu itu bahagia," ucap Rian.
"Hena susah gua dapetin padahal gua sudah kasih tahu siapa Kevin melalui orang suruhan lu," ucap Ares.
"Ya ampun, Ares! ngapain sih lu jadi bucin sama Hena. Lu nggak ingat sama tujuan utama lu untuk balas dendam sama dia?" tanya Rian
"Dia cantik banget bro! kasian juga kalah gua balas dendam sama dia hanya karena dia bersikap arogan sama gua," ucap Ares.
"Dengerin gua ya, cantik itu relatif Bro! Luna , Sherin, Jasmine, dan lain-lain yang mengejar lu itu semua cantik dan seksi lagi. Tapi kenapa sekarang lu jadi beneran jatuh cinta sama gadis arogan sampai lu jatuh sakit karena kelelahan seperti in," ucap Rian.
"Gua juga nggak mengerti kenapa gua jadi tergila-gila sama Hena. Dia itu selain cantik, baik hati juga," puji Ares.
"Ingat Ares, lu dan Hena bagaikan langit dan bumi," ucap Rian.
"Gua tahu diri kok, gua ini miskin tidak seperti lu yang banyak uang dan bisa beli segala yang lu mau,"cecar Ares.
"Sudah cukup! jangan rendahkan diri lu sendiri. Lu itu berharga buat keluarga lu," ucap Rian.
"Sudah deh jangan sok tahu hidup gua! bokap kandung gua saja tega untuk membuang gua begitu saja," ketus Ares.
"Maafkan gua, Ares! gua nggak ada maksud apa pun juga," ucap Rian.
"Ya, gua mengerti kok," ucap Ares tertunduk lesu
Ares bermuka pucat pasi, ia merasa tak berdaya dengan kondisi dan keadaan yang sat ini membuat kepalanya senakin berdenyut sakit
"Aku merasa hidupku di terpa badai. Semua yang aku lakukan adalah serba salah." Batin Ares
****
Dua hari berlalu, Ares masih di rawat di rumah sakit karena sakit tipes yang menderanya belum kunjung mereda. Ia masih berbaring di rumah sakit.
Sementara itu Hena merasa hatinya
kosong, ia sama sekali tidak bisa berdaya karena masalah di studio belum juga selesai.
"Tumben dua hari ini si Ares tak terlihat, biasanya dia terus saja untuk menganggu hari gua yang penuh pilu. Apa dia sudah menyerah mengejar gua? atau gua ada salah sama dia? sampai dia tidak mau lagi dengan gua?" tanya Hena dalam hatinya
Bersambung ..
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
dulu dia bersikap sangat arogan itu karena kesalahan ibunya dalam mendidik hena anaknya. 😅😅
semoga di karya berikutnya mendapatkan rating tinggi!