NovelToon NovelToon
Reuni Berdarah

Reuni Berdarah

Status: tamat
Genre:Dendam Kesumat / Desas-desus Villa / Thriller / Misteri / Tamat
Popularitas:987.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: DF_14

Acara reuni yang seharusnya berjalan dengan menyenangkan, seketika berubah menjadi mencekam dan menegangkan, saat seorang pembunuh berantai muncul membunuh satu persatu para alumni yang mengikuti acara reunian tersebut.

Membuat mereka yang mengikuti acara reunian saling curiga dan saling tak percaya. Pembunuh berantai berada diantara mereka.

Akankah ada yang selamat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Memangnya kalian punya buktinya kalau Nicholas adalah pelakunya? Apa kalian melihat sendiri kalau Nicholas memasukkan obat tidur ke dalam makanan?" tanya Sisil kepada Arkan dan Panji, dia sangat tidak suka jika pujaan hatinya disebut sayko oleh mereka berdua.

Arkan pun terdiam, tiba-tiba saja dia menjadi teringat dengan kejadian kemarin, saat melihat seseorang mengaduk-aduk nasi di dalam bakul dengan centong nasi, apakah ada kemungkinan dia adalah pelaku sebenarnya?

"Apa mungkin dia orangnya ya?" Arkan pun menggelengkan kepalanya. "Ah tapi kayaknya gak mungkin. Udah jelas si cupu Nicholas adalah pelakunya." gumam Arkan, dia merasa bahwa pria yang kemarin mengaduk-aduk nasi itu sama sekali tidak memiliki lagak yang aneh dan mencurigakan. Justru bagi dia yang paling mencurigakan adalah Nicholas, mengingat Nicholas bukan alumni SMA Buana lagi, tetapi tiba-tiba saja dia ikut ke acara reunian.

"Dia siapa maksudnya bro?" tanya Panji kepada Arkan, dia mengomentari Arkan yang bergumam sendirian.

Arkan pun mulai bercerita. "Jadi kemarin tuh gue lihat si..."

Krek!

Arkan tidak melanjutkan bicaranya ketika mendengar suara seseorang seakan sedang menginjak ranting.

"Eh lu berdua dengar sesuatu gak?" tanya Arkan kepada Panji dan Sisil.

"Nggak, aku nggak dengar apa-apa." jawab Sisil. Wanita itu terlihat sedang sibuk merias wajahnya dengan make up yang dia bawa, karena tidak ingin terlihat wajahnya berkeringat. Sisil memang terkenal sangat menjaga sekali penampilannya dan harus terlihat selalu cantik. Maklum saja dia adalah seorang model.

Panji lebih sibuk memperhatikan Sisil, dia memang dari dulu sudah memiliki ketertarikan kepada wanita itu. Dia pun bersiul sambil tersenyum, pandangannya tak bisa lepas dari wajah cantiknya Sisil. Lalu dia pun duduk di samping Sisil.

Arkan mencibir kepada Sisil. "Lu ngapain pake dandan segala, Sil? Lu mau tebar pesona sama siapa disini? Sama pohon atau sama dedaunan?"

Sisil membalas cibiran Arkan. "Dih ya suka-suka aku lah. Bilang aja kalau kamu iri sama aku."

Arkan mengangkat bahu. "Dih ngapain iri sama cewek."

Krek!

Arkan mendengar kembali suara langkah seseorang yang seakan sedang menginjak ranting.

Karena Arkan sangat penasaran, mungkin saja itu adalah suara Kevin atau suara orang lain yang bisa dia mintai pertolongan, karena Arkan ingin secepatnya meninggalkan pulau yang mengerikan ini, siapa tahu orang tersebut membawa ponsel.

"Arkan, kamu mau kemana?" teriak Sisil kepada Arkan yang terus berjalan menjauh darinya dan Panji.

"Udah, biarin aja. Paling juga dia mau kencing." ucap Panji, padahal dia ingin berduaan dengan Sisil. Dia harus melancarkan aksinya untuk bisa lebih dekat dengan Sisil.

Arkan tidak menjawab pertanyaan dari Sisil, karena dia lebih fokus untuk mencari sumber suara, sampai dia tidak sadar bahwa jaraknya kini dengan Sisil dan Panji terpaut cukup jauh.

Pandangan Arkan beredar memperhatikan lingkungan disekitarnya, hutan itu telah dipenuhi dengan rimbunan pepohonan, suasana begitu sepi, cahaya matahari sangat sedikit pun menyentuh tanah, walaupun kini kabut tebal perlahan-lahan sudah mulai menghilang, karena hari sudah mulai siang.

"Koakk... koakk... koakk!"

Arkan tersentak kaget ketika mendengar suara burung gagak hitam yang sedang bertengger di atas pohon, suara burung tersebut telah memecahkan kesunyian.

"Anj*ng! Burung sialan, bikin kaget gue aja." Arkan mengusap dadanya yang telah dibuat jantungan oleh suara burung gagak tersebut.

Karena apa yang dia cari tidak mendapatkan hasil, Arkan memutuskan untuk kembali ke tempat Sisil dan Panji berada.

Namun, Arkan mendengar suara langkah seseorang kembali, seakan-akan orang tersebut sedang berada di belakangnya.

Arkan segera membalikkan badannya, pandangannya beredar mencari keberadaan orang tersebut. "Apakah ada orang disini?" teriak Arkan dengan sedikit hati-hati.

Pria itu sangat berharap sekali ada orang lain yang liburan juga ke pulau ini, sehingga dia bisa meminta bantuan kepada orang tersebut.

Arkan merasakan bulu kuduknya merinding karena sama sekali tidak ada yang meresponnya, dan tidak menemukan siapa-siapa disana, dia pun memutuskan untuk segera pergi dari sana.

Namun, betapa terkejutnya Arkan saat dia membalikkan badan, dia melihat ada sosok yang mengerikan di hadapannya. Orang tersebut mengenakan jubah berwarna hitam, wajahnya memakai topeng badut, dan tangannya menggenggam sebilah pisau yang berukuran besar dan sangat tajam. Tentu saja dialah sang psikopat.

...****************...

"Aaaaaa!"

Panji dan Sisil terkejut begitu mendengar suara jeritan Arkan yang menggema di hutan tersebut.

"Eh itu suara Arkan kan?" tanya Sisil kepada Panji. Dia segera menyimpan wadah make-upnya di atas batu, padahal dia belum selesai berdandan.

Panji tidak menjawab pertanyaan dari Sisil, dia segera berlari menuju tempat Arkan berada, dan Sisil pun ikut berlari mengikuti Panji.

Panji tiba-tiba menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Sisil ketika melihat ada seseorang yang penampilannya sangat mengerikan sedang menusuk perut Arkan secara membabi buta.

Arkan sudah terlihat sangat tidak berdaya, dia terkapar di tanah dengan kondisi tubuhnya yang telah bersimbah darah, sudah belasan kali sang psikopat terus saja menusuk perutnya tanpa henti.

Sisil menjerit histeris melihat kejadian yang sangat mengerikan di hadapannya itu. "Aaaaaa!"

Tanpa berpikir panjang, Panji segara menarik tangan Sisil, untuk melarikan diri. "Ayo Sisil!"

Panji dan Sisil pun berlari sekencang mungkin sambil bergandengan tangan. Namun, karena Sisil tidak bisa mengimbangi kecepatan Panji dalam berlari, membuat dia terjatuh ke tanah.

"Arrrgghh, Panji sakit!" Sisil merasakan kakinya terkilir, sehingga dia sangat kesulitan sekali untuk berlari.

Panji tidak mungkin meninggalkan pujaan hatinya, dia masih menggenggam tangan Sisil. "Ayo kita harus lari!"

Pikiran mereka bleng, sama sekali tidak bisa memikirkan siapa dibalik pria bertopeng badut itu, yang penting mereka harus bisa menyelamatkan diri dulu dari kejarannya. Karena urusan nyawa adalah nomor satu.

Sisil merasakan sangat kesulitan sekali untuk berdiri, wanita itu berusaha keras untuk bisa bangkit atas bantuan dari Panji.

Namun, Panji terkejut begitu melihat ada sang psikopat yang kini telah berada di hadapan mereka.

"Aaaaa!" Sisil menjerit kembali, wanita itu sangat ketakutan, dia mengeratkan genggamannya pada tangan Panji.

"Shittt!" Panji hanya bisa mengumpat, dia tidak mungkin bisa melawan orang yang penampilannya sangat mengerikan itu.

Sebuah pilihan yang berat, dia terpaksa harus melepaskan tangan Sisil. Kaki Sisil terkilir, wanita itu tidak akan bisa berlari. Jika Panji memutuskan untuk bersama Sisil, yang ada mereka berdua akan mati bersama.

"Panji!" Sisil terkejut karena Panji tiba-tiba melepaskan genggamannya pada tangan Sisil. Saat ini Sisil masih dalam kondisi terduduk di atas tanah.

Panji pun meneteskan air matanya. "Maaf, maafkan aku, Sil." katanya dengan suara bergetar.

Setelah berkata seperti itu, Panji berlari meninggalkan Sisil, dia berlari secepat mungkin melintasi pepohonan. Tiada hentinya dia menangis, karena sangat merasa bersalah sudah meninggalkan wanita yang sudah lama dia taksir itu.

Sampai Panji mendengar suara jeritan Sisil yang merintih kesakitan. "Arrrgghh!"

Panji semakin mempercepat larinya, tanpa arah dan tujuan, tak sedikit pun dia menoleh ke belakang, yang penting dia harus bisa menyelamatkan diri dari kejaran psikopat itu.

Sementara itu sang psikopat, dia mengusap pisau yang berlumuran darah dengan tangan, kemudian dia memandangi tubuh Sisil yang sudah tidak bernyawa lagi, dia sudah menikam perut wanita itu berkali-kali.

"Permainan hari ini sangat menyenangkan." gumamnya, kemudian pria itu pun tertawa puas.

1
Nicaaaaa♥
luarrr biasaaaa semangatt terus buat karya nyaa kakk
Rita Juwita
luar biasa seruuu thor. ..
retno❤️
Waaow bener2 mantap karya Kak Othor ini... pengennya ngelewatin cerita satu ini, tp penasaran jg... akhirnya kubaca... baru pertama baca novel horor sadis... awalnya ngeri bgt ada adegan sadis2nya... tapi gak dilanjut bikin penasaran... akhirnya mencoba beraniin utk trs baca... bener2 sadis... ngeri bgt... untung diakhir cerita beberapa tokohnya bs selamat. The best ceritamu Kak Othor... Semangat trs berkarya... sukses selalu 🙏🏻👍🏻🥰
Rewin
roni
Sarah
Udah kena kanker paru-paru masih mau diam-diam ngerokok aja yah dammm? Dasar suami bandel! 😒
Sarah
🤩🤩🤩
Sarah
Cerita keren bangettt! 💖
Sarah
so sweet 💖
Sarah
Yeyyyy! mantap Adam!
Sarah
Nooo pingkannn adam ayo cepat selamatkan istrimuuuu
Sarah
Tahan nafas bacanya aku 👍🙂
Sarah
Seneng deh bisa ngelihat Nicholas sama Adam jadi deket. Soalnya mereka keliatan klop aja gitu 👍.
Sarah
Curiga sama Dicky 🙂
Sarah
padahal harusnya enam, satu lagi Heru dia yang bunuh 😡.
Sarah
pemandangan yang buruk di pagi hari yang cerah 🙂.
Sarah
Jangan-jangan plot twist di akhir pelakunya Dicky atau Roni.
Sarah
Adam senyum-senyum aja lihat orang pdkt karena dia sudah merasakannya duluan dan sudah kawin malah 🤭
Sarah
Benar-benar berasa dunia cuma milik berdua nihh~🤭
Sarah
Diantara banyak orang yang ceria, pasti ada orang yang pendiam dan kalem seperti Nicholas, dan diantara orang-orang seperti Nicholas, pasti ada sebagian kecil lainnya yaitu orang yang sudah bukan pendiam lagi... tapi dingin seperti Adam 😂
Sarah
Asik, semoga kamu bukan psikopatnya. Karena kamu ini sudah suami idaman banget, sayang banget sama istrimu 😭👍/Awkward/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!