Bunga adalah gadis cantik berusia 21 tahun yang sudah menceburkan dirinya kedunia hitam selama 1tahun terakhir dia melakukan ini karena ibunya yang tengah berbaring koma karena kecelakaan, dia tidak punya pilihan lain selain menjadi seorang kupu-kupu malam dia harus membiayai ibunya yang sakit dan juga adiknya yang masih duduk di bangku sekolah Dasar. Semua ini dia lakukan demi keluarga nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Senja sudah menyapa Dikta masih saja berkutat dengan pekerjaan nya entah hari ini beberapa orang yang sudah dia marahi, pekerjaan semua orang di tolak olehnya membuat Kenny yang melihat Dikta uring-uringan hanya bisa meminta bantuan pada Marcel yang hari ini tidak ada di kantor Dikta.
[Hari ini kembalilah ke kantor] Kenny mengirim pesan pada Marcel.
Marcel yang membaca pesan Kenny pun merasa aneh karena hari sudah senja kenapa dia harus kembali ke kantor padahal hari ini dia baru saja selesai meeting di luar. Namun Marcel juga tidak bisa mengabaikan pesan Kenny yang jarang mengirimi dia pesan kalau tidak ada hal yang mendesak "Sebenarnya apa yang terjadi" Ucap Marcel yang tadinya ingin langsung pulang namun kembali memutar kendaraannya menuju kantor.
Membutuhkan waktu yang lumayan lama hingga akhirnya Marcel sampai di kantor Dikta, Marcel segera menuju ruangan Kenny namun ternyata Kenny berada di depan pintu ruangan Dikta semua yang dia temui di kantor terlihat muram dan tertekan. "Yo sebenarnya apa yang terjadi kenapa tiba-tiba menyuruhku kembali ke kantor dan lagi bukannya harusnya ini jam pulang? " Marcel menatap Kenny.
Kenny memperlihatkan sedikit pintu kantor Dikta yang terbuka itu "Lihatlah" Ucap Kenny yang memperlihatkan Dikta sedang melemparkan laporan kepada bawahannya.
"Buat ulang! " Teriak Dikta yang membuat karyawannya itu berlari keluar sembari ketakutan.
"Heh kenapa suasana hatinya begitu buruk" Tanya Marcel yang mendapati gelengan kepala dari Kenny.
"Dia seperti itu sejak tadi pagi pulang dari rumah sakit menjenguk istrinya" Ucap Kenny membuat Marcel mengerti.
"Hmm baiklah serahkan ini padaku, dan suruh mereka semua pulang ini sudah waktunya mereka pulang bukan" Ucap Marcel yang masih begitu perhatian pada bawahannya sekaligus perhatian terhadap uang perusahaan jika harus membayar lembur karyawan sebanyak itu tentu mereka akan rugi meski tidak besar.
"Baik aku mengerti" Ucap Kenny yang segera pergi.
Sedangkan Marcel segera masuk ke dalam ruangan Dikta tanpa mengetuk pintu tentu saja dengan kehebatan Dikta sesuatu sudah melayang ke arah Marcel tapi Marcel berhasil menangkapnya "Bahaya kau ingin membunuh ku" Ucap Marcel yang segera berjalan ke arah Dikta membawa vas bunga beserta bunganya yang melayang ke arah nya.
Dikta tidak merespon kedatangan Marcel dia bahkan tidak melihat ke arah Marcel sama sekali membuat Marcel menyadari mungkinkah ada yang terjadi kepada Karina "Apakah ada yang terjadi pada Karina" Marcel menanyakan apa yang ada di pikirannya.
"Tidak" Dikta menjawab singkat ternyata dia hanya bisa berkomunikasi jika dengan Marcel sahabat yang dia kenal sejak kecil.
"Lalu ada apa dengan mu jika kau bersikap seperti ini kau akan membunuh para karyawan kita kau benar-benar akan membuat Perusahaan kita rugi besar" Ucap Marcel yang mengocehi Dikta.
"Apa yang harus aku lakukan" Dikta terlihat frustasi membuat Marcel penasaran hal apa yang membuat seorang Dikta membuat ekspresi seperti itu.
Ekspresi frustasi itu sudah lama tidak di lihat Marcel semenjak istri Dikta jatuh sakit "Katakan padaku ada apa sebenarnya" Marcel kini terlihat serius tidak lagi bersikap santai.
"Wanita itu benar-benar membuatku tidak bisa berfikir" Jawaban Dikta benar-benar tidak di mengerti oleh Marcel.
"Wanita, siapa maksud mu apakah Karina" Tanya Marcel yang semakin penasaran.
"Bukan" Jawaban Dikta benar-benar tidak menjawab pertanyaan yang begitu banyak di kepala Marcel
"Lalu siapa katakan dengan jelas, kau menganggu waktu ku untuk berkencan" Jawaban Marcel itu membuat Dikta menatapnya.
"Lalu pergilah" Dikta menatap tajam Marcel.
"Tidak tidak aku hanya bercanda katakan sebenarnya siapa yang kau maksud apa kau melewatkan sesuatu untuk kau ceritakan pada " Marcel tiba-tiba teringat insiden Conny yang mencoba menjebak Marcel dengan anaknya. "Tunggu dulu apa kau melakukannya dengan anak dari keluarga Conny itu" Marcel sedang mempraktikkan sesuatu dengan tangannya.
"Tidak! " Jawab keras Dikta.
"Lalu wanita wanita itu siapa katakan dengan jelas padaku! aku benar-benar tidak bisa membantu mu jika aku tidak tau apa-apa Hei tuan Dikta berhentilah berpikir berlebihan dan lakukan seperti caramu yang biasa " Ucapan Marcel itu membuat Dikta mulai berfikir.
Dikta akhirnya menceritakan apa yang terjadi pada sahabatnya itu membuat Marcel terkejut "Kau bisa melakukannya dengan wanita lain selain Karina? " Pertanyaan itu begitu saja keluar dari mulut Marcel karena Marcel tau alergi yang di derita Dikta hanya segelintir wanita yang bisa Dikta sentuh dan ini bahkan bisa membuat Dikta sampai ******* "Wanita ini benar-benar hebat, apa kau sudah mencari tahu siapa wanita ini" Pertanyaan itu sudah terjawab dari ekspresi Dikta yang datar.
"Jadi kau membiarkan wanita itu pergi begitu saja tanpa penjelasan, tuan Dikta anda benar-benar tuan besar yang tidak tau diri sudah memaksa wanita namun tidak meminta maaf" Ucap Marcel
"Diam! " Bentak Dikta yang sebenarnya ingin mencari tahu siapa wanita itu tapi ada sesuatu yang mengganjal di hatinya seakan tidak ingin menemukan kebenaran lebih jauh.
"Baiklah katakan ciri-ciri nya padaku aku akan mencarikan wanita hebat itu yang bisa membuat tuan Dikta ******* hingga akhir hahaha" Ucap Marcel menggoda Dikta.
*****
"Maaf " Ucap Bara yang perlahan menatap wajah Bunga dalam perlahan Bara mengusap pipi Bunga dan kian lama wajah mereka kini semakin dekat.
Bunga bahkan bisa merasakan hembusan nafas Bara yang begitu hangat membuat Bunga perlahan ingin memejamkan matanya, Bara semakin lembut membelai pipi Bunga dan perlahan menggerakkan tangannya bergeser ke belakang telinga Bunga wajah mereka semakin dekat dan semakin dekat namun saat Bunga akan memejamkan matanya tiba-tiba
Tiiiiiiiinnnnnnnn Tiinnnnnnnn suara klakson mobil dari belakang menyadarkan mereka berdua dari suasana aneh itu Bara segera menarik diri sedangkan Bunga segera membuka matanya lebar keduanya sama-sama bergumam "Apa yang ku lakukan".
Bara segera menjalankan mobilnya Bunga juga hanya bisa diam saja suasana menjadi canggung namun mereka berdua benar-benar tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi dengan keduanya, perasaan aneh mulai menjalar pada kedua insan yang sama-sama belum memahami apa yang terjadi.
Mereka kini sudah sampai di tempat yang Bunga tuju tapi saat Bunga ingin turun tiba-tiba Bara menarik tangan Bunga " Maaf aku terlalu terbawa suasana " Ucapan Bara itu mengandung banyak arti membuat Bunga sedikit kecewa.
"Hmm aku tau aku tau kakak hanya merasa iba jangan di pikirkan lupakan saja ok" Jawab Bunga yang langsung turun dari mobil menyisakan Bara seorang diri.
"Bukan itu maksud ku melupakan itu tidak mungkin, rasa ini bukanlah iba Bunga" Gumam Bara pada dirinya yang masih duduk di dalam mobil.
"Hei kak ayo turun" Ucap Bunga berusaha bersikap biasa 'Tenang Bunga tenang dia sudah bilang dia hanya terbawa suasana tidak termasuk dia punya perasaan pada mu kau harus tenang Bunga jangan sampai membuat hubungan mu dengan kak Bara menjadi canggung hanya karena pikiran mu yang tak masuk akal' Ucap Bunga dalam. hati yang entah mengapa di ujung dadanya terasa sesak.
karena semakin mereka bersama udah di pastikan dikta ngk kan lepasin
bunga... harusnya kau paham tuan mu
tepat sekali willl 😂
Masa lalu cukup untuk di kenang.
masa depan harus di jalani..
Sabarr bungaa
semprot pake Baygon.. kelarr🤣🤣
dan yg bucin yg yg udah merengut kesucian muu.. lihat aja ntarr🤣
Nikahin sekalian bunga jgn cuma kau jadikan ibu kontrak.. apa LG kau tak sembarangan bisa menyentuh wanita
tepat sekali mikk km nebakk
sekarang aja dia udah kelihatan posesif pada mu
Bisa jd km jadi miliknya selamanya
ehh selama othorr mauu🤣🤣🤣
anak siapa sihh Dikta nihhh sbnernyaa... kok galaknya keturunan Aditama pemaksaan pula🤣🤣🤣🤣
bekas itu tak kan hilang
Takdir kadang memang kejam.. tp pasti ada hal yg akan but km bahagia meski dg cara ygtak kau duga bungaa
wahh tepat sekali wanita itu adalah diaa.. dan jangan berani megusikk dia dan Dikta..
kau bisa aja membunuhh bunga dengan amarahmu.. dan yg ada km ngk kan dapat keturunan... Kau harus kuat bungaa.. 🥺
Semoga km bisa menjaga bunga walau awalnya dengan paksaaann dik.. jika km dah tau seluk beluk nasip bungaa🙁
minta di nikahin dulu bungaa.. jd km sah jadi istri.. jadi km ngk ternoda di luar pernikahan..
Mugkin ini jalan yg harus km lalui untuk kebahagiaan yg tertunda.. sabarrr bungaa
bukan tandingan mu bara dia nihhh
Betull tuhhh bucinn.. akutt pasti nantii
🤣
mugkin kahh itu Dikta 🤔