Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Pak Rama yang saat ini masih berada di pesta, menemani para tamu nya. Dia mendapatkan kabar dari orang- orang nya bahwa Tuan Andre bersama keluarga nya mendatangi kantor polisi dan meminta bertemu Baron, tapi pak Rama tidak akan membiarkan semua itu terjadi.
'Dugaan ku benar, Tuan Andre terlibat dalam konspirasi penculikan putri ku. Ini tidak bisa di biarkan, setelah mereka menculik putri ku, dan sekarang putri nya juga telah menghancurkan rumah tangga Kani. Tuan Andre dan keluarga nya harus mendapatkan hukuman nya!' Batin Pak Rama di dalam hati.
Pesta pun berakhir dan satu persatu para tamu pamit pulang, kini tinggal lah keluarga pak Rama dan keluarga Pap Beni.
"Kania, aku sungguh- sungguh minta maaf pada mu, aku tahu kesalahan ku sangat besar pada mu!" Erlan kini menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan terhadap Kania.
"Aku sudah memaafkan mu sejak dulu, Mas!" Jawab Kania dengan datar.
"Terima kasih Kania, aku berjanji pada mu akan berubah menjadi suami ya g lebih baik lagi!" Ucap Erlan.
"Aku memaafkan mu, tapi bukan berarti aku mau kembali para mu, Mas!" Jawab Kania dengan tegas.
Erlan menunduk kan kepala nya, dia tahu kesalahan nya sangat besar. Dan dia sudah melukai hati wanita sebaik Kania, dia tidak oantas mendapatkan wanita sebaik Kania.
"Erlan, penyesalan itu datangnya selalu belakangan. Itu lah guna nya iman di dalam hati, agar kita bisa mempertimbangkan semua tindakan kita benar atau salah!" Abah Muis berkata sambil menepuk bahu Erlan.
"Iya Abah, aku sudah bersalah pada Kania dan aku menyesal!" Erlan berkata dengan lirih.
"Erlan, perbaiki diir mu nak. Insya Allah jika kau dan Kania memang di takdir kan berjodoh, kalian akan menemukan jalan nya, walaupun terlihat mustahil!" Umi Latifah berkata dengan bijak nya.
"Iya Umi!" Jawab Erlan sambil mengangguk kan kepala nya.
Papa Beni dan Mama Indri mendekati Kania dan keluarga nya, mereka ingin berkaitan unyuk pulang.
"Kania, Mama dan Papa pamit pulang nak. Apapun yang terjadi, kau tetap lah putri kami!" Mama Indri berkata pada Kania.
"Terima kasih Mama, Papa!" Kania terharu dengan kebaikan sepasang suami istri tersebut.
"Pak Rama, Bu Sarah, maafkan kami jika kami berbuat salah!" Papa Beni juga ikut berkata.
"Pak Beni, bu Indri Terima kasih karena kalian telah menjaga dan menyayangi putri kami dengan baik, kebaikan kalian tidak akan kamu lupakan!" Bu Sarah memeluk tubuh Mama Indri.
"Itu sudah menjadi kewajiban kami sebagai orang tua, bu Sarah!" Ujar Mama Indri.
Ketiga orabg itu pergi dari san, tinggal lah merekq saja dan para vendor yang tengah membereskan bekas sisa acara.
"Sebaik nya kita istirahat, ini sudah malam!" Pak Rama berkata pada semua nya.
Mereka segera melangkah kan kaki nya menuju ke dalam kamar nya masing - masing, Kania merebahkan tubuh nya yang lelah dia atas tempat tidur. Bayangan wajah Erlan menari- nari di pelupuk mata nya, sekalipun selama menajdi istri nya, Erlan selalu bersikap dingin pada nya. Tapi Kania jatuh cinta pada Erlan, Erlan adalah laki - laki pertama yang Kania cintai.
Malam ini Kania tidak bisa memejam kan mata nya, bayangan rumah tangga nya bersama Erlan selalu datang. Sekalipun Erlan bersikap dingin pada nya dulu, tapi tidak pernah Erlan menggunakan kekerasan pada diri nya. Rumah tangga mereka baik - baik saja sebelum kedatangan Wina.
'Ya Allah, kenapa semakin aku mencoba melupakan Mas Erlan, kenapa bayangan nya semakin nyata?' Bisik Kania di dalam hati.
Di tempat yang sama, di dalam kamar nya Erlan pun mengalami hal yang sama. Malam ini mata nya tak bisa terpejam, bayangan wajah Kania menari - nari di pelupuk mata nya. Wakah teduh nan cantik Kania, suara lembut Kania kembali terdengar di telinga nya.
"Selama ini aku sadar, aku selalu bersikap dingin pada Kania. Dan sekarang aku menyadari semua nya, aku mencintai istri ku. Maafkan aku Kania, maafkan aku. Jika saja kau mau memaafkan aku, aku akan melakukan apa saja untuk mu!" Bisik Erlan pada diri nya sendiri.
Sementara itu di dalam kamar yang berbeda, Pak Rama dan bu Sarah mendapat kabar bahwa pelaku penculikan Kania sudah di temukan. Tertangkap nya Baron merupakan suatu jalan terbuka nya kembali kejadian yang sudah berlalu.
Malam ini petugas polisi berhasil membuat Baron buka suara, rekaman saat dia menaburkan racun di dalam makanan khusus keluarga pak Rama. Di tambah lagi, rekaman saat dia membuka baju dan topeng nya membuat Baron tidak bisa berkutik lagi.
Dia mengakui semua kejahatan nya, dan dia mengakui bahwa dia di bayar oleh Tuan Andre untuk melakukan semua ini.
"Kurang ajar kau Andre, dugaan ku benar. Dia adalah dalang di balik penculikan putri kita, dna dia juga dalang di balik racun yang ada di dalam makanan itu!" Pak Rama mengepal kan tangan nya.
"Astagfirullah hal adzim, kenapa dia dia sejahat itu dan sekarang putri nya juga telah menghancurkan rumah tangga putri kita!" Bu Sarah juga sangat marah saat mengetahui bahwa yang menimpa keluarga mereka karena ulah satu orang.
"Papa akan ke kantor polisi malam ini juga, Ma!" Pak Rama berkata pada istri nya.
"Ini sudah malam, Pak. Kenapa tidak tunggu besok pagi saja?" Tanya Bu Sarah dengan khawatir.
"Papa tidak bisa menunggu pagi Ma, Papa ingin bertemu dengan laki - laki itu secara langsung. Mama temani Kania, jangan sampai dia tahu masalah ini sekarang!" Pak Rama berkata pada istri nya.
"Baik Pa!" Bu Sarah mengangguk kan kepala nya.
Pak Rama dengan di temani orang - orang nya, segera pergi ke kantor polisi. Sedangkan bu Sarah, segera menuju ke kamar anak nya. Hotel ini adalah milik pak Rama, jadi keamanan keluarga mereka begitu terjamin. Pak Rama membuat sistem keamanan yang ketat untuk keluarga nya saat ini, di mana pun mereka berada dan kapan pun itu.
Bel di pintu berbunyi, Kania yang tidak bisa tidur bergegas bangun dan mengintip siapa yang datang.
"Mama?? Ayo masuk Ma!" Kania heran melihat kedatangan Mama nya malam - malam ke dalam kamar nya.
"Mama sengaja datang ke sini nak, Papa mu sedang keluar. Dia ada urusan mendadak!" Ucap bu Sarah.
"Malam - malam begini, Ma?" Tanya Kania dengan heran.
"Iya nak!" Jawab bu Sarah sambil mengangguk kan kepala nya.
Kania heran dengan kelakuan orang kaya, mereka bekerja kapan saja tidak menunggu siang dulu. Tapi dia berusaha untuk mengerti, mungkin saja memang Papa nya orang sibuk dan tidak punya banyak waktu, sehingga malam pun dia masih bekerja.