NovelToon NovelToon
Return To You

Return To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Delapan tahun merajut kasih, hubungan Zacheriyya Tengiz dan Evander Vale-Knight hancur lebur dalam satu malam akibat pengkhianatan yang tak termaafkan.

Alih-alih menyesal, Evander justru menyebut tindakan kejamnya sebagai pembalasan ego yang setimpal atas kesalahan masa lalu.

Terluka dan murka, Zacheriyya pergi dengan sumpah tidak akan pernah memaafkan pria itu sampai ia mati.

Dua tahun berlalu dalam pelarian, takdir dengan kejam mempertemukan mereka kembali.

Rasa cinta yang dulu membara kini telah sepenuhnya bermutasi menjadi kebencian yang dingin dan mematikan. Pertemuan tak terduga ini seketika menyulut kembali sumbu dendam lama dan perang ego yang sengit di antara keduanya.

Mereka kini berdiri berseberangan sebagai dua mantan kekasih yang saling membenci setengah mati, siap saling menjatuhkan lewat tatapan tajam dan kata-kata berbisa.

Di tengah pusaran benci dan luka lama yang kembali menganga, siapakah yang akan hancur terlebih dahulu dalam permainan rasa yang berbahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#14

Matahari pagi musim panas Los Angeles menembus celah-celah tirai tipis jendela rumah sakit, membawa cahaya terang yang kontras dengan mendung tebal yang masih bergelayut di hati orang-orang di dalamnya.

Di area halaman depan rumah sakit swasta mewah itu, sebuah mobil sedan hitam premium baru saja berhenti.

Pintu belakang terbuka dengan sentakan kasar, menampilkan sosok Gabriella Margareth yang duduk di atas kursi roda lipat dengan perutnya yang membuncit secara kentara.

Wajah cantiknya yang biasa terpoles riasan sempurna kini tampak guram oleh amarah, matanya memancarkan kilat kegilaan dan dendam yang membara.

"Beraninya dia tidak menjemputku semalam! Beraninya dia mengabaikan teleponku!"

Gabriella mengamuk hebat, suaranya yang melengking membuat beberapa pengunjung rumah sakit yang lewat menoleh terkejut. Ia memukul sandaran tangan kursi rodanya dengan kepalan tangan yang bergetar.

"Katakan padanya, aku menjadi seperti ini karena dia! Aku cacat dan harus duduk di kursi roda ini karena dia menolakku! Dia harus bertanggung jawab!"

Supir wanita bertubuh tegap yang ditugaskan oleh Evander Vale-Knight untuk mengawal Gabriella sejak semalam hanya berdiri diam di samping pintu mobil yang terbuka.

Wanita itu bernama Élodie, seorang mantan personel militer yang kini bekerja di bawah jaringan pengaman keluarga Knight.

Wajah Élodie tampak sedingin es, sama sekali tidak terpengaruh oleh histeria wanita di depannya.

"Maaf, Nyonya Margareth," ucap Élodie dengan nada suara yang teramat datar dan profesional. "Tuan Evander sudah menyerahkan seluruh urusan logistik dan perjalanan Anda kepada saya secara mutlak. Beliau meminta saya memastikan Anda tetap berada di mansion atau kembali ke kediaman Anda."

"Diam kau!" bentak Gabriella, wajahnya memerah padam karena penghinaan. "Kau hanya supir rendahan! Beraninya kau menjawab perkataanku dan mengatur hidupku?! Katakan padaku sekarang juga, Evander ada di ruangan mana? Aku tahu dia berada di rumah sakit ini sejak kemarin dan bahkan menginap semalaman! Katakan siapa yang dia temani di dalam sana!"

Élodie memilih untuk bungkam. Tugasnya adalah menjaga keamanan, bukan menjadi informan bagi wanita yang statusnya sudah jelas-jelas dicoret dari daftar prioritas bosnya.

Melihat kebungkaman Élodie, dada Gabriella bergemuruh hebat.

Kabar yang ia dapatkan dari salah satu orang dalam keluarga Knight mengatakan bahwa Evander mendadak membatalkan semua agenda dan menginap di kamar VIP untuk menemani seorang wanita yang terluka akibat insiden bom.

Rasa penasaran yang bercampur dengan ketakutan akan posisinya yang terancam membuat Gabriella tidak bisa berpikir jernih lagi.

"Mari, Nyonya. Anda harus pulang sekarang. Saya akan mengantar Anda kembali ke mansion," ucap Élodie lagi, mencoba meraih tuas kursi roda Gabriella untuk memutarnya kembali ke arah mobil.

"Tidak! Aku tidak akan pulang sebelum aku melihat dengan mataku sendiri siapa jalang yang sudah berani merebut perhatian calon suamiku!" teriak Gabriella sinis.

Dengan gerakan cepat, ia memutar roda kursinya sendiri dengan kekuatan penuh, melesat masuk melewati pintu geser otomatis menuju area resepsionis rumah sakit, mengabaikan seruan Élodie yang mengejarnya dari belakang.

...****************...

Sementara itu, di lantai atas, suasana di dalam kamar perawatan VIP berbanding terbalik.

Kamar itu begitu sunyi, hanya menyisakan aroma bubur gandum hangat dan gemerincing sendok yang beradu dengan mangkuk porselen.

Evander duduk di tepi ranjang, memegang mangkuk bubur dengan teramat hati-hati. Pria itu menyendok sedikit bubur, meniupnya perlahan agar tidak terlalu panas, lalu mengarahkannya ke depan bibir pucat Cherry.

"Kumohon, makanlah sedikit lagi, sayang," ucap Evander dengan nada suara yang teramat lembut, penuh dengan romantisme dan perhatian yang begitu mengikat.

Sepasang mata indahnya menatap penuh permohonan pada wanita yang paling ia puja.

"Hanya tiga suap lagi. Aku tidak mau kau tampak begitu pucat dan lemas saat ayahmu datang kemari nanti."

Cherry memalingkan wajahnya ke samping, menolak sendok yang disodorkan Evander. Napasnya berembus pelan, sarat akan kelelahan batin.

"Tidak, Evander. Makanan rumah sakit ini terasa teramat hambar dan aku tidak lagi ingin memakannya. Jangan memaksaku."

Evander tidak membantah atau menjadi kesal seperti dua tahun lalu. Pria itu hanya mengangguk patuh dengan kepolosan yang tulus, meletakkan kembali mangkuk bubur itu ke atas nakas. "Baiklah, kalau begitu. Minumlah air putih ini sedikit." Ia membantu Cherry memegang sedotan gelas dengan saksama.

Namun, momen intim yang tenang itu tidak bertahan lama. Keheningan mereka koyak secara kasar saat pintu kamar VIP didorong terbuka dari luar hingga membentur dinding dengan suara berdentang keras.

Seorang suster yang tampak panik mencoba menahan kursi roda yang didorong paksa oleh Gabriella Margareth, yang berhasil menerobos penjagaan di depan.

"Apa maksudmu dengan semua ini, Evander?!!!" Gabriella berteriak histeris begitu matanya menangkap pemandangan intim di dalam kamar.

Evander menoleh dengan cepat, garis wajahnya seketika mengeras bagai batu karang, memancarkan aura membunuh yang begitu pekat.

Di atas ranjang, Cherry juga tidak kalah terkejut. Sepasang mata hazel-nya melebar saat melihat sosok wanita di atas kursi roda itu—wanita yang sama yang dua tahun lalu menghancurkan seluruh dunianya di kamar hotel sialan itu.

Gabriella menatap Cherry dengan pandangan yang dipenuhi oleh kebencian yang mendalam dan rasa tidak aman yang akut. Ia menunjuk wajah Cherry dengan jari telunjuknya yang gemetar.

"Kau... kau menahan calon suamiku berada di sini, Sialan?! Beraninya kau!"

Deg.

Evander tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Alih-alih marah secara meledak-ledak, pria Knight itu justru mengeluarkan suara tawa yang teramat sinis dan dingin.

Suara tawa yang terdengar menjijikkan bagi siapa saja yang mendengarnya, memotong semua keberanian yang baru saja Gabriella kumpulkan.

"Apa-apaan ini, Gabriella?" ucap Evander dengan nada suara yang teramat rendah namun menusuk dalam. Ia berdiri tegak, melipat kedua tangannya di depan dada sembari menatap ke arah kursi roda itu dengan pandangan sarat akan kejijikan yang mutlak.

"Kau datang ke tempat perawatan wanitaku dengan bertingkah seperti wanita jalanan rendahan, lalu mengatakan hal-hal menjijikkan tentang 'calon suami'? Siapa yang kau maksud dengan calon suamimu, hm? Apa kau sedang berdelusi?"

Gabriella semakin mengamuk, wajahnya berkerut jelek. "Dia adalah hama pengganggu, Evander! Kau sendiri yang mencampakkannya dua tahun lalu karena dia tidak berguna! Beraninya wanita ini hadir lagi ke dalam kehidupanmu dan mengacaukan rencana pernikahan kita?!"

Di atas ranjang, Cherry justru tampak teramat tenang.

Jiwanya yang telah melewati batas rasa sakit yang paling ekstrem, membuat makian Gabriella terasa seperti angin lalu yang tidak berarti. Ia bahkan tidak menggubris tuduhan wanita itu.

Cherry hanya menyandarkan kepalanya pada bantal, menatap Gabriella dengan pandangan kosong yang teramat merendahkan.

"Wanita jalang sepertimu... sebenarnya sedang menuntut apa dari tempat ini?" ucap Cherry dengan nada suara yang teramat lambat dan dingin, setiap patah katanya mengandung racun ketidakpedulian yang mematikan.

"Aku bahkan tidak berniat merebut siapapun dari tanganmu. Kau ingin memiliki Evander? Kau ingin menikah dengan pria berengsek ini? Silakan ambil. Bawa dia pergi sekarang juga dari kamarku, karena aku sama sekali tidak peduli."

"Kau—!" Gabriella hendak menjerit lebih keras, namun kalimatnya terputus secara brutal saat pintu kamar kembali terbuka lebar.

Derap langkah sepatu pantofel yang tegas terdengar memasuki ruangan.

Seorang pria paruh baya dengan setelan jas rapi namun raut wajah yang dipenuhi oleh kemurkaan yang masif melangkah masuk.

Pria itu adalah Theodore. Ayah kandung Zacheriyya.

Theodore menghentikan langkahnya tepat di tengah ruangan.

Sepasang matanya yang tajam mengunci mutlak pada sosok Gabriella yang duduk di atas kursi roda dengan perut buncitnya.

Detik itu juga, napas Theodore memburu hebat, wajahnya mengeras oleh badai emosi yang teramat dahsyat.

"Beraninya kau menemui putriku, Sialan!!!" gemuruh suara Theodore, membelah kesunyian kamar dengan getaran amarah yang begitu mengerikan.

Deg.

Jantung Cherry seolah berhenti berdetak di dalam rongga dadanya. Matanya berkedip tidak percaya, menatap punggung ayahnya lalu beralih ke arah wajah Gabriella yang mendadak memucat bagai mayat.

Ayah... mengenal Gabriella? batin Cherry lirih, sebuah firasat mengerikan yang baru mendadak merayap naik, mencabik batinnya dengan teka-teki yang teramat gelap.

Evander sendiri yang berdiri di sisi ranjang ikut tersentak hebat.

Fikiran jeniusnya mendadak mengalami benturan realitas yang luar biasa membingungkan.

Pria paruh baya di depannya ini adalah Theodore—pria kelas atas yang ia kenal dengan sangat baik dalam lingkaran bisnis.

Dan yang paling penting, Theodore adalah mantan suami dari Gabriella Margareth sendiri! Pria yang menceraikan Gabriella tepat pada malam Diapartemennya.

Tapi... apa katanya tadi? Putriku? Siapa putri yang dimaksud oleh Theodore? Cherry?! batin Evander, dadanya berdenyut sangat nyeri oleh hantaman syok yang luar biasa.

Selama bertahun-tahun menjalin hubungan dengan Cherry, Evander tidak pernah tahu menahu soal latar belakang keluarga inti Cherry secara mendalam.

Ia hanya tahu bahwa Cherry tumbuh besar dan tinggal bersama kakek dan neneknya, Tuan dan Nyonya Tengiz. Ia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa ayah kandung kekasihnya adalah pria yang pernah menikahi Gabriella!

"Theodore... A-aku..." Gabriella terbata-bata, seluruh keberanian dan kegilaannya mendadak menguap, digantikan oleh ketakutan yang teramat sangat hingga tubuhnya gemetar di atas kursi roda.

Theodore melangkah maju dua kali, menatap kursi roda itu dengan pandangan yang sarat akan kejijikan yang teramat pekat.

"Drama menjijikkan apa lagi yang sedang kau mainkan di depan putriku, hah?! Kau masih duduk di atas kursi roda lipat ini dan berpura-pura lumpuh akibat kecelakaan itu, padahal kau sudah bisa berjalan dengan normal sejak berbulan-bulan yang lalu?!"

Deg.

Gabriella Margareth mematung di tempatnya bagai patung lilin yang meleleh. Seluruh kebohongannya yang ia gunakan untuk mengikat rasa bersalah keluarga Knight—klaim bahwa kakinya lumpuh permanen—kini dikuliti habis-habisan di depan pria yang paling berkuasa atas rahasianya. Kebenarannya adalah ia tidak lumpuh sama sekali.

Evander yang mendengar hal itu langsung mengeluarkan suara tawa sinis yang teramat mengerikan. Langkah kakinya bergerak mendekati kursi roda Gabriella, menatap wanita itu dari atas dengan pandangan yang mampu membekukan darah di dalam nadi.

"Rupanya... kau memang seorang jalang dengan bakat sandiwara yang luar biasa, Gabriella Margareth," ucap Evander dengan nada suara yang penuh dengan kata-kata menjijikkan, meludahi harga diri wanita itu tanpa ampun. "Kau menipuku, menipu keluargaku dengan kaki palsumu itu hanya untuk merangkak masuk ke dalam lingkaran keluargaku? Kau benar-benar seonggok bangkai yang menjijikkan."

Di atas ranjang, Zacheriyya Tengiz terdiam dalam kondisi syok yang teramat mendalam. Dunianya seakan berputar terbalik dengan kecepatan yang mematikan. Jiwanya yang hancur kembali dihantam oleh kenyataan baru yang teramat melankolis dan ironis.

Wanita yang dua tahun lalu ia lihat di atas ranjang hotel bersama kekasihnya... wanita yang menjadi alasan di balik keguguran bayinya dan rusaknya rahimnya... ternyata adalah Gabriella Margareth.

Gadis muda berumur dua puluh puluhan yang beberapa bulan setelah kejadian hotel itu, secara kontroversial dinikahi oleh ayahnya sendiri, Theodore! Wanita yang selama ini ia benci setengah mati sebagai perusak hubungannya dengan Evander, ternyata adalah mantan ibu tiri mudanya sendiri—seorang wanita jalang tingkat atas yang jaringan pengikutnya memuja tubuh dan tipu dayanya di seluruh penjuru kota.

Cherry memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan air mata kepahitan kembali mengalir deras melewati perban di dahinya. Tuhan... lelucon macam apa lagi yang sedang Kau mainkan dalam hidupku ini? batinnya menjerit lirih di tengah kekacauan rahasia yang kini terbongkar sepenuhnya di dalam kamar VIP yang berdarah itu.

1
Mei TResna Rahmatika
sedihh bangett part ini😭
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Hennyy exo
kurang banget🤭🤭

omg evander aku padamu😘😘
Rosdianah 🌷: heheh anak author 🤣
total 1 replies
Hennyy exo
sangat suka dengan alurnya dan penulisannya juga bagus mudah dipagami
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pliss thor sehari upnya 4 atau 6 bab ya🤭
Rosdianah 🌷: heheh nggak janji ya kak🤭
total 1 replies
Hennyy exo
wow makn menanyang thor babnya
Hennyy exo
sumpah thor alurnya makin bagus banget😍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak sudah stay baca🫶
total 1 replies
Hennyy exo
baca di bab ini.kaya orang gila🤣🤣🤣
gemes deh ama merka berdua
Hennyy exo
di bab ini suka banget ma alurnya
nayla tsaqif
Apa kbr Gabriella margareth,,?? 🤭
Rosdianah 🌷: tunggu kak🤭🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
emang minus kayanya ini laki,yang bengkokin siapa,yang lurusin siapa/NosePick/berasa yang paling ...banget deh/Hammer/
Rosdianah 🌷: perlu digampar 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
yaudah sih Evander bilang jujur aja ke Cherry kalo masih suka dan gak punya hubungan sama Gabriela 🤨 balikan lagi nih pasangan serasi 😍
Rosdianah 🌷: hihi🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Ati2 cherry,, awas kena PHP,, jangan gmpang luluh,, 😌
Bonny Liberty
denger dulu dong omongan si E,biar jelas /Shy/ suka banget sok pintar 🏏
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Buat misi penyelamatan lg thor,,, mungkin bom di sekolah ponakan evan,, 🤭 q suka tokoh heroik, 🤣
Rosdianah 🌷: Ok Kakak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
baru jelas nih alur ceritanya 🫡 ternyata wanita hamil itu Gabriela dan Evander blom nikah 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤭 Semoga suka ya Kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 The vale knight series lover
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Bonny Liberty
maaf kisanak, bukan pecahan kaca tapi ranjau darat yang kena bayangan dirimu aja bisa meledak.../Grievance/
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
kata cintanya murahan, ga sadar diri,harusnya kamu tau kurang mu apa,hubungan toxic jadinya kan,dah gitu kehilangan real love gara..gara EGO LAKI,dia ga mikir apa cewe juga punya
Rosdianah 🌷: Semoga suka cerita Baru nya kak🫶
total 1 replies
Bonny Liberty
salah satu masalah dunia EGO LAKI..LAKI../Smug/
Rosdianah 🌷: huhuhu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!