Nama ku ailin putri berusia 7tahun dan terkenal gadis yang periang dan sangat suka tertwa. . tapi sejak kecelaka, an Mobil itu semua pun berubah, ayah ibu meninggal dalam kecelakaan itu, dan mereka membawa semua tawa dan bahagia yang aku miliki.
Sejak saat itu aku harus hidup bersama bibiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Setelah Ailin masuk kedalam kantor. Adam segera pergi menuju ruangan kerjanya dan begitu juga dengan Ailin. Baru saja Ailin mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya Pak Roy berjalan menghampirinya dan memberitahukan akan titah Radja yang menyuruhnya datang menemuinya.
"Pak Roy memangnya ada apa? Saya tadi sudah terlambat datang kerja karnanya," Celetuk Ailin sembari berjalan disamping Pak Roy.
"Apakah Nona Ailin tadi membuat Radja marah?" Tanya Pak Roy balik sembari menatap Ailin.
"Tidak Pak, kami baik-baik saja." Ucap Ailin yang tak merasa berbuat kesalahan.
"Tapi kenapa wajahnya seperti itu ya," Ucap Pak Ray sembari mengerutkan dahinya. "Jangan sampai membuatnya jengkel." imbuh Pak Ray sembari membukakan pintu ruangan Radja.
Ailin masuk kedalam ruangan Radja dilihatnya pria itu sedang berdiri membelakanginya. Ailin segera memeluk Radja dari belakang. Namun Radja masih diam menatap keluar jendela dari atas gedung pencakar langit itu.
Radja yang sedang merasa cemburu hanya bisa diam tak menanggapi godaan istrinya itu, tubuh Radja seolah merasa terbakar jika mengingat betapa mesrah candaan Ailin dengan Adam dihalaman kantor tadi. Bahkan para perkerja kantor bilang jika Ailin dan Adam sangatlah cocok menjadi pasangan kekasih namun tak banyak juga yang iri dan membenci Ailin karna kecantikannya yang mampu meluluhkan hati Adam orang yang memiliki saham besar di perusahaan yang Radja miliki.
"Sayang, ada masalah apa sampai memanggilku kemari?" Tanya Ailin dengan suara terdengar mengoda.
Ya Ailin harus tetap bersikap tidak tau malu seperti itu demi membiayai pengobatan Lani.
"Jangan pura-pura tidak tau!" Maki Radja sembari membalikkan tubuhnya menatap Ailin. Dia menatap Ailin yang seakan shock dengan teriakannya itu namun Radja tak memperdulikan akan pandangan istrinya itu.
Tubuh Radja begitu diselimuti dengan rasa cemburu yang semakin membakar akal sehatnya.
"Apa yang telah aku lakukan sampai membuatmu marah, sayang?" Ailin masih tidak menyadari jika Radja merasakan cemburu saat dia bercanda dengan Adam dihalaman kantor tadi.
"Kau menyukai Adam?"
"Aku istrimu mana mungkin aku menyukainya!"
"Aku tidak ingin mendengarkan penjelasan mu! Kelak Jagan terlalu dekat dengan sahabatku."
Ucap Radja sembari menarik tubuh Ailin dan merebahkannya ke sofa. Radja segera melaksanakan adegan yang sempat tertunda didalam mobil tadi. Ailin berusaha menolaknya karena masih banyak pekerjaan yang belum dia selesaikan namun Radja tidak mau tau. Karna darahnya seakan naik ke ubun-ubun dan dia tak bisa melepaskan Ailin begitu saja tanpa mendapatkan pelajaran.
Ya rasa cemburu itu masih dia rasakan hingga membuatnya kehilangan kendali dirinya padahal masih banyak berkas yang harus Radja tandatangani namun dia tak memperdulikan itu semua yang ada didalam dikiranya semua penuh dengan Ailin saja.
Sebenarnya apa yang mau dia lakukan, hei tuan ini masih di kantor apa kamu lupa, hah?
Kamu seenaknya menggerayangi tubuhku dalam keadaan masih jam kerja begini apakah kau tak bisa menahan hasrat mu sampai malam hari. Gerutu Ailin dalam hati sembari balik menggerayangi tubuh kekar suaminya itu.
mereka saling mencumbu satu sama lain walaupun Ailin tak ingin melakukannya namun tetap saja dia harus melakukan demi memuaskan Suaminya itu.
ikuti akun Mangatoon saya. Dan jangan lupa follow Ig khairin-junior.
baca juga karya baru saya yang berjudul. "Terpaksa Menikahi Tuan Arogan." Di tunggu komentar dan juga dilihatnya ya. Love you all
order mertua model begini satu aja thor, kirim ke rumah ku ya 🤣🤣🤣
tenang ada CCTV rumah..kau mau berakting keren