Alya Maharani mahasiswi Cantik di sebuah Universitas ternama di Jakarta harus menerima nasibnya di pilih dan menikah dengan laki laki yang tidak dia sukai.
Arga Dewantara memilih Alya sebagai calon istrinya saat dua keluar menjodohkan putra dan putri mereka.
Arga memilih Alya yang sebenarnya hanya asal, karena Alya yang juga kuliah di Universitas yang sama dengan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Alya bersama Arga kali ini, untuk pertama kalinya mereka berangkat sekolah bersama dalam status hubungan yang sudah Sah.
"Di depan gue turun" Ucap Alya saat sudah jauh dari rumah Arga.
Arga menoleh, namun dia tidak menjawabnya dan berhenti tepat di ujung jalan.
tanpa bicara apapun Alya turun dan Arga melajukan mobilnya, mereka terpaksa berangkat bersama-sama karena Orang tua Arga.
Alya pun mengeluarkan ponselnya, dia mencoba memesan Taxi online karena mobilnya yang masih berada di rumah.
Tidak perlu menunggu lama, Alya masuk ke dalam taxi.
Sedangkan Arga, dia tetap menjemput Gladis kekasihnya.
Setiap hari mereka selalu berangkat bersama.
"Morning sayang" Sapa Gladis masuk ke dalam mobil.
"Morning," Jawab Arga tersenyum.
Gladis menatap jok belakang, tidak adanya Alya di sana berarti mereka tidak berangkat bersama.
"Jadi semalam,-
"Kita tidak tidur bersama, Alya di sofa" Potong Arga yang sangat tau apa yang akan Gladis tanyakan.
Gladis tersenyum,,
Bagaimana pun, dia tidak mau jika Arga dekat dengan Alya dan dia bakal terus menghancurkan pernikahan mereka.
Bagi Gladis, Arga lah orang yang bisa membawanya hidup bahagia apalagi dengan kabar buruk tentang perusahaan keluarganya.
Mobil masuk ke dalam parkiran, mereka pun turun dengan seperti biasanya Gladis langsung memeluk lengan Arga.
Alya menggeleng,,
"Dasar cewek gak tau malu" gerutunya saat mereka melewati dirinya.
"Alya" Ucap seseorang membuat Alya menoleh dan tersenyum.
"Kak Fadli "
Fadli tersenyum dan menatap Arga ,,
"Lo cemburu lihat mereka"
Alya membulatkan matanya,,
"Enak saja, engga lah lagian Arga bukan tipe cowok gue"
"Jadi gimana tipe cowok Lo,-
Deg..
Alya terdiam, tidak mungkin juga dia jawab jika tipe cowoknya seperti Fadli.
"Hahaha,, becanda kali, Oya siang Lo ada waktu"
"Ada kak, kenapa"
"Gue mau ajakin Lo ke tempat biasa anak-anak kumpul, terus hari ini juga rencana kita mau bahas soal Bansos akhir tahun."
"Oh oke, gue ikut"
"Oya gimana Lo udah belajar buat Olimpiade Minggu depan."
Alya menggeleng,,
Beberapa hari ini, dia disibukkan dengan persiapan pernikahannya.
"Gapapa, Gue yakin Lo pasti menang walau tidak belajar."
"Gue gak sepintar itu juga kali Kak."
Mereka terlihat asik mengobrol dengan sambil berjalan melewati lorong Kampus.
Beberapa mahasiswi lain menatapnya, Fadli yang juga termasuk cowok dingin bisa tersenyum saat bersama Alya.
"Em, gue masuk dulu Kak," Ucap Alya saat sudah berada di depan kelasnya.
"Oke see you"
Alya tersenyum dan masuk ke dalam kelasnya.
Kamel juga Keysa menatap tidak percaya dengan kedekatan Alya dan Fadli.
"Al, Lo dianter Kak Fadli sampai depan Kelas." Ucap Kamel
"Bangga gue sama Lo Al, Kak Fadli terkenal dengan Cowok super dingin tapi tidak berlaku saat bersama Lo." Lanjut Keysa yang tidak percaya.
"Apa sih kalian, lebay deh"
Derrt,,
Alya mengambil ponselnya, sebuah pesan masuk dari Fadli yang memberi semangat untuknya.
Alya tersenyum sembari membalas pesannya.
*********
Hari mulai siang,,
Alya berada di parkiran, dia menunggu Fadli yang masih bersama salah satu Dosen.
"Sorry nunggu lama" Ucap Fadli menghampiri Alya.
"Gapapa Kak."
"Yuk,, " Ajak Fadli membuka pintu Mobilnya.
Alya tersenyum dan masuk ke dalam mobil, Perlakuan yang sangat berbeda dengan Arga.
Fadli sangat lembut dan perhatian berbeda dengan Arga yang sangat menyebalkan.
Arga melihat mereka, dia menautkan kedua alisnya kesal.
"Pergi dengan laki-laki lain tanpa ijin dengan suami, sudah mulai berani dia sama gue."
"Sayang" Ucap Gladis menghampiri Arga yang berdiri
"Ada apa sih" Lanjutnya saat Arga menatap mobil Fadli yang keluar parkiran.
"Gapapa Kok, yuk pulang " Ajaknya berjalan lebih dulu.
Gladi terus menatap Arga, apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Arga dingin kepadanya.
Dalam perjalanan pun Arga hanya diam, dia masih memikirkan Alya yang bersama Fadli.
"Oya Ga, gimana kalau kita ke Cafe dulu."
"Gue capek, besok saja ya"
"Tapi gue pengin Ga, dua hari Loh kita gak ketemu."
"Maaf sayang, Aku capek acara kemarin."
Gladis menghela napasnya.
Dia pun langsung menatap keluar jendela, kesal karena Arga menolaknya.
___
Di tempat lain,,
Alya tampak asik bercerita dengan Fadli dan beberapa temannya.
Mereka berada di salah satu Cafe tempat dimana biasanya Fadli kumpul.
Fadli memperkenalkan Alya dengan teman-temannya, tidak susah untuk Alya yang bisa langsung bergabung dan mengenal mereka karena dia pun termasuk perempuan yang humble.
"Gue gak nyangka bukan cuma cantik Lo juga pinter Al" Ucap salah satu dari mereka.
Alya tersenyum,,
"Bisa aja, engga lah gue juga belajar kali."
Fadli tersenyum menatap Alya yang tersenyum, ada yang beda dengan perasaannya.
Entah kenapa dia senang disaat bersama Alya seperti saat ini.
Dulu dia hanya mengenal Alya sebagai salah satu Mahasiswi yang sering Absen kelasnya, namun setelah mengenalnya semua cerita-cerita jelek soal Alya salah.
Alya cewek yang baik, dia juga mudah bergaul bahkan wajahnya yang cantik membuat banyak yang menyukainya.
##########################
Haii Bestie Aku kembali setelah sekian purnama Hiatus..!!
Maaf Buat kalian yang menanti kelanjutan cerita A² (Arga,Alya) insya Allah mulai awal Juni aku kembali On lagi bareng Kalian.
Beberapa hari kemarin aku harus merevisi semua Bab.
Doa kan mudah²an semua berjalan lancar dan aku bisa selalu halu bareng² kalian semua Bestie kesayangan akuh.
Love you All
_encha_
lah Nadin kapan baiknya sirik mulu yg dipiara🤦😏
tidak apa memang untuk kita menjadi lebih baik akan ada banyak cobaan menghadang kita
tetap tawadhu ya 😘