Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Dua pelayan yang ada di belakang bibi Mo sampai tersentak dan saling berpegangan, ketika mereka melihat Shen Yunan menamparr wajah bibi Mo, sampai wanita patuh baya itu tersungkur ke lantai.
Tamparann biasa mana mungkin membuat seseorang sampai tersungkur seperti itu. Tamparan itu pasti keras sekali. Apalagi tubuh bibi Mo sedikit tambun, rasanya mustahil wanita dengan tubuh kurus seperti Shen Yunan bisa menamparnya sampai jatuh tersingkir begitu.
Bibi Mo juga sangat terkejut, pipinya rasanya panas sekali. Bukan hanya pipinya saja, kepalanya juga terasa pusing dan tiba-tiba saja seluruh tubuhnya menjadi lemas. Bibi Mo bahkan sempat merasa pandangannya kabur untuk sejenak.
'Bagaimana bisa, wanita desa ini memukul begitu keras! sakit sekali' batin bibi Mo yang bahkan tidak bisa bangun untuk beberapa saat.
Kedua pelayan semakin takut, ketika setelah memukul bibi Mo. Shen Yunan malah berjongkok di depan bibi Mo.
"Itu belum seberapa, jika berani bicara dengan tatapan atau nada sinis lagi padaku. Aku akan habisi kamu!"
Dua pelayan di belakang bibi Mo, matanya sampah merah berkaca-kaca. Mereka terlihat sangat takut. Sangat ketakutan, sampai seluruh tubuhnya merinding, hampir keduanya tidak bisa berdiri dengan benar karena kedua kaki mereka rasanya sangat lemas.
Tak hanya bicara seperti itu. Shen Yunan semakin mendekat ke arah bibi Mo. Membuat wanita paruh baya itu semakin gemetaran.
"Kau sendiri tahu bagaimana Mo Bian dan Chao Yanhui mati bukan? aku akan buat kematianmu lebih mengerikan..."
"Agkkk!"
Bibi Mo sampai merangkak menjauh dari Shen Yunan ketika dia mendengar ancaman dari Shen Yunan. Kakinya masih terus dia tarik, dia benar-benar merangkak menjauh dengan pipinya yang merah dan bengkak.
Matanya berkaca-kaca, merah dan jelas sekali kalau dia sangat ketakutan. Tangannya gemetaran, wajahnya pucat seperti tak ada darah mengalir disana.
Bisikan Shen Yunan barusan sungguh membuat Bibi Mo merasa sangat takut. Dia melihat Shen Yunan bukan lagi seperti seorang wanita desa. Tapi pembunuhh berdarahh dingin. Suaranya bahkan seperti mencekik bibi Mo.
Shen Yunan berdiri, dari bibi Mo. Shen Yunan beralih ke dua pelayan yang ada di dekat pintu. Mungkin mereka mau kabur, tapi mereka juga takut. Kalau kabur tanpa perintah, Shen Yunan bisa marah pada mereka.
"Kalian sudah lihat! orang yang tidak sopan padaku! akhirnya tidak akan baik!"
Brukk
Brukk
Kedua pelayan itu langsung berlutut, dengan lutut membentur lantai cukup kuat.
"Iya nona, kami berjanji kami akan patuh dan menghormati nona!" kata keduanya tergagap.
**
Malam harinya, ruang makan sudah ramai dengan pelayan yang keluar masuk membawa makanan yang sudah jadi.
Tuan Marquis dan juga nyonya sudah berada di tempat duduk mereka. Bersama dengan seorang pria yang merupakan tuan muda kedua kediaman Marquis, Shen Moran.
Sementara itu Shen Yunan juga baru keluar dari paviliunnya karena bibi Mo baru memberitahunya.
Wanita paruh baya itu memang sengaja. Setelah mendapatkan pelajaran dari Shen Yunan, sepertinya dia bukannya kapok. Tapi malah mau cari gara-gara dengan Shen Yunan.
Bibi Mo berpikir untuk membalas dendam. Dengan cara membuat Shen Yunan dimarahi semua orang, karena terlambat datang makan malam.
Tanpa dia sadari apa yang dia lakukan itu, justru akan mempercepat waktu kematiannya di tangan Shen Yunan.
Shen Yuxiao sengaja menunggu Shen Yunan di depan ruang makan utama. Begitu melihat Shen Yunan datang, dia sengaja meminta pelayannya memprovokasii Shen Yunan.
Ketika Shen Yunan akan masuk, pelayan Shen Yuxiao merentangkan tangannya. Pelayan Shen Yunan yang berdiri di belakangnya sangat ketakutan. Dia masih ingat bagaimana nonanya menampar bibi Mo.
"Nona ketiga dulu yang akan masuk! kamu datang setelah nona ketiga duduk!"
Di luar dugaan, Shen Yunan malah tersenyum lalu mundur.
Pelayan itu tersenyum puas. Dia pikir, karena gertakannya itu Shen Yunan mundur. Tidak tahu saja, kalau Shen Yunan sudah menyiapkan sesuatu.
Shen Yuxiao mendengus kesal, lalu berjalan ke arah pintu.
"Tahan dia, sampai aku duduk!"
"Baik nona!"
Brukk
Shen Yunan menjatuhkan dirinya dengan keras membentur pintu ruang makan utama. Suara itu sampai di dengar oleh orang-orang yang ada di dalam ruangan.
"Ada apa itu?" suara tuan Marquis terdengar sampai luar pintu.
Shen Yunan menatap tajam ke arah pelayannya. Sebelumnya, ketika melihat Shen Yuxiao berdiri di dekat ruangan makan tapi tidak kunjung masuk. Shen Yunan sudah memberi perintah pada pelayannya itu.
"Lihat mereka! mereka pasti merencanakan sesuatu yang tidak baik!"
Pelayan itu meremass jemarinya sendiri.
"Lalu... lalu bagaimana nona?" tanya pelayan Yunan dengan takut.
"Kenapa kamu harus takut, Cao Cao. Orang seperti mereka tidak perlu di takuti. Dengarkan aku baik-baik! kalau mereka membuat masalah, dan aku melihat ke arahmu, maka kamu harus berlari ke dalam ruang makan, menangis dan ketakutan, katakan pada ayahku, kalau Shen Yuxiao menindas ku! paham?" tanya Shen Yunan bicara dengan sangat tegas pada Cao Cao.
Cao Cao masih gemetaran, tapi dia mengangguk dengan cepat.
"Paham nona!"
Dan ternyata benar, Shen Yuxiao memang punya rencana buruk. Sama tujuannya dengan bibi Mo. Supaya Shen Yunan terlambat sampai di ruang makan. Membuat semua orang menunggu lama. Dan akhirnya memarahinya.
Cao Cao yang di tatap tajam oleh Shen Yunan, segera berlari dengan cepat ke arah ruang makan.
"Tuan... Tuan Marquis, tolong nona keempat. Pelayan nona ketiga menindasnya!"
Marquis Shen segera berdiri dan berjalan ke arah pintu. Gu Yuning dan Shen Moran juga mengikuti.
Shen Yuxiao yang melihat pelayan Shen Yunan berlari ke dalam cukup terkejut. Dia tidak menyangka kalau mereka akan melakukan itu.
"Kau..." geram Shen Yuxiao pada Shen Yunan.
Sementara Shen Yunan berusaha bangkit dengan tertatih.
"Maafkan aku menghalangi jalanmu...!"
Rahang Shen Yuxiao mengeras. Dia kesal sekali.
Marquis Shen dan yang lain melihat hal itu, dan segera membantu Shen Yunan.
"Yunan, apa yang terjadi?" tanya Marquis Shen membantu Shen Yunan berdiri.
Shen Yuxiao segera mendekati ibunya dan merangkulnya.
"Ibu, aku tidak melakukan apapun" katanya meyakinkan Gu Yuning.
Gu Yuning malah menepuk tangan Shen Yuxiao perlahan.
"Ibu tahu, kamu tidak mungkin melakukan sesuatu yang salah. Pasti karena Gadis dari desa itu belum pernah berada di rumah yang besar, makanya linglung seperti itu!"
Shen Yuxiao tersenyum senang. Dia menatap dengan tatapan penuh ledekan ke arah Shen Yunan.
'Ibu, kau benar-benar ibu yang baik! aku akan ingat ini, jika suatu saat kau dalam kesulitan, aku orang pertama yang akan bersorak senang!' batin Shen Yunan.
***
Bersambung...
Gengsi aja di gedein.. Menggemaskan..🤣🤣🤣