Alexandria adalah seorang gadis berumur 30 tahun yang memiliki luka masa lalu. Rencana pesta pernikahannya gagal di hari H saat seorang wanita berbadan dua hasil perbuatan calon suaminya Mahesa datang.
Lima tahun berlalu sejak saat itu Alexa berusaha mengubur lukanya dengan menjadi pribadi yang dingin terhadap orang yang belum dekat terutama lawan jenis. Seorang workaholic dan mengisi hidup untuk mewujudkan isi bucket listnya.
Kehidupan baru Alexa terusik ketika dia harus menjadi mentor Devon putra bungsu pemilik Brahmana Corporation tempat dia dan Theo suami Arika sahabatnya bekerja. Devon pemuda berusia 22 tahun terkenal karena susah diatur, suka berfoya-foya dan tidak serius menyelesaikan kuliahnya.
Selain itu satu per satu masa lalu mulai menghampiri gadis itu kembali.
Apakah Alexa akan berjodoh dengan masa lalunya?
Ataukah dia menemukan kebahagian lain?
Apakah waktu bisa menyembuhkan luka hatinya?
Berisi lagu-lagu romantis yang sesuai dengan tema chapter.
IG:ayyona_18
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayyona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24 - Kaitan Masa Lalu
Devon telah selesai dari rest room yang berada di executive lounge keberangkatan luar negeri, ketika matanya menangkap Alexa sedang berbicara dengan dua orang pria. Tak lama seorang pelayan mendekat ke arah Alexa dan kedua pria yang berdiri itu.
Penasaran Devon pun bergegas menghampiri, namun terlihat Alexa telah meninggalkan pria berpenampilan cosmopolitan dan yang berkepala plontos itu untuk kembali ke sofa lounge tempat mereka duduk sebelumnya. Devon pun menyusul Alexa, dia menatap raut wajah gadis itu yang terlihat biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.
“ Siapa mereka? Kenal?” selidik Devon.
“Hmm oh ga tau, tadi ga sengaja tersenggol pas kita sama-sama ambil teh. Untung refleks aku masih bagus jadi minuman aku ga tumpah," jelas Alexa.
Sementara di pojok lain executive lounge itu terlihat laki-laki berbaju biru yang baru saja gagal menarik perhatian Alexa mendengus kesal memandang ke arah anak buahnya yang salah tingkah. Abimanyu sudah tidak sabar untuk menemui Alexa yang akan berangkat ke Singapura.
Dia merasa bandara adalah tempat yang tidak mencurigakan untuk menjalankan skenario pertemuan tak sengaja yang telah dirancangnya. Rasanya akan aneh jika dia tiba-tiba muncul di apartemen Alexa atau malah menghampirinya di kantor Brahmana Corporation.
Tapi ternyata rencana kedua ini juga gagal disebabkan oleh Sam yang berusaha menyenggol Alexa salah perhitungan. Ternyata Alexa dengan sigap bisa mengelak dari rencana senggolan ringan yang dibuatnya di depan meja mesin pembuat teh dan kopi.
Rencana pertama yang gagal adalah ketika Alexa sedang berada di mall menghabiskan sore hingga malam dengan berkaroke. Alexa meminta segera pulang tanpa makan malam, sehingga Abimanyu tidak sempat menemui gadis tu.
“Kenapa ada bocah itu bersama Alexa?” tanya Abimanyu dengan geram menatap Samsul.
“Maaf Tuan. Sesuai perintah Tuan, saya hanya meminta info tentang nona cantik saja. Saya tidak tahu itu, tidak diinfo."
Abimanyu pun berusaha menahan amarahnya, ia takut akan memancing perhatian pengunjung lainnya. Sam terlihat hanya menundukan kepala. Abimanyu pun memutuskan untuk tidak berlama-lama lagi di lounge itu.Dia meninggalkan Sam yang masih terpaku di sana.
Pemuda itu melangkah meninggalkan sofa yang berada terpisah dari tempat duduk yang lain dan berjalan menuju pintu keluar. Ketika dia hampir sampai di area pintu kaca, dia berpapasan dengan Devon dan Alexa yang terlihat juga berniat meninggalkan executive lounge itu menuju ruangan boarding.
“Apa kabar Tuan Devon Brahmana?” ujar Abimanyu.
Tak mungkin berdiam saja bertemu dengan teman adiknya Bima, pikir Abimanyu.
“Kapan kembali dari Melbourne?" Basa basi Abimanyu masih berlanjut.
Sementara Devon mengangguk, membalas uluran tangan Abimanyu dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak. Abimanyu pun melirik ke arah Alexa yang hanya diam dan memandang ke arah yang lain.
“Oh, saya kira kamu bersama Maya," ucap laki-laki itu lagi yang masih tidak mendapat respon dari Devon.
“Kami permisi, sepertinya sudah waktunya boarding." Devon berusaha sopan kemudian berlalu sambil sebelumnya meraih lengan Alexa agar gadis itu mengikuti langkahnya.
Alexa pun mengikuti Devon tanpa melihat ke arah Abimanyu.
Di dalam mobil mewahnya Abimanyu masih terlihat kesal, tidak hanya karena rencananya yang kembali gagal tapi juga terhadap sikap Alexa yang bahkan tidak melihat sedikit pun kepadanya. Belum pernah dalam sejarah hidupnya ada gadis yang tidak tertarik dengan dirinya walau hanya sekedar melempar senyum ketika bertemu.
Sementara Devon terlihat mematung di barisan tempat duduk ruang boarding. Jadwal keberangkatan masih 1 jam lagi tapi dia memutuskan menjauh untuk menghindari laki-laki yang membangkitkan kenangan masa lalunya. Rasa sakit hati yang dia rasakan karena dijadikan alat oleh gadis yang dicintainya masih membekas.
Ya, Maya Angelica nama gadis yang menjadi perempuan pertama yang dekat dengannya di bangku SMA. Seorang gadis cantik salah seorang bintang sekolah yang manja berhasil mendekati Devon yang awalnya tidak tertarik padanya. Tapi karena perhatian dan kehadirannya setiap kali Devon bermasalah dengan keluarganya membuat mereka berdua menjadi akrab.
Maya pun menjadi satu-satunya gadis yang bisa masuk ke markas di kediaman Steven tempat Devon dan teman-temannya sering menghabiskan waktu jika bolos sekolah atau sekedar lari dari dunia yang mengekang mereka. Kenakalan remaja yang mereka lakukan bisa leluasa di sana karena tidak ada yang akan menganggu mereka di rumah pejabat pemerintahan.
Ingatannya melayang pada masa SMA.
Sehari ketika mereka telah dinyatakan lulus dari sekolah, Devon mengetahui jika keluarganya telah membatalkan semua persiapan yang dia lakukan untuk menggapai cita-citanya menjadi pilot pesawat tempur. Itu adalah usaha terakhir di mana dia secara sembunyi – sembunyi dan dibantu oleh koneksi orang tua Steven agar lolos memasuki sekolah kedinasan itu.
Devon meluapkan kekesalannya dengan pergi dari rumah besar. Maya yang mengetahui hal tersebut pun kemudian menyusul Devon yang berada di markas. Teman-temannya yang lain sedang menikmati pesta kelulusan kelas masing-masing sebelum pesta promp night sekolah.
Maya melihat Devon sedang melampiaskan kekecewaan dengan menegak minuman keras. Entah kenapa Maya pun melakukan hal yang sama. Devon tidak menghiraukannya.
Pengaruh alkohol membuat mereka hampir hilang kesadaran. Berbagai racuan keluar dari mulut mereka. Lama kelamaan mereka pun saling meraba dan hampir hilang kendali.
Ketika mereka berdua mulai merasakan gairah yang memuncak tiba-tiba saja Maya menyebut nama Abimanyu di sela-sela nafasnya yang menderu. Devon seketika mencampakan tubuh Maya yang terlihat berantakan. Maya yang tidak berhasil meraih kembali tubuh laki-laki itu tapi pengaruh alkohol dan hasratnya yang telah membuncah membuat tubuhnya lunglai.
Devon sampai di pintu ruangan berdinding bata itu ketika Sierra kakak Steven melihatnya. Devon tak meghiraukan kehadiran Sierra, dengan tubuh yang sempoyongan dia menuju area garasi dan kemudian memacu motor balap milik Steven.
Sierra bimbang antara menghalangi Devon agar tidak berkendara dalam pengaruh alkohol atau menolong Maya yang juga terlihat menyedihkan. Akhirnya Sierra memutuskan untuk memanggil beberapa orang pelayan guna mengangkat tubuh Maya yang sudah hilang kesadaran karena pengaruh alkohol dan memindahkannya ke kamar pribadinya.
Sementara Devon mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya yang tak jauh dari komplek perumahan itu.
Devon menghabiskan hampir 1 minggu di rumah sakit, dia masih beruntung hanya mengalami retak tulang di bahu. Sejak saat itu dia tidak pernah diijinkan keluar dari rumah besar.
Orang tuanya memaksa Devon untuk melanjutkan kuliah sesuai jurusan yang mereka inginkan. Karena sakit hatinya dan kemarahannya terhadap Maya akhirnya Devon menyetujui untuk mengikuti rencana orang tuanya tapi dia mengajukan syarat untuk kuliah hanya di luar negeri.
Dari hasil memaksa Rosa sahabat dekat Maya untuk bicara, dia kemudian mengetahui jika Abimanyu yang dimaksud gadis itu adalah kakak Bima. Maya telah jatuh hati pada Abimanyu sejak pertama kali laki-laki yang lebih tua dari mereka itu terlihat menjemput Bima pulang sekolah.
Dia tidak menemukan cara untuk mendekati Bima agar bisa membawanya lebih mengenal Abimanyu sampai kemudian kejadian tak sengaja membuat dia dan Devon terkurung di lab komputer. Sejak saat itu mereka pun menjadi dekat. Dan Maya pun memanfaatkan kedekatan mereka itu untuk lebih akrab dengan Bima dan mendapatkan informasi mengenai pujaan hatinya.
Sentuhan lembut di lengannya membangunkan Devon dari lamunan akan masa lalu. Seketika dia memalingkan wajahnya yang kemudian menangkap senyuman Alexa yang telah berdiri memberi isyarat jika waktu keberangkatan sudah tiba. Laki-laki itu pun berdiri mengikuti langkah gadis yang masih memakai pakaian kerja.
Setelah melewati garbarata akhirnya mereka pun dipersilahkan oleh seorang pramugari menempati tempat duduk sesuai tiket masing-masing.
“Pemborosan. Perjalanan ga sampai 2 jam saja pesen kelas bisnis. Pasti Ninda lupa nih," gerutu Alexa yang ditanggapi dengan senyum oleh Devon.
“Yang mengatur itu pihak yang ngundang. Jadi terima aja," ujar Devon yang terlihat sudah mulai bisa merilekskan tubuhnya. Berbeda jauh dari pada saat dia berada di ruang tunggu. Sementara Alexa hanya membulatkan bibirnya mendengar penjelasan pemuda itu.
Oh iya, aku kan terbang bersama tuan muda tentunya perlakuan akan berbeda, gumam Alexa dalam hati.