NovelToon NovelToon
RESTU (Untukmu, Aleesa)

RESTU (Untukmu, Aleesa)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Aleesa Addhitama (20) dan Yansen Geremy (20) tahu bahwa rasa yang mereka miliki itu salah. Kebersamaan mereka sedari kecil membuat Aleesa dan juga Yansen merasa nyaman dan enggan untuk dipisahkan. Walaupun mereka tahu ada dinding yang menjulang memisahkan mereka berdua, yakni sebuah keyakinan.


"Satu kapal dua nahkoda, penumpangnya akan dibawa ke mana?" Begitulah kata sang ayah. Kalimat yang sederhana, tapi menyiratkan arti yang berbeda.


Akankah mereka berjuang untuk mendapatkan restu? Ataukah ada restu lain yang akan mereka dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Aku Hancur

Radit yang baru saja mendapat berita seperti itu menginginkan untuk segera kembali ke rumah. Dia tidak ingin melihat anaknya sedih. Namun, dia juga tidak ingin istrinya tahu. Sudah pasti Echa akan murka. Akan tetapi, ada sebuah rapat penting yang mengharuskan dia pulang larut.

Di dalam kamar, Aleesa masih saja menitikan air mata. Dia menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Hatinya benar-benar sakit. Dadanya mulai terasa sesak. Makan pun dia tidak mau.

"Kenapa gak bilang dulu? Mungkin aku gak akan sesakit ini."

Untung saja kedua orang tuanya pulang larut, jadi Aleesa bisa puas menangis. Dia teringat jika seharian kemarin Yansen tak menghubunginya. Ternyata ini alasannya.

Kamar hanya menyisakan cahaya temaram. Aleesa benar-benar terpukul dan syok. Air matanya seakan tak pernah surut. Dia mengambil cokelat yang ada di atas nakas. Cokelat pemberian Restu. Dia bukan memakannya, hanya memandangi cokelat itu saja. Hembusan napas kasar keluar dari mulut Aleesa. Kemudian, dia letakkan cokelat tersebut di atas dadanya. Matanya terpejam dengan air mata yang tak pernah henti mengalir.

"Aku hancur, Kak." Aleesa berucap dengan air mata yang terus menetes.

"Kuburlah kenangan bersama dia, dan ukirlah kenangan yang indah bersama aku."

Aleesa terdiam. Dia mulai membuka mata dan sudah ada Restu di sana tengah menatapnya.

Air mata semakin deras mengalir. Restu segera memeluk tubuh Aleesa dan isakan tangis Aleesa membuat hati Restu terasa perih. Tangan Aleesa membalas pelukan Restu dengan begitu erat.

Ketika Isak tangis mulai menghilang, Restu mengendurkan pelukannya dan menghapus jejak air mata di wajah Aleesa.

"Ikut aku, ya."

Mata Aleesa sudah sangat bengkak karena seharian menangis. Wajahnya pun nampak pucat. Restu sudah merangkul pundak Aleesa dan membawa Aleesa pergi.

Rumah nampak sepi. Rangkulan tangan Restu tak terlepas hingga mereka berdua masuk ke dalam mobil. Kali ini mereka disopiri oleh orang yang berbaju serba hitam. Tangan Restu sedari tadi terus menggenggam tangan Aleesa, walaupun dia tidak banyak berkata. Sesekali dia juga mengecup ujung kepala Aleesa dan semakin membuat Aleesa merasa nyaman.

Aleesa menatap ke arah Restu ketika mereka tiba di sebuah apartment. Restu tersenyum dan mengusap lembut rambut Aleesa.

"Di dalam sana ada salah satu unit apartment yang aku huni. Malam ini, kamu tidur di unit aku dulu. Besok, aku akan bawa kamu ke suatu tempat."

"Bubu, Baba--"

"Aku udah ijin kepada kedua orang tua kamu juga kepada Papih dan Mamih. Serta Rio." Aleesa nampak tidak percaya.

Restu memberikan ponselnya kepada Aleesa. Dia menyuruh Aleesa untuk menanyakan hal ini kepada keluarganya langsung. Ketika tangan Aleesa menekan power ponsel, dia terkejut ketika melihat wajahnya yang menjadi locked screen di ponsel Restu. Seketika Aleesa menggeleng dan menyerahkan kembali kepada Restu.

"Kenapa?" Aleesa hanya menatap Restu tanpa menjawab apapun.

"Kamu adalah alasan kenapa aku masih hidup sampai sekarang." Restu menunjukkan locked screen ponselnya. Aleesa tidak bisa berkata. Jika, di depan Restu dia akan kehilangan semua kata-kata. Restu begitu manis dan serius.

Restu menggenggam tangan Aleesa dan membawanya menuju unit apartment miliknya. Dia sama sekali tidak pernah melepaskan genggamannya pada Aleesa. Malah, ketika di dalam lift dia menarik kedua tangan Aleesa agar memeluk pinggangnya. Aleesa mendongakkan wajahnya menatap ke arah Restu,

masih terlihat kecemasan di wajah pria di sampingnya. Restu menatap balik Aleesa dan mencium kening Aleesa dengan begitu dalam. Itu membuat lingkaran tangan di perut Restu semakin erat.

Pintu lift pun terbuka dan mereka terus saling menggenggam hingga menuju unit yang ditempati Restu. Kamar bernuansa putih mendominasi kamar milik Restu.

"Kamu istirahat dulu, ya." Restu mengusap lembut rambut Aleesa. "Aku mandi dulu," lanjutnya lagi.

Aleesa hanya terduduk di pinggiran tempat tidur. Adegan ketika Nathalie memakaikan cincin di jari manis Yansen masih memutari kepalanya. Hatinya kembali sakit. Dadanya mulai sesak lagi.

"Harusnya aku melepaskannya sedari awal agar tidak sesakit ini."

Langkah Restu terhenti dan tangannya yang tengah mengeringkan rambut pun ikut terhenti juga. Dia melihat Aleesa menunduk lagi. Perlahan Restu menghampiri Aleesa. Dia kembali bersimpuh di depan Aleesa.

"Aku gak suka kamu menangis begini." Tangan Restu sudah menggenggam tangan Aleesa. Dia mengusap lembut punggung tangan tersebut.

"Lihat aku!" pintanya. Aleesa masih terdiam hingga Restu meminta untuk kedua kalinya barulah Aleesa menatap wajah Restu.

Restu sudah membuka kalung yang menggantung di lehernya, di mana ada dua cincin yang menjadi liontin.

"Jika, cincin yang kamu tangisi. Aku akan memakaikan cincin di jari manis kamu sebagai bukti dari keseriusan yang aku miliki." Restu menatap dalam manik mata Aleesa. Menunjukkan cincin yang menjadi liontin kalungnya.

"Kata-kata manis, juga sikap manis tanpa adanya keseriusan itu gak ada gunanya." Aleesa terdiam.

"Lamanya pacaran tidak menjamin menjadi jodoh sungguhan. Bahkan banyak yang hanya bertugas untuk menjaga jodoh orang."

Jleb.

Perkataan yang sangat menusuk hati Aleesa.

"Pilihlah laki-laki yang mengajak kamu komit juga serius. Walaupun laki-laki itu tidak semanis mantan, tapi laki-laki itu pasti akan membawa kamu menuju pelaminan."

...***To Be Continue***...

Lagi gak? 50 komen dulu lah. 🤭

1
Wulan
baru baca dah mewek 😭😭
Yayu Rulia
ceritanya seru dan bagus...
Yayu Rulia
tak pernah bosan membacany wlwpn berulang kali..
kalea rizuky
uda tua gatel
Elly Setia Ningsih
Luar biasa
Elly Setia Ningsih
kim je ha 😍
zoel
/Good//Good//Good//Good//Good/
Venny Merliana
ganteng Ersan
Ocanya gava
Luar biasa
Yus Nita
perang Saudara bakal di mulai
itu maka ny abang Dengan gak suka sama syafa. dia biang masalah dari dua saudara yg harmamonis
Yus Nita
waduuoohhh. gawat
di mana abang Dengan lg sakit, di situ pula si Mami mau lahiran
Yus Nita
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Shy/
Yus Nita
Sultan mah bebas...
Yus Nita
Bhamidun noh si mamud 😁😁😁
Yus Nita
apa yg di tanam itu lah yg di tuai
Yus Nita
pen rasa ngerokok Ginjal si Aleeyaa
Yus Nita
maka ny klu cinta pkk mata, biar bisa ngeliat, jangan pkk nafsu. bego kan j adi ny
Yus Nita
tajam bah...
Yus Nita
mampos lo satria..
brandalan lo lawan.
senggol.. bacok lah 😃😃😃
Yus Nita
kasihan dech lo...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!